Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Automate IGP and EGP Routing Protocol Configuration using a Network Automation Library Yuansa Alfaresa; Bongga Arifwidodo; Fauza Khair
JOIN (Jurnal Online Informatika) Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Department of Informatics, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/join.v8i2.1157

Abstract

Data communication is sending data from client to client through a computer network. The increasing use of data communication makes computer networks more complex. Complex computer networks make it difficult for network administrators to configure them, especially routing protocol configuration. Network administrators are in charge of configuring routing protocols and managing networks. In addition, the more devices on the network, the greater the chance of human error from the administrator. Therefore, network automation is one solution that helps network administrators overcome this. This study focuses on analyzing the performance of network automation using the Paramiko and Telnetlib libraries. The routing protocol used by OSPF for IGP and BGP for EGP. The scenario in this study involves configuring IP addresses and configuring OSPF and BGP routing. Based on the test results, the Telnetlib library is better than the Paramiko library in terms of script delivery time, convergence time, and delay by 19.237% when applied to the IGP and EGP routing protocols.
Analisis Teknis Dan Operasional Pengaruh Jenis Kabel Serat Optik Terhadap Sla Layanan Internet: Perbandingan ADSS Dan Drop Wire Sahala, Firda; Gusti Amri Ginting, Jafaruddin; Khair, Fauza
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang cepat dan stabil terus meningkat sehingga membuat penyedia layanan internet (ISP) membangun infrastruktur jaringan yang terhindar dari gangguan layanan. Gangguan layanan internet dapat mengganggu aktifitas pelanggan sehingga dapat mempengaruhi SLA (Service Level Agreement) sebagai penilaian kinerja layanan ISP kepada pelanggan. Salah satu indikasi gangguan yang terjadi adalah putusnya kabel. Agar ISP dapat memenuhi SLA, diperlukan strategi yang tepat dari sumber referensi mengenai pemilihan kabel optik yang optimal. Penulis membuat penelitian tentang perbandingan penggunaan kabel optik. Pada penelitian ini, kabel optik yang digunakan adalah kabel ADSS(All-Dielectric Self-Supporting) dan kabel DW (Drop Wire). Harapannya dapat digunakan oleh ISP, penelitian ini juga dapat digunakan untuk masyarakat dan pelajar sebagai sumber pengetahuan tentang kabel optik sehingga dapat meminimalisir terjadinya gangguan layanan. Perbandingan antara keduakabel tersebut didasarkan pada parameter data pengukuran redaman, splice loss, dan MRTG (Multi Router Traffic Grapher), dan presentase SLA. Pada pengumpulan data parameter, lokasi penelitiannya adalah desa Cibiru Hilir dan desa Pangauban yang menggunakan kabel DW serta desa Lengkong dan desaCinunuk menggunakan kabel ADSS. Hasil pengujian redaman, Splice Loss dan MRTG menjadi dasar perhitungan presentase SLA. Pada lokasi penggunaan kabel DW secara berturut-turut adalah 98.86% dan 96.06% sedangkan pada kabel ADSS 98.5% dan 100.0%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkanbahwa kabel ADSS lebih optimal pada implementasi infrastruktur jaringan sehingga dapat menjaga SLA. Kata kunci—ADSS, Drop Wire, Redaman, Splice Loss, MRTG, SLA
Evaluasi Kinerja Direct Line Of Sight (Los) Dan Non-Direct Line Of Sight (Nlos) Pada Komunikasi Indoor Light Fidelity Berbasis Arduino Uno Masyun Hidayat, Jihad; Khair, Fauza; Fitrian, Anggun
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasikinerja komunikasi Li-Fi dalam kondisi LOS dan NLOSdengan menggunakan sistem berbasis Arduino UNO.Pengujian dilakukan dengan menganalisis parameterseperti kecepatan transmisi data serta tingkat kesalahanbit (Bit Error Rate/BER) dalam berbagai kondisi jarakdan hambatan. Metode penelitian mencakupperancangan sistem transmisi data menggunakan LEDsebagai pemancar dan solar panel sebagai penerima,serta pengujian kinerja dalam kondisi LOS dan NLOS.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikanwawasan tentang perbedaan performa Li-Fi dalamkondisi LOS dan NLOS serta mengidentifikasi faktorfaktor yang memengaruhi efisiensi komunikasi. Selainitu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengembangkanstrategi optimasi guna meningkatkan keandalan Li-Fidalam lingkungan indoor dan mendukungimplementasinya dalam aplikasi Internet of Things (IoT)serta komunikasi nirkabel berkecepatan tinggi.Berdasarkan hasil pengujian, sistem Li-Fi berbasisArduino berhasil diimplementasikan dan mampumelakukan pengukuran performa transmisi data secarareal-time dalam kondisi LOS dan NLOS. Pada jarakpendek (5–25 cm), performa LOS dan NLOS hampirsetara dengan throughput maksimum dan BER 0%,sedangkan pada jarak jauh (100 cm), NLOS mengalamipenurunan throughput signifikan dan peningkatan BERhingga 55%, sementara LOS tetap stabil. Hasil inimenunjukkan bahwa kondisi NLOS hanya efektif untukkomunikasi jarak dekat, sedangkan LOS lebih andaluntuk jarak menengah hingga jauh.Kata kunci— Li-Fi, LOS, NLOS, Arduino UNO
Evaluasi Sistem Jaringan Akses Ftth Untuk Koneksi Rt Rw Di Desa Suren Mertiana, Eva; Khair, Fauza; Hanni Pradana, Zein
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Suren merupakan desa yang mayoritaspenduduk bekerja sebagai pedagang, petani, buruh harianlepas dan untuk anak remaja setelah lulus SMA merekamembuka dropshipper. Hal ini menyebabkan tingginyakeinganan masyarakat terhadap layanan internet pribadi.Melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif dan kuantitatif yang meliputi surveikebutuhan masyarakat, wawancara dengan tokoh warga sertapengamatan lapangan. Selain itu, dilakukan perancanganntopologi dengan mempertimbangkan jarak antar rumah,kondisi geografis, dan ketersediaan sinyal. Denganmemanfaatkan perangkat seperti Optical Line Terminal (OLT),Optical Distribution Point (ODP), Optical Network Terminal(ONT), serta Mikrotik. Dari hasil simulasi dan perancanganFTTH pada Optisystem nilai power link budget sebesar -19.328dBm, -19.362 dBm, -19.356 dBm, dan -19.324 dBm. Nilai BERsebesar ????. ૢૢ૞????ૡ ૙ૢ૞ .૝ ,????૝-????૙ ܠ૟૟ૢ???? .૜ ,????૝-????૙ ܠૡ???? .????૝-????૙ ܠNilai Q-Factor sebesar 7.5613, 7.48163, 7.46717, dan 7.38774.Dari ketiga parameter tersebut, bahwa evaluasi jaringan FTTHdi Desa Suren menunjukkan kelayakan implementasi danmampu mendukung konektivitas bagi masyarakat.Kata kunci— Jaringan RT/RW Net, Penyedia layananinternet, Pengembangan jaringan, Evaluasi jaringan, desa,akses internet, studi kasus.
Automate IGP and EGP Routing Protocol Configuration using a Network Automation Library Alfaresa, Yuansa; Arifwidodo, Bongga; Khair, Fauza
JOIN (Jurnal Online Informatika) Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Department of Informatics, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/join.v8i2.1157

Abstract

Data communication is sending data from client to client through a computer network. The increasing use of data communication makes computer networks more complex. Complex computer networks make it difficult for network administrators to configure them, especially routing protocol configuration. Network administrators are in charge of configuring routing protocols and managing networks. In addition, the more devices on the network, the greater the chance of human error from the administrator. Therefore, network automation is one solution that helps network administrators overcome this. This study focuses on analyzing the performance of network automation using the Paramiko and Telnetlib libraries. The routing protocol used by OSPF for IGP and BGP for EGP. The scenario in this study involves configuring IP addresses and configuring OSPF and BGP routing. Based on the test results, the Telnetlib library is better than the Paramiko library in terms of script delivery time, convergence time, and delay by 19.237% when applied to the IGP and EGP routing protocols.