Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Optimasi Pelaksanaan Proyek Jalan Dengan Earned Value Dan Fast Track Desi Yasri; Andi Yuliardi; Randhi Saily
SAINSTEK Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i1.13

Abstract

Sei Akar – Bagan Jaya Mayor Rehabilitation Project is located on the Sei Akar – Bagan Jaya road, Indragiri Hilir Regency, Riau Province. Corresponding on the project progress report status up to week 18 or 119 calendar working days, the project has been behind schedules 0.871 % and can lead to project failure. Collaboration of Earned Value Analysis, in time and cost monitoring project performance and Fast-Tracking, in accelerating, overlapping or compressing projects, schedule can be optimized project schedule and prevented from contractual penalties. Earned value analysis forcast additional time for 13 days and cost of Rp. 83.390.308,59 for direct cost, Rp.68.793.391,35 for indirect cost, and Rp.181.614.553,16 for penalties. Implementation of Fast Track in anticipating delays for 13 days, the possibility enclose to Tack Coat activity (42 days) and Asphalt Concrete-Binder Course Work activity (35 days). Both activities have met the rules in the application of fast tracking and have the longest duration. Therefor, has the greatest potential reduction in time.
Analisis Willingness To Pay (WTP) Dalam Memenuhi Kebutuhan Air Di Kecamatan Bangkinang Desi Yasri; Yulia Setiani; Febriyanto Febriyanto
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan tarif air minum PDAM Kampar diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 19 tahun 2009, tentang Pelayanan Air Minum PDAM Tirta Kampar dan Peraturan Bupati Kampar Nomor 54 tahun 2014 tanggal 29 Desember 2014, tentang Tarif Air Minum PDAM Kampar. Namun, kesediaan membayar akan mencerminkan persepsi masyarakat terhadap keberadaan dan pentingnya air bagi masyarakat. Selain itu, penetapan/ kenaikan tarif harus selalu disesuaikan dengan kualitas pelayanan yang nyata bagi konsumen. Analisis willingness to pay (WTP) bertujuan untuk mengetahui kesanggupan untuk membayar biaya pelayanan pengadaan air bersih (PDAM) untuk Kecamatan Salo Kabupaten Kampar. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan bantuan program Statitical Product and Service Solutions (SPSS) untuk 100 sampel masyarakat pengguna layanan PDAM Tirta Kampar di Kecamatan Salo. Analisis data yang akan digunakan yaitu analisis regresi linier sederhana dan berganda, pengujian asumsi klasik dan juga analisis reliabilitas. Hasil analisis survei menunjukkan porsi dominan masyarakat mau membayar Willingness to Pay berada dalam range Rp. 40.000 – Rp. 60.000 sebanyak 47 orang atau 47% dari jumlah rumah tangga yang diteliti. Faktor korelasi yang relatif kuat dalam mempengaruhi nilai kesediaan terletak pada Jumlah anggota keluarga dan pendapatan rata rata. Tarif air berdasarkan rata-rata kesediaan masyarakat bersedia membayar air (Willingness to Pay) sebesar 2.626,39/m3. Tarif air ini lebih rendah dari tarif PDAM pada saat itu yaitu sebesar Rp. 3.500,00/m3. Perbedaan tarif persepsi masyarakat dan PDAM diharapkan dapat memacu PDAM untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan agar persepsi masyarakat akan tarif yang diharapkan sesuai dengan yang ditetapkan PDAM.
PENGARUH PENINGKATAN DEBIT KEBUTUHAN TERHADAP SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN BANGKINANG KOTA KABUPATEN KAMPAR Desi Yasri
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM Tirta Kampar selaku perusahaan daerah penyedia air bersih dituntut mampu memenuhi kebutuhan air bersihbagi pelanggan dan permintaan sambungan baru yang terus meningkat namun juga disesuaikan dengan ketersediaansumber air baku. Data kependudukan Kecamatan Bangkinang saat ini diolah dengan menghitung tingkat pertumbuhandan perkiraan jumlah penduduk proyeksi 10 tahun yang akan datang dengan menggunakan keempat metode yaituAritmetika, Eksponensial, Least-square dan Geometri. Hasil dari keempat metode ini diambil nilai yang memilikisimpangan baku terkecil. Perhitungan dilanjutkan dengan menghitung perkiraan kebutuhan air bersih masyarakat berdasarkan proyeksi dari jumlah penduduk dan fasilitas-fasilitas pendukungnya. Proyeksi Jumlah PendudukKecamatan Bangkinang Kota di tahun 2026 yang dijadikan dasar analisa kebutuhan air bersih adalah 51.243 Jiwa. Halini didasari pada perhitungan metode Aritmatik dengan standar deviasi terkecil, yaitu sebesar 119, 96. Kebutuhan airbersih harian maksimum pada tahun proyeksi adalah 0,139 m3/dtk dan jam puncak sebesar 0,195 m3/dtk. Sistempenyediaan air bersih meliputi: Ground Reservoir dengan dimensi P x L x T : 16,87 m x 16,87 m x 8,74 m dan HidranUmum kapasitas setiap 150 jiwa mampu memenuhi kebutuhan 0,57 liter/ detik.
ANALISA RUANG PEJALAN KAKI PREFERENSI PERATURAN PERUNDANGAN PADA RUAS JALAN HR SOEBRANTAS Desi Yasri
Sainstek (e-Journal) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang pejalan kaki merupakan suatu bentuk ruang publik untuk kegiatan pejalan kaki melakukan aktivitas dan juga merupakan wadah untuk berinteraksi sosial antar masyarakat. Terpenuhinya hak dan kewajiban yang dimiliki oleh pejalan kaki tidak lain hanya agar keselamatan dan kelancaran lalu lintas bagi semua pengguna jalan terwujud. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kondisi ruang pejalan kaki di sepanjang jalan HR. Soebrantas yang mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku, sehingga dapat menjadi acuan dalam peningkatan prasarana publik tersebut. Penelitian berlokasi di Jalan HR. Soubrantas dengan mengidentifikasi kondisi trotoar dan elemen pendukung trotoar yang dibagi dalam 15 (lima belas) segmen. Kelayakan sebuah trotoar di tinjau dari dimensi, kemiringan, kesinambungan, material, dan kerb serta sarana pendukung jalur pejalan kaki yang tersedia. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No : 03/PRT/M/2014 Tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan perkotaan. dari hasil pengamatan diketahui bahwa Kondisi fisik (dimensi, kemiringan, kesinambungan, material, dan kerb) serta sarana pendukung trotoar belum layak karena beberapa indikator tidak memenuhi kondisi ideal sesuai peraturan yang ada. Selain itu adanya perubahan fungsi pada trotoar yang mengakibatkan pejalan kaki tidak dapat menggunakan haknya dan dapat membahayakan bagi semua pengguna jalan. perlu adanya peninjauan desain trotoar dan mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya agar keselamatan dan kelancaran lalu lintas bagi semua pengguna jalan terwujud.
ANALISA KADAR ASPAL TERHADAP HASIL CORE DRILL PADA PEKERJAAN LAPIS PERMUKAAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) Ulfa Jusi; Desi Yasri
Sainstek (e-Journal) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapisan permukaan dari konstruksi jalan memiliki komposisi dan aturan-aturan yang telah ditetapkan. Bahan yang digunakan merupakan campuran antara batuan (agregat ) dengan aspal. Jenis campuran yang biasa digunakan antara lain campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC ).Pada Berdasarkan volume kebutuhan campuran aspal di lapangan harus melalui proses ekstraksi (extraction), yaitu pemisahan bagian yang terlarut dengan bagian yang tidak terlarut. Dilakukan penelitian untuk menentukan kepadatan relatif dilapangan dengan cara membandingkan kepadatan lapangan terhadap kepadatan laboratorium serta menganalisa kadar aspal dalam campuran perkerasan dengan metode ekstraksi. Berdasarkan hasil penelitian didapat kepadatan lapangan relatif rata-rata adalah 99,37% dan memenuhi syarat yang ditetapkan AASTHO T-166 untuk asphalt concrete minimum 98,0%. Kadar aspal rata-rata dalam campuran metode ekstraksi adalah 6,26% dan 6,30%. Masih dalam batas toleransi campuran yang ditetapkan dalam spesifikasi teknik terhadap Job Mix Formula yang menyarankan kadar aspal 6,10%.
Pengaruh Kadar Air Terhadap Modulus Elastisitas Beton Menggunakan Uji Ultrasonik Neri Puspita Sari; Desi Yasri
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.183

Abstract

The study was conducted to determine the effect of increasing the water content of 2.5%, 5%, 7.5% and 10% of the effect of adding water-cement ratio to the modulus of elasticity of concrete with the Ultrasonic Pulse Velocity/ UPV test. This research was carried out using fine aggregate type 1 sand from Cimalaka, maximum diameter of coarse aggregate 20 mm from Cimahi and Portland cement Type 1. Each test uses two samples. The results of the analysis show that the addition of water will reduce the value of the modulus of elasticity.
Design Reviews On Cost Efficiency Of Mosque Foundation Work Of Pekanbaru Qur'an Center Project Yasri, Desi; Haniza, Sjelly; Susanti, Elvarida
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.280

Abstract

One of the regional government-owned structures, Pekanbaru Qur'an Centre consists of three building masses: the Qur'an Center Building, the Mosque Building, and the Male and Female Dormitory Buildings. The Covid-19 epidemic caused a substantial delay between planning and execution, which means that cost estimates from 2020 initial planning are not applicable to 2022 construction. The significant time lag between planning and execution resulted in cost escalation of 19.79%, which exceeded contingency costs, which represent a subjective percentage value of 5–10% of the expected final project cost. Since the Qur'an Center Pekanbaru is a one-year project, less than 18 months will pass before it is fully operational. Price modifications are prohibited, as stated in Presidential Regulation Number 16 of 2018 Article 37. Doing a design review is the efficiency step taken to ensure that implementation costs do not vary too much. Efficiency was achieved after Design Review on Detail Engineering Design (DED) of Qur'an Center Project in 2019, based on material and labour costs in 2022, up to 37.48% of the Foundation Work cost, or an efficiency value of up to 3.75% of the mosque building's project standard cost.