Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PKM Upaya Deteksi Dini Dampak Penggunaan Gadget pada Remaja terhadap Masalah Psikologis Dea Muspratiwi; Mawar Eka Putri; Syamilatul Khariroh; Komala Sari; Linda Widiastuti; Yusnaini Siagian; Utari Yunie Atrie
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/70csc630

Abstract

The use of gadgets among school adolescents has increased significantly and has the potential to cause various psychological problems such as anxiety, sleep disturbances, decreased social interaction, and impaired learning concentration. This community service activity aimed to conduct early detection of adolescent mental health problems and improve students’ knowledge regarding healthy and wise gadget use. The implementation methods included health education, interactive discussions, question-and-answer sessions, mental health screening using questionnaires, and pre-test and post-test evaluations. The activity was conducted among school students in the community health center working area. The screening results showed that most students had relatively good mental health conditions, where 80% of students did not frequently feel anxious or worried, 76% did not experience overthinking, and 87% did not feel sad or depressed. In addition, there was an improvement in students’ knowledge after receiving mental health education and healthy gadget use education. The percentage of students with high scores increased from 76.5% in the pre-test to 90% in the post-test. Mental health screening and educational activities proved effective as promotive and preventive efforts in increasing adolescents’ awareness of the impact of gadget use on mental health.
Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Hipertensi Pada Remaja Mawar Eka Putri; Safra Ria Kurniati; Dea Muspratiwi; Evan Agustiar
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i2.157

Abstract

Obesity in adolescents can cause various health problems, both physical and psychological. Physical consequences include increased risk of heart disease, hypertension, type 2 diabetes, respiratory problems, bone and joint problems, and the risk of certain cancers. In addition, obesity can also cause psychological problems such as low self-esteem, depression, and anxiety, as well as social problems such as bullying. Hypertension in adolescents is a problem because it will continue into adulthood with a high risk of morbidity and mortality. The increase in obesity is accompanied by an increase in comorbidities that have the potential to become degenerative diseases in the future, such as coronary heart disease, type 2 diabetes and hypertension. The purpose of the study was to determine the relationship between obesity and the incidence of hypertension in adolescents. This study was conducted in the Tanjungpinang Health Center work area on January 10-13, 2025. The study design used a cross-sectional. The population in this study were adolescents in the Tanjungpinang Health Center work area, the sample in this study amounted to 30 people. The hypothesis test used was chi-square. The results showed a relationship between obesity and hypertension in adolescents with a ρ-value of 0.003 (ρ ≤ 0.05). It is hoped that in the future adolescents can control their weight within the ideal range so that the risk of hypertension can be minimized.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Remaja Mawar Eka Putri; Safra Ria Kurniati; Evan Agustiar
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.198

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat diberbagai dunia termasuk Indonesia. Data WHO tahun 2019 menunjukkan bahawa sekitar 22% masyarakat dunia mengalami hipertensi. Hipertensi lebih sering ditemukan pada usia dewasa dan lanjut usia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hipertensi mulai banyak terjadi pada kelompok remaja. Hipertensi dapat menimbulkan berbagai dampak serius seperti penyakit jantung coroner, stroke iskemik dan hemoragik, gagal jantung, serta retinoneopati. Aktivitas fisik menjadi hal yang penting dalam mengurangi risiko sindrom metabolik, risiko kejadian kardiovaskuler, menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik, serta mencapai berat badan yang ideal. Data WHO menjelaskan bahwa 27,5% masyarakat kurang dalam melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada remaja di wilayah Puskesmas Tanjungpinang. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja diwilayah kerja puskesmas Tanjungpinang sebanyak 151 remaja. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang. Uji hipotesis yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian didapatkan nilai ρ-value 0,001 (ρ = ≤ 0,05), artinya terdapat hubungan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada remaja. Diharapkan kedepannya remaja dapat rutin menjalankan aktivitas fisik agar tidak terjadi hipertensi.
PKM Pencegahan Obesitas pada Remaja Terhadap Kejadian Hipertensi Mawar Eka Putri; Safra Ria Kurniati; Dea Muspratiwi; Evan Agustiar
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i3.110

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan dunia yang semakin sering ditemukan. Obesitas yang terjadi pada remaja mempengaruhi menampilan dan risiko terjadinya penyakit tidak menular di masa yang akan dating sehingga produktivitas remaja akan rentan terganggu. Tekanan darah yang tinggi ini dapat menyebabkan sakit, bahkan kematian. Remaja dengan tekanan darah tinggi memiliki resiko terjadinya hipertensi saat dewasa.  Remaja sangatlah perlu diberikan edukasi pencegahan obesitas pada remaja untuk menghidari kejadian hipertensi pada remaja. Tujuan dari program ini untuk memberikan edukasi pecegahan obesitas pada remaja terhadap kejadian hipertensi. Metode yang digunakan dikemas dalam bentuk pendidikan, penyuluhan, dan pengukuran tekana darah. Hasil didapatkan 61% remaja memahami tentang pencegahan obesitas dan hipertensi setelah dilaksanakan pendididkan kesehatan, didapatkan adanya peningkatan skor dari pemahaman pencegahan obesitas dan hipertensi sebesar 81,4% pemahaman pencegahan obesitas bertujuan untuk membantu remaja agar mencegah terjadinya hipertensi. Kesimpulan: Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa terlaksanan berkat adanya dukungan dan kerjasama dari pihak mitra, serta antusias dari para remaja untuk mengikuti kegiatan tersebut. Saran: Diharapkan program pendidikan kesehatan terkait pencegahan obesitas pada remaja terhadap kejadian hipertensi ini dapat terus diterapkan pada para remaja agar remaja dapat mejaga dan terhidar dari peningkatan kejadian hipertensi.