Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sewagati

Redesain Kemasan Bumbu Rujak Manis menjadi Sambelo Dressing untuk Segmen Pasar Gen Milenial dan Gen Z Anny Maryani; Ratna Sari Dewi; Retno Widyaningrum; Arief Rahman; Adithya Sudiarno; Dyah Santhi Dewi; Andyna Aulia Rahma; Feritta Rosa Earlynda; Ikhwan Nur Fatah; Nabila Ramadhani Djatmiko; Nadhifa Qintharani Amira; Aini Milania Adiati; Daniel Chrisdio Dwi Nugroho; Diah Kusuma Indrawati; Leonando Aqilamiki Wijaya; Mochammad Abiyyu Rahmat Agung; Nahdia Amalia Choironi; Prambudi Bagasnanta; Riztasya Qonitah Dewi; Sheilla Della; Zafira Khairunnisa
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1471.694 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.174

Abstract

Generasi Milenial menghabiskan 85% waktunya di depan gadget, cenderung kurang olahraga, dan makan makanan cepat saji dengan nilai gizi rendah. Hal ini memberikan pengaruh kurang baik pada kesehatan. Beragam inovasi makanan dihadirkan sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan makan. Saat ini banyak bermunculan varian olahan makanan dari luar negeri yang tinggi kalori, namun rendah protein dan vitamin. Salah satunya adalah salad buah yang disajikan dengan mayonaise tinggi kalori, susu tinggi gula, dan keju tinggi lemak. Sedangkan, Indonesia sendiri memiliki cara menikmati buah segar yang menyehatkan, yaitu rujak buah dengan bumbu kacang dan gula merah. Namun, kendala pembuatannya tidak praktis, sehingga kurang diminati. Melihat kondisi ini, Cak Mimin yang merupakan UMKM di Surabaya merintis bumbu rujak manis praktis. Bumbu Rujak Manis Cak Mimin cukup diminati masyarakat, mengingat budaya rujakan umum dilakukan masyarakat. Produk ini hadir dalam kemasan 250 gr dan 500 gr. Guna melebarkan pasar ke Generasi Milenial, maka dilakukan repositioning keunggulan produk. Pengembangan produk dilakukan dengan konsep Kansei Engineering yang mempelajari perilaku dan mendapatkan informasi kebutuhan konsumen. Selanjutnya dikembangkan alternatif pengembangan produk yang sesuai. Harapannya dengan adanya produk baru yang dihasilkan hasil repositioning ini, maka Bumbu Rujak Manis Cak Mimin dapat diterima Generasi Milenial untuk menghadirkan makanan yang sehat dan kaya gizi.
Pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebagai Pendukung Utama Peternakan Kambing di Dusun Laharpang Desa Puncu Kabupaten Kediri Fakhreza Abdul; Sungging Pintowantoro; Yuli Setiyorini; Rochman Rochiem; Dyah Santhi Dewi
Sewagati Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.144 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v1i1.296

Abstract

Dusun Laharpang adalah dusun terdekat dari puncak Gunung Kelud. Dusun ini terletak di Desa (Kelurahan) Puncu Kecamatan Puncu - Pare Kabupaten Kediri. Karena berada di dekat puncak Gunung Kelud, maka temperatur dan kelembaban di Dusun Puncu ini sangat cocok untuk peternakan kambing. Vegetasi sebagai makanan kambing banyak tersedia serta peluang untuk budidaya Indigofera juga potensial. Program pemberdayaan masyarakat Dusun Kelud sudah dimulai sejak tahun 2014 melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Al Azhar Peduli Umat (APU). Program tersebut salah satunya ialah pembuatan peternakan kambing, pengeringan cabai dan budidaya tanaman indigofera. Ketiga program tersebut membutuhkan energi listrik untuk menjalankan peralatan-peralatan. Selain itu energi listrik juga diperlukan untuk penerangan jalan dan fasilitas umum Dusun. Kebutuhan energi tersebut merupakan hal yang krusial, mengingat listrik di Dusun Laharpang sangat terbatas. Untuk itu perlu adanya pembangkit listrik skala kecil yang dapat digunakan untuk kemandirian energi masyarakat Dusun Laharpang. ITS melalui Laboratorium Pengolahan Mineral dan Material bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Al Azhar Peduli Umat (APU) berencana untuk memberikan solusi dengan cara pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Pemilihan PLTMH tersebut dikarenakan sumber air di Dusun Laharpang yang cukup deras dan kontinu baik musim penghujan maupun kemarau. Sebelum dilakukan pembangunan PLTMH, terlebih dahulu dilakukan analisa SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang ada di Dusun Laharpang. Melalui pembangunan PLTMH ini diharapkan akan dapat memberikan solusi kepada masyarakat pada permasalahan pemenuhan kebutuhan listrik, tidak hanya mendukung kegiatan perekonomian namun juga mendukung aktivitas masyakarat umum. Di akhir kegiatan, telah dilakukan penyerahan turbin dan generator PLTMH berkapasitas 2,8 kW. Untuk tahun berikutnya, akan dilakukan instalasi perpipaan dan kelistrikan untuk mendukung PLTMH.