Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penalaran Analogi Siswa Kelas X dalam Menyelesaikan Soal Trigonometri Ditinjau dari Gaya Kognitif di SMA Negeri 1 Jember Abi, Fathasya Aulia; Suwarno, Suwarno
FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2025): FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/farabi.v8i2.1269

Abstract

Penalaran analogi merupakan proses berpikir kritis yang memungkinkan siswa mentransfer pengetahuan dari permasalahan yang telah dikenali ke situasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penalaran analogi siswa kelas X dalam menyelesaikan soal trigonometri ditinjau dari gaya kognitif—field dependent (FD) dan field independent (FI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui GEFT (Group Embedded Figures Test), tes penalaran analogi, dan wawancara semi-terstruktur. Dua subjek dipilih secara purposive, masing-masing mewakili satu gaya kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa FI mampu menyelesaikan keempat tahap penalaran analogi encoding, inferring, mapping, dan applying—dengan baik dan mandiri. Sebaliknya, siswa FD mengalami hambatan khususnya pada tahap mapping dan applying, menunjukkan ketergantungan terhadap konteks dan bantuan eksternal. Temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang berbeda sesuai gaya kognitif siswa agar pembelajaran konsep abstrak seperti trigonometri dapat lebih efektif.
Educaplay Froggy Jumps: Improving Cognitive Outcomes in Three-Variable Linear Equation Systems Isaac Akbar Alfahquari Harisma Putra; Suwarno Suwarno; Hestu Wilujeng
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 6 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v6i2.224

Abstract

Educaplay Froggy Jumps media is a solution to students' low daily test scores and is important to the teaching and learning process, making students more enthusiastic and active learners. It also significantly influences the learning process, affecting students' cognitive learning outcomes. The purpose of this study was to determine the effect of using Educaplay Froggy Jumps media on students' cognitive learning outcomes on the Three Variable Linear Equation System (SPLTV) material for class X at SMKN 3 Jember. This study used a quantitative approach with a Post-test Only Control Group Design. The sample consisted of class ten’s Tata Busana 1 (an experimental group) and class ten’s Tata Busana 2 (a control group), selected purposively. The p-value (2-tailed) for the hypothesis test was 0.040. Based on the decision-making criteria, because the sig value (2-tailed) <0.05, then H0 is rejected and Ha is accepted, so it can be concluded that there is a significant difference between the learning outcomes of the experimental class and the control class after the application of learning media in the form of educaplay froggy jumps media. This shows that the use of Eduplay Froggy Jumps media influences the cognitive learning outcomes of class X students at SMKN 3 Jember.
PROFIL BERPIKIR REFLEKTIF DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR PADA MATERI BENTUK ALJABAR Siti Nur Azizah; Suwarno Suwarno
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 2 No. 4 (2025): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/3f6kdg64

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan profil proses berpikir reflektif siswa SMP pada materi bentuk aljabar ditinjau dari tingkat kemandirian belajar (tinggi, sedang, rendah). Tiga siswa kelas VII F SMP Negeri 1 Wuluhan dipilih secara purposive mewakili ketiga kategori setelah pengisian angket kemandirian. Data dikumpulkan melalui angket, dua soal uraian aljabar yang dirancang memunculkan lima tahap reflektif Dewey suggestion, intellectualization, guiding idea, elaboration, dan testing the hypothesis by action—serta wawancara semi-terstruktur untuk menelusuri proses berpikir. Analisis data mengikuti model Miles & Huberman mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan; keabsahan dijaga melalui triangulasi teknik dan waktu. Hasil menunjukkan: (1) siswa berkemandirian tinggi menempuh kelima tahap secara utuh, mampu merumuskan masalah, menyusun strategi, mengelaborasi langkah, dan menguji solusi secara mandiri; (2) siswa berkemandirian sedang melalui seluruh tahap tetapi masih goyah pada fase suggestion dan membutuhkan konfirmasi pada tahap pengujian hipotesis; (3) siswa berkemandirian rendah hanya mencapai tahapan awal secara parsial, kesulitan mengembangkan ide dan perhitungan dasar, serta sangat bergantung pada bantuan eksternal.
Penalaran Analogi Siswa Kelas X dalam Menyelesaikan Soal Trigonometri Ditinjau dari Gaya Kognitif di SMA Negeri 1 Jember Fathasya Aulia Abi; Suwarno Suwarno
FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2025): FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/farabi.v8i2.1269

Abstract

Penalaran analogi merupakan proses berpikir kritis yang memungkinkan siswa mentransfer pengetahuan dari permasalahan yang telah dikenali ke situasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penalaran analogi siswa kelas X dalam menyelesaikan soal trigonometri ditinjau dari gaya kognitif—field dependent (FD) dan field independent (FI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui GEFT (Group Embedded Figures Test), tes penalaran analogi, dan wawancara semi-terstruktur. Dua subjek dipilih secara purposive, masing-masing mewakili satu gaya kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa FI mampu menyelesaikan keempat tahap penalaran analogi encoding, inferring, mapping, dan applying—dengan baik dan mandiri. Sebaliknya, siswa FD mengalami hambatan khususnya pada tahap mapping dan applying, menunjukkan ketergantungan terhadap konteks dan bantuan eksternal. Temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang berbeda sesuai gaya kognitif siswa agar pembelajaran konsep abstrak seperti trigonometri dapat lebih efektif.
PELATIHAN PEMBUATAN KOMIK DIGITAL BERTEMA NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI TAMAN BACAAN MASYARAKAT TRINANDA EDUCATION Suwarno Suwarno; Afifah Nur Aini; Mohamad Fatoni Ghozali; Ahmad Maulana Zakariyya; Siti Nurzainani Ulfa; Nur Laili Fitriyanita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28426

Abstract

Abstrak: Moderasi beragama merupakan sikap yang berusaha netral diantara dua kutub yang berseberangan dalam hal beragama. Indonesia dengan pluralitasnya tentu sangat rentan konflik. Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama penting dilakukan, salah satunya pada anak-anak melalui media komik digital. Kegiatan bertujuan melatih anak-anak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dalam membuat komik digital bertema moderasi beragama. Pada tahap awal, dilakukan survey mengenai TBM sebagai subyek PkM. Kemudian dilakukan kegiatan pelatihan pada Tanggal 17 dan 24 November 2024. Pada hari pertama, dilakukan pre-test dengan peserta sebanyak 35 anak dan dilanjutkan presentasi konsep moderasi beragam oleh narasumber, serta presentasi materi tentang cara membuat komik digital. Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan pengumpulan hasil karya dan presentasi peserta. Revisi komik digital yang telah dirancang dilakukan selama dua minggu. Angket respon peserta menunjukkan hasil lebih dari 95% peserta merasa puas terhadap pelatihan yang telah dilakukan. Pemahaman moderasi beragama menujukkan peningkatan setelah mengikuti pelatihan. Artinya, setelah kegiatan pelatihan, keterampilan peserta dalam kemampuan membuat komik digital dan pemahaman moderasi beragama meningkat.Abstract: Religious moderation is an attitude that tries to be neutral between two opposing poles regarding religion. Indonesia with its plurality is certainly very prone to conflict. Therefore, strengthening religious moderation is important, one of which is in children through digital comic media. The activity aims to train children in Community Reading Parks to make digital comics with the theme of religious moderation. In the initial stage, a survey was conducted regarding TBM as the subject of PkM. Then training activities were carried out on November 17 and 24, 2024. On the first day, a pre-test was conducted with 35 children. The test continued with a presentation of various moderation concepts by the experts, as well as a presentation of material on how to make digital comics. On the second day, the training continued with collecting participants' work and presentations. Digital comics revisions that had been designed were carried out for two weeks. The participant response questionnaire showed that more than 95% of participants were satisfied with the training that had been carried out. Understanding of religious moderation showed an increase after participating in the training. This means that after the training activities, participants' skills in the ability to make digital comics and understanding of religious moderation increased.
Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Dengan Pendekatan Deep Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Uswatun Hasanah; Suwarno
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v10i1.14569

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model PBL menggunakan pendekatan Deep Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen melalui desain Post-test Only Control Group Design. Sampel penelitian tersusun atas 56 siswa dengan diklasifikasikan ke dalam eksperimen (VIII E, 28 siswa) serta kelas kontrol (VIII F, 28 siswa) yang ditetapkan secara purposive sampling. Instrument penelitian berupa tes essay. Data dianalisis menerapkan uji t (Independent Sample t-test). Hasil penelitian mengindikasikan mengenai terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen dan kontrol (t_hitung = 2,152 > t_tabel = 2,023; p < 0,05). Siswa yang diberikan perlakuan model PBL dengan Pendekatan Deep Learning menunjukkan kemampuan dalam memecahkan masalah lebih tinggi (M =72,93) dibandingkan siswa dengan pembelajaran langsung atau konvensional (M =65,29).  Penelitian ini menyimpulkan mengenai terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model PBL dengan Pendekatan Deep Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi fungsi.
From C3 to HOTS: Does Academic Achievement Relate to Pre-Service Mathematics Teachers’ Decision-Making Outcomes in Geometry Task Development? Suwarno Suwarno; Afifah Nur Aini
Jurnal Tadris Matematika Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2025.8.2.203-212

Abstract

The ability to develop Higher Order Thinking Skills (HOTS) questions is an important competency that pre-service mathematics teachers must master. However, it is not yet known whether academic achievement reflected in the Grade Point Average (GPA) is related to this ability. This study aims to analyze the relationship between students’ GPA levels and their success in transforming C3-level geometry question into HOTS Problem at levels C4 (analyzing), C5 (evaluating), and C6 (creating) based on the Revised Bloom’s Taxonomy. This study used a quantitative approach with a correlational design involving 70 students who had taken courses related to mathematics evaluation and learning. GPA data were categorized into three levels (low, moderate, high) based on normative references using the mean and standard deviation, while success in developing HOTS questions was categorized nominally (success/unsuccessful). Data analysis used the chi-square test with the Monte Carlo method. The results showed that there was no significant relationship between GPA categories and success in developing HOTS questions at all cognitive levels (C4: p = 0.647; C5: p = 1.000; C6: p = 1.000).