Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Rancang Bangun

Analisis Perbandingan Biaya Konstruksi Bangunan Tahan Gempa Wilayah DKI Jakarta dan Penajam Paser Utara Roshaunda, Diza; Setiawan, Agustinus Agus
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 6, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.84 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i2.1158

Abstract

Dalam merencanakan gedung bertingkat sangat dituntut perencanaan yang efektif dan efisien. Dimana efektivitas dan efisiensi struktur dilihat dari segi kekuatan dalam menahan beban gempa dan biaya konstruksi yang ekonomis. Tujuan penelitian ini untuk menentukan Kategori Desain Seismik, dan membandingkan besarnya biaya pekerjaan struktur kolom dan balok pada bangunan tahan gempa di Wilayah DKI Jakarta dan Penajam Paser Utara Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menahan beban gempa adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), dimana struktur beton bertulang akan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menahan beban gempa yang ekstrim dengan kata lain struktur diharuskan daktail (fleksibel) agar dapat dikategorikan aman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada Wilayah DKI Jakarta dengan dimensi kolom utama 800 mm × 800 mm dan balok utama 400 mm × 800 mm, sudah mampu memikul beban gempa sesuai dengan faktor keamanan dengan total biaya konstruksi sebesar RP. 10.349.794.090. Sedangkan untuk Wilayah Penajam Paser Utara dengan dimensi kolom utama 700 mm × 700 mm dan balok utama 400 mm × 600 mm, struktur gedung sudah mampu memikul beban gempa sesuai dengan faktor keamanan dengan total biaya konstruksi sebesar RP. 9.340.381.082 atau lebih rendah 9,75% dari biaya konstruksi di Wilayah DKI Jakarta.
CANGKANG KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) SEBAGAI SUBSITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON Esa, Dinda Alma; Setiawan, Agustinus Agus; Subagyo, Galih Wulandari
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 7, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.385 KB) | DOI: 10.33506/rb.v7i2.1413

Abstract

Salah satu program internasional yang sedang di kembangkan saat ini adalah Sustainable Development Goals (SDGs) dengan 17 poin utama didalamnya. Pada penelitian ini mendukung 3 poin SDGs yaitu membangun infrastruktur yang Tangguh, meningkatkan industri inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, Tangguh dan berkelanjutan dan menjamin pola dan konsumsi yang berkelanjutan. Sustainable Development Goals (SDGs) disetujui pada tanggal 25 – 27 September 2015 di markas besar PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), New York, Amerika Serikat yang dihadiri oleh 193 negara termasuk Indonesia. untuk merealisasikan program tersebut, maka didalam penelitian ini digunakan cangkang kerang darah sebagai subsitusi agregat kasar beserta penambahan admixture sehingga berharap cangkang kerang darah mempunya nilai ekonomis dan juga dapat menudukung program SDGs. Hasil kuat tekan beton normal mencapai nilai 27,9 MPa pada umur 28 hari. Pada beton dengan campuran cangkang kerang darah (Anadara Granosa) sebagai subsitusi agregat kasar pada prsentase 5%, 10%, 15%, dan 20% di dapat nilai tertinggi ada pada presentase 10% dengan nilai kuat tekan sebesar 24,9 MPa hampir mendekati kuat tekan yang direncanakan yaitu 25 MPa nilai terendah adalah 19,0 MPa dengan presentase 20%. Pada beton dengan campuran cangkang kerang darah (Anadara Granosa) sebagai subsitusi agregat kasar dan  superplasticizers nilai tertinggi kuat tekan beton sebesar 42,4 MPa dengan presentase 5% dan nilai terendah 15,8 MPa dengan presentase 20%. Dapat disimpulkan bahwa beton dengan cangkang kerang darah sebagai pengganti agregat kasar sebesar 10% serta penambahan superplasticizers sebanyak 1% layak digunakan sebagai material beton struktural.
Analisis Perbandingan Biaya Konstruksi Bangunan Tahan Gempa Wilayah DKI Jakarta dan Penajam Paser Utara Diza Roshaunda; Agustinus Agus Setiawan
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 6 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.84 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i2.1158

Abstract

Dalam merencanakan gedung bertingkat sangat dituntut perencanaan yang efektif dan efisien. Dimana efektivitas dan efisiensi struktur dilihat dari segi kekuatan dalam menahan beban gempa dan biaya konstruksi yang ekonomis. Tujuan penelitian ini untuk menentukan Kategori Desain Seismik, dan membandingkan besarnya biaya pekerjaan struktur kolom dan balok pada bangunan tahan gempa di Wilayah DKI Jakarta dan Penajam Paser Utara Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menahan beban gempa adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), dimana struktur beton bertulang akan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menahan beban gempa yang ekstrim dengan kata lain struktur diharuskan daktail (fleksibel) agar dapat dikategorikan aman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada Wilayah DKI Jakarta dengan dimensi kolom utama 800 mm × 800 mm dan balok utama 400 mm × 800 mm, sudah mampu memikul beban gempa sesuai dengan faktor keamanan dengan total biaya konstruksi sebesar RP. 10.349.794.090. Sedangkan untuk Wilayah Penajam Paser Utara dengan dimensi kolom utama 700 mm × 700 mm dan balok utama 400 mm × 600 mm, struktur gedung sudah mampu memikul beban gempa sesuai dengan faktor keamanan dengan total biaya konstruksi sebesar RP. 9.340.381.082 atau lebih rendah 9,75% dari biaya konstruksi di Wilayah DKI Jakarta.
CANGKANG KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) SEBAGAI SUBSITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON Dinda Alma Esa; Agustinus Agus Setiawan; Galih Wulandari Subagyo
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.385 KB) | DOI: 10.33506/rb.v7i2.1413

Abstract

Salah satu program internasional yang sedang di kembangkan saat ini adalah Sustainable Development Goals (SDGs) dengan 17 poin utama didalamnya. Pada penelitian ini mendukung 3 poin SDGs yaitu membangun infrastruktur yang Tangguh, meningkatkan industri inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, Tangguh dan berkelanjutan dan menjamin pola dan konsumsi yang berkelanjutan. Sustainable Development Goals (SDGs) disetujui pada tanggal 25 – 27 September 2015 di markas besar PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), New York, Amerika Serikat yang dihadiri oleh 193 negara termasuk Indonesia. untuk merealisasikan program tersebut, maka didalam penelitian ini digunakan cangkang kerang darah sebagai subsitusi agregat kasar beserta penambahan admixture sehingga berharap cangkang kerang darah mempunya nilai ekonomis dan juga dapat menudukung program SDGs. Hasil kuat tekan beton normal mencapai nilai 27,9 MPa pada umur 28 hari. Pada beton dengan campuran cangkang kerang darah (Anadara Granosa) sebagai subsitusi agregat kasar pada prsentase 5%, 10%, 15%, dan 20% di dapat nilai tertinggi ada pada presentase 10% dengan nilai kuat tekan sebesar 24,9 MPa hampir mendekati kuat tekan yang direncanakan yaitu 25 MPa nilai terendah adalah 19,0 MPa dengan presentase 20%. Pada beton dengan campuran cangkang kerang darah (Anadara Granosa) sebagai subsitusi agregat kasar dan  superplasticizers nilai tertinggi kuat tekan beton sebesar 42,4 MPa dengan presentase 5% dan nilai terendah 15,8 MPa dengan presentase 20%. Dapat disimpulkan bahwa beton dengan cangkang kerang darah sebagai pengganti agregat kasar sebesar 10% serta penambahan superplasticizers sebanyak 1% layak digunakan sebagai material beton struktural.