Elizabeth, Beatrix
Universitas Medika Suherman, Jl. Raya Industri Pasir Gombong Jababeka Cikarang Utara, Bekasi Jawa Barat 17530, Indonesia

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Relationship Between Family Support and Eating Independence Among Children with Intellectual Disabilities Regita Anjani; Beatrix Elizabeth; Yulta Kadang; Yulidian Nurpratiwi
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : Institut Kesehatan Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v11i1.1144

Abstract

Children with intellectual disabilities have limitations in intellectual function and adaptive behavior, influencing their daily activities, including their ability to eat independently. To improve this skill, children need support from their parents so they can practice consistently and gradually. If family support is limited, children will become dependent on others and struggle to eat on their own. This study aims to analyse the relationship between family support and independent eating in children with intellectual disabilities. Using a quantitative analytic observational study with a cross-sectional design and total sampling technique, involving 40 children with intellectual disabilities at SLB Bina Sejahtera. Data were collected using validated and reliable questionnaires and observation checklists and analyzed using the Chi-Square test. The results indicated that among the 24 respondents (60.0%) providing good family support, 20 children (74.1%) ate independently, whereas 4 children (30.8%) did not. The analysis indicates a significant relationship between family support and eating independence, with a p-value of 0.023 (< 0.05). In conclusion, family support has a significant relationship with eating independence in children with intellectual disabilities. Therefore, active and consistent family involvement through guidance and independence training is important to improve the child’s quality of life, particularly regarding daily independence, including eating activities.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Clash of Champions terhadap Pengetahuan Dismenore pada Remaja Putri Fasya Intana Putri; Triseu Setianingsih; Beatrix Elizabeth; Risti Tamara Tahanora
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.920

Abstract

Nyeri haid atau dismenore merupakan keluhan yang sering dialami remaja putri dan umumnya terjadi akibat kontraksi otot rahim yang dipengaruhi oleh peningkatan hormon prostaglandin. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2020, prevalensi dismenore di berbagai negara tergolong tinggi, dengan sekitar setengah perempuan di setiap negara mengalaminya. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada pada kategori ringan hingga sedang, sedangkan sekitar 10–15% mengalami nyeri berat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui metode ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan permainan edukatif Clash of Champions terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang dismenore di SMPN 2 Tambelang tahun 2025. Selain itu, penelitian ini juga menguji perbedaan tingkat pengetahuan berdasarkan dukungan orang tua dan dukungan teman sebaya. Desain yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 59 siswi kelas VII yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata setelah intervensi, serta perbedaan bermakna berdasarkan tingkat dukungan orang tua dan teman sebaya (p-value=0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswi mengenai penanganan dismenore secara tepat
Efektivitas Edukasi Berbasis Audiovisual dan Praktik Menyikat Gigi Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Oral Hygiene Siswa Sekolah Dasar Agnia Almarratud Solehah; Hana Pricilla Frudence Sohilait; Ananda Patuh Padallah; Beatrix Elizabeth
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1096

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar masih cukup tinggi, terutama disebabkan olehrendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga oral hygiene. Anak usia sekolah berada pada tahapoperasional konkret sehingga membutuhkan metode edukasi yang menarik, mudah dipahami, serta melibatkanpengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi berbasis audiovisual danpraktik menyikat gigi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan oral hygiene siswa sekolah dasar.Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan sampel berjumlah 55 siswakelas IV dan V yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di SDIT Ajimutu Sagi Global Insani.Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan menyikat gigi yang telahdiuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang(96,4%) dan keterampilan kurang (69,1%). Setelah diberikan edukasi berbasis audio visual dan praktik menyikatgigi, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dengan 89,1% responden berkategori baik danketerampilan dengan 100% responden berkategori baik, dengan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05). Edukasi berbasisaudiovisual yang disertai praktik menyikat gigi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan danketerampilan oral hygiene siswa sekolah dasar.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Di RA EL - FARIHAH Desa Karang Setia Tahun 2026 Afifah Nur Sabilah; Previarsi Rahayu; Triseu Setianingsih; Beatrix Elizabeth
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1240

Abstract

Latar Belakang: Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia prasekolah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat dapat membantu anak mengembangkan kemampuan melakukan aktivitas secara mandiri sesuai tahap perkembangannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan anak usia prasekolah beserta orang tuanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua yang dikategorikan menjadi pola asuh otoriter dan demokratis serta kuesioner kemandirian anak yang diklasifikasikan menjadi ketergantungan sedang, kemandirian sebagian, dan kemandirian penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 54 responden (77,1%). Mayoritas anak memiliki tingkat kemandirian penuh yaitu 39 anak (55,7%). Pada pola asuh otoriter, sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian sebagian (62,5%), sedangkan pada pola asuh demokratis sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian penuh (64,8%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,015 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis cenderung meningkatkan tingkat kemandirian anak prasekolah dibandingkan pola asuh otoriter. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang mendukung perkembangan kemandirian anak sejak usia dini.