Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : specta journal of technology

Pengaruh Perubahan Parameter Fisik-Kimia terhadap Aktivitas Mikroorganisme selama Proses Pengomposan Sampah Organik Kantin Cut Keumala Banaget; Gabriel S. Boedi Andari Kristanto; Irma Gusniani Danumihardja
SPECTA Journal of Technology Vol. 1 No. 3 (2017): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.384 KB) | DOI: 10.35718/specta.v1i3.87

Abstract

Pengolahan sampah sisa makanan perlu menjadi prioritas karena jumlahnya yang besar serta sifatnya yang mudah membusuk dan memicu kehadiran hewan pembawa penyakit seperti tikus.Salah satu teknik pengolahannya adalah pengomposan, yaitu proses degradasi sampah organik oleh mikroorganisme menjadi material sejenis humus yang dapat dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor (meliputi parameter fisik-kimia) yang mempengaruhi proses pengomposan, serta menganalisis hubungan dan pengaruh faktor tersebut terhadap aktivitas mikroorganisme selama proses pengomposan berlangsung. Analisis statistik dalam penelitian ini meliputi analisis faktor, korelasi, dan multivariabel. Berdasarkan analisis faktor yang dilakukan,terbentuk 2 faktor baru yang mempengaruhi proses pengomposan, yaitu faktor 1 dinamakan parameter yang menunjukkan hasil dari proses pengomposan, terdiri dari konduktivitas, salinitas, dan kadar air; dan faktor 2 dinamakan parameter yang mendukung proses pengomposan, terdiri dari rasio C/N, kadar karbon, pH, dan kadar nitrogen. Hasil analisis korelasi menunjukkan kadar air, rasio C/N, kadar karbon, pH, kadar nitrogen memiliki pengaruh terhadap aktivitas mikroorganisme. Berdasarkan analisis multivariabel, komposter 2 diperkirakan memiliki model regresi pengaruh faktor pengomposan terhadap aktivitas mikroorganisme yang terbaik. Sedangkan dilihat dari penurunan kadar karbonnya, komposter 1 memiliki konstanta laju pengomposan dan laju dekomposisiterbesar dibandingkan dua komposter lainnya, yaitu sebesar 0,0006 dan 0,0224%/hari.
OPTIMALISASI UNIT PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN MAGGOT DI TPA MANGGAR KOTA BALIKPAPAN Rina Noor Hayati; Basransyah; Chandra S. Rahendaputri; Cut Keumala Banaget; Ismi Khairunnissa Ariani; Nadya Misdiana Putri; Ieke Wulan Ayu
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 1 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v10i1.8481642

Abstract

The problem of organic waste management in Balikpapan City is increasing, with a total of 193,038 tons/year, 70.3% of which comes from household waste. One solution implemented at Manggar Municipal Solid Waste (MSW) Landfill in Balikpapan is the processing of organic waste using maggots (BSF larvae). This study aims to analyze the current conditions, analyze the factors influencing waste processing, and formulate strategies for optimizing the processing facility. The methods used include quantitative and qualitative approaches, as well as best practice analysis as a basis for improvement. The research findings highlight several issues, such as the absence of BSF egg weighing, predator disturbances in the fly cages, biopon systems without drainage channels, and the manual process of separating maggots from casings. Optimization was carried out through the redesign of the BSF fly enclosure, improvement, and addition of 21 biopon units, which can produce 35.7 liters of liquid organic fertilizer (POC) and decompose 1,0878 tons of organic waste per cycle, the design of a sieving machine, and the reorganization of the maggot house layout. These efforts are expected to enhance processing efficiency and capacity to 1,0878 tons per cycle, supporting more sustainable and environmentally friendly waste management.
A Strategi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) di Universitas X Kota Balikpapan dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP): 152 - 163 Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud; Rahmi Yorika; Muhammad Arif Fadillah; Tiara Rukmaya Dewi; Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Cut Keumala Banaget
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 2 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v10i2.8481784

Abstract

Universitas X sebagai salah satu penyelenggara pendidikan tinggi di Kota Balikpapan turut menghasilkan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) sehingga wajib melakukan pengelolaan. LB3 dihasilkan dari kegiatan laboratorium (penggunaan bahan kimia, peralatan uji berbasis elektronik) serta aktifitas operasional (penggunaan peralatan elektronik). Pengelolaan LB3 yang dilakukan Universitas X saat ini masih memiliki kekurangan, khususnya pada aspek pengurangan, pengumpulan, dan penyimpanan sehingga perlu dirumuskan strategi yang tepat. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat digunakan untuk merumuskan suatu keputusan berdasarkan kajian secara bertingkat yang terdiri dari tujuan, kriteria, sub-kriteria, hingga alternatif solusi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis LB3 yang dihasilkan, mengevaluasi kondisi pengelolaan LB3, serta merancang strategi pengelolaan LB3 di Universitas X, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 06 Tahun 2021 Terkait Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah. Tahapan penelitian meliputi identifikasi jenis LB3 yang dihasilkan, mengevaluasi kesesuaian kondisi eksisting, dan perumusan strategi pengelolaan LB3 berdasarkan aspek jenis kemasan, lokasi penempatan TPS LB3, serta luas TPS LB3. Perumusan strategi menggunakan metode AHP juga didukung dengan software AutoCAD dan SketchUp untuk merepresentasikan desain TPS LB3 yang sesuai dengan peraturan. Hasil penelitian mendapatkan LB3 dari kegiatan Universtas X adalah berjenis asam (865 L/Tahun), basa (810 L/Tahun), organik cair (390 L/Tahun), campuran (380 L/Tahun), an-organik cair (330 L/Tahun), lampu bekas (219 L/Tahun), kaca bekas (10 L/Tahun), dan baterai bekas (6,1 L/Tahun). Kondisi eksisting pengelolaan LB3 menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 49,48% yang tergolong kategori cukup. Berdasarkan metode AHP, strategi terbaik pengelolaan LB3 di Universitas X adalah skenario 1 berupa pengemasan menggunakan jerigen 20 L untuk limbah cair dan drum plastik 50 L untuk limbah padat. Saran lokasi TPS LB3 berada di antara Laboratorium Terpadu 1dan 2 dengan luasan 28 m² (panjang 7 m x lebar 4 m).