Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Merancang pembelajaran inklusif yang bermakna melalui backward design Yan Dirk Wabiser; Mamberuman Marthen Inggamer; Chelsi Yuliana; Lintang Zahara Arsydik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34079

Abstract

Abstrak Kesulitan guru dalam merancang pembelajaran yang inklusif dan bermakna menjadi tantangan utama dalam implementasi kurikulum. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di SDN Inpres Skouw Mabo dalam merancang pembelajaran inklusif melalui pendekatan Backward Design. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei dan Juli 2025 dengan 11 guru mitra sasaran yang dilibatkan secara penuh dalam kegiatan dengan metode partisipatif, mengkombinasikan pelatihan, lokakarya, dan pendampingan. Evaluasi kegiatan menunjukkan dampak yang sangat positif. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan pemahaman konseptual guru secara signifikan, yang ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 44,5% pada pre-test menjadi 80% pada post-test. Secara kualitatif, para guru menunjukkan peningkatan keterampilan praktik dengan mampu menghasilkan draf modul ajar yang sistematis dan koheren, di mana sebagian besar hasil rancangan terkategori "Baik" hingga "Baik Sekali". Kegiatan ini berhasil mentransformasi pengetahuan teoritis menjadi keterampilan praktis yang siap diimplementasikan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif dan bermakna bagi semua siswa. Kata kunci: backward design; kompetensi guru; modul ajar; pendidikan inklusif; pembelajaran bermakna. Abstract The difficulty for teachers in designing inclusive and meaningful learning has become a major challenge in curriculum implementation. This community service activity aims to improve the competence of teachers at SDN Inpres Skouw Mabo in designing inclusive learning through the Backward Design approach. This activity was carried out in May and July 2025 with 11 target partner teachers who were fully involved in the activities using a participatory method, combining training, workshops, and mentoring. The evaluation of the activity showed a very positive impact. Quantitatively, there was a significant increase in teachers' conceptual understanding, marked by an increase in the average score from 44.5% on the pre-test to 80% on the post-test. Qualitatively, the teachers showed an increase in practical skills by being able to produce a systematic and coherent draft of teaching modules, where most of the design results were categorized as "Good" to "Very Good". This activity successfully transformed theoretical knowledge into practical skills ready to be implemented to create a more inclusive and meaningful learning experience for all students. Keywords: backward design; inclusive education; meaningful learning; teacher competence; teaching modules.
Kesiapan Adaptasi Sosio-Pedagogik Calon Guru Pedalaman Papua: Analisis Peta Konseptual Semantik Efektivitas Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) Lely Yustina Wati; Chelsi Yuliana; Endriani; Martijn van Driel; Raoda Ismail
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2197

Abstract

Tantangan terbesar pendidikan dasar di daerah terluar dan pedalaman bukan semata pada infrastruktur fisik, melainkan pada ketidaksesuaian sosiologis antara bahan ajar dengan realitas kultural peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintervensi kesiapan adaptasi calon pendidik (mahasiswa PGSD) dalam menghadapi tantangan mengajar di pedalaman Papua melalui pelatihan Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP). Kegiatan ini melibatkan 61 mahasiswa program studi PGSD Universitas Cenderawasih. Evaluasi program menerapkan metode campuran (mixed-method), memadukan pengukuran statistik deskriptif (pre-test/post-test) dan analisis kualitatif komputasional menggunakan perangkat lunak LONTAR. Hasil evaluasi kognitif menunjukkan peningkatan pemahaman yang konsisten dari Mean 3,87 (SD=1,02) menjadi 4,57 (SD=0,50), diiringi skor kebermanfaatan 4,90 dari 5,00. Analisis Concept Mapping (Peta Konseptual Semantik) berbasis algoritma N-Grams pada LONTAR mengonfirmasi adanya keterkaitan leksikal yang sangat kuat antara konsep kesiapan mengajar dengan wilayah pedalaman. Jejak audit kualitatif memvalidasi bahwa BPKP berpotensi mentransformasi kecemasan geografis menjadi resiliensi pedagogik. Inovasi sosiologis ini diindikasikan mampu membekali calon guru dengan kerangka kerja kontekstual yang esensial sebelum mereka ditempatkan di sekolah-sekolah terpencil.
Inovasi Media Daur Ulang untuk Mengatasi Keterbatasan Alat Peraga di SD Sarmi Golden R.SC. Ayomi; Chelsi Yuliana S; Suwita Suwita; Mamberuman Marthen Inggamer; Sara Ohee
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.7506

Abstract

Limited availability of science (IPA) teaching aids in underdeveloped Papuan schools, such as YPK Ebenhaezer Yamna Elementary, significantly hinders meaningful scientific education. Primary challenges include a lack of functional facilities, low teacher innovation, infrastructure constraints, and a critical literacy crisis among students. This community service initiative aims to empower educators through workshops focused on creating independent science (IPA) tools from local inorganic waste to bridge facility gaps. The methodology employs training and simulations within a Participatory Action Learning System framework. Conducted between April 19–25, 2026, in the East Coast District, the program involved 10 teachers and 17 fifth-grade students. Results demonstrated the successful creation of three recycled teaching kits. Teacher competence improved by 97.1%, particularly among honorary staff. Students showed significant cognitive growth, with average scores rising from 54.1 to 78.2, achieving full mastery. This program effectively shifts teacher orientation from factory-made dependence toward creative independence using local resources.
Sosialisasi Penggunaan Instrumen Identifikasi Kesulitan Belajar Spesifik Bidang Akademik pada Guru SDN YPK Kodeware Chelsi Yuliana S
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2023): Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Percepatan Pembangunan Sumber Daya Manus
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v5i3.13620

Abstract

This community service activity aims to provide understanding to teachers in order to identify students who have obstacles so they can get proper teaching in conveying subject matter. This service is carried out with three activities, namely 1) preparation, 2) lectures, questions and answers and demonstrations, 3) evaluation. Materials are compiled through Special Assistance Teacher manuals and other relevant references. The result of this service activity is that teachers know how to identify students in groups with specific learning difficulties, so that teachers can improve appropriate learning to overcome those who have specific learning difficulties.