Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SIMULASI ANTRIAN KENDARAAN PADA U-TURN DAN DAMPAK TERHADAP KINERJA JALAN PERKOTAAN Hadid, Muhammad; Widyastuti, hera; Herijanto, Wahju
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 2 No 1 (2015): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The queue that occurs at U-turn is affecting its performance decreases of urban road performance. The maximum length of queue on Dr.Ir.H.Soekarno Street, Surabaya which is 102 meters decreases its performance. The Simulation is based on Poisson distribution using the arrival rate (λ). The time that used to turn is using formulation of cumulative frequency distribution of the time to turn. The result of the simulation was corrected by correction factor that add it to the turn time. The result of the simulation is length of the queue that is used on the analysis of road performance. The result of analysis is the maximum length of queue is 102 meter with the correction factor is 0.9 second. The capacity of weaving C is decreases from 3960 pcu/h to 3858 pcu/h and the decrease of V/C ration from 0.77 to 0.79 is caused by the length of the queue. In order to reduce the effect of queue is by expand the road width from 8 meter to 11.5 meter. In this condition, the capacity could increase from 3496 pcu/h into 5113 pcu/h and V/C ratio from 0.88 into 0.60.
Kriteria Desain Dinding Penahan Pada Tanah Campuran Apriani, Dyah Wahyu; Hadid, Muhammad
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 24, No 2 (2019): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v24i2.1726

Abstract

Retaining wall is one of the reinforcing techniques used to control soil movement. Reinforcement with retaining walls is relatively expensive so an efficient design is needed. Unfortunately, the guidelines for planning a retaining wall are limited. Analysis of design criteria was carried out on silt clay soil taken in the area of the Karang Joang Kalimantan Institute of Technology (ITK) area based on the dimension guide given by Hardiyatmo (2010) and Nakazawa, et al (1980) for safe slope height based on the type of retaining wall. The minimum criteria for cantilever type retaining walls with a slope height of 2-3 meters is the width of the TOE (A) = B / 3 meters, the base width retaining wall (B) = minimum of 0.7 H meters, the width of the upper wall (C) = 0.2 meters and wall thickness (D) = H / 10-H / 12 meters, while for slopes with a height of 4- 5 meters the safe dimension range is TOE (A) width = A / 3, slope width (B) is designed to be a minimum of 0.9 H meters, width of the wall (C) = minimum 0.2 meters and wall thickness (D) = H / 10-H / 12 meters. Gravity retaining wall has design criteria for slopes as high as 2-3 meters of A = D / 2-D meters, B is taken to a minimum of 0.7 H meters, a minimum C value of 0.3 m and D of H / 8 - H / 6 meters for slopes with a height of 2-3 meters, meanwhile for slopes with a height of 4-5 meters, B to a minimum of 0.9 H meters, with a value of A = D / 2-D meters, the C value is designed to be a minimum of 0.3 meters and D = H / 8 - H / 6 meters.
SOSIALISASI KESELAMATAN BERLALU LINTAS UNTUK PENGENDARA PEMULA Yanti, Rossana Margaret Kadar; Saputra, Andika Ade Indra; Hadid, Muhammad; Apriani, Dyah Wahyu; Putri, Andina Prima; Sari, Oryza Lhara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v1i03.164

Abstract

Kota Balikpapan merupakan salah satu kota dengan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tinggi. Lakalantas di Kota ini didominasi kalangan usia produktif (Polresta Balikpapan, 2018). Pada Tahun 2017 tercatat jumlah lakalantas di salah satu jalan di Kota Balikpapan yaitu jalan Soekarno Hatta mencapai 47 kasus. Berdasarkan angka lakalantas yang terus meningkat, maka perlu dilakukan tindakan pencegahan. Banyaknya pelanggaran berlalulintas pada anak usia remaja dan usia produktif dikarenakan pada usia tersebut rasa ingin tahu dan ingin mencoba sangat tinggi, sehingga banyak sekali pelanggaran lalu lintas ini dilanggar oleh remaja dan usia produktif. Beberapa pelanggaran ini terjadi akibat pendidikan mengenai disiplin berlalu lintas yang langka dikalangan anak-anak baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Dengan adanya kondisi ini, perlu dilakukan sosialisasi keselamatan pada pengendara pemula kepada siswa di SMK AIRLANGGA Balikpapan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar pengendara pemula memiliki kesadaran dan pengetahuan berkendara dengan baik, aman, serta akan selalu terdorong untuk tertib pada peraturan lalu lintas yang ada. Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan meliputi tahap persiapan berupa administrasi, alat dan bahan, serta materi; dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan sosialisasi; dan evaluasi. Proses berjalannya kegiatan ini cukup baik terbukti dengan banyaknya jumlah peserta yang hadir dan keaktifan peserta pada saat pelaksanaan sosialisasi.
Analisis Optimalisasi Kinerja Simpang Bersinyal Menggunakan Pendekatan Mikroskopik pada Simpang Balikpapan Baru Wibisono, Priyo; Hadid, Muhammad; Hutapea, Rachel Edellinna Uli
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 13, No 1 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v13i1.2346

Abstract

Simpang Balikpapan Baru merupakan simpang yang memiliki empat lengan dan dilengkapi dengan sinyal (APILL) pada empat titik di masing-masing lengan. Simpang Balikpapan Baru terletak di persilangan antara Jl. MT Haryono, Jl. Tjutjup Suparna dan Jl. Ruhui Rahayu; dan merupakan kawasan komersial dengan aktivitas kendaraan yang tinggi sehingga sering mengakibatkan kemacetan serta antrian panjang. Kemacetan merupakan suatu kondisi tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Berdasarkan hasil observasi, panjang antrian pada lengan Utara (MT Haryono) dapat mencapai 380 m, Timur (Ruhui Rahayu) mencapai 60,25 m, Selatan (MT Haryono) mencapai 103 m dan Barat (Tjutjup Suparna) mencapai 116 m. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui tingkat pelayanan (LoS) simpang pada keadaan eksisting dan menentukan alternatif paling efektif untuk mengurangi kemacetan selama lima tahun ke depan. Metode yang akan digunakan adalah pendekatan mikroskopik, yaitu pendekatan dengan simulasi individual pada tiap kesatuan unit kendaraan. Pada penelitian ini digunakan alternatif berupa pengaturan waktu siklus, perubahan geometrik jalan, perencanaan flyover, kombinasi antara pengaturan waktu siklus dan perubahan geometrik jalan, serta kombinasi antara pengaturan waktu siklus dan perencanaan flyover. Untuk kondisi eksisting didapatkan tundaan simpang sebesar 75,26 detik yang tergolong ke dalam tingkat pelayanan (LoS) F (sangat buruk). Sedangkan pada proyeksi lima tahun ke depan didapatkan alternatif paling optimum berupa kombinasi antara pengaturan waktu siklus dan perencanaan flyover. Penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2025 dengan menerapkan alternatif perencanaan flyover, turun sebesar 18%, dari angka 77,16 detik menjadi 63,40 detik.
Analisis Kinerja Ruas Jalan di Jalan Marsma R. Iswahyudi, Kelurahan Sepinggan dan Alternatifnya dengan Pendekatan Mikroskopis Wibisono, Priyo; Alviazizah, Felly; Hadid, Muhammad
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 13, No 2 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v13i2.2344

Abstract

Kemacetan di Jalan Marsma R. Iswahyudi, Kota Balikpapan terjadi akibat hambatan samping yaitu kendaraan berhenti, parkir on-street, dan perdagangan di pinggir jalan, sehingga mengakibatkan kecepatan perjalanan menjadi turun dari ketetapan pada arteri primer yakni 60 km/jam. Evaluasi jalan perlu dilakukan guna mengetahui situasi lalu lintas eksisting dan kinerjanya, kemudian menetapkan alternatif optimum untuk menangani masalah kemacetan. Survei utama yaitu mencari volume, kecepatan, dan frekuensi hambatan samping pukul 06.30-09.30, 11.00-14.00, 16.00-19.00, dan 19.00-22.00 di hari Senin, Selasa, Sabtu, dan Minggu. Lalu lintas dimodelkan secara mikroskopis dengan PTV Vissim dan digambarkan dalam tingkat pelayanan jalan PM Nomor 96 Tahun 2015. Hasil data menunjukkan volume puncak hari Senin pagi yaitu 6455 kend/jam, Selasa pagi 5906 kend/jam, Sabtu sore 4315 kend/jam, dan Minggu sore 3902 kend/jam. Hambatan samping di keempat hari berada di kelas sangat tinggi. Permodelan yang telah divalidasi uji GEH menyatakan kecepatan eksisting arah ke bandara 31,55 km/jam dan arah ke Batakan 30,17 km/jam dan kategori tingkat pelayanan jalan E. Panjang antrian yaitu arah bandara 2,49 meter dan arah ke Batakan 7,11 meter. Analisis alternatif optimum untuk meningkatkan kinerja lalu lintas adalah pembatasan akses u-turn untuk roda dua (MC) pada hari Sabtu dengan kenaikan kecepatan 0,19% dan penurunan antrian 9,43%.
SOSIALISASI KESELAMATAN BERLALU LINTAS UNTUK PENGENDARA PEMULA Yanti, Rossana Margaret Kadar; Saputra, Andika Ade Indra; Hadid, Muhammad; Apriani, Dyah Wahyu; Putri, Andina Prima; Sari, Oryza Lhara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v1i03.164

Abstract

Kota Balikpapan merupakan salah satu kota dengan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tinggi. Lakalantas di Kota ini didominasi kalangan usia produktif (Polresta Balikpapan, 2018). Pada Tahun 2017 tercatat jumlah lakalantas di salah satu jalan di Kota Balikpapan yaitu jalan Soekarno Hatta mencapai 47 kasus. Berdasarkan angka lakalantas yang terus meningkat, maka perlu dilakukan tindakan pencegahan. Banyaknya pelanggaran berlalulintas pada anak usia remaja dan usia produktif dikarenakan pada usia tersebut rasa ingin tahu dan ingin mencoba sangat tinggi, sehingga banyak sekali pelanggaran lalu lintas ini dilanggar oleh remaja dan usia produktif. Beberapa pelanggaran ini terjadi akibat pendidikan mengenai disiplin berlalu lintas yang langka dikalangan anak-anak baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Dengan adanya kondisi ini, perlu dilakukan sosialisasi keselamatan pada pengendara pemula kepada siswa di SMK AIRLANGGA Balikpapan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar pengendara pemula memiliki kesadaran dan pengetahuan berkendara dengan baik, aman, serta akan selalu terdorong untuk tertib pada peraturan lalu lintas yang ada. Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan meliputi tahap persiapan berupa administrasi, alat dan bahan, serta materi; dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan sosialisasi; dan evaluasi. Proses berjalannya kegiatan ini cukup baik terbukti dengan banyaknya jumlah peserta yang hadir dan keaktifan peserta pada saat pelaksanaan sosialisasi.
PENILAIAN KONDISI PERKERASAN JALAN DENGAN METODE PCI PADA RUAS JALAN SOEKARNO HATTA KM 0 – KM 15 KOTA BALIKPAPAN Wibisono, Priyo; Hadid, Muhammad; Manihuruk, Hendrik Vicarlo Saragih; Widyantoro, Bimo Aji
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36789

Abstract

The city of Balikpapan plays a strategic role in the economic and infrastructure development of East Kalimantan. Roads, as a means of transportation, play an important role in supporting the mobility and economic activities of the community. One of the thoroughfares that has been particularly hard-hit is Jalan Soekarno Hatta, which also has a high accident rate. This condition precipitates a precipitous decline in vehicle performance and disrupts connectivity to the development of the National Capital (IKN). The present study undertakes an analysis of the pavement condition and provides recommendations for repairs on the Soekarno Hatta Road section from Kilometer 0 to Kilometer 15. The condition analysis was conducted using the Pavement Condition Index (PCI) method, while the repair recommendations were based on the Bina Marga method. The analysis yielded an average PCI value of 76.7 and 76.6, respectively, which is categorized as satisfactory. In light of the findings, the following improvement recommendations are proposed: paving (P2), crack sealing and filling (P3, P4), pothole patching (P5), leveling (P6), joint filling and repair (K1, K3), PCC pavement overlay, replace patch, regrade and fill shoulder, and full-depth patching. Abstrak Kota Balikpapan memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi dan infrastruktur Kalimantan Timur, khususnya sebagai simpul distribusi dan mobilitas regional. Jalan sebagai prasarana transportasi berperan penting dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan pergerakan logistik. Salah satu ruas yang mengalami kerusakan signifikan adalah Jalan Soekarno Hatta, yang merupakan koridor utama dengan volume lalu lintas tinggi dan tercatat memiliki tingkat kecelakaan yang cukup tinggi. Kondisi ini menurunkan kenyamanan dan keselamatan berkendara, mempercepat penurunan kinerja kendaraan, serta mengganggu konektivitas Balikpapan sebagai jalur strategis menuju pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Penelitian ini menganalisis kondisi perkerasan dan memberikan rekomendasi perbaikan pada ruas Jalan Soekarno Hatta KM 0–KM 15. Analisis kondisi dilakukan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), sedangkan rekomendasi perbaikan menggunakan metode Bina Marga. Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata PCI sebesar 76,7 dan 76,6 dengan kategori satisfactory. Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi perbaikan meliputi pengaspalan (P2), penutupan dan pengisian retak (P3, P4), penambalan lubang (P5), perataan (P6), pengisian dan perbaikan celah (K1, K3), PCC pavement overlay, replace patch, regrade and fill shoulder, serta full-depth patching.