Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Pengendalian Waktu dan Biaya Proyek Konstruksi Dengan Metode CPM (Critical Path Method) Saputra, Ichwan Hadi; Erina, Yeni; Rodhi, Nova Nevila
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17179

Abstract

Proyek rehabilitasi jalan Senganten - Klino dipilih sebagai studi kasus karena mengalami keterlambatan pada pelaksanaan proyek konstruksinya. Data studi ini menggunakan data sekunder pada proyek, yaitu penjadwalan proyek (time schedule) dan rencana anggaran biaya. Dari data tersebut, kemudian metode percepatan diterapkan agar dapat mereduksi waktu dan biaya pelaksanaan proyek sehingga dapat mempercepat pelaksanaan proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jalur lintasan kritis, untuk mengetahui durasi proyek setelah dilakukan percepatan dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) dan untuk mengetahui besarnya efisiensi biaya pada proyek rehabilitasi Jalan Senganten - Klino Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Langkah-langkah yang dilakukan antara lain menyusun jaringan kerja dengan metode Critical Path Method (CPM), mengidentifikasi jalur kritis dan jalur non kritis dan melakukan analisa perhitungan percepatan waktu dan biaya proyek. Dari hasil perhitungan menggunakan program bantu Microsoft Office Project pada penjadwalan normal atau tanpa percepatan, waktu pelaksanaan proyek selama 105 hari. Setelah mengalami percepatan dengan tambahan 1 jam kerja proyek dapat selesai selama 72 hari sehingga jika menggunakan penjadwalan percepatan waktu yang di reduksi sebesar 33 hari waktu normal. Rincian biaya upah tenaga percepatan Rp. 5.776.793,28, selama waktu lembur dalam 33 hari. Dan besar biaya total seluruh pekerja selama pekerjaan berlangsung adalah Rp. 477.921.231,20.
Evaluasi Simpang Tiga Tak Bersinyal pada Simpang Tiga Ketapang Cepu Saputra, Ichwan Hadi; Sari , Indah Ratna
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 1 (2024): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i1.24139

Abstract

The objectives of this study are as follows: To determine the volume and capacity of the Ketapang Cepu three-stroke intersection. To find out the performance of the Ketapang Cepu intersection that has not been signaled. The researcher's research method is a method with a quantitative approach. The data is in the form of the type of vehicle volume crossing the intersection and traffic volume.  Data analysis techniques used to analyze the results of this study using the method of Indonesian Road Capacity Guidelines 2014. The method of analyzing this research data is as follows: Analyzing peak times, namely analyzing survey results. Peak time analysis per 1 hour was conducted, which was analyzed with the rules of the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI 2014). Conclusion From the results of the calculation above, the intersection capacity is 2950.7 skr / hour, the largest traffic volume is 2373.6 skr / hour, the chance of queuing that occurs 26% - 51%. In PKJI 2014, the delay of all intersections is included in the good category if it is in the range of 5-15 seconds. Based on the data above, the performance of Simpang Tiga Ketapang Cepu is still good (there is no congestion).
PENGUATAN SWASEMBADA PANGAN SANTRI MELALUI TEKNOLOGI PEMANENAN AIR HUJAN DAN GREENHOUSE DI PONDOK PESANTREN SAYYID ABDULLAH SAJAD BANCAR Setyaningrum, Dyah; Mushthofa, Mushthofa; Saputra, Ichwan Hadi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3145

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan sasaran para santri dari ponpes Sayyid Abdullah Sajad Bancar. Pemberdayaan kepada para santri diperlukan untuk meningkatkan kapasitas diri masing-masing. Serta dapat menjadi bekal ketika mereka sudah lulus. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mewujudkan pesantren hijau dan memberi solusi atas tantangan perubahan iklim melalui pemanenan air hujan dan pertanian berkelanjutan dengan greenhouse. Adapun tahapan yang dilakukan adalah dengan survey awal untuk mengetahui masalah prioritas mitra, justifikasi solusi yang disepakati bersama mitra, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, serta adanya monitoring dan evaluasi dari kegiatan ini. Kepemilikan aset untuk memenuhi kebutuhan swasembada pangan, dalam hal ini adalah IPAH dan greenhouse menjadi target akhir kegiatan. Luaran setelah adanya Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada pengurus dan santri terkait konservasi air dan swasembada pangan, sehingga dapat menjadi bekal para santri saat lulus. Selain itu, dampak lebih luasnya adalah dapat dijadikan percontohan dalam konservasi air kepada masyarakat/ ponpes lainnya. Secara kuantitasi, terlihat bahwa terjadi peningkatan pengetahuan mitra, dimana sebelum adanya penyuluhan dan pelatihan, pemahaman peserta masih di bawah 20%. Namun, setelah diberikan sosialisasi dan pelatihan pemahaman peserta mengalami peningkatan hingga 80%.
OPTIMASI PENJADWALAN WAKTU PROYEK REKONSTRUKSI JALAN RIGID MENGGUNAKAN METODE LINE OF BALANCE (LOB) Saputra, Ichwan Hadi; Al Ma'ruf, Fadhil Zaid; Sari, Ayu Kurnia Ratna
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 2, Agustus Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i2.4547

Abstract

Dalam dunia konstruksi, terdapat pekerjaan yang berulang. Untuk proyek dengan elemen yang serupa, diperlukan penjadwalan yang dapat memenuhi kebutuhan sumber daya secara berkelanjutan dan teratur tanpa hambatan. Penelitian ini membahas proyek Rekonstruksi Jalan Penganten-Ngampal yang telah mengalami penundaan cukup lama dan menghitung Ketenagakerjaan, Bahan, dan Peralatan. Tujuan dari penelitian agar dapat mengetahui hasil penjadwalan proyek dan untuk menghitung selisih waktu yang diperoleh setelah dianalisis menggunakan metode Line Of Balance (LOB). Pendekatan yang diterapkan adalah dengan melakukan wawancara dan mengumpulkan data proyek dalam bentuk RAB, Jadwal Waktu, MC 0/MC 100 yang kemudian diproses menjadi diagram Line Of Balance (LOB). Hasil penjadwalan proyek Rekonstruksi Jalan Penganten-Ngampal menggunakan metode ini menunjukkan bahwa Pembagian 1. Umum dilakukan selama 1 minggu, Pembagian 2. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dilakukan selama 2 minggu, Pembagian 4. Pekerjaan Tanah dan Geosintetik dilakukan selama 3 minggu, Pembagian 6. Perkerasan Granular dan Perkerasan Beton Semen dilakukan selama 2 minggu, Pembagian 8. Struktur dilakukan selama 4 minggu, Pembagian 7. Perkerasan Aspal dilakukan selama 1 minggu, Pembagian 10. Pekerjaan Harian dan Pekerjaan Lain dilakukan selama 1 minggu. Durasi proyek Rekonstruksi Jalan Penganten - Ngampal awalnya adalah 17 minggu (120 hari kalender). Setelah diatur ulang menggunakan metode ini, optimasi durasi Jadwal menjadi 16 minggu (112 hari kalender), dengan perbedaan waktu 1 minggu.
ANALISIS KINERJA KONSULTAN PENGAWAS DALAM PELAKSANAAN PROYEK REHABILITASI JEMBATAN Sholahuddin, Moh.; Saputra, Ichwan Hadi; Prabowo, Rohmad Dwi
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 3, Desember Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i3.5019

Abstract

Proyek pelebaran Jembatan Malo – Selogabus 14 di Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume lalu lintas seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Jembatan ini merupakan penghubung utama antara wilayah Kecamatan Malo dengan kecamatan lainnya, serta menjadi akses penting menuju pusat kota Bojonegoro. Dengan adanya peningkatan arus kendaraan terutama kendaraan berat seperti truk pengangkut hasil pertanian atau industri lainnya sehingga tentu akan berdampak pada tingginya beban lalu lintas di jembatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja konsultan pengawas konstruksi dalam pelaksanaan proyek jembatan, dengan studi kasus Proyek Pelebaran Jembatan Malo – Selogabus 14, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui survei kuesioner terhadap responden yang terlibat langsung dalam proyek, dengan analisis data menggunakan  metode Relative Importance Index (RII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja konsultan pengawas dipengaruhi oleh tujuh faktor utama, yaitu sumber daya manusia, alat, material, biaya, waktu, kualitas, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dari ketujuh faktor yang dianalisis, Sumber Daya Manusia dan K3 muncul sebagai faktor yang paling dominan, masing-masing dengan nilai pengaruh sebesar 0,960. Faktor SDM tercermin dari indikator kemampuan konsultan dalam melakukan survei kondisi lapangan secara tepat dan menyeluruh. Sementara itu, faktor K3 terlihat melalui indikator pemberian teguran kepada kontraktor agar tenaga kerja selalu menggunakan peralatan keselamatan saat bekerja. Selanjutnya, faktor Waktu dengan nilai 0,947 juga berperan penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal melalui indikator pengecekan tingkat pencapaian volume pekerjaan.
Pengembangan WEBGIS dari pemetaan partisipatif di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Mrabawani Insan Rendra; Hadi Fitriansyah; Mohammad Zainul Ikhwan; Toni Budi Santoso; Ichwan Hadi Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32597

Abstract

Abstrak Ketersediaan data geospasial yang akurat di tingkat desa merupakan elemen krusial dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Namun, keterbatasan teknis serta rendahnya literasi digital aparatur desa seringkali menjadi penghambat utama. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemetaan desa melalui pendekatan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pengembangan WebGIS. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan mencakup survei lapangan, diskusi kelompok, digitalisasi data menggunakan QGIS, serta pengembangan platform WebGIS interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan Desa Kedungsari mempunyai sisteminformasi berbasis WEB  dengan data penggunaan lahan, infrastruktur, batas wilayah, dan persebaran penduduk. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi teknologi dan partisipasi masyarakat mampu mendorong transformasi digital desa secara inklusif dan berkelanjutan serta mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat lokal. Kata kunci: pemetaan partisipatif; WebGIS; data spasial; pembangunan desa; QGIS Abstract Accurate geospatial data at the village level is essential for effective development planning and sustainable resource management. However, limited technical capacity and low digital literacy among village officials often hinder its implementation. This community engagement initiative aims to strengthen spatial data infrastructure through a participatory mapping approach based on Geographic Information Systems (GIS) and the development of an interactive WebGIS platform. The program was conducted in Kedungsari Village, Temayang Subdistrict, Bojonegoro Regency, involving local officials and community members. The methodology included field surveys, focus group discussions, spatial data digitization using QGIS, and the design of a web-based GIS system. The results demonstrated a significant improvement in local awareness regarding the importance of spatial information, along with the creation of detailed digital maps covering land use, infrastructure, administrative boundaries, and household distribution. The WebGIS platform enables broader access to spatial information, enhances public transparency, and supports data-driven decision-making processes at the village level. This program illustrates how the integration of technology and community participation can foster inclusive and sustainable digital transformation in rural areas. Keywords: participatory mapping; WebGIS; spatial data; village development; QGIS.
Implementasi Teknik Ecoprint Sebagai Media Pembelajaran Seni Berbasis Lingkungan di Sekolah Dasar Saputra, Ichwan Hadi; Rahmawati, Cendy Asta Vivia; Putri, Fadila Kania; Putri, Heila Antika; Sulistiyowati, Sulistiyowati
SINAR SANG SURYA Vol 10, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4528

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi ecoprint sebagai metode pembelajaran seni dan pendidikan lingkungan hidup di tingkat sekolah dasar. Ecoprint merupakan teknik mencetak dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan batang. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dikenalkan pada aspek kreativitas dan seni, tetapi juga pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa metode ecoprint efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap keanekaragaman tumbuhan dan pengelolaan sampah, serta mengembangkan keterampilan mereka dalam memanfaatkan bahan alami sebagai media seni. Kesimpulannya, ecoprint dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang integratif dan bermanfaat dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan serta kemampuan artistik siswa sekolah dasar.Kata kunci : Ecoprint, Seni, Kreativitas, Pendidikan Dasar, Lingkungan