Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : HENGKARA MAJAYA

Analisis Tingginya Kandungan Minyak Hasil Proses Oily Water Separator di Kapal KM. Dophin Nusantara 2 Rukmini; Agus Adib Prabowo; Muhammad Yusuf; Sufriyadi; Supardi Temmu
Hengkara Majaya Vol. 4 No. 2 (2023): September
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v4i2.70

Abstract

The Oily Water Separator is an auxiliary equipment on a ship capable of separating oil from oily air discharge until the separation reaches less than 15 ppm through filtration and density difference. On board the vessel KM. DOLPHIN NUSANTARA 2 owned by PT. PELAYARAN BERJAYA NUSANTARA, the writer conducted research on the OWS from TAIKO KIKAI type USC-03, which is a machine used to filter bilge water before discharging it into the sea. There was an issue where the oil content produced by the OWS exceeded the limit set by MARPOL, which is 15 ppm, triggering an alarm indicating excessively high oil content. The writer conducted a 9-month and 3-day-long research, starting from November 15, 2020, until August 18, 2021. The data obtained was directly from the research object, the Oily Water Separator, and involved direct maintenance conducted with the engineer overseeing and guiding when trainees were directly involved in the maintenance or repair work. Additionally, documentation related to the thesis title was included. The results obtained from this research indicated that the increase in oil content in the Oily Water Separator's output was due to the dirtiness of the filters within the system and a lack of understanding regarding the operation of these filters, thus resulting in the elevated oil content. ABSTRAK Oily Water Separator adalah peralatan pendukung kapal yang dapat memisahkan minyak dari buangan udara yang mengandung minyak sampai hasil pemisahannya kurang dari 15 ppm selama proses filtrasi dan perbedaan berat jenis. Penulis melakukan penelitian di kapal KM. DOLPHIN NUSANTARA 2 yang dimiliki oleh PT. PELAYARAN BERJAYA NUSANTARA yang menggunakan mesin bantu OWS TAIKO KIKAI type USC-03 untuk menyaring air got sebelum dibuang ke laut mengalami masalah. Kandungan minyak dalam mesin bantu OWS melebihi batas MARPOL sebesar 15 ppm yang menyebabkan alarm menyala yang menunjukkan bahwa kandungan minyak melebihi batas. Penelitian ini dilakukan selama sembilan bulan tiga hari, atau dari tanggal 15 November 2020 hingga 18 Agustus 2021. Data yang dikumpulkan berasal dari penelitian langsung pada Oily Water Separator dan perawatan langsung pada objek penelitian, dengan masinis membantu dan mengawasi saat taruna melakukan perbaikan atau perawatan langsung. Selain itu, ada file dokumentasi yang berkaitan dengan judul penelitian. Studi ini menemukan bahwa kotornya saringan saluran dan ketidaktahuan tentang cara mengoperasikannya menyebabkan kandungan minyak meningkat dalam proses pemisah air kotor.
Implementasi Garbage Management dalam Upaya Meminimalisir Pencemaran Laut di atas Kapal MV. Sinar Bintan Saputra, Pratama Dian; Sukur; Apriani, Dahlia Dewi; Supardi; Miran
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.97

Abstract

The life of marine flora and fauna is threatened with damage due to marine waste such as plastic waste, synthetic fishing nets, and plastic bags. The amount of garbage in the sea, one of which is caused by garbage thrown from the ship. This study aims to determine the existence of garbage management on board MV ships. Sinar Bintan.as well as the obstacles faced in the implementation of garbage management on board the MV. Sinar Bintan. The research method used is qualitative with descriptive properties. The use of data observation as supporting data in research and also interviews with resource persons related to the research. The result of this study is that when the author carried out the sail practice, some of the garbage management regulations were not implemented properly on the ship. Sinar Bintan and there are still crew members who do not understand what garbage management is, especially the lack of awareness among the crew about the importance of not throwing garbage into the sea. So that the Captain or officer who understands and is aware of the rules can give directions to all crew members on board the ship. ABSTRAK Kehidupan flora dan fauna laut ini terancam rusak akibat sampah di laut seperti sampah jenis plastik, jala ikan sintetik, dan kantong plastik. Banyaknya sampah di laut, salah satunya diakibatkan oleh sampah yang dibuang dari atas kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya garbage management di atas kapal MV. Sinar Bintan. Serta kendala yang dihadapi dalam implementasi garbage management di atas kapal MV. Sinar Bintan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan sifat deskriptif. Penggunaan observasi data sebagai data pendukung dalam penelitian dan juga wawancara dengan narasumber yang bersangkutan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah Pada saat penulis melaksanakan praktek layar, sebagian peraturan garbage management tidak terlaksana dengan baik di kapal MV. Sinar Bintan dan masih terdapat awak kapal yang kurang memahami apa itu garbage management terlebih lagi kurangnya kesadaran pada awak kapal tentang pentingnya tidak membuang sampah ke laut. Sehingga Nahkoda atau perwira yang paham dan sadar terhadap aturan tersebut dapat memberikan pengarahan kepada seluruh awak kapal yang ada di atas kapal.