Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perencanaan Galangan Kapal Kapasitas 6000 DWT di Wilayah Greenfield Pekalongan Pradipta, Muhammad Daffa; Mulyatno, Imam Pujo; Tuswan, Tuswan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Greenfield Pekalongan sangat berpotensi untuk pengembangan industri perkapalan. Kajian kapal-kapal yang potensial di Indonesia adalah kapal 6000 DWT, galangan kapal di Jawa Tengah untuk bangunan baru kapasitas 1,6 ton/hari dan reparasi kapasitas 10 ton/hari. Penelitian ini bertujuan merencanakan galangan kapal yang efisien dan efektif, menentukan tata letak yang paling efisien dengan biaya penanganan material yang rendah, maka dilakukan analisa Algoritma CRAFT (Computerized Relative Allocation of Facilities Techniques). Hasilnya: luas area produksi sebesar 17.450 m2 dan kapasitas produksi 11.480 ton/tahun, bangunan baru 6.000 ton/tahun dengan waktu material handling 297,58 jam dan reparasi 1.370 ton/triwulan dengan waktu material handling 68 jam. Dilakukan simulasi aliran material dengan perangkat lunak ProModel untuk memastikan kelancaran proses produksi. Hasil simulasi menunjukkan utilisasi di setiap departemen produksi mencapai lebih dari 70%, dan penanganan material tidak mengganggu proses produksi. Rata-rata waktu penggunaan forklift 0,05 jam, dan mobile crane 0,07 jam untuk 1 perjalanan. Galangan kapal yang direncanakan mampu memenuhi target produksi dan reparasi yang telah ditentukan, maka wilayah Greenfield Pekalongan layak untuk dilakukan pembangunan galangan kapal baru.
Perancangan Kapal General Cargo 22200 DWT Untuk Rute Pelayaran Surabaya - Balikpapan Naufal, Muhammad Farhan; Kiryanto, Kiryanto; Tuswan, Tuswan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan IKN serta pemerataan pembangunan di pulau Kalimantan mendorong kebutuhan pengangkutan muatan kargo melalui transportasi laut sebagai konektivitas antar pulau. Kapal General cargo dirancang untuk menunjang proses distribusi berbagai jenis muatan. Penelitian ini bertujuan merancang kapal kargo yang mempermudah dalam pengiriman muatan barang melalui jalur laut dan tentunya sesuai dengan karakteristik rute perairan wilayah Surabaya – Balikpapan. Perancangan kapal general cargo mengambil pendekatan regresi linear menggunakan 10 data kapal yang telah ada sebagai pembanding untuk menetukan ukuran utama kapal. Kemudian dilakukan pembuatan lines plan, rencana umum, perhitungan hambatan, analisa hidrostatik dan analisa  stabilitas. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan  ukuran  utama kapal, software Maxsurf untuk pemodelan dan analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lpp = 162,31 m, B = 25,47 m, H = 14,33 m, T = 10.2 m, Vs = 13,6 knot, dengan displacement 33652 ton dan Cb = 0,75. Nilai hambatan kapal didapatkan dengan perhitungan manual dan divalidasikan dengan software maxsurf sebesar 375,4 KN dan power sebesar 2626 Hp pada kecepatan 13,6 knot. Dalam pengujian hidrostatik dan stabilitas kapal diperoleh kesimpulan bahwa kapal lah memenuhi kriteria stabilitas IMO Is Code 2008 A.749 (18) pada 4 kondisi muatan berbeda.
Analisis Percepatan Waktu dan Produktivitas pada Proyek Reparasi Kapal KM Dharma Rucitra VII dengan Metode Critical Chain Project Management (CCPM) Musfar, Raka Fadlyan; Manik, Parlindungan; Tuswan, Tuswan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical Chain Project Management (CCPM) merupakan suatu metode perencanaan proyek yang berfokus pada kinerja proyek. Metode CCPM dapat digunakan dalam mengatasi keterlambatan proyek reparasi kapal KM Dharma Rucitra VII. Metode ini menggunakan konsep buffer time dengan menghilangkan safety time dan menggantinya dalam bentuk buffer yang diletakkan di akhir proyek. Tujuan dari penelitian ini ialah membuat suatu penjadwalan dengan metode CCPM yang berfokus pada percepatan durasi dan produktivitas. Penerapan metode CCPM pada proyek reparasi kapal KM Dharm Rucitra VII didapatkan hasil Durasi proyek lebih cepat dibandingkan dengan CPM. Pada CCPM variasi safety time 50% memiliki durasi yang lebih cepat dibandingkan dengan variasi safety time 40% dan 30% dikarenakan semakin besar safety time pada setiap aktivitas maka pemotongan durasi semakin besar. Hal tersebut dapat dilihat dengan variasi safety time 50% dapat mempercepat durasi proyek sebesar 21,43%. Perhitungan produktivitas pada penerapan CCPM variasi safety time 50% juga mengalami peningkatan yaitu dari 113,96/mandays menjadi 227,91/mandyas. Serta analisis biaya yang telah dilakukan didapatkan penerapan metode CCPM variasi safety time 50% memiliki biaya lebih rendah dibandingkan dengan variasi safety time 40% dan 30%. Hal tersebut dapat dilihat pada penerapan CCPM variasi safety time 50% mampu menghemat biaya sebesar 25%.
The Role of Cooperative Learning in Undergraduate Engineering Education: A Better Alternative to Teacher-Centered Learning Firdhaus, Ahmad; Hakim, Muhammad Luqman; Tuswan, Tuswan; Mursid, Ocid
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9362

Abstract

This comprehensive analysis examines the effectiveness of cooperative learning (CL) in undergraduate engineering education, contrasting it with traditional teacher-centered methods. The study finds that CL enhances academic performance and develops essential skills such as critical thinking, teamwork, and communication. Unlike passive teacher-centered methods, CL promotes active participation and collaborative problem-solving, better aligning educational outcomes with the demands of the engineering profession. The article highlights the limitations of teacher-centered learning, which often fails to foster deep understanding or student engagement. CL, involving students in diverse, role-defined groups, helps them connect theory to practice, particularly benefiting first-year students transitioning into collaborative environments. However, challenges to implementing CL include student resistance, higher instructor workload, and the need for effective group management. The study stresses the importance of faculty training, discipline-specific resources, and structured support to address these obstacles. Ultimately, the article advocates for a shift toward CL in engineering education, emphasizing its potential to prepare students for collaborative, dynamic engineering roles in a technologically advanced world.
Repair Project Acceleration Strategy of Three Ship Units using Fuzzy Logic Analysis and Critical Path Method Ubyani, Hidayatus; Tuswan, Tuswan; Yudo, Hartono; Nubli, Haris; Mursid, Ocid; Iqbal, Muhammad
Mekanika: Majalah Ilmiah Mekanika Vol 22, No 2 (2023): MEKANIKA: Majalah Ilmiah Mekanika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mekanika.v22i2.76502

Abstract

This research uses the Critical Path Method (CPM) to analyze the main schedule of three combined ship repair projects. Then, shop-level planning is used to determine the productivity of each workshop so that each workshop knows the volume of work that needs to be completed daily. Furthermore, fuzzy logic is applied to analyze the risk of delays in repair project activities. The addition of working hours to critical work activities is accelerated from 30 days, the normal duration, to 23 days. Meanwhile, the addition of the workforce to critical work activities is accelerated from 30 days, the normal duration, to 22 days. The analysis of productivity values in each workshop results in the following productivity values: sandblasting and painting workshop 309.97 m2/person-days, piping workshop 4.12 units/person-days, fabrication workshop 407.16 kg/person-days, outfitting workshop 14.8 units/person-days, tank cleaning workshop 114.36 m3/person-days, and machining workshop 2.7 units/person-days. The fuzzy logic analysis results to determine the risk of delays in critical activities show that jobs with the codes SP1, SP2, SP3, SP4, M2, and SP5 have high risk of delay. Additionally, the collaboration with other departments in the company, such as the marketing, finance, and human resources departments, is ongoing to complete assigned tasks.
Enhancing Lubrication System Efficiency in Marine Diesel Engines with Centrifugal Separators - a Case Study Of LPG/C Arimbi: Technical and Cost-Effective Perspectives Tuswan, Tuswan; Rasyad, Muhammad Fuad; Budiarto, Untung; Mursid, Ocid; Tanzani, Andra; Yulianti, Serliana; Ismail, Abdi; Ariesta, Rizky Chandra
Mekanika: Majalah Ilmiah Mekanika Vol 23, No 1 (2024): MEKANIKA: Majalah Ilmiah Mekanika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mekanika.v23i1.83063

Abstract

The lubrication system in an engine is critical for reducing friction between components, preventing wear, reducing heat, protecting components from deposits, and sealing. Maintaining and extending the life of lubricants is crucial for lowering lubricant usage costs. A centrifugal separator is an auxiliary machine that cleans and separates two insoluble liquids with different densities. This study aims to evaluate the efficiency of lubricant life, lubricant usage cost savings, and return on investment time for a centrifugal separator. The study uses a case study of LPG/C Arimbi, where a centrifugal separator has helped maintain lubricants, prevent wear, and separate fuel and free water from lubricants. The centrifugal separator can also maintain Total Base Number (TBN) and viscosity values by filtering solid particles or wear elements up to a size of 0.5 µm. The study found that the difference in lubricant life was 11,780 hours, and the cost savings obtained were IDR 186,456,666 per year. The return on investment time for purchasing a centrifugal separator is three years and two months, assuming an average working hours of LPG/C Arimbi every year of 3,660 hours. Therefore, using a centrifugal separator can improve the efficiency of lubricant life and reduce lubricant usage costs, providing a positive return on investment in the long run.