Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluasi Kelayakan Material Gunung Terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Pada Perkerasan Lentur Jalan Raya di Kabupaten Manggarai Timur Kasmir Gon; Claudius Lippershey Bright Caling; Erdianto Rusdi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1136

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan material gunung quary Bondo sebagai timbunan pilihan, agregat kelas A dan agregat kelas B perkerasan lentur jalan raya. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa jenis tanahnya memiliki batas cair 22%, indeks plastisitas 5%, lolos saringan Nomor 200 5,32% sampai 5,54%, Cu rata-rata 92,68 > 4, Cc rata-rata 5,17 > 3; Berdasarkan USCS dikategorikan sebagai GP-GM atau ML (low plasticity silt), kelompok A-1-a (0) menurut AASHTO. Nilai aktif sebesar 0,90 < 1,25 termasuk tanah normal. Berat isi kering maksimum 1,56 gr/cm3 pada kadar air optimum 22,9%, nilai CBR rendaman 96 jam sebesar 24% dan abrasi sebesar 22,49%, sehingga layak sebagai material timbunan pilihan perkerasan lentur jalan raya, tetapi tidak layak dipergunakan sebagai material agregat kelas B karena nilai CBR rendaman < 60% dan juga tidak layak dipergunakan sebagai agregat kelas A karena persen lolos saringan 1 ½ ˜ kurang dari 100% dan nilai CBR rendamannya < 90%. Kata kunci: laboratorium, layak, agregat, timbunan pilihan Abstract This research aims to evaluate the suitability of Mount Quary Bondo material as the embankment, class A and B aggregate for flexible pavement. Laboratory test results show this type of soil has LL of 22%, PI 5%, 5.32% to 5.54% passing No. 200 sieve, average Cu 92.68, average Cc 5.17 3; It is categorized as GP-GM or ML (USCS), and A-1-a (0) (AASHTO). The active value is 0.90 < 1.25 including normal soil; max dry density 1.56 gr/cm3 at 22.9% wopt, the soaked CBR of 96 hours is 24%, the abrasion is 22.69%; so it is suitable as the embankment for flexible highway pavement, but is not suitable for use as class B aggregate material because the soaked CBR < 60% and it is also not suitable for use as class A aggregate because percentage passing the 1 ½ (38,1 mm) sieve < 100% and the soaked CBR < 90%. Keywords: feasible, aggregate, selected material
Analisis Kapasitas Dukung Tanah Dasar untuk Pondasi Dangkal Berdasarkan Uji Sondir Kasmir Gon; Karolina Villa Delfia Ihut; Yohanes Leonardus Avendri; Marsialis Ajis Reno
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1406

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik tanah dasar dan menentukan kapasitas dukung pondasi dan angkal berdasarkan uji sondir pada empat titik. Parameter yang dianalisis meliputi qc, fs, Fr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan tanah permukaan hingga kedalaman 1.50 meter berupa tanah kohesif dengan nilai qc rendah dan Fr tinggi. Pada kedalaman 1,5–3,0 m lapisan transisi, dan pada kedalaman lebih dari 3,0 m dijumpai tanah granular padat hingga sangat padat dengan nilai qc tinggi dan Fr rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lapisan tanah pada kedalaman lebih dari 3 meter layak dijadikan lapisan pendukung pondasi dangkal. Berdasarkan hasil analisis, pondasi dangkal berbentuk bujur sangkar dengan lebar 2 meter ditempatkan pada kedalaman sekitar 3 m setelah pengupasan lapisan tanah permukaan. Penelitian ini membuktikan bahwa data CPT efektif digunakan untuk evaluasi kapasitas dukung tanah dasar untuk pondasi dangkal.   Kata kunci: kapasitas dukung tanah, sondir, tahanan ujung konus, pondasi dangkal, aman     Abstract   This study examines the soil profile at the study site and estimates shallow foundation bearing capacity from cone penetration test (sondir) data collected at four locations. Parameters evaluated include cone resistance (qc), sleeve friction (fs), and friction ratio (Fr). Findings indicate the near-surface layer down to 1.50 m consists of cohesive soil with low qc and elevated Fr. Between 1.5 and 3.0 m a transitional zone appears, while below 3.0 m the soil becomes dense to very dense granular material with high qc and low Fr, making it suitable as a bearing layer for shallow foundations. Square shallow foundations, 2 m wide, are recommended at roughly 3 m depth once the surface layer is removed. Overall, the CPT data prove effective for assessing subgrade bearing capacity in shallow foundation design   Keywords: soil bearing capacity, CPT, cone tip resistance, shallow foundation, safe
Analisis Kapasitas Dukung Tanah Dasar untuk Pondasi Dangkal Berdasarkan Uji Sondir Kasmir Gon; Karolina Villa Delfia Ihut; Yohanes Leonardus Avendri; Marsialis Ajis Reno
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1406

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik tanah dasar dan menentukan kapasitas dukung pondasi dan angkal berdasarkan uji sondir pada empat titik. Parameter yang dianalisis meliputi qc, fs, Fr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan tanah permukaan hingga kedalaman 1.50 meter berupa tanah kohesif dengan nilai qc rendah dan Fr tinggi. Pada kedalaman 1,5–3,0 m lapisan transisi, dan pada kedalaman lebih dari 3,0 m dijumpai tanah granular padat hingga sangat padat dengan nilai qc tinggi dan Fr rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lapisan tanah pada kedalaman lebih dari 3 meter layak dijadikan lapisan pendukung pondasi dangkal. Berdasarkan hasil analisis, pondasi dangkal berbentuk bujur sangkar dengan lebar 2 meter ditempatkan pada kedalaman sekitar 3 m setelah pengupasan lapisan tanah permukaan. Penelitian ini membuktikan bahwa data CPT efektif digunakan untuk evaluasi kapasitas dukung tanah dasar untuk pondasi dangkal.   Kata kunci: kapasitas dukung tanah, sondir, tahanan ujung konus, pondasi dangkal, aman     Abstract   This study examines the soil profile at the study site and estimates shallow foundation bearing capacity from cone penetration test (sondir) data collected at four locations. Parameters evaluated include cone resistance (qc), sleeve friction (fs), and friction ratio (Fr). Findings indicate the near-surface layer down to 1.50 m consists of cohesive soil with low qc and elevated Fr. Between 1.5 and 3.0 m a transitional zone appears, while below 3.0 m the soil becomes dense to very dense granular material with high qc and low Fr, making it suitable as a bearing layer for shallow foundations. Square shallow foundations, 2 m wide, are recommended at roughly 3 m depth once the surface layer is removed. Overall, the CPT data prove effective for assessing subgrade bearing capacity in shallow foundation design   Keywords: soil bearing capacity, CPT, cone tip resistance, shallow foundation, safe