Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

BUSINESS CANVAS MODEL BAGI UMKM MOMOSUM DALAM PENGEMBANGAN BISNIS Adinda Aulia; Adiska Shabrina; Aulia Nurulita; Maya Malinda
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis (SENATIB) 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.862 KB)

Abstract

Negara Indonesia memiliki jumlah penduduksebanyak 278.752.361 jiwa dan kaya akan sumber daya alamserta budaya. Dengan memiliki jumlah penduduk dan.Keanekaragaman tersebut, daya beli di Indonesia terusmeningkat, khususnya di bidang kuliner. Kota Bandungtermasuk kota yang memiliki keanekaragaman dalam bidangkuliner. Salah satu makanan yang menjadi trend di KotaBandung adalah dimsum. Untuk mempertahankan danmenciptakan kembali trend pada dimsum ini dibutuhkanpengembangan bisnis agar lebih fokus dan menjawabpermasalahan yang ada pada konsumen. Business ModelCanvas (BMC) merupakan salah satu metode yang tepat untukmengembangkan model bisnis. Menciptakan rasa baru dan lebihmemanjakan lidah masyarakat di Indonesia. Dalammengembangkan inovasi ini, penulis memilih satu dari sekianbanyak penjual dimsum yaitu MOMOSUM untuk dapatdikembangkan dan menjadi dimsum terbaik di Indonesia melaluiBusiness Model Canvas (BMC).
PENDEKATAN SISTEM DALAM PENERAPAN PERANCANGAN KEMASAN PRODUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH PNJ, Zulkarnain; Adinda Aulia; Novi Purnama Sari; Prastiwinarti, Wiwi; Imam, Saeful; Ningtyas, Rina; Silvia, Deli
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v9i2.22585

Abstract

Kendala pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berada di Desa Rawa Panjang Bojong Gede Bogor adalah minimnya pengetahuan dan kemampuan UMKM untuk membuat kemasan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen khususnya dalam menarik minat beli konsumen di pasar online. Pelaksanaan kegiatan berupa workshop, coaching, dan pelatihan. Workshop mengulas tips dan trik pengembangan kemasan produk UMKM berdaya saing. Sementara coaching mengenai pengembangan kemasan produk UMKM, dan terakhir pelatihan mengenai pembuatan mock up dan serah terima kemasan UMKM kepada mitra. Hasil penerapan perancangan kemasan yang diperoleh berupa harga yang stabil, kontinuitas produksi, margin keuntungan, identitas produk.  
EFEKTIVITAS UNHCR DALAM MENANGANI KRISIS PENGUNGSI DI JERMAN PADA 2015 - 2016 Adinda Aulia; Tyas Wulandari; Abidah Rolian; Vannesa Meta; Fatimah Nur; Victoria Laira
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i8.9808

Abstract

A B S T R A K Krisis pengungsi di Eropa pada tahun 2015–2016 ditandai dengan lonjakan permohonan suaka sebesar 44%, dari 662.165 jiwa pada awal 2015 menjadi 1.014.375 jiwa pada akhir 2016 (Eurostat, 2017). Sebagian besar pengungsi berasal dari negara-negara yang dilanda perang seperti Suriah, Afghanistan, dan Irak. Peningkatan ini memicu respons beragam dari negara-negara anggota Uni Eropa, di mana sebagian besar memilih menutup perbatasan mereka terhadap pengungsi. Namun, Jerman menjadi pengecualian dengan menerima jumlah pengungsi terbesar di Eropa. Besarnya gelombang pengungsi yang masuk membuat pemerintah Jerman membutuhkan dukungan dari UNHCR, organisasi internasional yang berperan dalam perlindungan pengungsi. UNHCR bekerja dengan mengawasi kepatuhan negara terhadap standar internasional perlindungan pengungsi meskipun tanpa kewenangan memaksa, serta melalui pendekatan operasional di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis efektivitas rezim UNHCR dalam menangani pengungsi di Jerman. Temuan menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan signifikan, kolaborasi antara UNHCR dan pemerintah Jerman memainkan peran penting dalam menangani krisis pengungsi. Penelitian ini juga menyoroti keterbatasan otoritas UNHCR dan pentingnya dukungan negara dalam implementasi kebijakan perlindungan pengungsi yang efektif. Hasil ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang efektivitas rezim internasional dalam konteks migrasi dan perlindungan pengungsi. A B S T R A C T The refugee crisis in Europe in 2015–2016 was marked by a 44% increase in asylum applications, from 662,165 in early 2015 to 1,014,375 by the end of 2016 (Eurostat, 2017). The majority of refugees came from war-torn countries such as Syria, Afghanistan, and Iraq. This surge triggered a variety of responses from European Union member states, with most opting to close their borders to refugees. However, Germany was an exception, accepting the largest number of refugees in Europe. The scale of the influx required the German government to seek support from UNHCR, the international organization responsible for refugee protection. UNHCR worked by overseeing states' compliance with international protection standards, despite lacking enforcement power, and through operational field approaches. This study uses a qualitative method to analyze the effectiveness of the UNHCR regime in addressing refugees in Germany. The findings indicate that, despite significant challenges, the collaboration between UNHCR and the German government played a crucial role in managing the refugee crisis. The study also highlights the limitations of UNHCR's authority and the importance of state support in implementing effective refugee protection policies. These results contribute to the understanding of the effectiveness of international regimes in the context of migration and refugee protection.
Peningkatan Literasi Membaca pada Siswa Sekolah Dasar melalui Program Rumah Cerdas Calistung dalam Program KKN Desa Buniwangi: Pengabdian Linda Hindriana; Rayhan Fadhlan Andani; Adinda Aulia; Dede Siti Nurjanah; Ilmi Siti Najmah Alfaujiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3145

Abstract

The Smart CALISTUNG House program, initiated during the Kuliah Kerja Nyata (KKN) in Buniwangi Village, was established to address the low reading literacy skills among elementary school students. This qualitative research, employing a case study approach, aims to describe the program's implementation and analyze its impact on enhancing students' reading literacy. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with program facilitators, teachers, parents, and students, and document analysis. The findings indicate that the learning activities at the Smart CALISTUNG House, which applied enjoyable and personalized methods, successfully: (1) Increased students' interest in reading and learning motivation; (2) Strengthened letter and syllable recognition, as well as reading fluency; (3) Built children's self-confidence. The main supporting factors were the comfortable, non-formal learning atmosphere, the tutors' patient approach, and strong community support. It is concluded that this program is an effective and contextual model for improving basic literacy skills. It also serves as a potent community empowerment vehicle for supporting children's education at the village level.
Implementasi Medical Check- Up (MCU) Untuk Lansia Pada Program Kkn Bhanu Braja Di Desa Mekarsari Adinda Aulia; Sherliane Vanesa; Pasha Shabrina; Al Fadhli; Rizky Ramadhan Tri Oktarian
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 6 (2025): November
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i6.6864

Abstract

The Community Service Program (KKN) serves as a platform for students to apply academic knowledge in improving community welfare and public health. One of the initiatives conducted by the Bhanu Braja KKN group in Mekarsari Village was a Medical Check-Up (MCU) program for the elderly to facilitate early detection of non-communicable diseases. This activity aimed to raise awareness among the elderly about the importance of regular health examinations and healthy lifestyles. The MCU was carried out for 40 elderly participants at Posyandu Merpati 4, including examinations of blood pressure, blood glucose, cholesterol, and uric acid levels. The results showed that most participants were within normal ranges, although several cases of hyperglycemia and hyperuricemia required further medical attention. The program effectively increased health awareness among the elderly and encouraged local health cadres to continue routine check-up activities. This initiative is expected to promote a culture of regular health monitoring and healthy living among rural communities.
Kepemimpinan Pendidikan Islam di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Sukabumi Adinda Aulia; Elsa Noviani; Siti Sayidah Mardiyah; Nur Aina Vauziah; Adi Rosadi
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 02 (2024): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leaders of Islamic education must be able to manage organizations well, show strong authority, understand team culture, and treat members well. They must also look at team performance, correct mistakes, encourage positive behavior, and appreciate the advice of others. Qualitative descriptive methods are used to observe and explain the situation of a group of people, subjects, conditions, systems of thought, or recent events, with the aim of presenting detailed descriptions and finding relationships between the phenomena studied. It covers aspects of Islamic education leadership, reflected in the superior school environment and deserves to be used as an example by other educational institutions.
SIGAP DBD DENGAN 3M PLUS SEBAGAI PENCEGAHAN DBD DI RW 015 PARAKANYASAG, INDIHIANG, KOTA TASIKMALAYA Adinda Aulia; Amanda Salmaa Zakiyyah; Chaerunisa Nur Fitrya; Adnan Habib; Muhammad Rusydi Murtadho; Muhamad Vadhiel Faiz Hawari; Andy Muharry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.656

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tingginya risiko penularan dipengaruhi rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan pengendalian perindukan nyamuk. Sehingga perlu ada upaya peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat untuk mengurangi risiko terkena DDB. Tujuan: Kegiatan “SIGAP DBD dengan 3M Plus” dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi warga, serta mendorong penerapan strategi pencegahan berbasis komunitas secara berkelanjutan. Metode: Kegiatan sosialisasi DBD dilaksanakan edukatif dan partisipatif di Perumahan Wijaya Regency, meliputi pre-test, penyuluhan, diskusi interaktif, post-test, dan aksi bersih untuk pengendalian sarang nyamuk. Hasil: Peserta berpartisipasi aktif dalam penyuluhan dan aksi bersih lingkungan, menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap pencegahan DBD. Kesimpulan: Pemberdayaan masyarakat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi pencegahan DBD.
Strategi Pengendalian Tata Ruang Menyeimbangkan Ekspansi Industri Terintegrasi dan Perlindungan Lahan Pertanian Sabang Maglyn Angel Stefanny; Cantika Reika Viana; Nurfadilla Risa Aulia; Adinda Aulia; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan industri terintegrasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, namun di sisi lain berpotensi menekan keberlanjutan lahan pertanian pangan. Kabupaten Subang sebagai salah satu lumbung pangan nasional menghadapi tantangan serius akibat meningkatnya alih fungsi lahan pertanian ke sektor industri, khususnya dalam pengembangan kawasan Rebana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab tingginya alih fungsi lahan meskipun telah terdapat regulasi perlindungan tata ruang, serta merumuskan strategi pengendalian ruang yang efektif dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Teori Keseimbangan Kepentingan dan Teori Pengendalian Hukum. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis kebijakan, dan kajian terhadap implementasi tata ruang di daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya alih fungsi lahan disebabkan oleh lemahnya penegakan hukum, inkonsistensi kebijakan, tekanan investasi, serta kurangnya insentif bagi perlindungan lahan pertanian. Strategi pengendalian tata ruang yang efektif meliputi penguatan regulasi berbasis zonasi yang tegas, peningkatan pengawasan dan penegakan hukum, pemberian insentif bagi petani, serta integrasi perencanaan lintas sektor. Selain itu, diperlukan harmonisasi kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan ketahanan pangan melalui pendekatan keseimbangan kepentingan. Dengan demikian, pengendalian tata ruang yang optimal tidak hanya bergantung pada regulasi formal, tetapi juga pada komitmen implementasi dan sinergi antar pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Identifikasi Risiko Keluhan Musculoskeletal Disorders Menggunakan Nordic Body Map pada Pekerja Jasa Percetakan di Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Nazmi, Tiara Nurul; Risma Puspita; Siti Markhamah; Nova Ayu Gumilang; Adinda Aulia
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i2.9633

Abstract

Occupational health evaluations in the informal printing service sector, which has high physical demands and static postures, are still minimally conducted. The research aims to determine the risk level of Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints among printing service workers in Tawang District, Tasikmalaya City. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample was 32 respondents from printing service workers. The sampling technique used accidental sampling. The research instrument used the Nordic Body Map (NBM) questionnaire to map the location and severity of muscle pain. The data were analyzed quantitatively based on NBM scoring. The results showed that the majority of respondents worked beyond normal time limits with an average of 12 hours per day. The risk level of musculoskeletal complaints was mostly low for 29 respondents (90.6%), and moderate for 3 respondents (9.4%). Although the current complaint level is classified as low, extreme working hours and static sitting postures create a latent injury threat. Ergonomic work positions and regular stretching are highly necessary to minimize the risk of long-term musculoskeletal injuries.