Martiana, Aris
Departemen Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Hukum Dan Politik, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Kultur Sekolah Dalam Membentuk Kedisiplinan Siswa di SMA Angkasa Adi Sutjipto Yogyakarta Anggi Permata Sari; Poerwanti Hadi Pratiwi; Aris Martiana
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 8, No 2 (2019): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v8i2.36368

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan kultur sekolah dalam membentuk kedisiplinan siswa di SMA Angkasa Adisutjipto. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan pada penelitian ini berjumlah 11 orang. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Teknik Analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin sebagai kultur utama sekolah karena pendidikan di SMA Angkasa berbasis semi militer yang di bimbing TNI AU secara langsung. Selain itu dari artifak fisik seperti; lokasi sekolah berada komplek AURI, seragam siswa lengkap dengan atribut kedirgantaraan, logo sekolah menunjukan berada dibawah naungan AURI.  Pada artifak perilaku menunjukkan hubungan yang harmonis antar warga sekolah, yang terlihat dari pola perilaku penerapan 3 S (senyum, salam dan sapa). Temuan terakhir yaitu pada nilai dan keyakinan yang dianut warga sekolah, berupa nilai kejujuran, keteladanan, kedisiplinan dan ketertiban.
Penerapan Metode Pembelajaran Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Kompetensi Investigasi Kelompok Pada Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 11 Yogyakarta Sugiarti Merintika. L; Poerwanti Hadi Pratiwi; Aris Martiana
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 10, No 1 (2021): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v10i1.41049

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri 11 Yogyakarta yang kurang variatif dalam menerapkan metode. Selain itu, penentuan metode kurang memperhatikan aspek tujuan pembelajaran, materi pelajaran, dan kondisi peserta didik. Penerapan metode GI ini didukung dengan penerapan media Google Classroom. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan metode pembelajaran GI untuk meningkatkan kompetensi investigasi kelompok pada siswa kelas XI IPS 1.Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dalam dua siklus dengan alokasi waktu masing-masing tiga pertemuan pada setiap siklus. Subjek penelitian ini adalah 32 peserta didik kelas XI IPS 1 dan objek penelitian ini adalah kompetensi investigasi kelompok. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, angket, dan proyek. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah peserta didik dan guru, sementara sumber data sekunder adalah data administrasi sekolah. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan validitas proses, yaitu mengetahui kesamaan data antara tiga instrumen.Hasil penelitian ini menunjukkan peserta didik dapat mencapai kompetensi investigasi kelompok pada siklus I dan terjadi peningkatan pada siklus II. Hal ini dapat diketahui dari hasil observasi pembelajaran sesuai dengan sintaks dan peserta didik memenuhi indikator kompetensi investigasi kelompok. Selain itu, untuk hasil angket rata-rata kelas peserta didik siklus I sebesar 71% atau kategori B (baik) dan pada siklus II meningkat 13% menjadi sebesar 84% atau kategori A (sangat baik). Selain itu, sebagai data pendukung, hasil angket guru siklus I sebesar 79,16% atau kategori B (baik) dan meningkat 8,7% pada siklus II menjadi sebesar 92,70% atau kategori A (sangat baik). Sementara itu, untuk hasil proyek rata-rata kelas peserta didik menunjukkan pada siklus I mencapai 83 dan meningkat pada siklus II menjadi 87. Kelebihan penelitian ini adalah kompetensi investigasi kelompok peserta didik meningkat dan memberikan pengalaman belajar bermakna. Sementara itu, kendala penelitian ini adalah keterbatasan waktu dan koneksi internet yang kurang stabil.
MANAJEMEN ORGANISASI DALAM MEMBANGUN LOYALITAS ANGGOTA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH DI DIY Fatkhurohmah Fatkhurohmah; Poerwanti Hadi Pratiwi; Aris Martiana
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 7, No 2 (2018): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.628 KB) | DOI: 10.21831/dimensia.v7i2.32650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran manajemen organisasi IPM dalam  membangun  loyalitas  anggota  organisasi.  Penelitian  ini  merupakanpenelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data yang digunakanmodel Miles dan Hubberman. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu peranmanajemen  organisasi  dalam  membangun  loyalitas  anggota  organisasi  IPMadalah (1) manajemen perkaderan yang ada di IPM mampu membangun loyalitasanggota dengan memperkuat pemahaman ideologi, gerakan organisasi sehinggamenciptakan kader yang bersedia mengabdi terhadap organisasi, (2) manajemenorganisasi dan kepemimpinan membentuk organisasi yang baik sehingga : a)memberikan mekanisme yang jelas sehingga anggota dapat menjalankan tugassesuai  dengan  tujuan  organisasi,  b)  membentuk  lingkungan  organisasi  yangmendukung anggota untuk setia terhadap organisasi, c) memberikan ruang bagianggota  untuk  mengambil  peran  dalam  organisasi  tanpa  mempertimbangkanjabatannya, (3) membentuk sistem gerakan dan aksi yang menjadi wadah bagiindividu untuk mewujudkan tujuan bersama, (4) membangun jaringan dan aktivitasorganisasi sebagai modal sosial dengan cara : a) melalui kegiatan pelaksanaanprogram kerja membangun jaringan sosial bagi organisasi dan individu, b) melaluikegiatan perkaderan menanamkan nilai-nilai organisasi ke dalam diri anggota.
Peran Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (Bprsw) Yogyakarta dalam Menangani Wanita Rawan Sosial Ekonomi Noor Yuli Astuti; Poerwanti Hadi Pinasti; Aris Martiana; Mustika Ayu Permata Putri
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 9, No 2 (2020): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v9i2.38989

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan peran Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita Yogyakarta dalam menangani WRSE beserta faktor pendorong dan faktor penghambat yang dihadapi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPRSW Yogyakarta dalam menangani WRSE dilakukan dengan memberikan perlindungan sosial dan rehabilitasi sosial. Perlindungan sosial dilakukan dengan mempertimbangkan siapa yang boleh berkunjung, pembatasan jam kunjung, penentuan tempat kunjung, kontrol dalam penggunaan HP dan kerahasiaan identitas WRSE. Peran dalam rehabilitasi sosial diwujudkan dalam bimbingan fisik, mental, sosial dan keterampilan. Setelah selesai mendapatkan bimbingan tersebut WRSE akan melakukan PBK (Praktek Belajar Kerja). BPRSW Yogyakarta memiliki program bimbingan lanjut yaitu program sertifikasi bagi alumni BPRSW Yogyakarta. Faktor pendorong dalam menangani WRSE yaitu adanya sarana prasarana yang memadai, kinerja pekerja sosial yang baik dan adanya kerjasama dengan instansi lainnya. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu terbatasnya jumlah anggaran, kurangnya jumlah pekerja sosial, kurangnya minat dan konsentrasi WRSE, WRSE memiliki suasana hati yang tidak stabil dan kurangnya dukungan dari keluarga dan masyarakat
Dukungan Sosial Bagi Warga Penderita Gangguan Jiwa di Jogonalan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul Arsitha Kumalasari; Amika Wardana; Aris Martiana
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 8, No 1 (2019): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v8i1.35566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dukungan sosial bagi warga penderita gangguan jiwa di Jogonalan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan di dalam penelitian ini adalah keluarga dari penderita gangguan jiwa, tetangga sekitar tempat tinggal penderita gangguan jiwa, dan pemerintah setempat. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Keabsahan data diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial bagi warga penderita gangguan jiwa di Jogonalan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul diberikan oleh pihak keluarga, masyarakat, maupun pemerintah setempat. Dukungan sosial paling banyak diberikan oleh keluarga adalah dukungan instrumental. Dukungan sosial yang diberikan oleh masyarakat paling banyak adalah dukungan kelompok. Sedangkan dukungan sosial dari pemerintah setempat paling banyak adalah dukungan informasi.
Penguatan Pendidikan Karakter Kerja Keras pada Anak Melalui Permainan Tradisional Engklek di Dusun Pule, Tegalrandu, Srumbung, Magelang Alfi Dwi Cahyani; Puji Lestari; Aris Martiana
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 8, No 1 (2019): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v8i1.35568

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tahapan permainan tradisional Engklek dan implementasi pendidikan karakter kerja keras pada anak dalam kehidupan sehari-hari di Dusun Pule, Tegalrandu, Srumbung, Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 7 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data milik Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan permainan tradisional Engklek di Dusun Pule dibagi menjadi dua yaitu tahap pra permainan yang terdiri dari lima langkah dan tahap permainan yang juga terdiri dari lima langkah permainan. Adapun implementasi karakter kerja keras yang dilakukan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: (1) Tekun dan ulet (2) Teliti dan cermat (3) Menghargai waktu (4) Bekerja keras (5) Bekerja cerdas (6) Disiplin (7) Sabar (8) Ikhlas (9) Pantang menyerah.
Pendidikan Mitigasi Bencana pada Keluarga di Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Sakinah Anggun Estikawati; Nur Hidayah; Aris Martiana
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 9, No 2 (2020): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v9i2.38995

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya urgensi pelaksanaan pendidikan mitigasi bencana di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan dampak sosial budaya pendidikan mitigasi bencana pada keluarga di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dengan model analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian pendidikan mitigasi bencana pada keluarga di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan bahwa pelaksanaan pendidikan mitigasi di keluarga cukup efektif untuk menumbhkan budaya tanggap bencana pada masyarakat sejak dini melalui keluarga. Materi yang disampaikan mencakup tindakan mengenali tanda alam sebelum erupsi, menunjukkan tempat dan jalur evakuasi, mempersiapkan dokumen penting, cara melindungi diri, mengenalkan daerah bahaya, hingga mengajak anak membersihkan lingkungan dari material vulkanik dengan memanfaatkan media koran serta obyek langsung dalam pembelajaran.
Pendidikan Perempuan SEXI DANCER di Yogyakarta Aris Martiana
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 2, No 1 (2018): HABITUS:JURNAL PENDIDIKAN, SOSIOLOGI, DAN ANTROPOLOGI
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v2i1.20414

Abstract

Istilah Sexi Dance sudah tidak asing lagi didengar di dunia hiburan dan bahkan penarinya berstatus mahasiswa. Pendidikan yang dialami menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pendidikan yang dialami perempuan berstatus mahasiswa yang bekerja sebagai sexi dancer di daerah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif untuk melihat fenomena sosial secara holistik dan mendalam. Sesuai dengan tujuan digunakan teknik cuplikan snowball sampling yakni dengan memiliki informan kunci yang kemudian dari informan tersebut mendapatkan informan selanjutnya untuk teknik pengumpulan data digunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif.Temuan penelitian menunjukkan gambaran bahwa di dalam pendidikan informal yakni keluarga, informan mengalami adanya pengekangan dengan aturan yang ditetapkan oleh keluarga, adanya nilai agama dan pengetahuan umum yang diajarkan dalam keluarga, etika dan berbuat baik terhadap oranglain. Sedangkan pendidikan secara formal mereka berada pada jenjang perguruan tinggi ternama di daerah Yogyakarta dengan nilai yang baik. Kemudian di masyarakat, mereka belum terjun langsung secara total dalam kegiatan masyarakat, hanya mengikuti kegiatan di kampus dan kelompok menarinya. Adanya temuan di lapangan bahwa untuk pekerjaan sebagai sexi dancer belum banyak orang yang mengetahui baik dari pihak keluarga maupun masyarakat, tetapi hanya beberapa teman mengetahui pekerjaan tersebut dilakukan selain berstatus sebagai mahasiswa.                                                                  Kata Kunci: Pendidikan, Perempuan, Sexi Dancer, Keluarga, Sekolah, Masyarakat
Critical sociology in the development of HOTS-oriented cognitive assessment instruments Aris Martiana; Edi Istiyono; Widihastuti Widihastuti
Journal of Social Studies (JSS) Vol 18, No 2 (2022): Journal of Social Studies (JSS)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jss.v18i2.51430

Abstract

The current curriculum focuses on three domains, one of which is cognitive. Cognitive abilities are very important for the development of individual competencies so that instruments to measure them must be carried out. High quality cognitive instruments are needed in the assessment. Assessment with High Order Thinking Skills (HOTS) orientation as an effort to implement 6c, namely communication, collaboration, critical thinking, creative thinking, also computational logic and concern by developing cognitive instruments in Sociology scientific assessment. The method used is Research and Development which is focused on development. Cognitive instruments were compiled and carried out content validity from 4 experts for Sociology, Education and Law which were then tested on 93 students through a questionnaire in the form of google form. Analysis of the data used is by using software iteman 4.3. The results of this study are cognitive instruments with 15 HOTS questions in the form of multiple choice using content validity with Aiken's count obtained a score of 0.75 to 0.9375 so it is included in the medium and high categories. The instrument has an Alpha score of 0.558 so it is included in the reliable category. For items that have a difficulty level of 0.637, it means that the difficulty of the questions is moderate and the positive discriminatory power with a number of 0.243 is in the medium category. Then the distractor on the answer choices in the question items can function well because most of them are 0.05.
Mahasiswa Dogiyai di Yogyakarta: kajian tentang adaptasi dan relasi sosialnya Dency Bernadeta Agapa; Aris Martiana
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 12, No 1 (2023): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiolgi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v12i1.60998

Abstract

Penelitian mengkaji strategi adaptasi dan membangun relasi sosial mahasiswi dari Dogiyai Papua selama berkuliah di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara 10 mahasiswi dan mahasiswa dari Dogiyai yang berkuliah di beberapa kampus negeri dan swasta di Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi adaptasi dalam membangun relasi dipengaruhi oleh dua faktor baik faktor eksternal maupun faktor internal. Faktor internal diantaranya kondisi fisik, determinasi diri dan kepribadian. Sedangkan faktor eksternal sendiri terdiri dari proses belajar, pengalaman, latihan, lingkungan serta agama dan budaya. Dalam proses adaptasi mahasiswi tergabung dalam IPMADO (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai) memilih strategi dalam mengatasi kondisi minimal yang mereka alami. Siasat tersebut dimulai dengan menahan diri, alternatif subsistensi dan membangun relasi sosial dengan mahasiswi umumnya dan penduduk lokal di Yogyakarta.