Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Sanksi pidana bagi pelaku penyertaan penghimpun dana dalam masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin dari pimpinan Bank Indonesia (Studi Kasus Putusan Nomor 219/Pid.Sus/2022/Pt.Pbr Dan Putusan Nomor 220/Pid.Sus/2022/Pt.Pbr) Mulyana, Eka
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.27110

Abstract

Tindak pidana di bidang perbankan saat ini cenderung semakin meningkat, khususnya yang berkaitan dengan perizinan, baik yang dilakukan oleh bank sendiri maupun lembaga-lembaga keuangan lainnya yang bukan bank yang tanpa izin dari pihak yang berwenang. Kesimpulannya Putusan hakim dalam memberikan sanksi pidana bagi pelaku penghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari pimpinan Bank Indonesia pada putusan nomor Nomor 219/Pid.Sus/2022/Pt.Pbr dan Putusan Nomor 220/Pid.Sus/2022/Pt.Pbr sudah benar dengan menjatuhkan pidana kepada Para Terdakwa tersebut di atas. Hal ini karena Para Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagai perbuatan berlanjut menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa ijin usaha dari Pimpinan Bank Indonesia. Tindak pidana tersebut merupakan pidana kumulatif yaitu pidana penjara dan denda, maka Majelis Hakim juga menjatuhkan denda terhadap Terdakwa, dan apabila denda tidak dapat dibayar oleh Terdakwa, maka Terdakwa dijatuhi pidana kurungan sebagai pengganti denda yang tidak dapat dibayar yang lamanya akan ditentukan dalam amar putusan tersebut dan Kualifikasi tindak pidana perbankan yang berkaitan tentang penghimpunan dana masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari Pimpinan Bank Indonesia menurut Undang-Undang Perbankan merupakan bentuk kejahatan perbankan berkaitan dengan perizinan yang diatur dalam Pasal 46 Undang-Undang Perbankan.
Peningkatan Akses Pasar Digital bagi Pelaku Usaha Sektor Informal Mahriani; Alamsyah, Alamsyah; Mahriani, Retna; Yusnaini, Yusnaini; Mulyana, Eka; Yanti, Mery
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v8i2.5390

Abstract

This community service aims to intervene the cognitive, effective, and psychomotor aspects of micro and small business actors in utilizing information and communication technology (ICT) as a tool to help their marketing, sales, and business transactions in e-commerce. The target group for service activities is 60 (sixty) villagers who live in three villages (Tanjung Dayang Selatan Village, Tanjung Dayang Utara Village, and Mandi Angin Village) in South Indralaya District, Ogan Ilir Regency, who are eligible and selected purposively. Transfer knowledge and skills using tutorial lectures, discussions, and practicum/simulation methods for two days at the Tanjung Dayang Selatan Village Hall. To maintain the continuity of activities, the service team collaborates with the Tanjung Dayang Selatan Village Youth Organization as a partner in implementing the service. Quantitatively, this project is evaluated by holding a pre-test and post-test which are analyzed using the t-test. Qualitatively, evaluation is carried out through observation and discussion with participants to identify weaknesses and obstacles faced by participants. The community service carried out over the past two days succeeded in increasing community knowledge about the digital market. The increasing of knowledge was statistically robust, t(59) = 29.4030, p < 0.05. Further assistance is needed so that this knowledge can trigger real practices among citizens in utilizing the digital market as a product marketing medium. The service team recommends to policy makers, both at the village and district level, to provide policy support and financial support for economic actors in the digital market.
Pengaruh Kearifan Lokal Terhadap Pendapatan Usahatani Padi Rawa Lebak di Desa Sungai Pinang Iii Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir Mulyana, Eka; Sriati, Sriati; M.Yamin, M.Yamin; Yunita, Yunita
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i2.212

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kearifan lokal di Desa Sungai Pinang III Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir, (2) menganalisis pendapatan usahatani padi rawa lebak di Desa Sungai Pinang III Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir Kabupaten, (3) menganalisis pengaruh kearifan lokal terhadap pendapatan usahatani padi rawa lebak di Desa Sungai Pinang III Kabupaten Ogan Ilir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dan metode survei (survey method). Metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menjelaskan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya, misalnya seperti kondisi, keadaan, situasi, peristiwa atau kegiatan. Selanjutnya adalah metode survey yang digunakan untuk memperoleh informasi harga jual, jumlah produksi, biaya produksi, upah tenaga kerja, dan sumber pendapatan lainnya dari petani padi rawa lebak di Desa Sungai Pinang III. Metode ini dilakukan dengan cara memberikan daftar pertanyaan (kuesioner) kepada responden kemudian melakukan wawancara mendalam dengan mereka. Waktu pengambilan data dilakukan mulai Februari 2021 sampai dengan Maret 2021.
Analisis Pendapatan Petani Padi Rawa Lebak dengan Sistem Surjan di Desa Tebing Gerinting Utara Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan Mulyana, Eka; Novita Sari, Serly; Januarti, Indri
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 3 (2023): Special Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i3.246

Abstract

Pertanian Indonesia merupakan Pertanian tropika dikarenakan sebagian besar daerahnya berada pada daerah tropis yang langsung dipengaruhi oleh garis khatulistiwa, yang memotong Indonesia hampir menjadi dua bagian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menghitung pendapatan petani padi lahan rawa lebak di Desa Tebing Gerinting Utara. Pengambilan data sampel yang digunakan adalah sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Pengumpulan data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dari hasil wawancara diolah secara sistematis. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka kemudian hasil data yang didapatkan dipaparkan dalam bentuk uraian yang sistematis dengan menggunakan rumus pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan rata-rata petani padi rawa lebak dengan sistem surjan di Desa Tebing Gerinting Utara sebesar Rp6.752.278 per Ha/Mt.
PELATIHAN PENGOLAHAN BUAH NANAS GRADE RENDAH MENJADI ICE CREAM UNTUK MENGURANGI RISIKO KERUGIAN PETANI DI DESA TAMBANGAN KELEKAR KECAMATAN GELUMBANG Putri, Nurilla Elysa; Sriati, Sriati; Yunita, Yunita; Oktarina, Selly; Arbi, Muhammad; Mulyana, Eka; Malini, Henny; Januarti, Indri
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i1.207

Abstract

Mayoritas penduduk di Desa Tambangan Kelekar bermatapencaharian sebagai petani nanas. Pendapatan dari usahatani nanas sangat besar kontribusinya bagi pendapatan rumahtangga petani. Akan tetapi, petani menghadapi risiko usahatani atau kerugian akibat adanya buah nanas grade rendah. Oleh karena itu, diperlukan adanya kegiatan pengolahan. Dengan demikian, petani nanas melakukan kerjasama dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unsri guna mengadakan kegiatan "Pelatihan Pengolahan Buah Nanas Grade Rendah Menjadi Ice Cream untuk Mengurangi Risiko Kerugian Petani di Desa Tambangan Kelekar, Kecamatan Gelumbang". Khalayak sasaran adalah wanitatani yang berjumlah 20 orang. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari penyuluhan dan pendampingan berupa pelatihan. Penyuluhan yang diberikan kepada petani mengenai peningkatan nilai tambah komoditi nanas. Pendampingan berupa pelatihan yang dilakukan adalah pengolahan buah nanas grade rendah menjadi produk ice cream. Kemudian setelah pelatihan, Tim pengabdian Unsri memberikan paket bantuan bahan dan alat pembuatn ice cream nanas kepada peserta pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini pengetahuan peserta tentang penngkatan nilai tambah olahan nanas dan cara mengurangi kerugian npetani akibat adanya buah grade rendah bertambah. Dari kegiatan ini juga, terjadi peningkatan keterampilan petani dalam pengolahan buah nanas grade rendah menjadi produk ice cream. Dengan demikian ke depannya, diharapkan dapat membuka peluang usaha kerja bagi masyarakat sekitar.
Training on the Production and Use of Organic Liquid Fertilizer for the Community in Suka Merindu Village to Support of Environmentally Friendly Agriculture Mulyana, Eka; Saputra, Ardi; Mardhotillah, Reno
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i4.1405

Abstract

This community service program aimed to enhance community capacity in producing and utilizing organic liquid fertilizer to support environmentally friendly agricultural practices in Suka Merindu Village, West Pemulutan Subdistrict, Ogan Ilir Regency. The activity was conducted using a participatory approach that positioned the community as active participants throughout the process. The program stages included initial socialization with community leaders, identification of local potential and problems through focus group discussions, hands-on training on organic liquid fertilizer production using locally available organic waste, and post-training mentoring and monitoring to ensure sustainability. The results indicate that the training program effectively improved participants’ knowledge and technical skills, as evidenced by a substantial increase in post-test scores compared to pre-test results. Participants also reported high levels of satisfaction with the training materials, facilitation, and practical sessions. Furthermore, most participants began applying organic liquid fertilizer in their farming practices, demonstrating the practical relevance and sustainability of the program outcomes. In addition to technical improvements, the activity increased community awareness of the environmental and economic benefits of reducing dependence on chemical fertilizers and utilizing organic waste more productively. Overall, this community service program demonstrates that participatory training on organic liquid fertilizer production can serve as an effective strategy for promoting sustainable agriculture, strengthening farmers’ economic resilience, and encouraging environmentally responsible resource management in rural areas.
Optimalisasi Pengelolaan Bank Sampah Berbasis Pelatihan dan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat Berkelanjutan Mulyana, Eka; Saputra, Ardi; Mardhotillah, Reno
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): January 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v6i3.2696

Abstract

Waste management remains a critical issue in Indonesia, driven by rapid population growth and the increasing volume of household waste that has not been properly addressed. In Meranjat II Village, Indralaya Selatan Subdistrict, Ogan Ilir Regency, waste is still predominantly managed through conventional practices such as open burning or direct disposal into rivers and fields, which contributes to environmental pollution and health risks. To address this challenge, a community service program was introduced to enhance residents’ knowledge and awareness by implementing waste banks as an environmentally friendly and economically beneficial solution. The program engaged residents in socialization sessions, group discussions, and practical waste-sorting activities. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires, and analyzed using a descriptive quantitative approach to assess community acceptance. The results revealed significant improvements, with 80% of participants understanding the importance of waste separation, 90% demonstrating greater concern for environmental cleanliness, and 74% expressing willingness to participate in the waste bank program actively. Nevertheless, challenges remain, including limited supporting facilities, low environmental literacy, and uneven participation. Continuous support from village authorities and other stakeholders is essential to ensure the program’s success and sustainability. Overall, this initiative not only raised environmental awareness but also created opportunities for community-based economic empowerment through sustainable waste management.  
Optimization Of Paddy Farming System In Shallow Swamp Land Case Study Of River two Village Nearti, Yuwinti; Jayanti, Nirmala; Mulyana, Eka
Sriwijaya Journal of Environment Vol 10, No 3 (2025): ENVIRONMENTAL ENGINEERING
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22135/sje.2025.10.3.156-165

Abstract

The conventional farming system used by farmers is planting paddy fields. Conditions for developing and optimizing the paddy field farming system on shallow swampy land with rainfed soil require various interrelated aspects. The objectives of the study include: 1) providing information on the characteristics, potential, and opportunities of shallow swampy land for agricultural development, analyzing the amount of income for farmers so that they can increase maximum profits for these farmers, 2) optimizing the paddy field farming system based on land, labor and capital in implementing land and water management technology. Determination of respondents intentionally (purposive), the sample taken in this study were 100 rice and purple eggplant farmers. The analysis used income, feasibility and optimization using linear programming. The results showed that the average value of rice farming income was Rp3,641,966.5/Ha and the average value of purple eggplant was Rp3,865,939 in River twoVillage. Farming with the optimization of the farming system is feasible to be cultivated with R/C values of 1.32 and 5.87. Optimization of the shallow swampy rice farming system per hectare is recommended only for purple eggplant farming activities so that the income obtained is more profitable while for labor, the remaining and unused labor is 119 and for unused capital of Rp10,979,640, the optimum income of farmers is Rp3,865,939/Ha/MT.
Strategy for Strengthening Women's Entrepreneurship in Efforts to Support Women's Knowledge-Based Food Independence through Banyuasin Regency Cooperative Institutions Jayanti, Nirmala; Nearti, Yuwinti; Mulyana, Eka
Sriwijaya Journal of Environment Vol 10, No 2 (2025): ECOLOGY AND ENVIRONMENTAL HEATLH
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22135/sje.2025.10.2.116-121

Abstract

This research aims to maximize the potential of women's entrepreneurship through cooperative institutions by supporting food independence, creating a targeted strengthening strategy model that can be adopted and applied not only in cooperative and SME institutions but also to all women entrepreneurs. The research was conducted at the BMT Trans Mekar Sari Mandiri Consumer Cooperative in Mulia Sari Village, Tanjung Lago District. The research involved at least 10% of the total population, namely 100 female entrepreneurial respondents using a sampling technique, namely purposive sampling. The method used in this research is a quantitative method. The data obtained in this research consists of primary and secondary data. Primary data was obtained through direct interviews in the field with sample cooperative members (women entrepreneurs) using a list of questions contained in the form of a questionnaire. Secondary data was obtained from agencies related to this research, namely the Banyuasin Regency Cooperative Service as well as literature such as cooperative RAT reports, books, journals, articles, and previous research. To analyze the data was used SWOT analysis. The results of the research conclude that strategies that can be implemented include maximizing women's abundant resources in cooperatives, carrying out cadres according to standardization, formulating rules for the protection of women in entrepreneurship, making it easier for women entrepreneurs to access capital, and collaborating with various parties supporting the development of women's entrepreneurship.