Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Indonesian Society of Respirology (ISR) Consensus Statement on Lung Cancer Screening and Early Detection in Indonesia Sita Andarini; Elisna Syahruddin; Nathaniel Aditya; Jamal Zaini; Ferry Dwi Kurniawan; Sabrina Ermayanti; Noni Novisari Soeroso; Sri Melati Munir; Andreas Infianto; Ana Rima; Ungky Agus Setyawan; Laksmi Wulandari; Haryati Haryati; Ida Ayu Jasminarti; Arif Santoso
Jurnal Respirologi Indonesia Vol 43, No 2 (2023)
Publisher : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/The Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/jri.v43i2.455

Abstract

Lung cancer is the leading cause of mortality for all cancer globally and in Indonesia. In Indonesia, lung cancer contributes to 12.6% of death of all cancer, making it the number one cause of cancer death, and 8.6% of all cancer incidence in 2018, behind breast, cervical, and colorectal cancer. The total cases per year are expected to almost double from 30,023 in 2018 to 54,983 cases in 2040. Smoking is among the risk factors for lung cancer, after occupational/environmental risk factors, history of lung fibrosis, and family history of cancer. There was a tendency of younger smokers in Indonesia and increased lung cancer incidence and prevalence in the younger population. The median age of lung cancer in Indonesia was younger than in any country, probably due to the younger age of smoking, early onset of carcinogens, asbestos use, and environmental. Lung cancer screening is a voluntary measure to detect lung cancer in the earliest stage, to find cancer at curable disease before symptoms appear in high-risk individuals. Lung cancer early detection is strategies to find cancer earlier after symptoms appear (cough, hemoptysis, dyspnea, chest pain). Low-dose computerized tomography of the thorax (LDCT) screening has been known to reduce lung cancer mortality compared to a chest x-ray (CXR). This Indonesian Society of Respirology consensus statement was aimed to give recommendations on lung cancer screening and early diagnosis in Indonesia.
Faktor-Faktor Risiko pada Pasien Kanker Paru dan Skrining di Indonesia Salsabila Amalia; Indri Windarti; Nur Irawati; Andreas Infianto
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.560

Abstract

Kanker paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia dan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan. Tingginya angka kejadian dan mortalitas kanker paru disebabkan oleh paparan faktor risiko yang kompleks serta keterlambatan diagnosis. Faktor risiko utama meliputi merokok aktif dan pasif, paparan polusi udara, zat karsinogen lingkungan dan pekerjaan, penggunaan bahan bakar biomassa, riwayat penyakit paru kronik, serta faktor genetik. Strategi skrining berbasis risiko menggunakan Low-Dose Computed Tomography (LDCT) telah terbukti secara global mampu menurunkan mortalitas kanker paru dan mulai diadopsi di Indonesia melalui konsensus profesional dan kebijakan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kanker paru serta mengevaluasi implementasi strategi skrining nasional di Indonesia berdasarkan bukti ilmiah lima tahun terakhir (2020–2025). Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap jurnal internasional, nasional, dan dokumen kebijakan. Jurnal ini meninjau literatur terbaru (2020–2025) mengenai faktor risiko dominan dan efektivitas skrining menggunakan Low-Dose Computed Tomography (LDCT) di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun merokok tetap menjadi faktor utama, faktor non-tradisional seperti pajanan biomassa dan polusi udara urban berkontribusi pada peningkatan kasus pada non-perokok. Implementasi skrining nasional menghadapi tantangan aksesibilitas alat, namun transformasi kesehatan digital memberikan harapan baru bagi deteksi dini.