Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Youth santri communication strategies to reduce uncertainty at the beginning of relationships with the opposite sex Ihwan Agung Nugroho; Kusumajanti Kusumajanti; Aniek Irawatie
Islamic Communication Journal Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2022.7.2.12600

Abstract

Communication between the opposite sex among Islamic boarding school students is a separate field in Islamic communication because they are governed by strict rules. This study aims to examine the communication strategies used by adolescents who are in Islamic boarding schools to reduce uncertainty at the beginning of their relationship. This study is interesting because santri are basically teenagers like teenagers in general. This study uses a quasi-qualitative method with a phenomenological approach. The research data was obtained through in-depth interviews conducted directly with six informants. The data is then analyzed by Uncertainty Reduction theory. The results of the research show that interpersonal communication is used as a strategy to reduce uncertainty. Interpersonal communication acts as a bridge of information and a means of confirming the correctness of data obtained by informants about the opposite sex, as well as bonding and enhancing closeness in relationships. This research also reveals that the basic reason for young students wanting to have a relationship is because they are curious and need someone to encourage them. This study contributes to the development of a communication strategy based on pesantren morals. The moral of the pesantren itself is one of the bases of the Islamic communication tradition.***Komunikasi antar lawan jenis dalam kalangan santri pesantren merupakan bidang tersendiri dalam komunikasi Islam karena mereka diatur oleh aturan pesantren yang ketat. Studi ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi yang digunakan oleh para remaja yang berada di dalam pondok pesantren guna mengurangi ketidakpastian pada awal hubungan mereka. Kajian ini menarik karena santri pada dasarnya adalah para remaja sebagaimana remaja pada umumnya.  Studi ini menggunakan metode quasi-kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam yang dilakukan secara langsung kepada enam informan. Data tersebut kemudian dianalisis dengan teori Pengurangan Ketidakpastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi digunakan sebagai strategi mengurangi ketidakpastian. Komunikasi antarpribadi berperan sebagai jembatan informasi dan sarana mengkonfirmasi kebenaran data yang diperoleh para informan tentang lawan jenisnya, juga sebagai perekat dan penambah kedekatan dalam hubungan. Studi ini juga mengungkap alasan mendasar santri remaja ingin menjalin hubungan adalah karena rasa ingin tahu dan membutuhkan sosok penyemangat. Kajian ini berkontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi yang berbasis pada moral pesantren. Moral pesantren sendiri merupakan salah satu basis tradisi komunikasi Islam.
Imperialisme Budaya dalam Tayangan Wisata dan Budaya pada Program Siaran Televisi di Indonesia Kusumajanti Kusumajanti; R. Dudy Heryadi; Ana Kuswanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i1.8849

Abstract

Tayangan Wisata dan Budaya di Televisi dapat menjadi ajang promosi suatu daerah maupun negara.Imperialisme budaya asing dalam berbagai bentuk justru masuk dalam tayangan program Wisata dan Budayadi Indonesia dan hal ini haruslah dibuktikan kebenarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan indekskualitas program wisata budaya dan unsur imperialisme budaya dalam media televisi di Indonesia. Metodepenelitian ini yaitu Mixed Method digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Analisis indeks kualitasprogram wisata dan budaya yang tayang pada televisi di Indonesia menentukan angka ketercapaian sebuahprogram berkualitas berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Hasil penelitian inimenunjukkan indeks kualitas program wisata budaya Tahun 2021 yang diperoleh dari KPI adalah 3,62 dengandibandingkan standar nilai dari KPI sebesar 3,00, hal ini menunjukkan peningkatan kualitas isi tayangan.Realitas ajang promosi yang dilakukan oleh praktisi wisata terjadi imperialisme budaya, dimana tayanganpromosi dikemas dan disajikan dengan menggunakan backsound lagu asing. Kekuatan tayangan di televisimembuat penontonnya tidak mampu untuk melepaskan diri dari terpaan sehingga kesan budaya Indonesiamenjadi berkurang. Kontribusi penelitian ini memberikan usulan kebijakan kepada lembaga penyiaran untukmenayangkan tayangan wisata yang sesuai dengan budaya lokal untuk menghindari imperialisme budaya.
Marketing Communication Strategy for Millennial Farmers of Yogyakarta Special Region through Social Media Ririn Puspita Tutiasri; Kusumajanti; Dian Hutami Rahmawati; Jonathan Diven Setiawan; Pandu Tanoyo
Nusantara Science and Technology Proceedings 7st International Seminar of Research Month 2022
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3383

Abstract

Millennial farmers from the Special Region of Yogyakarta (DIY) take advantage of social media as a marketing communication strategy for agricultural products. DIY millennial farmers focus on three fields, namely, food crop agriculture, animal husbandry, and horticulture. The products they produce are very diverse, including organic plants, vegetables, fruits, ornamental plants, quality livestock, and processed agricultural products. Many millennial farmers produce quality crops and livestock or experience an increase compared to the results produced by reliable farmers. Millennial farmers are farmers aged 19-39 years, and those aged above 39 are called reliable farmers. They also package processed agricultural products more attractively and can last longer. Social media is used as a means of communicating with extension workers, and fellow millennial farmers or to introduce products produced by millennial farmers using marketing communication strategies in cyberspace. Millennial farmers are part of the information society, they use communication media to support the development process. The purpose of this study is to describe the marketing communication strategy of agricultural products carried out by millennial farmers using various types of social media platforms. This study, uses a qualitative descriptive research method by conducting interviews with millennial farmers from Bantul, Sleman, Kulonprogo, Kota, and Gunungkidul. The results of this study indicate that farmers use social media social networks and media sharing to market their agricultural products.
Pengelolaan Aset Tidak Berwujud dalam Keberlanjutan Ekowisata Masyarakat Pesisir: Studi Ekowisata Kabupaten Bekasi Ni Putu Eka Widiastuti; Kusumajanti Kusumajanti; Asep Kamaluddin Nashir
Jati: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia JATI Vol 7, No 1: March 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jati.v7i1.19168

Abstract

Studi ini berupaya menganalisis pengelolaan aset tidak berwujud community investment dalam keberlanjutan ekowisata masyarakat pesisir Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus ekowisata Sunge Jingkem. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tidak terstruktur terhadap 7 aktor kunci, observasi lapangan yang mendalam di lokasi ekowisata, dan Focus Group Discussion terhadap 12 orang penggiat ekowisata. Studi ini menemukan bahwa community investment yang didominasi oleh kelompok pemuda penggiat wisata merupakan aset tidak berwujud utama dalam keberlanjutan Ekowisata Sunge Jingkem. Implementasi konsep CIDBER (Community Investment for The Development of Bekasi Regency) dalam pengelolaan ekowisata masyarakat pesisir Kabupaten Bekasi mampu meningkatkan pembangunan ekowisata dan mempertahankan keberlanjutannya melalui harmonisasi perilaku manusia (three parties: pemerintah, masyarakat, dan wisatawan). Studi ini memberikan kebaruan pada ilmu akuntansi keperilakuan, yaitu menggunakan informasi harmonisasi three parties dalam mewujudkan konsep akuntansi ekowisata berkelanjutan, baik dari segi ekonomi, sosial dan lingkungan.
Kerjasama Uni Eropa-Indonesia: Implementasi European Council Regulation 1005/2008 dalam Aktivitas Perikanan Pelabuhan Nizam Zachman Yulia, Lisda; Nashir, Asep Kamaluddin; Kusumajanti, Kusumajanti
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.48108

Abstract

Komoditas ikan tangkap di Indonesia dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan perikanan, namun dari segi pengelolaannya, perikanan tangkap masih terkendala oleh hambatan-hambatan internal dan eksternal, sehingga membuat sertifikasi hasil tangkap ikan rendah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak ratifikasi Europeaan Council regulation (ECR) 1005/2008 sebagai satu upaya meningkatkan sertifikasi hasil tangkap ikan dan mendukung ekspansi pasar ekspor ikan Indonesia. Penelitian ini masuk kedalam fokus studi Bisnis Internasional, oleh karena itu penulis menggunakan konsep kerjasama internasional untuk menganalisis dampak ratifikasi hukum internasional ECR 1005/2008 di Indonesia dan menggunakan teori perdagangan internasional keunggulan kompetitif untuk menganalisis indikator perdagangan sempurna komoditas perikanan tangkap di lokus penelitian. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal di lokus penelitian Pelabuhan Nizam Zachman. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara tidak terstruktur terhadap 3 informan dan observasi mendalam. Hasil temuan penelitian menunjukkan ratifikasi ECR 1005/2008 di Pelabuhan Nizam Zachman mampu meningkatkan sertifikasi hasil tangkap ikan yang diperoleh dengan mengedepankan sinergi antara Dewan Uni Eropa, Pelabuhan Perikanan, dan Unit Pengolah Ikan.
Optimalisasi Kelompok Sadar Wisata dalam Mewujudkan Desa Wisata di Sawah Pulo, Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor Kusumajanti, Kusumajanti; Kamaluddin Nashir, Asep; Eka Widiastuti, Ni Putu; Ummah, Aniqotul
Indonesian Journal of Society Engagement Vol. 4 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/ijse.v4i2.135

Abstract

Curug Village, Gunung Sindur District, Bogor Regency intends to make Sawah Pulo a rice fields tourism destination. The tourism awareness group is the spearhead for realizing these ideals. The Curug Village Government formed a Tourism Awareness Group, Designating Kampung Sawah Pulo as a rice field tourism location in the south of Jakarta. According to the results of the discussion, residents in RT 03 RW 03, Curug Village have agreed to make their area a tourist location. Realizing a Tourism Village is intended to achieve economic independence in the future. The Community Service/PkM carried out by the UPN Veteran Jakarta Lecturer Team is in the form of assistance to the Tourism Awareness Group so that these ideals can be realized. The Applied PkM/Community Partnership Team intends to provide solutions to problems in realizing a tourist village in Curug Village from the fields of Group Communication, Finance, Diplomacy, and Politics Community Engagement. The Next goal is to realize the independence of the people in Curug Village by taking on an economic role according to their abilities. Besides that, the Applied PkM Team supports the achievement of the eight point of the Sustainable Development Goals (SDGs), namely decent work and economic growth, especially in Curug Village. Optimizing Tourism Awareness Group in the community according to the urgency of the needs of the Curug Village community.
Marketing Communication Strategy for Millennial Farmers of Yogyakarta Special Region through Social Media Ririn Puspita Tutiasri; Kusumajanti; Dian Hutami Rahmawati; Jonathan Diven Setiawan; Pandu Tanoyo
Nusantara Science and Technology Proceedings 7st International Seminar of Research Month 2022
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3383

Abstract

Millennial farmers from the Special Region of Yogyakarta (DIY) take advantage of social media as a marketing communication strategy for agricultural products. DIY millennial farmers focus on three fields, namely, food crop agriculture, animal husbandry, and horticulture. The products they produce are very diverse, including organic plants, vegetables, fruits, ornamental plants, quality livestock, and processed agricultural products. Many millennial farmers produce quality crops and livestock or experience an increase compared to the results produced by reliable farmers. Millennial farmers are farmers aged 19-39 years, and those aged above 39 are called reliable farmers. They also package processed agricultural products more attractively and can last longer. Social media is used as a means of communicating with extension workers, and fellow millennial farmers or to introduce products produced by millennial farmers using marketing communication strategies in cyberspace. Millennial farmers are part of the information society, they use communication media to support the development process. The purpose of this study is to describe the marketing communication strategy of agricultural products carried out by millennial farmers using various types of social media platforms. This study, uses a qualitative descriptive research method by conducting interviews with millennial farmers from Bantul, Sleman, Kulonprogo, Kota, and Gunungkidul. The results of this study indicate that farmers use social media social networks and media sharing to market their agricultural products.
Kredibilitas Shella Saukia dan Pengaruhnya dalam Meningkatkan Keputusan Pembelian di Era Pemasaran Digital Azzahra Sy, Aisyah; Kusumajanti, Kusumajanti
Sospol Vol. 10 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jurnalsospol.v10i2.35347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Shella Saukia sebagai aktor dan sumber kredibel dalam meningkatkan keputusan pembelian di era pemasaran digital. Berbagai penelitian terdahulu sebelumnya lebih berfokus pada peran seseorang yang telah memiliki personal branding seperti selebriti atau influencer untuk mempengaruhi audiens dalam meningkatkan keputusan pembelian. Sejauh ini belum banyak riset yang berfokus pada pengaruh pemilik produk sebagai sumber yang kredibel dalam meningkatkan keputusan pembelian melalui konten marketing pemasaran di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dengan melakukan instrumen penelitian melalui penyebaran kuisioner kepada 100 sample responden penelitian, dari 2.7 juta populasi. Teknik pengujian data telah melewati uji validitas dan uji reliabilitas dengan minimal 30 sampel responden sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas sumber memberikan pengaruh sebesar 54,2% terhadap keputusan pembelian di era pemasaran digital. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dibuktikan bahwa untuk menjadi sumber yang kredibel tidak perlu melibatkan seeorang yang telah memiliki personal branding seperti  brand ambassador, artis ataupun influencer, akan tetapi dengan penelitian ini telah terbukti siapapun bisa menjadi sumber yang kredibel termasuk pemilik brand, asalkan sumber yang kredibel dapat membranding dirinya dan dapat membuktikan kesesuaian informasi yang diberikan dengan kualitas produk yang sebenarnya dipasarkan.
Realisasi Desa Curug Menjadi Desa Wisata Di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor Kamaluddin Nashir, Asep; Kusumajanti, Kusumajanti; Widiastuti, Ni Putu Eka; Maryam, Siti; Ananda, Asri Dwi
Indonesian Journal of Society Engagement Vol. 5 No. 3: Desember 2024
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/ijse.v5i3.179

Abstract

Curug Village, Gunung Sindur District, Bogor Regency has made efforts to become an edutainment tourism village. One year of mentoring by the UPNVJ PPDM Scheme PKM Team has made efforts to prepare Curug Village to become a tourism village by the Curug Village Government forming a Tourism Awareness Group, determining Kampung Sawah Pulo as a rice field tourism location. The residents' discussion in RT 03 RW 03, Curug Village has agreed to make their area a tourism location. Based on the results of the Social Economic Environmental Awareness study in realizing the Fish Edutourism Tourism Village in achieving economic independence, it is necessary to provide assistance to the Tourism Awareness Group so that this ideal can be realized. Support from the Village Government is the main requirement to make Curug Village a tourism village in addition to full support from all villagers. The Applied PKM / Community Partnership Team intends to assist in solving problems in realizing a tourism village in Curug Village from the fields of Group Communication, Finance, Diplomacy, Politics. The next goal is to realize community independence in Curug Village by taking on economic roles according to their abilities. In addition, this Applied PKM supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) point eight, namely decent work and economic growth, especially in Curug Village. Optimization of the Tourism Awareness Group of the Sawah Pulo Village community in accordance with the urgency of the needs of the Curug Village community.
Komunikasi Interpersonal Antara Manajer dan Influencer Dalam Mengembangkan Konten Pada Media Sosial TikTok Sholayubi, Rhamanda Muharry; Kusumajanti, Kusumajanti
CommLine Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/cl.v10i2.4281

Abstract

This study aims to explore the interpersonal communication between managers and influencers in developing content on the TikTok social media platform. Marketing strategies have transitioned through social media platforms, with influencers on social media TikTok becoming the go-to platform for companies and brands. The role of influencer marketing is huge and the fastest growing until the end of 2024.  This study is expected to understanding the management of working relationships between managers and influencers. This research uses a constructivist paradigm with a qualitative approach in the form of a case study, this research explores the experiences and interactions that occur between managers and influencers. The results show that effective interpersonal communication, including aspects of openness, empathy, supportive behavior, positive behavior, and equality, plays an important role in creating and developing innovative content In addition, challenges such as differences in perception and lack of empathy were identified as barriers that can affect communication effectiveness.