Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisa Terhadap Eksternal Grounding Pada Perangkat Telekomunikasi Kartiria, Kartiria; Alfith, Alfith
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis tanah yang dimiliki oleh STO Padang yaitu pasir basah dengan nilai tahanan jenis tanahnya 200ohm, sehingga didapat nilai resistansi tahanan pentanahan tunggal sebesar 0,9129 ohm, dengan nilai pentanahan tersebut telah memenuhi persyaratan untuk pengamanan perangkat telekomunikasi yang berkisar antara 1-3 ohm, namun untuk mendapatkan nilai R sekecil mungkin perlu dilakukan tambahan batang elektroda sampai dengan 10 buah batang elektroda, sehingga didapatkan nilai akhir R sebesar 0.224 ohm. Pada saat ini jumlah finial yang digunakan untuk melindungi seluruh area adalah 5 buah dengan panjang 150cm, jumlah tersebut dapat melindungi area sejumlah 1934,397 m2 sedangkan luas area keseluruhan 1500 cm2 , apabila kita menggunakan 4 buah finial dengan panjang 150 cm seluruh area telah terlindung yaitu seluas 1547,5176 m2
Optimalisasi Jaringan Komunikasi Serat Optik Melalui Analisa Power Budget (Studi Kasus PT. Telkom di STO Padang) Kartiria Kartiria
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.8 KB)

Abstract

ABSTRAKDalam suatu sistem komunikasi serat optik, kita tidak akan lepas dari perhatian anggaran daya (Power Budget). Sistem komunikasi optik berjalan baik dan lancar apabila tidak kekurangan anggaran daya (Power Budget). Analisis Power Budget ini sangat penting dilakukan secara berkala untuk menilai dan mengevaluasi kelayakan suatu jaringan komunikasi optic. Analisis Power Budget pada penelitian ini akan dilakukan untuk jaringan komunikasi yang berada dalam area cakupan STO Padang PT. Telkom. Untuk mengetahui kwalitas jaringan perlu diadakan penelitian serta pengukuran dengan menggunakan alat ukur OTDR dan Power Meter, yaitu untuk melihat besaran redaman serat optic sepanjang Link Padang – Bukittinggi. Parameter yang digunakan meliputi redaman sambungan (splice), redaman konektor, redaman serat optic dan jumlah penguat optic. Perhitungan power budget digunakan untuk menentukan kelayakan dari jaringan serat optic. Dari data-data hasil pengukuran core 1 sampai dengan core 12 masih layak digunakan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa redaman yang terjadi pada kabel serat optic tipe G 655 Link Padang – Bukittinggi sesuai dengan rekomendasi dari CCITT yaitu komunikasi jarak jauh redaman maksimal yang diperbolehkan adalah 0.25 dB/Km
Evaluasi Setting Over Current Relay Sistem 20 kV Gardu Induk Pauh Limo Zulkarnaini Zulkarnaini; Kartiria Kartiria; Popon Oktorezki
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sebuah system kelistrikan sering kali terjadi gangguan yang menyebabkan pemadaman aliran listrik bahkan kerusakan pada alat-alat kelistrikan. Gangguan ini biasa terjadi dibagian mana saja misalnya jaringan distribusi listrik. Untuk menjamin kualitas pelayanan listrik. Maka salah satu usaha dilakukan, yaitu meminimalisir gangguan yang terjadi dalam system tenaga listrik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan cara mengkoordinasi setting relay padasisi 20 kV Feeder Belimbing Gardu Induk Pauh Limo yang mana trafo tersebut mempunyai daya berkapasitas 60 MVA. Dengan demikian dibutuhkan suatu perencanaan perhitungan serta analisa dari perhitungan arus hubung singkat agar terciptanya koordinasi proteksi Over Current Relay (OCR) yang baik pada sisi 20 kV. Dari perhitungan arus hubung singkat dan kurva hubung singkat bahwa waktu kerja relay untuk gangguan 3 fasa pada jarak 0% lebih cepat, yaitu sebesar 12.040,67A (12,040 kA). Sedangkan pada perhitungan setting relay didapatkan hasil dari TMS (Time MultiplierSetting) adalah 0,26detik, pada data lapangan TMS atau nilai setelan waktu 0,27 detik. Dilihat dari jarak lokasi gangguan mempengaruhi lama waktu trip relay (grading time). Semakin jauh jarak lokasi gangguan maka semakin besar selisih waktu antara waktu kerja relay, pada Gardu Induk Pauh Limo hasil selisih waktu 0,01 detik, hasil tersebut didapat dari simulasi ETAP 12.6.
ANALISIS SKEMA ORDERED DYNAMIC HANNEL ASSIGNMENT PADA JARINGAN GSM Kartiria Kartiria
Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.748 KB)

Abstract

Dalam telepon selular, pembatasan channles berarti pembatasan pengguna. Untuk mengatasi masalah ini, strategi saluran tugas dianggap. Secara umum, ada tiga metode saluran tugas, tetap Saluran Tugas (FCA), Dinamis Saluran Tugas (DCA) dan Hybrid Saluran Tugas (HCA). Tujuan dari tugas akhir ini adalah mengoptimalkan penggunaan saluran sehingga meningkatkan efisiensi saluran, mengurangi probabilitas blocking dan meningkatkan pelayanan od kualitas. Metodologi yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah studi pustaka dengan simulasi. Rincian pendukung dalam hal ini adalah saluran tugas, tugas saluran dinamis, tugas saluran hybrid, borrowinf dengan strategi saluran pemesanan tetap dan memerintahkan saluran dinamis. Memerintahkan tugas saluran dynamis adalah metode saluran tugas dinamis kecerdasan dasar memerintahkan, ini adalah strategi DCA yang selalu mencari alternatif terbaik saluran pinjaman berdasarkan posisi sel dan cochannel gangguan
Analisa Pembangunan Penyulang Ekspres Terhadap Aliran Daya Pada Penyulang Sungai Dareh Pt Pln (Persero) Rayon Sitiung Erhaneli Erhaneli; Kartiria Kartiria; Fadli Rahman
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK ELEKTRO
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyaluran energi listrik akan optimal jika dalam penyaluran sesuai dengan standar mutu PT. PLN (Persero). Jika  jaringan terlalu panjang dan pembebanan yang berlebih (overload) akan mengakibatkan mutu tegangan akan berkurang. Penyulang Sungai Dareh dengan panjang jaringan 291 kms dengan luas penampang 150 mm2 untuk jaringan utama ,penghantar 70 mm2 untuk percabanganya dengan beban puncak 240 A. Tegangan kirim GI sebesar 20,6 kV maka pada saat beban puncak tegangan terukur pada GH Sungai Dareh 18 kV pada saat yang bersamaan tegangan terbaca pada GH Balitan 17,2 kV. Sehingga drop tegangan melebihi standar mutu pelayanan minimal yaitu 18 kV. Solusi yang dapat dilakukan adalah  dengan membangun penyulang ekspres baru. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi ETAP, dengan membangun penyulang ekspres baru dari GI Sungai Lansek sampai GH Balitan menggunakan A3C dengan luas penampang 240 mm2, tegangan pada penyulang Sungai Dareh terbaca pada GH Sungai Dareh pada saat beban puncak 19 kV dengan tegangan kirim dari GI  Sungai Lansek 20,6 kV. Sedangkan pada GH Balitan tegangan terbaca 18,3 kV. Dengan demikian tegangan sudah memenuhi standar mutu pelayanan yang telah ditetapkan yaitu 18 kV. Aplikasi ETAP dapat digunakan untuk membantu menganalisa efektifitas rencana pembangunan penyulang ekspres baru yang dapat dijadikan solusi untuk mengurangi rugi - rugi daya teknis pada penyulang Sungai Dareh.
Pengembangan Perancangan Smart Traffic Light Berbasis LDR Sensor Dan Timer Delay System Alfith Alfith; Kartiria Kartiria
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.713 KB)

Abstract

Traffic light merupakan sebuah marka jalan yang digunakan untuk mengatur kelancaran lalu lintas di suatu persimpangan jalan, dengan cara memberi kesempatan pengguna jalan dari masing-masing arah untuk berjalan secara bergantian. Pada artikel ini dibahas penerapan prinsip kerja dari smart trafic light dengan mikrokontroler dengan tujuan mengurangi waktu tunggu para pengendara disetiap persimpangan. Ketika ke-empat simpang dalam keadaan kosong maka ke-empat simpang lampu akan tetap merah, apabila pada salah satu simpang ada kendaraan maka sensor LDR akan mendeteksi kendaraan tersebut, selanjutnya lampu secara otomatis akan hijau dan tiga simpang yang lainnya akan tetap merah, apabila pada simpang satu dan simpang dua ada kendaraan maka simpang tiga dan simpang empat akan tetap merah dan simpang satu dan dua tersebut akan hijau secara otomatis bergantian sesuai timer delay yang ditentukan, apabila ada kendaraan pada tiga simpang (simpang 1, 2 dan 4) maka lampu hijau akan melooping secara otomatis pada simpang tersebut searah jarum jam dengan delay yang ditentukan, begitu juga pada ke-empat simpang akan bekerja kondisi trafic light biasa dengan delay yang ditentukan searah jarum jam.
Penerapan Mikrokontroller Arduino Mega 2560 sebagai Monitoring pada Pembacaan Arus 3 Phasa di Gardu Induk 150 kV Lubuk Alung Kartiria Kartiria; Erhaneli Erhaneli; Chica Yohana Windra
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK ELEKTRO
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi tiga fasa merupakan salah satu mesin listrik yang banyak digunakan di dunia industri.Hampir seluruh perusahaan penyedia tenaga listrik menggunakan sistem listrik 3-phase. Mikrokontroler yang digunakan adalah mikrokontroler arduino yang berfungsi sebagai sistem kontrol utama yang akan dihubungkan dengan komputer, dengan tujuan kedepan beban agar bisa dimonitoring secara real time. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yang dilakukan adalah metoda penelitian eksperimental. Dengan melakukan eksperimen perakitan modul sensor arduino uno dan melakukan perbandingan dari pengukuran arus yang diperoleh dari pembacaan sensor arus model SCT013. Pada gardu induk Lubuk Alung terdapat trafo daya step down yang menurunkan tegangan 150 kV ke tegangan 20 kV. Pada ruang kubikel 20 kV akan terdapat beberapa feeder. Pada setiap panel akan tersedia pembacaan arus, tegangan dan daya. Operator sebagai yang bertanggung jawab dalam pencatatan data beban terpakai akan melakukan pencatatan per sekali dalam satu jam pada setiap feeder dalam ruang kubikel 20 kV. Pencatatan dilakukan secara manual dengan melihat dan menginputkan data tersebut ke form yang telah disediakan perusahaan. Karena jarak antara ruang kubikel 20 kV dengan ruang kontrol tidak berdekatan maka akan lebih baik jika pembacaan pemakain arus / beban terpakai tersebut di lakukan atau dimonitor langsung dari ruang kontrol. Ini dapat dilakukan dengan bantuan sebuah mikrokontroler yakninya melakukan penerapan mikrokontroler arduino mega2560 sebagai monitoring pada sistem pembacaan arus 3 phasa di Gardu Induk Lubuk Alung.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Arus 3 Phasa Menggunakan Sensor SCT-013 Berbasis Mikrokontroller Arduino Kartiria Kartiria; Sitti Amalia; Chitra Yuanisa
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pengimplementasi monitoring arus 3 phasa dilakukan pada Gardu Induk Lubuk Alung contohnya selaku pusat transmisi listrik bertegangan tinggi 150 kV mensuplai pembangkit dan gardu induk di Wilayah Sumatera Barat. Keberadaan petugas operator sangat penting untuk memantau peralatan gardu induk dan mengoperasikan rungan kontrol. Operator harus naik turun dengan jarak yang cukup jauh mencatat nilai beban pada kubikel tersebut. Sesuai dengan SOP yang berlaku salah satu tugas operator yaitu mencatat nilai beban per 30 menit setiap harinya pada kubikel, disini kelebihan alat yang dirancang tentunya membantu efisiensi para operator Gardu Induk Lubuk Alung bekerja, dimana dengan adanya alat ini operator tidak perlu pergi keruangan kubikel untuk mencatat nilai arus pada masing-masing feeder di ruangan kubikel dan data yang didapat bisa langsung terbaca di serial monitor ruangan control tempat operator bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan yakninya per-30 menit. Perangkat ini merupakan alat monitoring sensor arus SCT-013 sebagai pemonitoring arus 3 phasa di Gardu Induk Lubuk Alung, dapat melakukan monitoring arus beban berdasarkan perintah yang analisa secara real time tanpa harus ke lokasi feeder berada.
Studi Intensitas Cahaya Matahari Dengan Data Logger Untuk Efektiv Penempatan Panel Surya Asnal Effendi; Arfita Yuana Dewi; Siti Amalia; Dedy Alfianto
Journal of Electrical Power Control and Automation (JEPCA) Vol 4, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jepca.v4i1.44

Abstract

Renewable energy is energy produced from natural sources, such as light, wind, rain, tidal currents, and geothermal, which is renewable or can naturally reappear after being used. In this study, a study of the effectiveness and efficiency of power plants in certain locations. For this reason, it is necessary to design a tool in the form of a data logger that is used to collect parameter data such as light intensity, electric voltage, electric current, power, temperature, humidity, wind speed, and others. The placement of the data logger will help in the basic test of the feasibility of using energy sources later. Data logger is a system that can record automatic parameters of current, voltage, power on solar panels and automatically record conditions of temperature, humidity in the solar panel. The results of logger data on light intensity for a more efficient placement of solar panels occur at location 1 Beach behind Kmpus UBH 1, where at that location has an average light intensity of 798.24 Cd.
N-1 Security Contingency Analysis through the IEEE Bus Application Performance Index Method 9 Agung Ricardo Gultom; Arfita Yuana Dewi; Zukarnaini; Kartiria
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 24 No. 01 (2023): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/eksakta/vol24-iss01/387

Abstract

This research is to test the N-1 security contingency analysis using the IEEE 9 bus application performance index method. In this study, the N-1 contingency was carried out where only one discharge between buses occurred which was implemented on the IEEE 9 bus system using the Newton Raphson power flow method. . From the results of the power flow calculation, the active power value of the channel is taken with the maximum iteration limit that has been determined to achieve a convergent value in the method. Channel ranking is based on Performance Index (PI) values. PI calculation is done every channel release with the help of Etap 12.6 software. In the first channel discharge scenario, the largest PI value is found on channels 9-8 with PI 3.0658 because the bus is overloaded. Not all channels are overloaded when a channel is released, one of which is still able to accommodate the load, this occurs on channels 3 Bus 7 to Bus 8 of 0.5418. Then to overcome these advantages added loading power so as not to become too heavy and the value of the performance index is reduced.