Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelatihan Perawatan Dan Perbaikan Penerangan Sel Surya Di Pemandian Sumber Wringin, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang Wahyu Tri Wahono; Donny Radianto; Mila Fauziyah; Mohammad Luqman; Ari Murtono; Herwandi Herwandi; Anindya Dwi Risdhayanti6
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemandian Sumber Wringin, Desa Wringinsongo merupakan salah satu destinasi wisata pemandian yang saat ini memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Pada pemandian tersebut didapati sumber air yang masih bersih dan alami, akan tetapi dengan potensi alam yang bagus tidak disertai dengan penunjang sumber penerangan listrik yang memadai. Oleh karena keberadaan sumber penerangan listrik sangat dibutuhkan di pemandian tersebut. Dengan penerangan listrik sel surya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan penerangan pada pemandian sumber wringin dan juga sangat aman untuk pengunjung ataupun masyarakat sekitar karena tidak menggunakan instalasi pengkabelan yang banyak. Selain itu juga dilakukan pelatihan cara melakukan perawatan dan perbaikan pada lampu sel surya kepada masyarakat sekitar, agar dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang perbaikan dan perawatan pada sel surya.
Pendampingan Pembuatan dan Publikasi Karya Ilmiah Penelitian Tindakan Kelas untuk Kenaikan Pangkat Guru Adi Candra Kusuma; Hari Tri Wibowo; Gillang Al Azhar; Almas Adibah; Odhitya Desta Triswidrananta; Wahyu Tri Wahono; Sidik Nurcahyo
TAAWUN Vol. 4 No. 02 (2024): TA'AWUN AUGUST 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v4i02.708

Abstract

Community Service Activities (PPM) aim to help teachers develop ideas in the form of written scientific papers which are then published in the form of textbooks or scientific articles. This Requirements activity can also be used as a supporting point in teacher promotion. The method of implementing activities begins with a) data collection, b) preparation of plans, c) implementation of activities, d) evaluation of activities, and e) publication. The method of implementing activities is by assisting in transmission. The results of PPM activities include: (1) participants get an introduction to PTK with various learning methods, (2) participants receive assistance in making PTK, and (3) participants receive assistance in drafting journal articles/proceedings using the journal template they are going to. This service activity received a positive response as shown by looking at the results of the questionnaire as much as 87% of the activity can motivate and increase knowledge before receiving assistance by 72% regarding PTK as well as preparing draft publications through textbooks and scientific articles.
Perawatan Lampu Penerangan Penunjuk Arah Untuk Mendukung Wisata Pemandian Sumberingin Donny Radianto; Adi Candra Kusuma; Agus Sukoco Heru Sumarno; Wahyu Tri Wahono; Dinda Ayu Permatasari; Fitri Fitri; Anindya Dwi Risdhayanti
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/rwkag712

Abstract

Pemandian Sumberingin tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah dan segar, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata edukatif yang berfokus pada konsep energi ramah lingkungan. Namun minimnya lampu penerangan dan tidak adanya penunjuk arah ketika malam hari membuat pengguna merasa tidak nyaman, hal ini dilihat dari pengaduan dari pengguna kepada pengelola wisata. Tujuan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini memberikan edukasi mengenai perawatan dan perbaikan lampu penerangan penunjuk arah sehingga lampu dapat bertahan awet cukup lama. Metode kegiatan yang digunakan Service Learning dengan berkolaborasi Tim PPM terdiri dari dosen dan mahasiswa serta pengelola wisata. Hasil Kegiatan yaitu pemberian lampu penerangan penunjuk arah dan manual book untuk memberikan petunjuk, informasi, dan panduan penggunaan suatu produk atau sistem agar pengguna dapat mengoperasikannya dengan benar, aman, dan optimal. PPM memberikan respon positif sebesar 4,36 dengan kategori Baik. harapan kegiatan PPM dapat meningkatkan rasa aman dan nyaman pada malam hari, serta memenuhi kebutuhan pencahayaan untuk mendukung berbagai kegiatan atau aktivitas masyarakat di waktu malam
Optimalisasi Media Informasi Sekolah Melalui Pemasangan Display LED Di TK Noor Fadjar Malang Denda Dewatama; Fitri Fitri; Dinda Ayu Permatasari; Wahyu Tri Wahono; Arief Rahman Hidayat; Almas Adibah; Anindya Dwi Risdhayanti
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/5ws3jr46

Abstract

Implementasi running text LED sebagai media komunikasi sekolah di TK Noor Fadjar Malang untuk meningkatkan efektivitas diseminasi informasi yang cepat, ringkas, dan mudah dipahami. Metode pelaksanaan mengikuti siklus PDCA: (i) survei dan diskusi kebutuhan guna merumuskan spesifikasi teknis serta standar keterbacaan (struktur headline–inti–aksi, batas karakter, kecepatan scroll, dan kontras); (ii) perancangan arsitektur perangkat–perangkat lunak; (iii) instalasi sesuai kaidah keselamatan dan uji fungsional pada jam sibuk/lengang; (iv) pelatihan operator, penyerahan SOP dan templat konten; serta (v) evaluasi menggunakan kuisioner dan umpan balik lapangan. Evaluasi terhadap 23 responden (kelengkapan 100%) menunjukkan rerata keseluruhan 4,48 (SD 0,68); butir “Kejelasan informasi” mencapai 4,65 (kategori kuat), sedangkan “Membantu penyampaian informasi” 4,30. Hasil ini menegaskan mutu visual–redaksional yang baik, namun mengindikasikan perlunya peningkatan dampak informasional melalui optimasi struktur pesan, penguatan call-to-action (batas waktu/kanal tindak lanjut/QR), segmentasi audiens (guru–staf–orang tua), dan penjadwalan berbasis pola aktivitas. Kontribusi praktis artikel adalah paket implementasi siap replikasi (SOP, templat, prosedur fallback) serta rencana tindak lanjut berbasis indikator terukur yang menargetkan peningkatan butir “membantu” ≥ 4,60 dengan mempertahankan “kejelasan” ≥ 4,60. Temuan memberikan dasar evidensial bagi satuan pendidikan untuk mengadopsi media digital berbiaya terjangkau dalam meningkatkan kualitas komunikasi secara terukur dan berkelanjutan.
Sistem Monitoring Tegangan, Arus dan Daya pada Panel Surya Tracking untuk Pengisian Baterai Berbasis IoT Menggunakan ESP32 Wahyu Tri Wahono; Anindya Dwi Risdhayanti; Herwandi; Adi Candra Kusuma
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Elkolind Vol. 13, No. 1, 2026 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v13i1.10252

Abstract

Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar sebagai alternatif penyedia energi bersih. Optimalisasi pemanfaatan panel surya memerlukan sistem monitoring yang mampu memantau parameter kelistrikan dan kondisi panel secara real-time sehingga proses pengisian baterai dapat berlangsung secara efisien. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring panel surya tracking berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32. Sistem yang dikembangkan memantau tegangan, arus, daya, suhu panel surya, suhu baterai, arah hadap panel, serta status pengisian baterai menggunakan sensor INA219, sensor NTC thermistor, modul RTC, LCD, dan aplikasi Virtuino melalui jaringan Wi-Fi. Metode penelitian meliputi perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, integrasi sensor dengan ESP32, serta pengujian akurasi melalui perbandingan hasil pengukuran sensor dengan multimeter digital. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor INA219 memiliki rata-rata galat sebesar 0,50% untuk tegangan dan 1,50% untuk arus. Sistem monitoring menghasilkan rata-rata galat sebesar 0,146% untuk tegangan, 2,80% untuk arus, dan 2,99% untuk daya. Sistem mampu menampilkan data secara real-time pada LCD serta mengirimkan informasi ke aplikasi Virtuino melalui Wi-Fi, sehingga layak diterapkan sebagai sistem monitoring panel surya dan baterai berbasis IoT.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MATEMATIS MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN RCODE (READING, CONNECTING, OBSERVING, DISCUSSING, EVALUATING) Adi Candra Kusuma; Gillang Al Azhar; Wahyu Tri Wahono; Dimas Rossiawan Hendra Putra; Agus Sukoco Heru Sumarmo; Arief Rahman Hidayat
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i1.14747

Abstract

Hasil observasi terhadap mahasiswa dan dosen yang menunjukkan bahwa kegiatan selama pembelajaran matematika berfokus dengan penyediaan formula praktis dan procedural cenderung menghambat pengembangan kemampuan untuk berpikir kritis mahasiswa. Salah satu kompetensi esensial untuk menilai pendapat, menganalisis informasi, dan membuat keputusan secara rasional adalah kemampuan berfikir kritis. Oleh sebab itu, kemampuan ini diperlukan untuk memahami konsep matematis tingkat tinggi, khususnya menuntut kemampuan analisis seperti persamaan differensial. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya model pembelajaran yang dapat mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis yang salah satunya model pembelajaran RCODE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa melalui penerapan pembelajaran RCODE pada mahasiswa DIII Teknik Elektronika. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan subjek 21 mahasiswa kelas IB semester genap tahun akademik 2024/2025 dengan pokok bahasan persamaan differensial orde dua. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian soal kemampuan berpikir kritis matematis, angket respon, serta wawancara untuk memperkuat temuan kuantitatif. Analisis data menggunakan SPSS dengan pengujian normal, homogen, proporsi, dan pengukuran N-gain. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa ketercapaian mahasiswa terhadap Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM 67) terpenuhi baik secara individu maupun klasikal dengan persentase ketuntasan sebesar 75%. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis (KBKM) mahasiswa setelah penerapan pembelajaran RCODE diperoleh nilai N-gain sebesar 0,47 yang termasuk dalam kategori peningkatan cukup. Rata-rata KBKM mahasiswa mencapai 8,19 pada skala 0–10. Secara lebih rinci, aspek pemahaman terhadap masalah memperoleh skor rata-rata 8,55; aspek perencanaan atau permodelan dalam penyelesaian sebesar 8,26; aspek pelaksanaan dalam penyelesaian dan proses perhitungan sebesar 7,92; dan aspek pengambilan kesimpulan sebesar 8,03. Temuan menunjukkan pembelajaran RCODE mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan KBKM khususnya dalam membantu mereka memahami konsep, menganalisis strategi, mengevaluasi solusi penyelesaian masalah.The results of observations of students and lecturers indicate that mathematics learning activities that focus on the provision of practical formulas and procedural approaches typically impede the growth of students' critical thinking abilities. One of the key skills for information analysis, argument evaluation, and logical decision making is critical thinking. Consequently, it is essential for comprehending more complex mathematical ideas, particularly those that require strong analytical abilities, such as differential equations. These conditions indicate the need for a learning model that can encourage the enhancement of students’ critical thinking abilities, one of which is the RCODE teaching model. The purpose of this study is to ascertain how much RCODE learning of growth students' mathematical critical thinking abilities for Diploma III (DIII) Electronic Engineering students. The research employed a quantitative approach with 21 students of class IB in the even semester of the 2024/2025 academic year as the subjects, focusing on the topic of second-order differential equations. Data were collected through tests of mathematical critical thinking skills, response questionnaires, and interviews to strengthen the quantitative findings. Data analysis was conducted using SPSS, including tests of normality, homogeneity, proportion, and N-gain measurement. The results of the study indicate that students successfully met the Minimum Mastery Criteria (KKM = 67), both individually and collectively, achieving a classical mastery level of 75%. The enhancement of students’ Mathematical Critical Thinking Skills (MCTS) following the implementation of the RCODE learning approach produced an N-gain score of 0.47, which is categorized as a moderate level of improvement. The overall average MCTS score was 8.19 on a 0–10 scale. In more detail, the average score for the problem comprehension aspect was 8.55; for planning or solution modeling, 8.26; for execution and calculation, 7.92; and for drawing conclusions, 8.03. These results suggest that the RCODE learning approach has a positive effect on improving students’ mathematical critical thinking skills, particularly in enhancing their ability to understand concepts, analyze strategies, and evaluate problem-solving outcomes.
Optimasi Pengisian Baterai Panel Surya Menggunakan Sistem Solar Tracker Berbasis Logika Fuzzy Wahyu Tri Wahono; Dinda Ayu Permatasari; Dimas Rossiawan Hendra Putra; Anindya Dwi Risdhayanti
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Elkolind Vol 12 No 3 (September 2025)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v12i3.9405

Abstract

Penggunaan panel surya secara statis tidak mampu mengikuti pergerakan matahari sehingga menurunkan efisiensi serapan energi sepanjang hari. Untuk mengatasi hal ini, pada penelitian ini dikembangkan sistem solar tracker satu sumbu berbasis logika fuzzy yang mampu mengatur arah panel secara otomatis mengikuti arah datangnya cahaya matahari. Sistem terdiri dari dua sensor DFRobot_B_LUX_V30B yang membaca intensitas cahaya kiri dan kanan, dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 Devkit V1, dan mengatur arah aktuator linear melalui driver IBT-2 menggunakan 16 rule fuzzy. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mendeteksi perubahan intensitas cahaya secara responsif, dan menggerakkan panel secara otomatis sesuai arah matahari. Berdasarkan pengujian di lapangan dengan beban, daya rata-rata dari panel dengan sistem solar tracker mencapai 56.06W, sedangkan pada sistem statis hanya mencapai 39.45W, Ini menunjukan bahwa sistem solar tracker berbasis logika fuzzy mampu meningkatkan efisiensi pengisian baterai panel surya sebesar 44% dibandingkan dengan sistem panel surya statis.