Elizabeth, Beatrix
Universitas Medika Suherman, Jl. Raya Industri Pasir Gombong Jababeka Cikarang Utara, Bekasi Jawa Barat 17530, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Relationship Between Family Support and Eating Independence Among Children with Intellectual Disabilities Regita Anjani; Beatrix Elizabeth; Yulta Kadang; Yulidian Nurpratiwi
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : Institut Kesehatan Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v11i1.1144

Abstract

Children with intellectual disabilities have limitations in intellectual function and adaptive behavior, influencing their daily activities, including their ability to eat independently. To improve this skill, children need support from their parents so they can practice consistently and gradually. If family support is limited, children will become dependent on others and struggle to eat on their own. This study aims to analyse the relationship between family support and independent eating in children with intellectual disabilities. Using a quantitative analytic observational study with a cross-sectional design and total sampling technique, involving 40 children with intellectual disabilities at SLB Bina Sejahtera. Data were collected using validated and reliable questionnaires and observation checklists and analyzed using the Chi-Square test. The results indicated that among the 24 respondents (60.0%) providing good family support, 20 children (74.1%) ate independently, whereas 4 children (30.8%) did not. The analysis indicates a significant relationship between family support and eating independence, with a p-value of 0.023 (< 0.05). In conclusion, family support has a significant relationship with eating independence in children with intellectual disabilities. Therefore, active and consistent family involvement through guidance and independence training is important to improve the child’s quality of life, particularly regarding daily independence, including eating activities.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Clash of Champions terhadap Pengetahuan Dismenore pada Remaja Putri Fasya Intana Putri; Triseu Setianingsih; Beatrix Elizabeth; Risti Tamara Tahanora
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.920

Abstract

Nyeri haid atau dismenore merupakan keluhan yang sering dialami remaja putri dan umumnya terjadi akibat kontraksi otot rahim yang dipengaruhi oleh peningkatan hormon prostaglandin. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2020, prevalensi dismenore di berbagai negara tergolong tinggi, dengan sekitar setengah perempuan di setiap negara mengalaminya. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada pada kategori ringan hingga sedang, sedangkan sekitar 10–15% mengalami nyeri berat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui metode ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan permainan edukatif Clash of Champions terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang dismenore di SMPN 2 Tambelang tahun 2025. Selain itu, penelitian ini juga menguji perbedaan tingkat pengetahuan berdasarkan dukungan orang tua dan dukungan teman sebaya. Desain yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 59 siswi kelas VII yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata setelah intervensi, serta perbedaan bermakna berdasarkan tingkat dukungan orang tua dan teman sebaya (p-value=0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswi mengenai penanganan dismenore secara tepat