Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Instalasi Lampu Spot Selfie Desa Wringinsongo Untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisata Lokal Gillang Al Azhar; Budhy Setiawan; Anindya Dwi Risdhayanti; Arief Rahman Hidayat; M Rifai; M Imbarothur Mowaviq
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/5e934x84

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata lokal melalui pembangunan dan instalasi lampu spot selfie di area wisata Pemandian Sumberringin. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah minimnya destinasi wisata yang menarik wisatawan, sehingga potensi ekonomi masyarakat desa belum termanfaatkan secara optimal. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perancangan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam proses pembangunan dan pengelolaan fasilitas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa instalasi lampu LED sebagai penerangan spot selfie mampu menciptakan efek visual yang menarik serta meningkatkan kualitas estetika lokasi wisata, khususnya pada malam hari. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat dalam bidang kelistrikan dasar dan perawatan instalasi. Keberadaan spot selfie juga mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan membuka peluang usaha baru di sekitar lokasi wisata. Secara keseluruhan, hasil kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan potensi wisata Desa Wringinsongo melalui penerapan teknologi sederhana berbasis partisipasi masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian berkelanjutan yang mampu memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa
Optimalisasi Media Informasi Sekolah Melalui Pemasangan Display LED Di TK Noor Fadjar Malang Denda Dewatama; Fitri Fitri; Dinda Ayu Permatasari; Wahyu Tri Wahono; Arief Rahman Hidayat; Almas Adibah; Anindya Dwi Risdhayanti
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/5ws3jr46

Abstract

Implementasi running text LED sebagai media komunikasi sekolah di TK Noor Fadjar Malang untuk meningkatkan efektivitas diseminasi informasi yang cepat, ringkas, dan mudah dipahami. Metode pelaksanaan mengikuti siklus PDCA: (i) survei dan diskusi kebutuhan guna merumuskan spesifikasi teknis serta standar keterbacaan (struktur headline–inti–aksi, batas karakter, kecepatan scroll, dan kontras); (ii) perancangan arsitektur perangkat–perangkat lunak; (iii) instalasi sesuai kaidah keselamatan dan uji fungsional pada jam sibuk/lengang; (iv) pelatihan operator, penyerahan SOP dan templat konten; serta (v) evaluasi menggunakan kuisioner dan umpan balik lapangan. Evaluasi terhadap 23 responden (kelengkapan 100%) menunjukkan rerata keseluruhan 4,48 (SD 0,68); butir “Kejelasan informasi” mencapai 4,65 (kategori kuat), sedangkan “Membantu penyampaian informasi” 4,30. Hasil ini menegaskan mutu visual–redaksional yang baik, namun mengindikasikan perlunya peningkatan dampak informasional melalui optimasi struktur pesan, penguatan call-to-action (batas waktu/kanal tindak lanjut/QR), segmentasi audiens (guru–staf–orang tua), dan penjadwalan berbasis pola aktivitas. Kontribusi praktis artikel adalah paket implementasi siap replikasi (SOP, templat, prosedur fallback) serta rencana tindak lanjut berbasis indikator terukur yang menargetkan peningkatan butir “membantu” ≥ 4,60 dengan mempertahankan “kejelasan” ≥ 4,60. Temuan memberikan dasar evidensial bagi satuan pendidikan untuk mengadopsi media digital berbiaya terjangkau dalam meningkatkan kualitas komunikasi secara terukur dan berkelanjutan.
Infinite Impulse Response Low Pass Filter Untuk Peredaman Noise Pembacaan Kecepatan Motor Dengan Rotary Encoder Arief Rahman Hidayat; Anindya Dwi Risdhayanti; Muhammad Imbarothur Mowafiq
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Elkolind Vol. 13, No. 1, 2026 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v13i1.9978

Abstract

Pembacaan kecepatan motor DC menggunakan sensor rotary encoder sering dipengaruhi oleh noise akibat getaran mekanik, ketidakstabilan pulsa encoder, serta perubahan sinyal pada proses switching aktuator. Kondisi ini dapat menurunkan akurasi pembacaan kecepatan dan memengaruhi kestabilan sistem kontrol, terutama pada aplikasi pengendalian kecepatan berbasis PWM. Oleh karena itu, diperlukan metode pengolahan sinyal yang sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas pembacaan sensor tanpa membebani sistem komputasi mikrokontroler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh filter digital Low Pass Filter (LPF) orde-1 terhadap kualitas pembacaan sensor rotary encoder pada motor DC. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membandingkan pembacaan sensor tanpa filter dan pembacaan yang telah difilter menggunakan variasi koefisien , , dan pada target kecepatan 200 RPM. Parameter yang dianalisis meliputi reduksi noise, steady-state error, osilasi PWM, serta keterlambatan respons sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan LPF digital terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembacaan rotary encoder dan mendukung kestabilan sistem kontrol kecepatan motor DC. Rentang koefisien hingga ) dapat dipertimbangkan sebagai parameter yang sesuai untuk menyeimbangkan kehalusan sinyal, akurasi pembacaan, dan kecepatan respons sistem.
Design of Emergency Alarm System for Drowsiness Detection Using YOLO Method Based on Raspberry Pi Dinda Ayu Permatasari; Gillang Al Azhar; Muhammad Rifqi Zharfan; Anindya Dwi Risdhayanti; Arief Rahman Hidayat; Denda Dewatama
Journal of Electrical, Electronic, Information, and Communication Technology Vol 6, No 2 (2024): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONIC, INFORMATION, AND COMMUNICATION TECHNOLOGY
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jeeict.6.2.93201

Abstract

Drowsiness is one of the main factors causing traffic accidents that often lead to fatalities, as drowsy drivers lose concentration. Therefore, drowsiness detection in car drivers is very important to prevent accidents. In this research, an emergency alarm system for drowsiness detection using YOLO method based on Mini PC is designed. This drowsiness detection system uses a camera to take pictures of the driver's face and the YOLO algorithm to detect the eyes. If the driver's eyes are detected to be closed, the system will give a warning in the form of a buzzer, display on the LCD, and water spray to wake up the driver. Test results show that the system has an average accuracy rate of 88% under optimal lighting conditions and 66.8% under low lighting conditions. The system also records detection and response times for further analysis, demonstrating the ability to not only detect the driver's condition but also record the time of the event. The data results show that the system is capable of detecting “Awake”, “Drowsy”, and “Asleep” states with an accuracy rate of 80%, as well as providing effective warnings to the driver when it detects signs of drowsiness.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MATEMATIS MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN RCODE (READING, CONNECTING, OBSERVING, DISCUSSING, EVALUATING) Adi Candra Kusuma; Gillang Al Azhar; Wahyu Tri Wahono; Dimas Rossiawan Hendra Putra; Agus Sukoco Heru Sumarmo; Arief Rahman Hidayat
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i1.14747

Abstract

Hasil observasi terhadap mahasiswa dan dosen yang menunjukkan bahwa kegiatan selama pembelajaran matematika berfokus dengan penyediaan formula praktis dan procedural cenderung menghambat pengembangan kemampuan untuk berpikir kritis mahasiswa. Salah satu kompetensi esensial untuk menilai pendapat, menganalisis informasi, dan membuat keputusan secara rasional adalah kemampuan berfikir kritis. Oleh sebab itu, kemampuan ini diperlukan untuk memahami konsep matematis tingkat tinggi, khususnya menuntut kemampuan analisis seperti persamaan differensial. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya model pembelajaran yang dapat mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis yang salah satunya model pembelajaran RCODE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa melalui penerapan pembelajaran RCODE pada mahasiswa DIII Teknik Elektronika. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan subjek 21 mahasiswa kelas IB semester genap tahun akademik 2024/2025 dengan pokok bahasan persamaan differensial orde dua. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian soal kemampuan berpikir kritis matematis, angket respon, serta wawancara untuk memperkuat temuan kuantitatif. Analisis data menggunakan SPSS dengan pengujian normal, homogen, proporsi, dan pengukuran N-gain. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa ketercapaian mahasiswa terhadap Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM 67) terpenuhi baik secara individu maupun klasikal dengan persentase ketuntasan sebesar 75%. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis (KBKM) mahasiswa setelah penerapan pembelajaran RCODE diperoleh nilai N-gain sebesar 0,47 yang termasuk dalam kategori peningkatan cukup. Rata-rata KBKM mahasiswa mencapai 8,19 pada skala 0–10. Secara lebih rinci, aspek pemahaman terhadap masalah memperoleh skor rata-rata 8,55; aspek perencanaan atau permodelan dalam penyelesaian sebesar 8,26; aspek pelaksanaan dalam penyelesaian dan proses perhitungan sebesar 7,92; dan aspek pengambilan kesimpulan sebesar 8,03. Temuan menunjukkan pembelajaran RCODE mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan KBKM khususnya dalam membantu mereka memahami konsep, menganalisis strategi, mengevaluasi solusi penyelesaian masalah.The results of observations of students and lecturers indicate that mathematics learning activities that focus on the provision of practical formulas and procedural approaches typically impede the growth of students' critical thinking abilities. One of the key skills for information analysis, argument evaluation, and logical decision making is critical thinking. Consequently, it is essential for comprehending more complex mathematical ideas, particularly those that require strong analytical abilities, such as differential equations. These conditions indicate the need for a learning model that can encourage the enhancement of students’ critical thinking abilities, one of which is the RCODE teaching model. The purpose of this study is to ascertain how much RCODE learning of growth students' mathematical critical thinking abilities for Diploma III (DIII) Electronic Engineering students. The research employed a quantitative approach with 21 students of class IB in the even semester of the 2024/2025 academic year as the subjects, focusing on the topic of second-order differential equations. Data were collected through tests of mathematical critical thinking skills, response questionnaires, and interviews to strengthen the quantitative findings. Data analysis was conducted using SPSS, including tests of normality, homogeneity, proportion, and N-gain measurement. The results of the study indicate that students successfully met the Minimum Mastery Criteria (KKM = 67), both individually and collectively, achieving a classical mastery level of 75%. The enhancement of students’ Mathematical Critical Thinking Skills (MCTS) following the implementation of the RCODE learning approach produced an N-gain score of 0.47, which is categorized as a moderate level of improvement. The overall average MCTS score was 8.19 on a 0–10 scale. In more detail, the average score for the problem comprehension aspect was 8.55; for planning or solution modeling, 8.26; for execution and calculation, 7.92; and for drawing conclusions, 8.03. These results suggest that the RCODE learning approach has a positive effect on improving students’ mathematical critical thinking skills, particularly in enhancing their ability to understand concepts, analyze strategies, and evaluate problem-solving outcomes.