Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Sulesana

Haji Budaya dan Budaya Haji (Pespektif Sosio-Filosofis) Marlina, Sri
Sulesana Vol 9 No 2
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v9i2.1298

Abstract

Perspektif syariah melaksanakan ibadah haji merupakan proses penyempurnaan keislaman seseorang secara totalitas. Ibadah Haji diwajibkan hanya satu kali dalam setahun. Apabila terdapat seseorang dalam melaksanakan haji lebih dari sekali, dihukum sunat. Tetapi realitas keindonesiaan terdapat sebagian umat Islam khususnya di kalangan berduit-apakah ia pedagang, pemerintah maupun penguasa- sering melakukan ibadah haji dengan berkali-kali. Bagaimana persoalan yang dihadapi kini dan disinian tentang haji banyak kali di Indonesia?. Apa masih disebut haji rutinitas atau merupakan sebuah trend budaya muslim masa kini?. Jikalau haji sebagai  rutinitas atau trend budaya sebaiknya sedini mungkin untuk direinterpretasi telelologisnya. Haji yang dilakukan oleh semua orang yang berkemampuan, puncaknya adalah mencapai kearifan, ketika mereka bertafakur pada halte Arafah. Kearifan yang dimaksud adalah kearifan ritual doktrin keagamaan, sosial kemasyarakatan- memberikan nilai produkivitasnya dan kearifan spiritual.Dapatkah bagi yang berkemampuan atau yang berduit dalam melaksanakan haji lebih dari satu kali dirubah menjadi satu kali atau uang yang bekelebihan itu akan diarahkan kepada persoalan sosial kemasyrakatan? Oleh karena itu pada makalah ini akan mengemukakan beberapa permasalahan sebagai berikut: Bagaimana alternatif ekonomis bagi budaya haji lebih dari sekali terhadap kesejahteraan umat?