Moh. Solehatul Mustofa
Jurusan Sosiologi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI PERUBAHAN SOSIAL KELAS XII IPS 1 TAHUN AJARAN 2015/2016 DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SRAGEN Astuti, Fitri; Mustofa, Moh Solehatul; Fatimah, Nurul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 1 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan model pembelajaran inovatif problem based learning pada materi perubahan sosial kelas XII IPS 1 tahunajaran 2015/2016 di SMA Muhammadiyah 1 Sragen. Rincian tujuan tersebut meliputi mengetahui pemahaman guru sosiologi terhadap model pembelajaran inovatifproblem based learning, mengetahui kendala yang dihadapi guru sosiologi dalammenerapkan model pembelajaran inovatif problem based learning dan mengetahuikiat-kiat yang dilakukan guru sosiologi dalam menerapkan model pembelajaran inovatif problem based learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sosiologidi SMA Muhammadiyah 1 Sragen telah mempelajari dan mempraktikkan modelpembelajaran inovatif problem based learning pada pembelajaran sosiologi materiperubahan sosial, kendala yang dihadapi guru sosiologi dalam menerapkan modelpembelajaran inovatif problem based learning terdiri atas faktor internal dan faktoreksternal, kiat-kiat yang dilakukan guru sosiologi dalam menerapkan model pembelajaran inovatif adalah menyesuaikan materi dengan model pembelajaran inovatifdan memberikan motivasi This study aims to determine the knowing the implementing of innovative learning model ofproblem based learning in social change material class XII IPS 1 academic year 2015/2016in SMA Muhammadiyah 1 Sragen. Details of such purposes include knowing the sociologyteacher understanding of the innovative learning model of problem based learning, knowingobstacles faced in implementing innovative learning model of problem based learning andknowing sociology teacher tips in implementing innovative learning model of problem basedlearning. The results of the study showed that sociology teacher in SMA Muhammadiyah 1Sragen has been studied mostly about innovative learning model of problem based learningand could practice it in sociology learning activity, obstacles that faced by sociology teacher inimplementing innovative learning model of problem based learning consists of internal andexternal factors, tips that did by sociology teacher in implementing innovative learning modelis adapting materials with innovative learning model and giving motivation.
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN METODE PEMBELAJARAN SOSIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU BELAJAR SISWA AKTIF DI KELAS XI IPS 4 TAHUN AJARAN 2014/2015 Fikroyyah, Nurul Aini Nadirotul; Fatimah, Nurul; Mustofa, Moh Solehatul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 1 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai perilaku belajar siswa, upaya yang dilakukan guru dalam mengembangkan perilaku belajar siswa aktif dan kendala yang di hadapi guru dalam mengembangkan perilaku belajar siswa aktif di kelas XI IPS 4 tahun ajaran 2014/2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi data. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perilaku belajar siswa dalam proses pembelajaran Sosiologi di kelas XI IPS 4 tahun ajaran 2014/2015 menunjukkan siswa merasa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran Sosiologi di kelas. Hal ini dikarenakan beberapa hal yakni, kurangnya motivasi dari siswa itu sendiri baik itu karena faktor internal maupun faktor eksternal, lemahnya siswa dalam mempelajari konsep-konsep Sosiologi yang membutuhkan hafalan serta dalam menyampaikan materi, guru kurang mampu menarik minat siswa; (2) Upaya yang dilakukan oleh guru adalah; (a) Penerapan metode pembelajaran yang bervariasi yang mampu menarik minat siswa seperti ceramah bervariasi, diskusi, tanya jawab dan penugasan. Selain itu guru juga menerapkan model pembelajaran talking stick. (b) Pemberian motivasi yang dilakukan oleh guru kepada siswa agar timbul hasrat untuk belajar sehingga tujuan pembelajarn dapat tercapai. (c) evaluasi hasil belajar guru Sosiologi sudah menggunakan penilaian berbasis kelas dengan menerapkan dua aspek penilaian yaitu penguasaan konsep dan penerapan konsep; (3) Kendala yang dihadapi guru, guru masih merasa bingung menerapkan metode yang sesuai dengan pembelajaran Sosiologi di dalam kelas tanpa harus menyita waktu dan materi yang sangat banyak, belum sepenuhnya menguasai teknik mengajar inovatif. Selain itu, minat dan motivasi dari peserta didik sendiri belum sepenuhnya terkontrol
PENERAPAN PROGRAM KELAS ADVANCE PLACEMENT (AP) DALAM MENUNJANG VISI INTERNASIONAL SISWA DI SMA SEMESTA BILINGUAL BOARDING SCHOOL SEMARANG Latifah, Abidatul; Mustofa, Moh Solehatul; Fatimah, Nurul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui lebih mendalam tentang penerapan program kelas Advance Placement (AP) dari tahap pertimbangan kebijakan, proses pelaksanaan, hingga berbagai hambatan yang dihadapi. Tulisan ini mengacu pada pelaksanaan program Advance Placement di Semesta Bilingual Boarding School Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara secara langsung dengan informan serta dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan XI AP serta pengelola program kelas AP di Semesta Bilingual Boarding School Semarang. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi data. Sedangkan teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa: diterapkannya program kelas AP yaitu upaya untuk mempersiapkan siswa agar mampu berkompetisi ditingkat global, untuk memaksimalkan kemampuan siswa, adanya dorongan agar Semesta Semarang mencetak siswa Indonesia ke tingkat Internasional. Pelaksanaan program AP dimulai dari tahap seleksi siswa dan guru AP, hingga evaluasi program AP. Berbagai hambatan dihadapi oleh pimpinan sekolah, siswa AP dan guru AP dapat memicu kritik dalam pelaksanaan AP bagi pihak sekolah.
KEBERLANGSUNGAN USAHA MIKRO BIDANG KULINER DI ALUN-ALUN LAMA UNGARAN Aprilia, Silvi Ayu; Brata, Nugroho Trisnu; Mustofa, Moh Solehatul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 1 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang keberlangsungan usaha mikro bidang kuliner di Alun-Alun Lama Ungaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Bertahannya usaha kuliner di Alun-Alun Lama Ungaran dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yaitu. bakat dan minat memasak dan latar belakang pendidikan yang rendah, cita-cita dan menghasilkan pendapatan, dan nilai-nilai sosial keagamaan; 2) Budaya kerja pengusaha mikro bidang kuliner di Alun-Alun Lama Ungaran yaitu, gaya hidup sederhana, konsistensi cita rasa dan harga, kreatif dan kerja keras, disiplin, dan profit oriented; 3) Peranan budaya kerja terhadap kebertahanan usaha mikro bidang kuliner dapat dilihat dalam dua hal yaitu peningkatan pendapatan dan perluasan jaringan sosial. Selain itu, terdapat sisi lain dalam budaya kerja pengusaha mikro bidang kuliner di Alun-Alun Lama Ungaran yaitu perilaku menggunakan penglarisan untuk berdagang.
JARINGAN SOSIAL PETANI DALAM SISTEM IJON PADA PERTANIAN DI DESA PAGENTERAN KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANG Gandi, Grita Gusti; Mustofa, Moh Solehatul; Luthfi, Asma
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 1 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi sayuran dengan menggunakan sistem ijon pada masyarakat Desa Pagenteran melibatkan beberapa aktor yang membentuk suatu pola jaringan sosial pada petani. Sistem Ijon yang berlangsung pada masyarakat Desa Pagenteran dianggap dapat menjaga hasil produksi pertanian selama ini. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui jaringan sosial petani dalam pelaksanaan sistem ijon pada masyarakat Desa Pagenteran Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, antara lain adalah 1) Perubahan fungsi lahan dari kebun teh menjadi pertanian sayuran disebabkan oleh adanya inovasi pertanian. Hasil pertanian sayuran di Desa Pagenteran mayoritas dijual dengan menggunakan sistem ijon. Petani yang menggunakan sistem ijon dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu petani buruh, petani kebun, dan petani besar. 2) Sistem ijon yang berlangsung di Desa Pagenteran membentuk jaringan sosial petani dengan para aktor (petani lain, tengkulak, pedagang dan pemerintah) yang saling terkait satu sama lain atau bersifat transitif. 3) Mekanisme berjalannya sistem ijon diawali dengan peminjaman modal petani kepada tengkulak yang membuat terjadinya keterikatan pada setiap aktor. Keterikatan yang terjadi dalam sistem ijon adalah keterikatan ekonomi dan keterikatan budaya.
Perilaku Membeli Produk Pemutih Wajah di Kalangan Perempuan Pekerja Millet Tempat Pelelangan Ikan Jongor Kelurahan Tegalsari Kota Tegal Nindia, Sefira Rizki Ayu; Arsal, Thriwaty; Mustofa, Moh. Solehatul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran produk pemutih mempengaruhi gaya hidup seseorang, khususnya bagi kaum perempuan. Keinginan untuk memiliki penampilan yang menarik dan cantik karena kecantikan bagi perempuan merupakan simbol keberadaan dalam lingkungan. Berbagai usaha dilakukan untuk mempertahankan citra diri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna produk pemutih bagi perempuan pekerja millet, dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mendorong perempuan pekerja millet dalam menggunakan produk pemutih wajah.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: Konsep cantik perempuan pekerja millet yaitu berasal dari lingkungan sosial perempuan pekerja millet, iklan, pembuktian eksistensi diri, dan konsep diri (self) tentang perempuan yang cantik. Faktor-faktor yang mendorongperempuan pekerja millet dalam menggunakan produk pemutih wajah adalah(1) adanya pengaruh teman sepergaulan (2) adanya keinginan untuk memiliki kulit wajah cantik, (3) pengaruh suami. Saran dari penelitian ini adalah perempuan pekerja millet sebaiknya mempertimbangkan jaminan kualitas krim pemutih dari penjual produk pemutih, dan perempuan pekerja millet sebaiknya memperhatikan antara kebutuhan kebutuhan sehari-hari dan keinginan membeli produk pemutih.
Sosialisasi Program Merdeka Belajar dan Guru Penggerak Bagi Guru SMPN 2 Kabupaten Maros Wijaya, Atika; Mustofa, Moh. Solehatul; Husain, Fadly
Jurnal Puruhita Vol 2 No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v2i1.42325

Abstract

Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akhir tahun 2019 kemarin merupakan sebuah gebrakan yang akan menjadi era baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Mendikbud Nadiem Makarim menggagas sebuah konsep tentang “merdeka belajar” dan “guru penggerak”. Kedua konsep ini memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan unit satuan pendidikan (sekolah, guru, dan murid) untuk memiliki kebebasaan dalam berinovasi, kebebasaan dalam belajar secara mandiri dan kreatif. Selama ini pendidikan di Indonesia dianggap membatasi ruang gerak kreatifitas dan inovasi para siswa dan guru dengan berbagai urusan birokrasi dan administratif. Salah satu aspek yang ditekankan dalam merdeka belajar adalah tentang penghapusan Ujian Nasional (UN). Tujuan dari merdeka belajar dan guru penggerak ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat bersaing di era revolusi industry 4.0 dan persaingan global. Meskipun demikian, konsep ini belum dipahami oleh semua orang di instansi pendidikan. Konsep yang bagus ini perlu disosialisasikan ke seluruh Indonesia dan dalam pelaksanaannya perlu pendampingan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan konsep merdeka belajar dan mendampingi para guru untuk mengembangkan kompetensi diri menjadi guru penggerak di daerahnya. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi dan pelatihan dan pemberian materi tentang merdeka belajar dan guru penggerak dari Kemendikbud. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berimplikasi pada diterimanya kebijakan nasional tersebut dan implementasinya dalam pembelajaran di sekolah.
Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Ponggok, Kabupaten Klaten Fajar Subehi; Asma Luthfi; Moh. Solehatul Mustofa; Gunawan Gunawan
Umbara Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/umbara.v3i1.25670

Abstract

Desa Ponggok is one of the independent villages in Indonesia. This village can manage its natural potential through Village-Owned Enterprises (BUMDes) to improve welfare and empower its society. This research describes in detail the efforts made by the government and villagers in improving welfare through various businesses managed under BUMDes. This research uses qualitative, descriptive methods. Data collection techniques are carried out through involved observation, in-depth interviews, and documentation. This study found that managing the assets and potential of the village through BUMDes Tirta Mandiri which involved the village community had succeeded in improving the welfare of the residents was not simple. Several factors hinder and encourage the success of this effort, including technology, human resources, and business competition. However, a solid collaboration between the government and villagers has proven to be able to overcome obstacles and make BUMDes as facilitators in the socio-economic empowerment of its citizens.
Cassava Farming Based On Rural Agribusiness Development Banowati, Eva; Sari, Yuria; Mustofa, Mohammad Solehatul; Rahmawati, Shintya Novita
Komunitas Vol 12, No 1 (2020): March 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v12i1.21546

Abstract

Agriculture products need market value increases trough the development of rural agribusiness. The success of the program needs to be supported by the community to create the expansion of marketing access, the sustainability of the agribusiness and strengthening of capital so as to create savings. Community as a regional unit (natural and social), where its members (farmers and non farmers) carry out various daily activities, which are social capital to play an important role in a development process. This research had the following objectivies: a) determining the synergy of participation of each element (farmer and non farmer) in the development of rural agribusiness, b) finding solutions to the participation constraints of each agribusiness chain, and c) finding sub models of community facilities. The research was conducted in Central Java Province as a cassava-producing region and tapioca center, namely in the districts of Pati and. Meanwhile, the objects of the research included : facilitation actions for community empowerment on the job training, agriculture product processing and independent of the rural agribusiness development, community potential, and the establishment of agrbusiness microfinance institutions. There were two populations of this study, they were: area of cassava land and center of agribusiness, and community members consisting of farmers element (cassava farmers), non farmer (owner of agribusiness and workfoces of agribusiness), and off farmers (owner of transport, transport drivers). Sampling technique used in this study was cluster sampling technique to find out agribusiness data and accuracy test of the accuracy of image interpretation in determining the number of samples using the guidelines of BIG (Geographyc Information Institution in Indonesia), as well as simple random sampling technique for agribusiness center. Data analysis technique used was multiple linear regression for participatory synergistic analysis and synthesizing information to be used in formulating alternatives and policy preferenees are expressed comparatively, predicted in quantitative and qualitative languages as the basis for decision making for proverty reduction analysis. Based on the research data, the results of simple linear regression analysis result in a regression equation Y = 5.26 + 18.26X, this shows a positive influence of each variable where X represents the amount of daily cassava production and Y variable represents the number daily income, meaning that there will be an increase in participation synergy if each of these variables is increased in quantity or quantity. Meanwhile, in testing hypotheses between the two variables produces t count of 0.871, where the t table is 0.374 which means t count t table so that the conclusions obtained are the influence between variables on the magnitude of the synergy of participation from PUAP. According to the calculation of correlation analysis, the results of the calculation of simple linear regression analysis produce a correlation coefficient of 0.801 and a determination coefficient of 0.642, which means that when linked to the interpretation table the correlation coefficient for correlation between variables is in the "very strong" interval level classification (0 , 80 - 1.00). The results of the study were to increase the synergy of the participation of members of rural communities, accelerate networking between citizens or communities through social planned change known as social engineering and labor intensive agricultural processing.
Implementation of multicultural values in social studies learning at Junior High School Mukhtar Syafa’at Irawan, Ari; Banowati, Eva; Mustofa, Moh Solehatul
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 11 No 2 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v11i2.59196

Abstract

A multicultural school environment makes it easier for students to understand multicultural values. Still, on the other hand, it provides difficulties for students, such as the adaptation process that is not easy due to background differences. This article examines the inculcation of multicultural values in social studies learning. It also discusses the actualization of multicultural values in students' social attitudes. This study also analyses the role of the social environment in supporting the actualization of multicultural values by students. The qualitative approach used is a collective case study design. The results showed that teachers had difficulties making various learning methods and media in the planning stages of social studies learning. At the implementation stage, there were problems with insufficient school infrastructure, and in the evaluation, many students violated the school. Language actualization is going well. Students learn each other's language, some students have difficulty adapting to ethnicity, and a form of cultural actualization is holding an endog parade. The social environment's role is essential in actualizing multicultural values by students. Through multicultural learning, it is expected that students can behave by the multicultural values contained in society.