Elizabeth, Beatrix
Universitas Medika Suherman, Jl. Raya Industri Pasir Gombong Jababeka Cikarang Utara, Bekasi Jawa Barat 17530, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Senam Otak dan Memori Games Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia di Satuan Pelayanan Griya Lansia (SPGL) Karawang Previarsi Rahayu; Aprilina Sartika; Beatrix Elizabeth; Ananda Patuh Padaallah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55732

Abstract

Latar Belakang: Penurunan fungsi kognitif merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia akibat proses penuaan dan dapat berdampak pada kemandirian serta kualitas hidup. Upaya nonfarmakologis seperti senam otak dan memori games (terapi gambar) diperlukan untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak dan memori games (terapi gambar) terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia di Satuan Pelayanan Griya Lansia (SPGL) Karawang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah lansia yang mengalami gangguan fungsi kognitif dan memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa senam otak yang dikombinasikan dengan memori games (terapi gambar buka-tutup). Pengukuran fungsi kognitif dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen Mini Mental State Examination (MMSE). Data dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test untuk mengetahui perbedaan skor kognitif sebelum dan sesudah intervensi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor fungsi kognitif lansia setelah diberikan intervensi senam otak dan memori games dibandingkan sebelum intervensi. Secara statistik, kombinasi intervensi tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia. Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini adalah senam otak dan memori games (terapi gambar) efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan aplikatif di pelayanan lansia.. Kata Kunci: Lansia, senam otak, memori games, terapi gambar, fungsi kognitif, MMSE..
Hubungan Stunting Dengan Perkembangan Anak Usia Batita Ahsan Fillah El Faiz; Nadia Luthfi Rahman; Yulta Kadang; Beatrix Elizabeth
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23628

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition of growth retardation caused by chronic nutritional deficiencies over a prolonged period, resulting in a child’s height being lower than that of peers of the same age. This condition is considered a serious public health issue as it is associated with an increased risk of morbidity and mortality among children. This study aims to identify the relationship between stunting and child development, which includes aspects of gross motor skills, fine motor skills, language and speech abilities, social interaction, and independence among toddlers in the working area of Cikarang Utara Public Health Center, Bekasi Regency. The research employed a quantitative approach with a correlational design and a cross-sectional method. The study population consisted of 1,945 toddlers, with a sample of 96 children determined using the Slovin formula and selected through a non-probability purposive sampling technique. Data collection utilized the Developmental Pre-Screening Questionnaire (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan/KPSP), and data analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between stunting and child development across several domains, namely gross motor skills (p=0.028; PR=1.483; CI=1.042–2.109; CC=0.240), fine motor skills (p=0.020; PR=1.580; CI=1.070–2.335; CC=0.251), language and speech (p=0.022; PR=1.435; CI=1.048–1.996; CC=0.248), as well as socialization and independence (p=0.044; PR=1.448; CI=1.015–2.066; CC=0.222). Based on these findings, it can be concluded that stunting has a significant correlation with child development across multiple domains, including motor, language, and socio-independence aspects. Keywords: Stunting, Toddler Development.  ABSTRAK Stunting merupakan suatu kondisi terhambatnya pertumbuhan yang disebabkan oleh defisiensi gizi kronis dalam jangka waktu panjang, yang berdampak pada tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan dengan anak seusianya. Keadaan ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berhubungan dengan peningkatan risiko morbiditas, mortalitas dan kematian pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kejadian stunting dan perkembangan anak yang meliputi aspek motorik kasar, motorik halus, kemampuan berbahasa dan berbicara, interaksi sosial, serta kemandirian pada anak usia batita di wilayah kerja Puskesmas Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian terdiri atas 1.945 anak batita, dengan jumlah sampel sebanyak 96 anak yang ditentukan menggunakan rumus Slovin serta diambil melalui teknik non-probability purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), sedangkan analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara stunting dan perkembangan anak pada berbagai aspek, yakni motorik kasar (p=0,028; PR=1,483; CI=1,042–2,109; CC=0,240), motorik halus (p=0,020; PR=1,580; CI=1,070–2,335; CC=0,251), bahasa dan bicara (p=0,022; PR=1,435; CI=1,048–1,996; CC=0,248), serta sosialisasi dan kemandirian (p=0,044; PR=1,448; CI=1,015–2,066; CC=0,222). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kejadian stunting memiliki korelasi yang signifikan dengan perkembangan anak dalam berbagai domain, meliputi kemampuan motorik, bahasa, serta aspek sosial dan kemandirian. Kata Kunci: Stunting, Perkembangan Anak Usia Batita.