Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Speed Reading Bagi Guru-Guru SD Mata Pelajaran Bahasa Inggris Se-Kecamatan Tarogong Kabupaten Garut Ruminda Ruminda; Dewi Kustanti
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v1i2.3337

Abstract

Salah satu kemampuan berbahasa yang paling mendasar adalah kemampuan membaca. Kemampuan membaca terutama membaca teks berbahasa asing merupakan kemampuan dasar yang penting dimiliki oleh seorang pengajar bahasa asing agar dapat menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didiknya. Speed reading atau membaca cepat merupakan salah satu kemampuan membaca yang penting dimiliki karena dapat menunjang proses pemahaman suatu materi dengan waktu yang efektif dan efisien. Kemampuan membaca cepat memerlukan latihan karena kemampuan ini merupakan kemampuan tambahan yang perlu dilatih agar dapat memperoleh manfaat dari penerapannya. Mengingat pentingnya kemampuan membaca cepat diterapkan pada para pengajar bahasa asing, tim Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Gunung Djati Bandung merasa perlu untuk memberikan pelatihan kepada para pengajar Bahasa Inggris dengan judul “Pelatihan Speed Reading bagi Guru-Guru SD Mata Pelajaran Bahasa Inggris Se-Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut”. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru Bahasa Inggris SD yang berada di wilayah Tarogong Kaler dan arogong Kidul Kabupaten Garut. Guru Bahasa Inggris SD dijadikan sasaran awal program PkM ini karena di wilayah kecamatan Tarogong Kaler dan Kidul ini mata pelajaran Bahasa Inggris telah diberikan di tingkat Sekolah Dasar.
Assistance in the Religious Life of Communities Performing the Friday Night Yasinan Ritual Tradition in Garut Regency Dewi Kustanti; Nurlinah Nurlinah
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 9 No. 2 (2026): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v9i2.58542

Abstract

This community service program aims to provide guidance to those performing the Friday night Yasinan ritual to help them understand the meaning, values, and religious behaviors inherent in the tradition. This activity also aims to explore the religious, social, cultural, and tolerance values ​​inherent in the Yasinan practice and to encourage the community to respond wisely to differences in religious traditions. The community service method uses a qualitative approach through interviews and direct involvement in the implementation of the Friday night Yasinan ritual. This approach allows the community members to understand the community's religious practices based on their experiences and the meanings they attach to the traditions passed down through generations. Culture and tradition are important elements in shaping human character, which develops through the family, community, educational, and broader social environments. Religious values, norms, and behaviors are instilled through socialization, enculturation, and internalization. In the Muslim community, the Friday night Yasinan tradition is still maintained by some communities, particularly the Nahdlatul Ulama (NU) group, while others choose to recite Surah Al-Kahf or forgo special rituals on Friday nights. These differences demonstrate the diversity of religious practices that must be addressed with mutual respect. The Yasinan tradition has spiritual and social values, including accustoming people to reading the Quran, strengthening memorization, praying for deceased family members, strengthening ties, and building solidarity through togetherness and a post-event meal. Therefore, differences in religious practices should not be a source of conflict, but rather a space for building tolerance, respect, and harmony in community life.