Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pembelajaran Lintas Budaya Melalui Aktivitas Mengajar pada Sanggar Bimbingan Non Formal di Malaysia Ardhana Januar Mahardhani; Sutrisno Sutrisno; Nurtina Irsad Rusdiani; Hadi Cahyono; Ambiro Puji Asmaroini; Dian Kristiana; Eka Destriyanto Pristi Ayuningtyas
Dharma Sevanam : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Juny 2023
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/sjpkm.v2i1.956

Abstract

Cross-cultural introduction is something that must be done by a student and lecturer to Indonesian people who have lived in Malaysia for a long time. Cultural differences, even though they are still in the same Malay family, still have differences both in politeness in language, traditions that are carried out, and daily behavior. This activity is a form of implementing real work lecture activities carried out in Malaysia. The focus of its implementation is on non-formal guidance centers formed by groups of Indonesians residing in Malaysia. This guidance center carries out teaching and learning activities for the children of Indonesian migrant workers who have lived in Malaysia for a long time and the majority of them are non-documented workers. The implementation of this activity includes planning, implementing, and evaluating activities. The results that can be concluded in this activity are that cultural differences must be respected even though they come from one country but carry out all activities in different countries. Children who are active in the guidance center must be introduced to Indonesian culture even though they were born in Malaysia but are still Indonesian citizens.
KEGIATAN BERMAIN KOLASE MENGGUNAKAN BAHAN ALAM (DAUN KERING) UNTUK MENSTIMULASI ASPEK PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI POCENTER Isya Nabilah Pradiptya; Dian Kristiana
Bunayya Vol 9, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v9i2.20787

Abstract

ABSTRAKKegiatan kolase dengan bahan alam daun kering adalah kegiatan yang mudah dilakukan. Hal ini memungkinkan jika anak-anak melatih otot tangan menempelkan daun kering pada pola. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memperoleh hasil kegiatan kolase dengan bahan alam untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan data dan informasi dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek guru-guru di Pocenter tersebut. Dari hasil penelitian yang dilakukan di pocenter kemampuan motorik halus anak usia dini dengan kegiatan kolase dengan bahan alam berjalan dengan baik. Kegiatan ini menjadikan anak-anak aktif dan melakukan sesuai dengan kemampuan anak.  Respon dari anak-anak yang ada di Pocenter juga sangat baik, anak-anak antusias saat pelajaran anak dimulai. Kegiatan ini tidak membuat anak-anak merasa bosan dan jenuh, jadi kegiatan bermain kolase dengan bahan alam pada anak usia dini di sekolah Pocenter berjalan dengan maksimal dan dapat menstimulasi kemampuan motorik halus.Kata Kunci: Kolase bahan alam, motorik halus, anak usia dini
Penerapan Media Loose Parts untuk Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini Ariska Yuliani; Dian Kristiana
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 02 (2024): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v7i2.18362

Abstract

Loose parts menjadi salah satu media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini melalui permainan media loosepart dengan cara memanfaatkan penggunaan bahan alam yang ada pada lingkungan sekitarnya. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan pada saat penelitian adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan teknik analisis data menggunakan langkah analisis deskriptif Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data dari penelitian ini adalah 18 anak usia 5-6 tahun dan guru kelompok B. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media loose parts di TK Desa Bakalan dalam mengembangkan kreativitas pada anak usia dini sudah dilaksanakan dengan baik. Persiapan dan langkah penggunaan media loose parts yang dilakukan oleh guru sudah matang dan mengacu pada teori tahapan penggunaan loose parts yaitu tahap edukasi,tahap ekspansi dan tahap perkembangan, dengan cara menerapkan apersepsi, pengenalan strategi bermain, pembiasaan membereskan mainan, serta metode bermain yang dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PRACTICAL LIFE DALAM MENSTIMULASI KEMANDIRIAN ANAK DI POCENTER Hardianti; Dian Kristiana
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 2 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran practical life dalam menstimulasi kemandirian anak di pocenter. Pembelajaran ini bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada anak-anak dalam kegiatan sehari-hari, serta tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka, tetapi juga merangsang pengembangan kemandirian anak. Dalam penelitian ini, pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif. Melalui pendekatan ini, pocenter berusaha menciptakan lingkungan bekajar yang mendukung pertumbuhan anak secara holistik, melibatkan mereka dalam kegiatan sehari-hari seperti membersihkan, merapikan dan kegiatan lainnya yang mendukung pengembangan keterampilan hidup sejak dini. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan pembelajaran practical life terhadap kemandirian anak di pocenter, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan anak dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Pengembangan Perilaku Prososial Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Tradisonal Jamuran di RA Al Mabrur Sumarti; Dian Kristiana; Muhammad ‘Azam Muttaqin
SALIHA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2024): SALIHA : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : STAI Terpadu Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54396/saliha.v7i2.1142

Abstract

The aim of this study is to find out the implementation of prosocial behavior through the traditional Jamuran game in 5-6 year old children. This study was conducted at RA Al-Mabrur Slogohimo during the odd semester of the academic year 2023/2024. The method used in this work is descriptive qualitative research, the material is collected through interviews, observations and documentation. B class teachers and 5-6 year old children participated in this study. The results of the study show that the Jamuran game can shape prosocial behavior already in early childhood, i.e. children form prosocial behavior related to helping each other by caring for their friends, children's prosocial cooperative behavior by following the rules of the game, prosocial behavior by being honest. friends, the game is about admitting defeat. The steps implemented by the teacher in the game of Jamuran is that the teacher invites the children to gather in the school yard and start the game andquot;Soandquot; player, the player goes around and sings the Jamuran song, and quot;Jadi and quot; player asks a question or order and the losing player takes the "Jadi and quot; a player.
INTRODUCTION OF REOG PONOROGO CULTURE TO STIMULATE PATRIOTISM FOR 3-4 YEARS OLD CHILDREN Uliasari, Nita; Dian Kristiana
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 2 No. 01 (2024): FEBRUARY 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine the impact of introducing Ponorogo culture on the formation of love for the country in early childhood, especially children aged 3-4 years. Culture is an important element in a nation's identity and has great potential to form love for one's country from an early age. This research uses observation and interview methods. The results of the research show that the introduction of Ponorogo culture has a positive impact on the formation of love for the country in young children at POCENTER (Ponorogo Early Education Center). Children are introduced to various aspects of Ponorogo culture. Reyog Ponorogo. This research recommends further efforts in developing early education programs that incorporate local cultural elements, such as Ponorogo culture, to help children develop love and loyalty towards their homeland from an early age. It is hoped that this can be an important contribution in building a generation that loves its homeland and has a strong cultural identity.