Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Improving Creative Thinking Ability of Prospective Elementary School Teachers through Read-Answer-Discuss-Explain-and Create (RADEC) Project-Oriented Learning Model Septinaningrum, Septinaningrum; Sopandi, W; Agustin, M; Gumala, Y; Anggraeni, P; Rahayu, A H; Tursinawati1, Tursinawati; Nugraha, L; Rohman, Khabibur
International Conference on Elementary Education Vol. 2 No. 1 (2020): Proceedings The 2nd International Conference on Elementary Education
Publisher : Elementary Education Study Program School of Postgraduate Studies Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with UPI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.098 KB)

Abstract

The objective of this research was to describe the improvement of the creative thinking ability of prospective elementary school teachers through project-oriented ReadAnswer-Discuss-Explain-and Create (RADEC) project-oriented learning model. The researcher applied the mixing method consisting of descriptive qualitative research. The design of this research was pre-experiment one group pre-test post-test design subjects. The instrument of the research consisted of the test, observation sheet, interview, and field notes. The result of the research showed that the students' creative thinking ability increased significantly. The aspect of fluency increased by 40.1%, flexibility 43.81%, originality 37%, and elaboration increased by 45.04%. Therefore, it can be concluded that the RADEC project-oriented learning model can significantly improve the students' creative thinking ability
Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa PGSD Melalui Model Read-Answer-Discuss-Explain-and Create (RADEC) Berorientasi Masalah Ai Hayati Rahayu; Wahyu Sopandi; Poppy Anggraeni; Tursinawati Tursinawati; Septinaningrum Septinaningrum
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara komprehensif kemampuan berpikir kritis mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) setelah memperoleh pembelajaran dengan model Read-Answer-Discuss-and Create (RADEC) berbasis masalah. Metode yang digunakan mix method yaitu mendeskrifsikan secara kualitatif proses pembelajaran RADEC, serta menguji signifikansi perbedaan skor nilai sebelum dan setelah pembelajaran. Desain penelitian menggunakan pretes dan postes one grup desain.Instrumen yang digunakan mengembangkan indicator dari Ennes. Hasilnya menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa sebelum dan sesudah pembelajaran, serta model RADEC berorientasi masalah berpengaruh menumbuhkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
THE PHILOSOPHICAL BASIS OF GREBEG PANCASILA IN THEMATIC LEARNING OF ELEMENTARY STUDENTS Septinaningrum
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.3889

Abstract

Grebeg Pancasila is a local culture of Blitar, East Jawa, which is rich in symbols and meanings. However, the study of the meaning of Grebeg Pancasila is not understood in depth and is only limited in knowing, not yet reaching the feeling and acting stage. This study aims to analyze 1) the essence of Grebeg Pancasila; 2) The form of Grebeg Pancasila; 3) Stages of Grebeg Pancasila; 4) the meaning of thematic learning; and 5) learning implementation in Elementary Schools. Descriptive research using qualitative approach was used to conduct this study. Some participants such as the head of education and culture office, society, and elementary teachers and students were involved in this study. Several open questions were listed to interview the participants. Meanwhile, field notes were written when observing the Grebeg Pancasila rites and thematic learning activities in elementary schools. The data got from the interview and observation was analyzed qualitatively by using thematic analysis.. The results of the study show that Grebeg Pancasila is a tradition of people in Blitar Town, East Jawa which is intended to commemorate the birthday of Pancasila as the noble cultural value in Indonesian nation. In Grebeg Pancasila, there are several series of activities which include the Bedhol Pusaka Nagari, Malam Tirakatan, Cultural Ceremonies, and Kirab Gunungan Lima, and ended by Kenduri Pancasila. The series of activities and values contained in Grebeg Pancasila can be used as a basis for developing a value learning model, especially in the context of thematic learning at the elementary school level. Grebeg Pancasila merupakan salah satu budaya lokal Blitar Jawa Timur yang kaya simbol dan makna. Akan tetapi, kajian mengenai makna setiap ritus Grebeg Pancasila kurang dipahami secara mendalam dan hanya sebatas knowing belum sampai pada tahap feeling dan acting. Studi ini bertujuan menganalisis tentang (1) Hakikat ritus Grebeg Pancasila; (2) Bentuk ritus Grebeg Pancasila; (3) Tahapan ritus Grebeg Pancasila; (4) makna pembelajaran tematik; serta (5) Implementasi Pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk melakukan studi ini. Beberapa partisipan seperti: Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya, masyarakat, dan guru dan siswa SD dilibatkan dalam studi ini. Beberapa pertanyaan terbuka didaftar untuk melakukan wawancara dengan partisipan. Sementara itu, beberapa catatan lapangan dibuat ketika melakukan observasi terhadap ritus Grebeg Pancasila dan aktivitas pembelajaran tematik di SD Kota Blitar. Data yang diperoleh dari wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif dengan tematik analisis. . Hasil penelitian menunjukan bahwa Gerebeg Pancasila merupakan tradisi masyarakat Blitar Jawa Timur yang ditujukan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila sebagai nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Pada kegiatan Grebeg Pancasila terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang meliputi bedhol pusaka nagari, malam tirakatan, upacara budaya, kirab gunungan lima, dan diakhiri dengan kenduri pancasila. Rangkaian kegiatan dan nilai yang terdapat pada ritus Grebeg Pancasila dapat dijadikan landasan pengembangan model pembelajaran nilai, terutama dalam konteks pembelajaran tematik di jenjang sekolah dasar.
Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa PGSD Melalui Pembelajaran Read-Answer-Discuss-Explain-And Create (RADEC) yang Berorientasi Penyelidikan Poppy Anggraeni; Wahyu Sopandi; Septinaningrum Septinaningrum; Ai Hayati; Tursinawati Tursinawati; Yosi Gumala Yosi Gumala
Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar Vol 4, No 1 (2021): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.207 KB) | DOI: 10.33603/cjiipd.v4i1.4398

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara komprehensif mengenai keterampilan berpikir kritis siswa yang memperoleh pembelajaran RADEC berorientasi penyelidikan. Metode penelitian yang digunakan yaitu mixed methods, dengan sampel sebanyak 29 orang mahasiswa PGSD. Instrumen yang digunakan yaitu tes keterampilan berpikir kritis mengacu pada 5 aspek Critical Thinking Abilities yang dikembangkan Ennis (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis mahasiswa PGSD pada materi perkembangbiakan pada tumbuhan melalui pembelajaran RADEC berorientasi penyelidikan  memiliki kategori cukup (53,4%). Adapun keterampilan berpikir kritis tertinggi pada aspek the bases for a decision (59,1%) dan persentase terendah pada aspek basic clarification (44,5%). Hasil uji hipotesis menggunakan software SPSS 22 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara mahasiswa PGSD perempuan dan laki-laki. Namun demikian, nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis perempuan (55,3) lebih besar daripada laki-laki (45,8), maka dapat disimpulkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa PGSD perempuan lebih tinggi daripada keterampilan berpikir kritis mahasiswa PGSD laki-laki.Kata kunci: Keterampilan berpikir kritis, RADEC, Penyelidikan
Karakter Semangat Kebangsaan pada Ritus Grebeg Pancasila untuk Siswa Sekolah Dasar Septinaningrum Septinaningrum; Tursinawati Tursinawati
Pesona Dasar : Jurnal Pendidikan Dasar dan Humaniora Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Pesona Dasar Vol.11 No. 1 (April 2023)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pear.v11i1.31845

Abstract

This mini research aims to describe the character analysis of the national spirit in the Grebeg Pancasila rites in Blitar City. The approach and type of research used is descriptive qualitative with library research methods (literary research) and field studies. Data collection techniques with interviews as well as document review and recording. Analysis of the data qualitatively interactive model.The character of the national spirit in marketing in the Grebeg Pancasila rite. This can be seen from the five Grebeg Pancasila rites starting from Pusaka Nagari Bedholan, Tirakatan Night, Cultural Ceremony, Kirab Gunungan Lima and ending with Pancasila Kenduri which is full of meaning and character content originating from religion, Pancasila, culture and Indonesia's national education goals.The results of the study and analysis of the Grebeg Pancasila rites can be used to develop the Grebeg Pancasila learning model. What can be developed is adapting the five Grebeg Pancasila processions into the syntax of a learning model to develop character that can be implemented in Elementary Schools/Madrasah Ibtidaiyah.
Use of Comic Media in Science Learning in Elementary Schools Mauludyah, Ida; Septinaningrum, Septinaningrum
Alifbata : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3 No 2 (2023): ALifbata
Publisher : STAI Darul Kamal Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/alifbata.v3i2.530

Abstract

Comics are a type of graphic media in the form of stories that emphasize students' sense of sight in receiving information in the form of learning material presented by the teacher. The tendency of students not to be very interested in textbooks means that comics are starting to be used as a learning medium. This research aims to determine the use of comic media in science learning in elementary schools. The research method used in this research is a qualitative descriptive research method. Based on the object of study, this research is included in bibliographic research. Data collection was carried out by documenting all articles that had similar research to this research report. Based on this research, the results showed that comic media can be used as a science learning medium in elementary schools.
THE PHILOSOPHICAL BASIS OF GREBEG PANCASILA IN THEMATIC LEARNING OF ELEMENTARY STUDENTS Septinaningrum
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.3889

Abstract

Grebeg Pancasila is a local culture of Blitar, East Jawa, which is rich in symbols and meanings. However, the study of the meaning of Grebeg Pancasila is not understood in depth and is only limited in knowing, not yet reaching the feeling and acting stage. This study aims to analyze 1) the essence of Grebeg Pancasila; 2) The form of Grebeg Pancasila; 3) Stages of Grebeg Pancasila; 4) the meaning of thematic learning; and 5) learning implementation in Elementary Schools. Descriptive research using qualitative approach was used to conduct this study. Some participants such as the head of education and culture office, society, and elementary teachers and students were involved in this study. Several open questions were listed to interview the participants. Meanwhile, field notes were written when observing the Grebeg Pancasila rites and thematic learning activities in elementary schools. The data got from the interview and observation was analyzed qualitatively by using thematic analysis.. The results of the study show that Grebeg Pancasila is a tradition of people in Blitar Town, East Jawa which is intended to commemorate the birthday of Pancasila as the noble cultural value in Indonesian nation. In Grebeg Pancasila, there are several series of activities which include the Bedhol Pusaka Nagari, Malam Tirakatan, Cultural Ceremonies, and Kirab Gunungan Lima, and ended by Kenduri Pancasila. The series of activities and values contained in Grebeg Pancasila can be used as a basis for developing a value learning model, especially in the context of thematic learning at the elementary school level. Grebeg Pancasila merupakan salah satu budaya lokal Blitar Jawa Timur yang kaya simbol dan makna. Akan tetapi, kajian mengenai makna setiap ritus Grebeg Pancasila kurang dipahami secara mendalam dan hanya sebatas knowing belum sampai pada tahap feeling dan acting. Studi ini bertujuan menganalisis tentang (1) Hakikat ritus Grebeg Pancasila; (2) Bentuk ritus Grebeg Pancasila; (3) Tahapan ritus Grebeg Pancasila; (4) makna pembelajaran tematik; serta (5) Implementasi Pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk melakukan studi ini. Beberapa partisipan seperti: Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya, masyarakat, dan guru dan siswa SD dilibatkan dalam studi ini. Beberapa pertanyaan terbuka didaftar untuk melakukan wawancara dengan partisipan. Sementara itu, beberapa catatan lapangan dibuat ketika melakukan observasi terhadap ritus Grebeg Pancasila dan aktivitas pembelajaran tematik di SD Kota Blitar. Data yang diperoleh dari wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif dengan tematik analisis. . Hasil penelitian menunjukan bahwa Gerebeg Pancasila merupakan tradisi masyarakat Blitar Jawa Timur yang ditujukan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila sebagai nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Pada kegiatan Grebeg Pancasila terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang meliputi bedhol pusaka nagari, malam tirakatan, upacara budaya, kirab gunungan lima, dan diakhiri dengan kenduri pancasila. Rangkaian kegiatan dan nilai yang terdapat pada ritus Grebeg Pancasila dapat dijadikan landasan pengembangan model pembelajaran nilai, terutama dalam konteks pembelajaran tematik di jenjang sekolah dasar.
PENGARUH BAHAN AJAR BUKU TEMATIK BERBANTUAN VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SD Septinaningrum, Septinaningrum
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.189 KB)

Abstract

Abstract: : The aim of this research is to know the effect of multiplication learning outcome of “Mari Kita Bermain dan Berolahraga” for the control class and experiments class students' learning outcome using video-assisted thematic learning material book. This study uses quasi-experimental research design. The population in this study were third grade students cluster IV Sumberingin District, Blitar academic year 2015/2016 with sample were third grade student of SDN Sumberingin II and III. Sampling technique was done by purposive sampling technique. The instrument which used were treatment instrument (a video-assisted thematic learning material book and teacher guideline books). Measurement instruments are learning outcome instrument of pre-test and post-tests. Each instrument consists of 10 questions. Data analysis was performed by t test at a significance α = 0.05. The result study showed that experiments class students' learning outcome (using video-assisted thematic learning material book) is better than the control class (using speech learning).The average results of experimental class students’ cognitive learning outcome is 78.50 with 90.90% percents completeness, while the control class sebesar 67.30 with 60.60% percents completeness. T test also showed that the experimental class students’ learning outcomes better than the control class (t count (2.358)> t table (1.997)). Keywords: book, video-assisted, learning outcome Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hasil belajar siswa pada tema Mari Kita Bermain dan Berolahraga untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen dalam penggunaan bahan ajar buku tematik berbantuan video. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu (quasi eksperimen). Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas 3 gugus IV Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar tahun ajaran 2015/2016 dengan sampel penelitian yaitu siswa kelas 3 SDN Sumberingin II dan III. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (terdiri dari buku ajar tematik berbantuan video dan buku panduan guru). Instrumen pengukuran penelitian yaitu hasil belajar pre-tes dan post-test yang terdiri dari 10 soal. Analisis data dilakukan dengan uji t pada signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan hasil belajar siswa kelas eksperimen (menggunakan bahan ajar buku tematik berbantuan video) lebih baik daripada kelas kontrol (menggunakan pembelajaran ceramah). Rata-rata hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen sebesar 78,50 dengan persen ketuntasan 90, 90%, sedangkan kelas kontrol sebesar 67,30 dengan persen ketuntasan 60,60%. Uji t juga menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol (thitung (2,358) > ttabel(1,997)). Kata Kunci: buku, berbantuan video, hasil belajar
Preserving the Regional Language through Traditional Culinary Tourism in Tulungagung Siti Zumrotul Maulida; Oktavia Winda Lestari; Silfia Qurrotul A’yun; Septinaningrum Septinaningrum
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21736

Abstract

Beberapa bahasa daerah di Indonesia telah mengalami penurunan vitalitas, bahkan sebagian di antaranya sudah punah. Bahasa Jawa yang memiliki jumlah penutur terbesar pun dapat berpotensi mengalami kondisi yang sama apabila tidak dipertahankan secara berkelanjutan. Salah satu faktor penyebab bahasa Jawa mulai terpinggirkan adalah maraknya konsumsi makanan impor yang lebih diminati generasi milenial sehingga mereka semakin jauh dari kosakata makanan tradisional berbahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran wisata kuliner tradisional dalam mempertahankan eksistensi bahasa Jawa di Tulungagung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan etnografi melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemilik usaha kuliner, serta analisis wacana terkait penggunaan bahasa dalam promosi dan interaksi antara pelaku usaha, wisatawan, dan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Jawa tetap digunakan secara konsisten dalam penamaan makanan tradisional, komunikasi transaksi antara penjual dan pembeli, serta narasi sejarah kuliner yang diwariskan kepada pengunjung. Penggunaan bahasa Jawa tersebut memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendorong pewarisan bahasa kepada generasi muda. Penelitian juga mengidentifikasi 22 jenis kuliner tradisional yang masih bertahan, dengan praktik berbahasa yang memadukan antara Jawa Krama dan Ngoko serta campur kode dengan bahasa Indonesia sesuai kebutuhan komunikasi. Temuan tersebut menegaskan bahwa wisata kuliner tradisional di Tulungagung tidak hanya berperan dalam melestarikan warisan gastronomi, tetapi juga berfungsi sebagai media strategis untuk pemertahanan dan revitalisasi bahasa Jawa di tengah arus globalisasi.
Pengembangan Media Pembelajaran Wayang Rangka pada Materi Rangka Tubuh Manusia Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Rahmawati, Nia; Septinaningrum, Septinaningrum
Borneo Journal of Primary Education Vol 6 No 1 (2026): Borneo Journal of Primary Education, 6 (1), Februari 2026
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjpe.v6i1.12493

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan sebuah produk media pembelajaran Wayang Rangka yang menarik dan interaktif. Mengingat materi rangka tubuh manusia yang bersifat abstrak, terdapat kebutuhan untuk menciptakan media pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman peserta didik kelas VI pada materi abstrak tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan mengikuti tahapan model ADDIE, yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Penelitian dilakukan di MI Plus Sabilul Muhtadin Pakisrejo dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Wayang Rangka yang dikembangkan memperoleh kriteria sangat valid dari validator ahli media dan ahli materi dengan persentase 93,06% dan 91,65%. Media Wayang Rangka dinilai sangat layak berdasarkan hasil angket respon peserta didik, yaitu sebesar 92,84% dan respon guru sebesar 100%. Efektivitas media terbukti dari meningkatnya hasil belajar peserta didik dengan rata-rata skor N-gain sebesar 0,41 dengan kriteria sedang. Penelitian ini menegaskan bahwa media Wayang Rangka dinyatakan valid, layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran dan mampu menjadi alternatif solusi bagi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih konkret, interaktif, menyenangkan, sehingga memperkuat pemahaman peserta didik pada materi yang diajarkan.