Claim Missing Document
Check
Articles

Media Sosial Sebagai Wadah Berbagi Pengetahuan Literasi Fisik Anak Usia Dini di Halo Kids Indonesia Arindi, Metri; Rachmawati, Tine Silvana; Perdana, Fitri
Pustakaloka Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v15i2.7088

Abstract

Abstract: The lack of dissemination of knowledge about physical literacy in early childhood sometimes makes parents unaware of this knowledge. However, Halo Kids Indonesia is here to share knowledge about physical literacy, which is crucial for the growth and development of children. By using social media to share knowledge about physical literacy in early childhood, this research aims to understand and comprehend Halo Kids Indonesia's social media utilisation in disseminating knowledge about physical literacy for young children. This research employs a qualitative method, collecting data through observation, interviews, and literature study methods. The results and discussion of this study reveal that Halo Kids Indonesia utilises two social media platforms, Instagram and TikTok. The main social media platform, Instagram, contains content in videos and images, presenting schedules, activity documentation, and knowledge about child development and physical literacy. On the other hand, TikTok contains more content focused on physical literacy, with videos demonstrating physical movements. Halo Kids Indonesia's social media has become a platform for sharing knowledge, particularly as a provider of information. However, the engagement from the audience in utilising this platform to exchange knowledge with other users or followers is still limited. Apart from that, Halo Kids Indonesia should spread more knowledge by utilising more diverse social media. Keywords: knowledge sharing, physical literacy, social media Abstrak: Kurangnya penyebaran pengetahuan mengenai literasi fisik pada anak usia dini, terkadang membuat orang tua tidak aware terhadap pengetahuan ini. Namun Halo Kids Indonesia hadir untuk membagikan pengetahuan mengenai literasi fisik yang begitu penting terhadap tumbuh dan berkembangnya anak dengan menjadikan media sosial sebagai wadah untuk tahap berbagi pengetahuan mengenai literasi fisik pada anak usia dini. Maka dari itu, penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengetahui dan memahami penggunaan media sosial Halo Kids Indonesia dalam membagikan pengetahuan tentang literasi fisik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data melalui metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa Halo Kids Indonesia memiliki 2 media sosial yaitu Instagram dan TikTok. Media sosial utama dari Halo Kids yaitu Instagram yang memuat konten yang dikemas dalam bentuk video dan gambar, berupa jadwal kegiatan, dokumentasi kegiatan, dan pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak serta literasi fisik. Adapun konten pada media TikTok memuat lebih banyak mengandung pengetahuan literasi fisik dengan video-video gerak fisik. Media sosial Halo Kids Indonesia sudah mampu menjadi wadah dalam proses berbagi pengetahuan terutama menjadi penyedia pengetahuan, walaupun dari masyarakat belum memanfaatkan wadah ini untuk menemukan pengetahuan antar sesama pengguna ataupun pengikut lainnya. Selain itu, sebaiknya Halo Kids Indonesia lebih menyebarluaskan pengetahuan dengan memanfaatkan media sosial yang lebih beragam. Kata Kunci: berbagi pengetahuan, literasi fisik, media sosial
PEMANFAATAN POSTER SEBAGAI MEDIA EDUKASI POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM MENINGKATKAN LITERASI INFORMASI IBU DI MASA PANDEMI: PEMANFAATAN POSTER SEBAGAI MEDIA EDUKASI POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM MENINGKATKAN LITERASI INFORMASI IBU DI MASA PANDEMI Perdana, Fitri; Sinaga, Dian
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i2.15

Abstract

Perjalanan pandemi covid-19 di Indonesia sudah sekitar dua tahun lamanya, dengan jumlah yang terpapar masih terus bertambah hingga saat ini. Terkait informasi kesehatan, seorang ibu perlu memiliki keterampilan literasi informasi yang kuat sehingga mampu menseleksi berbagai macam sodoran informasi yang ada. Keterampilan literasi informasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi ibu agar terus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan di masa pandemi dan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta dapat memahami bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup yang tepat. Selain itu, diharapkan juga dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara terus menerus dapat mengurangi angka kematian akibat penyakit kronis, penurunan fungsi fisiologis, maupun penyebaran virus penyakit Covid-19 di kemudian hari. Penggunaan media literasi dalam kegiatan ini dibuat dalam dua bentuk, yaitu Poster (hardcopy) dan Link google drive yang berisi informasi pola hidup bersih dan sehat. Media ini sangatlah efektif untuk mengedukasi para ibu tentang pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat. Penyebaran media literasi tersebut menjadikan para ibu lebih antusias dalam membaca serta memahami informasi yang disajikan. Selain itu, rasa kekhawatiran masyarakat terhadap informasi hoax menjadi berkurang.
Meningkatkan Keterampilan Literasi Informasi Guru dan Siswa Di Era Digital Perdana, Fitri
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i1.101

Abstract

Education is a very important factor. The aim of National Education is to educate the life of the nation and develop the Indonesian people as a whole, namely people who believe and are devoted to the Almighty and have noble character, have knowledge and skills, physical and spiritual health, a strong and independent personality and a sense of community responsibility. as well as nationality. In the current information age, a lot of information is scattered, so there is one skill that needs to be possessed, namely Information Literacy Skills, considering that there is a lot of information that is not of good quality. The method used is qualitative. Collecting data from observations, interviews and literature studies. Efforts to improve information literacy skills in Elementary Schools (SD) can be carried out with programs such as: Making and distributing educational posters, puzzle games, attaching literacy tree banners, decorating libraries. While increasing information literacy for teachers and parents, packaged in the form of Training from Lecturers in accordance with their fields, namely: Lecturers of the Library and Information Science Study Program provide material on Information Literacy Skills, Information Needs, how to find information from information sources, etc. Next Lecturer: Communication Management who provides material on the Impact of Social Media in the Digital Age. As a result, through programs or good practices implemented in the school, there is an increase in literacy skills in the school. Keywords: Literacy, Information, Teacher, Student, Digital Age, Elementary School, Good Practices
PELATIHAN PENGGUNAAN MENDELEY REFERENCE MANAGER BAGI MAHASISWA Kurniasih, Nuning; Elita, Rd. Funny Mustikasari; Perdana, Fitri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25623

Abstract

Fokus Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah pada pelatihan penggunaan Mendeley Reference Manager. Pelatihan Mendeley diberikan kepada mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi khususnya kepada mahasiswa baru Kelas 2023. Sasaran khalayak ini ditentukan karena masih banyak mahasiswa Kelas 2023 yang belum memahami sitasi dan referensi dalam penulisan ilmiah termasuk bagaimana aplikasi manajemen sitasi dan referensi dipergunakan untuk mempermudah dan mempercepat pencantuman sitasi dan referensi. Pelaksanaan kegiatan ini terintegrasi dengan Kegiatan Himpunan Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran dalam Program Cerdas Level Up 1.   Pelatihan diikuti oleh 57 mahasiswa. Pelaksanaan pelatihan dimulai dengan pretest, penyampaian materi melalui metode ceramah dan tanya jawab atau diskusi, praktek mempergunakan Mendeley dan diakhiri dengan posttest. Materi   pelatihan mencakup pengertian sitasi dan referensi, pentingnya mencantumkan sitasi dan referesi, ragam gaya sitasi, macam-macam aplikasi sitasi dan referensi dan Mendeley Reference Manager.  Berdasarkan hasil pretest dan posttest dapat disimpulkan bahwa pelatihan Mendeley pada kegiatan PKM ini telah dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan ketertarikan mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fikom Unpad terhadap penggunaan software manajemen sitasi dan referensi terutama Mendeley References Manager.
Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis di Era Teknologi Informasi Rany, Rifka Muthia; Lusiana, Elnovani; Perdana, Fitri
Philosophiamundi Vol. 3 No. 4 (2025): Philosophiamundi August 2025
Publisher : PT. Kreasi Karya Majakata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara literasi digital dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan era teknologi informasi. Literasi digital tidak hanya mencakup penguasaan teknis terhadap perangkat dan platform digital, tetapi juga kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Melalui pendekatan penelitian kepustakaan, peneliti menelaah teori-teori dan hasil penelitian sebelumnya terkait literasi digital dan pengembangan kemampuan berpikir kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital memainkan peran penting dalam membentuk individu yang mampu berpikir logis, reflektif, dan rasional dalam menyaring informasi serta mengambil keputusan berbasis bukti. Selain itu, ditemukan bahwa penguatan literasi digital perlu dilakukan secara sistematis melalui pendidikan, pelatihan, dan kolaborasi antar sektor. Literasi digital yang baik terbukti meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghadapi arus informasi digital, membedakan informasi yang valid, serta membangun argumentasi yang kuat. Oleh karena itu, literasi digital tidak hanya berfungsi sebagai keterampilan teknologi, tetapi juga sebagai pondasi dalam penguatan daya nalar dan kecakapan hidup abad ke-21.
Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Umum Kota Cimahi Hanifatunnisa , Najwa Auliana; Winoto, Yunus; Perdana, Fitri
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 15 No. 1 2024
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.Vol15.iss1.art7

Abstract

Apabila perpustakaan merupakan jantungnya peradaban, maka jantung dari perpustakaan sendiri adalah koleksi. Menjadi begitu penting, sebab koleksi digunakan untuk memenuhi kebutuhan setiap user atau pemustaka akan informasi-informasi yang kredibel. Terlebih lagi terhadap perpustakaan-perpustakaan umum yang mempunyai tuntutan untuk dapat menyediakan pelbagai macam koleksi bagi seluruh kalangan masyarakat di sekitarnya. Berangkat dari permasalahan tersebut, melalui kajian ini penulis akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan koleksi di Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui penanggung jawab dari kegiatan pengembangan koleksi di Perpustakaan Umum Kota Cimahi (2) untuk mengetahui proses atau tahapan-tahapan pengembangan koleksi di Perpustakaan Umum Kota Cimahi (3) untuk mengetahui pandangan seleksi yang dimiliki Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Adapun penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, khususnya wawancara, observasi serta kajian pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan koleksi di Perpustakaan Umum Kota Cimahi merupakan tanggung jawab dari fungsional pustakawan. Kegiatan ini selalu digarap dengan melalui 4 tahapan, diantaranya adalah analisis pengguna, seleksi, pengadaan, serta penyiangan, dan pandangan seleksi yang dimiliki adalah liberal. Juga hal menarik yang penulis temukan di lapangan ialah pada fasad bangunan yang unik dan dirancang secara minimalis.
PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN UMUM DALAM MENARIK MINAT BACA ANAK DI ERA NEW NORMAL: PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN UMUM DALAM MENARIK MINAT BACA ANAK DI ERA NEW NORMAL Perdana, Fitri; Sinaga, Dian
KABUYUTAN Vol 1 No 3 (2022): Kabuyutan, November 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v1i3.85

Abstract

Perpustakaan harus cepat beradaptasi sesuai kondisi yang terjadi dengan mengubah perpustakaan berbentuk fisik menjadi digital (non-fisik) agar dapat dengan mudah diakses masyarakat dimanapun dan kapanpun. Selain itu, adanya pandemi ini juga berdampak kepada dipertegas dan diberlakukannya protokol kesehatan di perpustakaan yang menuntut masyarakat maupun berbagai pihak lainnya untuk melakukan penataan fasilitas sarana dan prasarana, serta berbagai fasilitas lainnya dalam rangka beradaptasi di era new normal. Adapun salah satu penataan yang hendaknya dilakukan di era new normal ini ialah yang berkaitan dengan pengembangan koleksi perpustakaan khususnya di perpustakaan umum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kegiatan pengembangan kolesi perpustakaan umum dalam menarik minat baca anak di era new normal. Metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah metode kajian kepustakaan (literature review) melalui pencarian dari beragam sumber tertulis, seperti jurnal, artikel, majalah, arsip, buku, serta dokumen-dokumen lainnya yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang dikaji. Metode literature review digunakan penulis dikarenakan penulis ingin melakukan analisis mengenai kegiatan pengembangan koleksi di perpustakaan berdasakan bebagai kajian literatur yang sudah diperoleh. Terjadinya era new normal yang disertai dengan penerapan protokol kesehatan akibat dampak adanya pandemi tentunya telah mengubah seluruh tatanan dan kegiatan hidup masyarakat di hampir seluruh penjuru dunia, termasuk dalam bidang perpustakaan. Aktivitas pengembangan koleksi yang selama ini terlaksana pun harus turut beradaptasi terhadap era kenormalan baru ini. Jenis koleksi yang tersedia turut berubah bentuk menjadi digital disertai dengan pelayanan yang dilakukan secara online menggunakan berbagai aplikasi dan sosial media yang telah disiapkan. Koleksi mengenai kesehatan, pola hidup sehat dan bersih, serta protokol kesehatan juga hendaknya memenuhi jajaran katalog dan rak koleksi yang ada di perpustakaan. Aktivitas berikut sangat penting untuk dilakukan dalam rangka membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam melaksanakan penerapan protokol kesehatan dan beradaptasi dengan era new normal mengingat upaya tersebut tidak akan efektif jika tidak disetai dengan pengetahuan tentang bahaya virus Covid-19.
AKTIVITAS PENGORGANISASIAN DI MUSEUM POS INDONESIA: AKTIVITAS PENGORGANISASIAN DI MUSEUM POS INDONESIA Sinaga, Dian; Perdana, Fitri
KABUYUTAN Vol 1 No 3 (2022): Kabuyutan, November 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v1i3.86

Abstract

Museum Pos Indonesia adalah sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan informasi yang memuat koleksi-koleksi yang berkaitan dengan pos. Keberadaan museum akan dapat memiliki arti jika diukur dari sejauh mana keberadaannya diterima dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, museum perlu mengoptimalkan peran dan fungsi museum agar dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perlu diterapkannya sebuah manajemen pada lembaga museum tersebut khususnya dalam aspek pengorganisasian atau pengaturan. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sistem pengorganisasian sebagai salah satu aspek dalam manajemen pada Museum Pos Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan cara melakukan observasi, wawancara, serta studi pustaka. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu Museum Pos Indonesia membagi aspek pengorganisasian manajemennya menjadi empat antara lain; pengaturan karyawan, pengaturan penyajian susunan koleksi, pengaturan pengembangan koleksi, dan pengaturan kunjungan. Dengan dilaksanakannya manajemen pengorganisasian di museum, maka lembaga tersebut akan dapat mengoptimalkan peran serta fungsinya agar bermanfaat bagi masyarakat.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN UMUM DI ERA KENORMALAN BARU: STRATEGI PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN UMUM DI ERA KENORMALAN BARU Sinaga, Dian; Perdana, Fitri
KABUYUTAN Vol 2 No 2 (2023): Kabuyutan, Juli 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v2i2.159

Abstract

Perpustakaan sebagai lembaga penyedia dan pengelola sumber informasi dan ilmu pengetahuan profesional secara cuma-cuma terdiri dari beberapa jenis, yang salah satunya yaitu jenis perpustakaan umum daerah. Pasal 1 ayat (6) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan mendefinisikan perpustakaan umum sebagai “Perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi”. Penelitian ini secara khusus membahas tentang strategi yang perlu dibentuk oleh perpustakaan umum daerah dalam mengembangkan koleksinya sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali minat kunjungan masyarakat dalam memasuki era new normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang paling tepat untuk diterapkan perpustakaan dalam mengembangkan koleksinya bagi pemustaka dengan menyesuaikan situasi era new normal. Hasilnya Strategi tersebut dapat secara fleksibel disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar masing-masing perpustakaan, asalkan tetap berpegang pada prinsip yaitu berorientasi pada pengguna.
MANAJEMEN PERENCANAAN DI GALERI RUMAH SENI ROPIH BRAGA BANDUNG: MANAJEMEN PERENCANAAN DI GALERI RUMAH SENI ROPIH BRAGA BANDUNG Perdana, Fitri; Sinaga, Dian
KABUYUTAN Vol 2 No 2 (2023): Kabuyutan, Juli 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v2i2.162

Abstract

Galeri atau galeri seni adalah sebuah ruangan atau gedung atau bangunan yang digunakan untuk tempat menampilkan atau menjual karya-karya seni. Sedangkan Cambridge Dictionary mendefinisikan galeri seni sebagai “a building where works of art can be seen by the public” (sebuah gedung atau bangunan di mana karya-karya seni dipajang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pengelolaan khususnya pada aspek perencanaan yang dilakukan oleh Galeri Rumah Seni Ropih. Lembaga galeri seni ini terletak di Braga, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dilakukan dengan salah satu staf sekaligus generasi penerus pemilik (cucu) Galeri Rumah Seni Ropih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan Rumah Seni Ropih cukup efektif, sehingga membantu kelancaran dan keberhasilan pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Di mana dalam perencanaan ini terdapat beberapa unsur, yaitu sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, adanya proses dan hasil yang ingin dicapai dalam waktu tertentu.