Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal INFOTEL

Pembangkit Sinyal Master Pada Sistem Navigasi LORAN-C menggunakan FPGA Budi Syihabuddin; Heroe Wijanto; Iswahyudi Hidayat
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.46

Abstract

Navigasi saat ini menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia, bahkan dapat digunakan sebagai sistem pertahanan dan ketahanan negara. Saat ini, sistem navigasi di Indonesia masih tergantung dengan sistem navigasi negara lain, khususnya yang berbasis satelit. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan sebuah sistem navigasi yang mandiri. LORAN-C adalah sistem navigasi terestrial yang menggunakan frekuensi ground wave dengan metode triangulasi, sehingga mempunyai radius cakupan yang luas. Pada penelitian ini dibuat subsistem pemancar sinyal master pada sistem navigasi LORAN-C dengan menggunakan FPGA. Penggunaan FPGA dimaksudkan untuk pembangkitan sinyal LORAN-C analog melalui sintesa digital (direct digital synthesis) pada tingkat baseband agar diperoleh format sinyal presisi tinggi. Dari hasil penelitian diperoleh sembilan pulsa master dengan spesifikasi sesuai dengan ketentuan sistem navigasi LORAN-C, lebar pulsa 300 µs, delay pulsa 700 µs serta amplitudo maksimum pada t = 60 – 65 µs.
Modifikasi Pembagi Daya Wilkinson Dual Band pada Frekuensi L-Band dan S-Band Fithqoti Afiroh Zuqri; Bambang Setia Nugroho; Budi Syihabuddin
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.55

Abstract

Pembagi daya Wilkinson merupakan pembagi daya yang menggunakan saluran dengan panjang ?/4 dan menyisipkan komponen isolasi antar kedua port keluaran. Dengan menggunakan panjang saluran ?/4, bandwidth yang dihasilkan relatif sempit karena berhubungan dengan panjang saluran yang tetap. Penelitian ini melakukan modifikasi dari penelitian sebelumnya yang dapat menghasilkan pembagi daya Wilkinson yang bersifat dual band menjadi wide band dengan area kerja dari rentang L-Band hingga S-Band. Dari simulasi didapatkan bandwidth dari nilai returnloss dibawah -10 dB sebesar 3.6355 GHz, dan nilai isolasi antara port 2 dan port 3, pada frekuensi 1,27 GHz dan 2,3 GHz, nilai isolasi parameter S23 dan S32 dengan komponen isolasi resistor 100 ohm bernilai -9,7521 dB dan -12,3626 dB
Perancangan Bandpass Filter Pita Sempit pada Frekuensi L-Band untuk Aplikasi Synthetic Aperture Radar (SAR) Budi Syihabuddin; Dwi Andi Nurmantris; Agus Dwi Prasetyo
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 2 (2017): May 2017
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v9i2.230

Abstract

Pada sistem Synthetic Aperture Radar (SAR), lebar pita menentukan resolusi yang diinginkan. Jika lebar pita sempit, maka resolusi yang didapatkan akan tinggi sehingga objek yang diamati akan lebih presisi. Untuk mendapatkan performa tersebut, dibutuhkan filter yang dapat menjaga lebar pita dari keluaran generator sinyal Chirp. Penelitian ini merancang filter dengan selektivitas tinggi pada frekuensi 1,27 GHz dengan lebar pita sebesar 10 MHz. Dengan karakteristik tersebut, perancangan filter dapat menggunakan resonator berbentuk kotak karena dapat menghasilkan lebar pita yang sempit. Dari hasil perancangan menggunakan duroid 5880 dengan permitivitas relative sebesar 2,2 didapatkan respon frekuensi pada 1,27 GHz dengan nilai S11 sebesar -36,25 dB dan nilai S21 sebesar -0,92 dB. Untuk lebar pita pada rentang frekuensi 1,265 - 1,275 GHz didapatkan nilai S11 dan S21 secara berurutan sebesar -14,37 dB dan -1,09 dB serta -14,43 dB dan -1,08 dB
Analisis Pengaturan Sistem Catu Daya Pada Satelit Nano Fasny F. A Rafsanzani; Budi Syihabuddin; Edwar Edwar; Heroe Wijanto
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 3 (2017): August 2017
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v9i3.261

Abstract

Keberhasilan suatu misi satelit nano sangat bergantung kepada keandalan Electrical Power System (EPS) untuk menjaga subsistem-subsistem pada satelit nano agar tetap berfungsi. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah pengendalian distribusi daya yang efektif. Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana cara pendistribusian daya listrik yang efektif dan sesuai dengan kondisi satelit nano ketika terkena sinar matahari atau ketika kondisi gelap pada saat mengorbit diluar angkasa. Untuk menjelaskan hal tersebut dilakukan simulasi dan analisis pada perancangan modul power management EPS yang terdiri dari rangkaian boost converter LT3757 dan battery charger IC LT3652. Hasil simulasi menunjukan bahwa pada saat kondisi terang sistem akan mencatu daya beban menggunakan daya masukan panel surya yang sebelumnya telah melewati komponen boost converter (12 Volt), sekaligus mengisi daya batere hingga terisi penuh (7,4 Volt). Tetapi pada saat kondisi gelap sistem akan mencatu beban dengan daya yang dihasilkan oleh batere (7,4 Volt).
Analisis Koeksistensi Jaringan LTE Non Lisensi dan Wi-Fi Pada Frekuensi 5GHz Arum Rachmapramita; Nachwan Mufti Adriansyah; Budi Syihabuddin
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 3 (2017): August 2017
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v9i3.289

Abstract

Untuk memenuhi permintaan kebutuhan trafik layanan internet yang akan terjadi pada 2020, penggunaan spektrum harus dilakukan secara maksimal. Pemanfaatan spektrum frekuensi non-lisensi oleh teknologi LTE-Unlicensed atau LTE Non-Lisensi dapat memenuhi permintaan kebutuhan trafik. Tetapi spektrum frekuensi non-lisensi sudah terlebih dahulu digunakan oleh teknologi Wi-Fi, maka teknologi LTE Non-Lisensi harus dapat beradapatasi dan berkoeksistensi dengan Wi-Fi. Penelitian ini akan membahas jarak minimum yang dibutuhkan oleh eNodeB LTE Non-Lisensi dan Access Point Wi-Fi agar kedua teknologi ini dapat berkoeksistensi dengan kondisi indoor LOS dan NLOS serta outdoor LOS dan NLOS. Koeksistensi ditinjau dari nilai ACIR antara kedua teknologi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, jarak minimum untuk indoor adalah 16m-35m dengan kondisi LOS dan outdoor adalah 51m-199m dengan kondisi LOS. Nilai SINR threshold adalah 22dB untuk LTE Non-Lisensi dan 19,7dB untuk Wi-Fi. Dari hasil simulasi didapatkan nilai rata-rata CINR untuk outdoor adalah 15dB sedangkan untuk indoor nilai SIR rata-rata adalah 0,62dB.
Perancangan Penguat Daya L-Band Menggunakan Transistor GaAs p-HEMT MMG15241H Berbasis Mikrostrip Rifki Amiruddin; Budi Syihabuddin; Yuyu Wahyu
JURNAL INFOTEL Vol 10 No 1 (2018): February 2018
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v10i1.331

Abstract

The power amplifier which is designed by using BJT (Bipolar Junction Transistor) has a larger power consumption, hence in this research, the FET GaAs p-HEMT MMG15241H is used. The power amplifier designed in this research uses microstrip-based and works at the middle frequency of 1.27 GHz. This research yielded a power amplifier which works at the bandwidth with a range frequency of 1.265 - 1.275 GHz, a gain result of 20.02 dB, and input return loss result of -24.45 dB.
Co-Authors A., Nachwan Mufti A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agie Vadhillah Putri Agung Nugroho Jati Agus D Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Alif Randhy Pratama Alvian Raharjo Aji Amir Syarifudin Amiruddin, Rifki Anjang Purnomo ARDIANTO, FAJAR WAHYU Arfianto Fahmi Arum Rachmapramita Arum Rachmapramita Arum Rachmapramita, Arum Austin Bengeth I. Tambunan Bambang Setia Bambang Setia Nugroho Bhaskara Narottama Christian Mahardika Dammar Adi Sujiansyah Desti Madya Saputri Destia Rahmawati DWI ANDI NURMANTRIS Dwi Banyu Prawito Edwar Ernaldo Lumbantobing Erza Yoga Pamungkas Evander Christy Evi Nur Cahyanti FAJAR WAHYU ARDIANTO Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fithqoti Afiroh Zuqri Fithqoti Afiroh Zuqri Fithqoti Afiroh Zuqri, Fithqoti Afiroh Fransisca Elisa Rahardjo Gilang Dewangga Hanimaulia Hanimaulia Heroe Wijanto Heroe Wijayanto Husnul Khatim Intan Nuraeni Agfah Iswahyudi Hidayat Jones A.S., Kevin Kevin Jones A.S. Kevin Jones Sinaga Khoirul Anwar Kirbi Timur Nomas Laila Prakasita Levy Olivia N. Levy Olivia Nur Muhamad Fithryan Muhammad Agy Ramdhan Muhammad Arsyad Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Purwa Manggala Nachwan Mufti Nachwan Mufti A. Nachwan Mufti Adriansyah Nadia Fitriana Latifah Nahla Dewi Sartika Nuriadnyana, Rana Obed Rhesa Ludwiniananda Patricius Evander Christy Raihan Anshari Rama Setya Anggara Ramaska Prima Agusta Rana Nuriadnyana Rana Nuriadnyana Rasheed Abdurrahman Mulyadi Rasheed Abdurrahman Mulyadi Ratna Mayasari Rifki Amiruddin Riga Marga Limba Rina Pudji Astuti Suci Monica Sari Uke Kurniawan Usman Ulfah Sulistiyani Widi Anggun Fitriana Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu