Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Gerakan Sekolah Sehat dalam Meningkatkan Dimensi Profil Lulusan di SMP Negeri 8 Pangkalpinang Yunike Andina; Soleha; Indah Kusuma Dewi
Didaktika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : Didaktika : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Sekolah Sehat dan dimensi profil lulusan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sebagai salah satu sekolah binaan Gerakan Sekolah Sehat, SMP Negeri 8 Pangkalpinang memiliki potensi besar dalam mengintegrasikan nilai kesehatan dengan dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME untuk mewujudkan lulusan yang sehat jasmani, rohani, dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Gerakan Sekolah Sehat di SMP Negeri 8 Pangkalpinang, menganalisis implementasi dan implikasi Gerakan Sekolah Sehat dalam meningkatkan dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME di SMP Negeri 8 Pangkalpinang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, tim pelaksana Gerakan Sekolah Sehat, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Sekolah Sehat di SMP Negeri 8 Pangkalpinang berjalan secara terstruktur melalui kegiatan rutin seperti makan sehat, tadarus bersama, olahraga rutin, gotong royong, serta kerja sama dengan pihak eksternal.  Implementasi Gerakan Sekolah Sehat dalam meningkatkan dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME mencakup empat aspek utama, yaitu sehat bergizi, sehat fisik, sehat jiwa, dan sehat lingkungan  yang diwujudkan dalam berbagai program dan kegiatan. Gerakan Sekolah Sehat berimplikasi positif dalam meningkatkan dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME  sebagai salah satu instrumen mewujudkan dimensi profil lulusan  sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Literature Study: Analysis of Stunting Control Program Planning in Rural Areas Dewi Agustina; Aura Dwi Rahman; Hasnah Aullia; Soleha; Nadya Elya Syahraini Br Saragih; Ami Manda Atika Putri; Indrila Sembiring; Citra Aulia Pratiwi; Chindy Aulia; Cindy Aulia Pratiwi; Layla Maznun Br Ginting; Zaskia Nabilla; Elma Riska; Mutya Purnama Ramadhani; Nadia Savira; Adinda Mulpira Br Tanjung
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10847

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that is still a major challenge in Indonesia, especially in rural areas. This condition is caused by various factors such as long-term malnutrition, recurrent infections, poor sanitation, and low levels of education and family economic conditions. This study aims to analyze the planning of stunting control programs in rural areas based on literature studies from various national and international articles in the last five years. The method used is a literature study with data collection through searching scientific journals, research reports, and publications of global health organizations. Data analysis was carried out descriptively by reviewing and synthesizing various findings of previous research. The results of the study show that the main factors of stunting include maternal and child nutrition, environmental sanitation, and parenting. Specific and sensitive nutritional interventions have been proven to be effective in reducing the prevalence of stunting when carried out in an integrated manner. However, the implementation of the program still faces obstacles such as limited resources, weak cross-sector coordination, and gaps in access to health services in rural areas. In conclusion, planning an integrated, community-based, and focused stunting control program that focuses on the First 1000 Days of Life (HPK) is very important to reduce stunting rates in a sustainable manner.
Optimalisasi Perangkat Instruksional Berbasis Digital dalam Pembelajaran PAI guna Mengakselerasi Kecakapan Literasi Keagamaan Peserta Didik SMA Saputra, Adi; Aryati, Aziza; Rahayu, Mutiara; Soleha; Sartika, Dewi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.3135

Abstract

Eskalasi teknologi digital telah mentransformasi paradigma pedagogis secara fundamental, termasuk pada ranah Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk membedah secara mendalam optimalisasi instrumen digital dalam pembelajaran PAI serta implikasinya terhadap akselerasi literasi keagamaan siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Melalui desain riset deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi interaksi edukatif antara pendidik PAI dan peserta didik kelas XI. Data dihimpun secara komprehensif melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi sumber serta metode analisis isi.mHasil temuan menunjukkan bahwa integrasi media digital seperti video interaktif, modul e-learning, dan platform evaluasi berbasis gamification terbukti efektif meningkatkan keterlibatan (engagement) serta kedalaman pemahaman siswa pada dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Lebih jauh, penggunaan perangkat digital ini menstimulasi kemandirian siswa dalam penelusuran informasi keagamaan (eksplorasi mandiri) dan mengasah ketajaman berpikir kritis mereka. Meskipun terdapat hambatan teknis berupa keterbatasan infrastruktur perangkat dan konektivitas, hal tersebut dapat dimitigasi melalui adopsi strategi pembelajaran hibrida (hybrid learning) serta penguatan peran guru sebagai fasilitator digital. Penelitian ini memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan model pembelajaran PAI yang adaptif dan inovatif dalam merespons tuntutan literasi keagamaan di era kontemporer.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik, Profesional, dan Sosial Guru terhadap Kualitas Pembelajaran Soleha; Rahmat Rizki Atqiya; Muhammad Nurul Hikam Annafis; Munawir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45209

Abstract

Abstract: This study aims to describe teacher professionalism based on pedagogical, professional, and social competencies and their contribution to improving learning quality. The research employs a qualitative approach using a systematic literature review method. Data were collected from relevant books, scientific journals, and academic documents, then analyzed through descriptive techniques, including data reduction, comparison, and interpretation. The findings indicate that pedagogical competence plays a dominant role in determining the effectiveness of learning. Teachers with strong pedagogical skills are able to design interactive learning, apply varied teaching methods, and create conducive classroom environments that enhance student engagement and learning motivation. However, weaknesses were identified in formative assessment practices, which indicate an incomplete learning evaluation cycle. In terms of professional competence, teachers generally demonstrate adequate mastery of subject matter. Nevertheless, difficulties remain in contextualizing learning materials to real-life situations, which limits the meaningfulness of instruction. Meanwhile, social competence contributes significantly to creating positive learning environments through effective communication, empathy, and collaboration. However, interaction with parents and collaboration among teachers are still not fully optimized. Overall, the study highlights that teacher competence is a multidimensional construct in which pedagogical competence serves as the core driving factor, while professional and social competencies function as supporting elements. The imbalance among these competencies suggests a gap between theoretical expectations and classroom practice. Therefore, integrated professional development and continuous training are essential to enhance teacher competence and improve overall educational quality.