Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Substantive Rights of Heirs and Administrative Barriers in Indonesian Banking Practices La Ode, Muhamad Taufik; Abdullah, Ali
Journal of Legal Contemplation Vol. 1 No. 3 (2025): Journal of Legal Contemplation
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jlc.v1i3.11

Abstract

This article explores the normative-institutional discrepancy between the declarative nature of Article 833 of the Indonesian Civil Code and the administrative practices of financial institutions in the execution of inheritance rights within Indonesia’s national legal system. Legally, heirs acquire their rights automatically upon the decedent’s death, without requiring court confirmation or formal recognition. In practice, however, banks often impose excessive procedural requirements, such as requesting additional documents or withholding funds without a clear legal basis. This study adopts a normative legal method, analyzing statutory provisions, doctrinal interpretations, and illustrative case studies. The findings highlight the urgent need for regulatory harmonization between inheritance law and financial administrative procedures in Indonesia. The article also emphasizes the strategic role of notaries as legal intermediaries who ensure the enforceability of inheritance rights through authentic documentation. It concludes that heirs’ legal protection must be strengthened by upholding the principles of legality and substantive justice within the financial sector.
Membangun Kesadaran Hukum Pedagang Terhadap Peredaran Uang Palsu di Pasar Tradisional Gamalama Kota Ternate Anshar; La Ode, Muhamad Taufik; Adhyaksa, Andika; Mufti, Ahmad
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i3.15

Abstract

Peredaran uang palsu merupakan permasalahan hukum dan sosial yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di pasar tradisional yang masih mengandalkan transaksi tunai. Minimnya pemahaman hukum para pedagang terhadap ciri-ciri uang asli dan konsekuensi hukum dari peredaran uang palsu menjadi faktor utama yang memperbesar potensi kerugian ekonomi dan ketidaktertiban transaksi di lingkungan pasar tradisional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran hukum pedagang di Pasar Tradisional Gamalama, Kota Ternate, agar mampu mengenali, mencegah, dan menindaklanjuti peredaran uang palsu secara tepat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan hukum langsung dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode dialogis dan simulasi deteksi uang asli secara sederhana dengan mendatangi satu demi satu dari 10 (sepuluh) sampel pedagang yang dilaksanakan pada Minggu, 28 September 2025. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap aspek hukum dan teknis identifikasi uang palsu yang secara fisik berbeda dengan uang asli. Para pedagang juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih waspada dan akan bersikap proaktif bilamana menemukan peredaran uang palsu. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran hukum di kalangan pedagang pasar tradisional serta mendukung upaya pencegahan tindak pidana peredaran uang palsu. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini penting sebagai model pemberdayaan hukum berbasis komunitas di lingkungan pedagang pasar tradisional.
Legitimacy of Delegating Authority to Third Parties in Procurement Contracts via Private Power of Attorney Muhammad Asyikin; La Ode, Muhamad Taufik
Jurist-Diction Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, Januari 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jd.v9i1.76990

Abstract

Legal certainty in government procurement contracts is essential to ensuring accountability in state budget use. This study examines a case involving issuance of an informal power of attorney by a service provider’s director to a third party not named in the main contract for a clean water infrastructure project in West Halmahera Regency. The research assesses the legal validity of such delegation and its implications for contractual relationships. Using a normative legal approach, the study applies qualitative analysis of statutory provisions, contract doctrines, and a case study. Findings indicate that a power of attorney granted to a third party without explicit reference in the principal contract lacks binding legal effect and does not establish a direct legal relationship with the government. Such practices risk state losses due to implementation beyond the agreed legal framework. The study recommends reinforcing technical regulations and legal oversight to prevent abuse and uphold legal certainty.