Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Optimalisasi Sektor Pertanian Jagung Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Cekel, Kabupaten Grobogan Widya Aryadi; Inaya Sari Melati; Sus Widayani; Bella Mei Mulya Wati
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wjehmf53

Abstract

Sektor pertanian Indonesia berkontribusi besar bagi penyerapan tenaga kerja, stabilitas pangan nasional dan swasembada pangan. Optimalisasi sektor pertanian harus dilakukan dengan cepat, tepat guna dan tepat sasaran. Salah satu sektor pertanian dengan potensi unggulan adalah jagung. Diversifikasi produk olahan jagung juga masih sangat minim. Permasalahan lain pada pertanian jagung adalah pada bonggol yang menjadi limbah, karena masyarakat belum memahami optimalisasi limbah boggol tersebut agar lebih bernilai guna dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Permasalahan tersebut juga terjadi di Desa Cekel, Kabupaten Grobogan. Luas lahan produktif pertanian jagung yang mendominasi daerah tersebut, mencapai 223Ha belum dapat dioptimalkan terlebih pada permasalahan limbah bonggol jagung yang terus menumpuk. Selama ini, bonggol jagung hanya dibuang begitu saja bahkan dibakar sehingga menyebabkan pencemaran udara. Disamping itu, biji jagung juga masih dijual langsung kepada tengkulak dengan harga rendah, tanpa adanya pengolahan bentuk lain. Solusi yang ditawarkan adalah: 1) Integrasi Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin pemipil jagung dan pencacah bonggol jagung, 2) Diversifikasi olahan produk dengan bahan baku jagung, 3) Pendampingan pembuatan briket arang, 4) Pemberian edukasi pembuatan kerajinan/kriya dan budidaya jamur, dan 5) Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan: 1) Ceramah/Penyuluhan, 2) Demonstrasi, 3) Praktik Langsung, dan 4) Pendampingan.
GASTRODIPLOMASI OLAHAN IKAN BANDENG SEBAGAI UPAYA PENGUATAN RESILIENSI UMKM KABUPATEN PATI Syam Widia; Sus Widayani; Ari Dwi Nur Indriawan Musyono; Moch Faizal Rachmadi
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i4.10799

Abstract

Ikan bandeng mengandung berbagai macam kandungan gizi seperti protein, vitamin B1, B2, B3, B6 dan B12, asam lemak Omega 3 dan mineral. Ikan bandeng dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk produk atau sering disebut dengan diversifikasi olahan pangan. Oleh karena itu, optimalisasi olahan pangan ikan bandeng harus dilakukan secara terintegrasi, berkesinambungan dan berkelanjutan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjadikan ikan bandeng sebagi media diplomasi kuliner yang menjadi ciri khas/landmark Kabupaten Pati. Kabupaten Pati memiliki potensi perikanan bandeng yang besar. Produksi ikan bandeng di Kabupaten Pati pada tahun 2024 menduduki peringkat ke-2 yaitu sebanyak 445 ton. Disamping itu, Kabupaten Pati juga menempati urutan pertama penghasil produk perikanan budidaya tambak terbanyak di Provinsi Jawa Tengah. Meskipun demikian, masih banyak berbagai kendala dan permasalahan yang ditemui diantaranya seperti minimnya optimalisasi teknologi, kapabilitas, kreativitas dan daya inovasi masyarakat masih rendah. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Teknologi dan inovasi yang diterapkan diantaranya adalah implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) panci presto dan continuous sealer untuk menunjang produksi pasca panen ikan bandeng. Kemudian ada juga pendampingan pembuatan kemasan dan pemasaran digital. Pelatihan diversifikasi produk ikan bandeng menjadi fish roll, pizza bandeng dan nugget bandeng