Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Identification of Weed Species Growing Around Eucalyptus pellita 6 Months Old:Case Study At PT. RAPP Estate Tesso Timur TEEB036 Hutasuhut, Ika Lestari; Ervayenri, Ervayenri; Susilo, Trio Joko; Sadjati, Emy
Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA Vol 7, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55285/bonita.v7i1.3055

Abstract

Industrial plantation forests play a crucial role in the industry by focusing on the management of wood as a raw material. The Eucalyptus CEP 04 plants used in HTI at PT. RAPP Estate Tesso Timur require not only optimal growth but also careful attention to nutrient availability in the soil. Additionally, the presence of weeds under the main crop stands, such as Eucalyptus CEP 04, is an important factor in maintaining productivity. Thisresearch was conducted to identify the types of weeds found under the 6-month-old. Eucalyptus CEP 04 stands. Data collection occurred in areas with denser weed growth beneath these 6-month-old plants. The methodology used for data collection involved creating observation plots, with a total of six plots being established through purposive sampling. The results of the weed identification revealed nine different weed species, including Acacia (Acacia mangium), Sapat Kecil (Macaranga trichocarpa), Paku Resam (Dicranopteris linearis), Senduduk (Melastoma malabathricum), Teki-tekian (Pogonatherum crinitum), and Tenggek Burung (Melicope ptelefolia). The methods for controlling various types of weeds include manual techniques such as weeding, plucking, and thinning, effective chemical methods using herbicides, and combination approaches.
Pelatihan Budidaya Tanaman Rimpangan Dengan Kelompok Ibu PKK Di Kelurahan Limbungan, Rumbai, Kota Pekanbaru Ika Lestari; Ervayenri, Ervayenri; Sadjati, Emy; Irfani, Ewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5888

Abstract

Tanaman obat seperti rimpang banyak diolah menjadi jamu dan minuman herbal yang digemari masyarakat. Hal ini karena rimpang dipercaya memiliki khasiat dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Jahe dan kunyit, misalnya, telah lama dikenal sebagai tanaman yang bermanfaat untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit, terutama dalam menjaga imunitas tubuh, khususnya di masa pandemi. Namun, di Kelurahan Limbungan, kelompok ibu-ibu PKK yang juga tergabung dalam kelompok tani menghadapi kendala dalam membudidayakan tanaman rimpang seperti jahe dan kunyit.Meskipun tanaman ini tergolong mudah dibudidayakan, kurangnya pengetahuan membuat mereka kesulitan dalam proses penanaman dan perawatannya. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan budidaya tanaman rimpang kepada ibu-ibu PKK di Limbungan. Pelatihan ini dilakukan melalui metode sosialisasi dan praktik langsung dalam menanam jahe dan kunyit. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan. Rata-rata skor awal Ibu-ibu PKK sebelum pelatihan adalah 89,58, sedangkan setelah pelatihan meningkat menjadi 142,5. Dengan demikian, terjadi peningkatan pengetahuan Ibu-ibu PKK sebesar 63% setelah mengikuti pelatihan. Kegiatan pelatihan budidaya yang diberikan kepada Ibu PKK di Kelurahan Limbungan telah meningkatkan pengetahuan kelompok tersebut untuk melalkukan budidaya jahe dan kunyit.
Penyuluhan Rehabilitasi dan Konservasi Mangrove Kepada Masyarakat di Kelurahan Basilam Baru Insusanty, Enny; Sadjati, Emy; Tri Ratnaningsih, Ambar
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v6i2.26802

Abstract

Basilam Baru Village, located in Dumai City, is located on the coast of Sumatra Island facing the Malacca Strait. It has a strategic position and high potential as a mangrove ecosystem area with various flora and fauna. However, as an area located on the coast, Basilam Baru Village is vulnerable to various human activities that threaten the sustainability of the ecosystem. The methods used are counseling, planting demonstrations, evaluation and assistance. Counseling activities with Basilam Baru Village farmer group partners have increased the knowledge and understanding of partners in rehabilitation and conservation to maintain the sustainability of mangrove forests by 12.22%
Pendidikan Lingkungan di Arboretum Universitas Lancang Kuning Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama Sukma R A, Dodi; Sadjati, Emy; Pratyaningsih, Sri Rahayu; Suwarno, Eno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.2907

Abstract

Kegiatan pendidikan lingkungan di Arboretum Universitas Lancang Kuning dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengenai pentingnya pelestarian lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah memfasilitasi pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan yang terintegrasi dengan refleksi kelompok. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, pembelajaran interaktif di arboretum, dan post-test. Peserta terdiri dari siswa kelas VIII SMP dengan total 30 orang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan siswa dari 4,05 pada pre-test menjadi 4,79 pada post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran lapangan berbasis observasi dan diskusi efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep lingkungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan untuk pendidikan lingkungan di sekolah.
POTENSI DAN DAYA TARIK WISATA ARBORETUM FAKULTAS KEHUTANAN UNILAK SADJATI, EMY; YENRI, ERVA; SUKMA, DODI
PETA - Jurnal Pesona Pariwisata Vol. 1 No. 1 (2022): Pesona Pariwisata
Publisher : Program Studi Pariwisata, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/peta.v1i1.7

Abstract

Arboretum merupakan suatu hutan dengan luasan yang tergolong kecil yang biasanya digunakan untuk berbagai macam bentuk kegiatan akademis kampus. Arboretum juga dapat digunakan sebagai tempat praktek dan penelitian bagi mahasiswa fakultas kehutanan. Arboretum memiliki potensi dan daya tarik wisata, yang terdiri dari keanekaragaman jenis flora seperti gaharu, kantong semar, serta berbagai macam jenis meranti ada disana. Untuk jenis fauna seperti monyet ekor panjang serta berbagai macam jenis burung banyak terdapat di Arboretum. Daya tarik wisata yang juga disebut obyek wisata merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi dan daya tarik arboretum Fakultas Kehutanan Unilak. Metode yang digunakan adalah metode survei (survey methods) dengan teknik kuesioner yaitu pengukuran potensi dengan cara mengukur persepsi dengan menggunakan One Score-One Indicator System, yakni pemberian skor 1 (satu), untuk 1 (satu) indikator, dengan skala yang digunakan adalah 1-7 (merupakan pengembangan dari skala Likert 1-5). Penggunaan skala 1-7 diterapkan karena sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia yang mengartikulasikan suatu nilai dengan sangat detail. Nilai skor 1-7 diberikan pernyataan sebagai berikut: (1) sangat tidak menarik (2) tidak menarik (3) agak tidak menarik (4) ragu-ragu (5) agak menarik (6) menarik, dan (7) sangat menarik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Keunikan 4.79 agak menarik, Keindahan 5.83 menarik, Kelangkaan 4.38 cukup, Ketepatan Waktu 4.42 cukup, Aksesibilitas 5.00 agak menarik, Sensitifitas 4.56 agak menarik, Fungsi Sosial 4.50 agak menarik. Nilai rataan total Potensi dan Daya Tarik 4.78 artinya agak menarik dengan demikian arboretum Fakultas Kehutanan Unilak bisa menjadi salah satu objek daya tarik wisata di Kota Pekanbaru. Serta yang perlu ditambah adalah sarana dan prasarana pendukung wisata, promosi wisata. Kata kunci: daya tarik, potensi, wisata
Analysis and Identification of Weeds in 3-Month-Old Acacia crassicarpa Stands at PT. Arara Abadi Rasau Kuning District Lestari, Ika; Ervayenri; Arnaldo , Putra; Ikhsani, Hanifah; Sadjati, Emy
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Mei (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v7i2.4038

Abstract

Acacia crassicarpa is a cultivated species in the Industrial Plantation Forest at PT. Arara Abadi, particularly in the Rasau Kuning District. One of the limiting factors for the growth of Acacia crassicarpa stands is weed infestations. At three months of age, weed infestations increased and became uniform across the Acacia crassicarpa stand area. To ensure that weed control measures yield effective and efficient results, it is essential to base these measures on information regarding the types and composition of weeds in the Acacia crassicarpa area. Therefore, this study aimed to analyze and identify the types of weeds found beneath the Acacia crassicarpa, which is three months old. This research method employs purposive sampling to select locations with dense weed populations for use as study plots. The analysis and identification of the weeds revealed nine species, including Goletrak (Borreria alata), which was the most prevalent, with 50 individuals recorded. Other species identified include Bundung (Cyperus odoratus), Wild Acacia, Ruas-ruas, Ramiding (Stenochlaena palustris), Sword Fern (Nephrolepis biserrata), Alang-alang (Imperata cylindrica), and Meniran (Phyllanthus urinaria). The range of the KR values was between 0.5% and 25.3%, while the FR values ranged from 2.4% to 14.6%. The BKR values varied from 0.3% to 18.8%, and the INV values ranged from 3.5% to 56.0%. The highest SDR value for Borreria alata was 18.7%, indicating significant dominance within the weed community. The Shannon-Wiener diversity index (H') was calculated at 1.96, categorizing it as a moderate level of diversity. Simpson's dominance index (D) was measured at 0.15, suggesting a stable level of weed dominance. Additionally, the Margalef species richness analysis (R1) results yielded a value of 1.51, indicating a low level of species richness among the weeds.