Ardi Mulyana Haryadi
Institut Pendidikan Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kajian Struktural Semiotik Novel “Pudarnya Pesona Cleopatra” Karya Habiburrahman El Shirazy Dina Risvika Candra Kusumah; Abdul Hasim; Asep Nurjamin; Agus Hamdani; Ardi Mulyana Haryadi
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Kode: Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i2.47296

Abstract

Karya sastra tercipta karena adanya pengalaman batin pengarang berupa peristiwa atau problem dunia yang menarik sehingga muncul gagasan imajinasi yang dituangkan dalam bentuk tulisan dan karya sastra. Karya sastra menyumbangkan tata nilai, figur, dan tatanan tuntutan masyarakat. Hal ini merupakan ikatan timbal balik antara karya sastra dengan masyarakat, walaupun karya sastra tersebut berupa fiksi, tetapi pada kenyataannya, sastra juga mampu memberikan manfaat yang berupa nilai-nilai moral bagi pembacanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil analis menggunakan teori Roland Barthes, setelah dikaji dalam perspektif leksis hermeneutik, proaretik, simbolik, gnomik, semik, karakter Raihana digambarkan sebagai wanita tabah dalam novel memenuhi kriteria sikap kritis seorang istri yang menemukan kejanggalan dalam sikap suami. Usaha-usaha yang dilakukan oleh Raihana untuk menyadarkan suaminya juga sudah tepat. Hal yang tidak relevan dengan feminisme dalam diri Raihana sebagai sosok wanita solehah yang digambarkan dalam novel terletak pada keinginannya untuk tidak bercerai dan tidak mengadukan permasalahannya pada hakim. Hal ini membuat kesengsaraan dalam pernikahannya selama hayatnya
Konteks Diskursus Sosial dalam Berita Kesehatan Surat Kabar Daring Republika dan Kompas Edisi Mei 2020 Lilis Ernawati; Asep Nurjamin; Nizar Alam Hamdani; Ardi Mulyana Haryadi
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Vol 6 No 2 (2023): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kibasp.v6i2.6024

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui opini Republika dan Kompas yang ditinjau dari teori Fairclough. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan, identitas, praktik wacana, dan peran wartawan dalam menampilkan konteks sosial. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten kualitatif. Sumber data, diambil dengan purposive sampling, masing-masing 10 berita. Teknik pengumpulan data dengan mencari, menentukan, dan merekam data. Teknik pengolahan data dengan seleksi, persiapan, penomoran, klasifikasi, analisis, dan penutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Republika secara tersembunyi, sementara Kompas menyebutkan nama dan mendukung partai tertentu. Wacana Republika tidak meminggirkan peserta secara langsung. Sementara Kompas meminggirkan peserta, menggunakan bahasa sensasional dan mengarahkan pada sesuatu. Peran wartawan dalam konteks sosial Republika tidak memprovokasi, sementara Kompas secara langsung menuntut pembaca untuk melakukan sesuatu. Jadi, penyampaian berita di Kompas dan Republika memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan visi misinya. Kata kunci: Fairclough, Kesehatan, Konteks Sosial, Pandemi, Wacana
The Effectiveness of Using the Indonesian Print Module in Improving Student Learning Outcome in SMP Islam Al-Jauhari Winka Naida; Ardi Mulyana Haryadi; Syifa Lailatul K
Journal Civics and Social Studies Vol 7, No 1 (2023): Vol 7 no 1 Tahun 2023
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v7i1.3012

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu di antaranya adalah sarana. Salah satu sarana yang berpotensi meningkatkan hasil belajar siswa adalah modul. Tujuan penelitian yang akan dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh modul terhadap hasil belajar siswa di SMP Islam Al-Jauhari. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi siswa kelas IX SMP Islam Al-Jauhari Karangtengah Garut. Sampel yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling sebanyak dua kelas yaitu kelas IX-A sebagai kelas kontrol dan kelas IX-B sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa tes. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan modul dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Islam Al-Jauhari.Kata Kunci: Modul, Hasil Belajar
MANTRA JAMPE NYIMPEN BEAS SEBAGAI REPRESENTASI SIMBOLIS NYI POHACI DALAM SASTRA LISAN SUNDA Faiz Haikal Yasa; Ardi Mulyana Haryadi; Muhamad Zainal Arifin; Cecep Dudung Julianto
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i1.291

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi simbolik dan sinkretisme teologis yang terkandung dalam mantra Jampe Nyimpen Beas (Mantra Menyimpan Beras) dalam konteks masyarakat agraris Desa Sukaraja, Kabupaten Sumedang, melalui pendekatan kajian semiotik Roland Barthes. Menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam terhadap informan kunci, penelitian ini membongkar teks ritual tersebut menjadi tiga tingkatan analisis: Denotasi, Konotasi, dan Mitos/Ideologi. Temuan utama menunjukkan bahwa mantra ini beroperasi sebagai sistem penandaan yang secara fundamental mengukuhkan Representasi Simbolis Nyi Pohaci Sanghyang Sri sebagai entitas hidup yang dimuliakan melalui diksi seperti "gedong manik ratna inten" (konotasi kesakralan wadah) dan "abdi ngiringan" (konotasi ketaatan). Lebih lanjut, mantra ini menampilkan mekanisme sinkretisme teologis yang adaptif, di mana unsur-unsur kepercayaan lokal (Pemujaan Pohaci) diintegrasikan dan disahkan secara budaya melalui penyisipan syahadat dan ujaran Islam esoteris, yang secara fungsional memberikan ketenangan batin (salamet ing dunya ing akherat) sekaligus mendorong etos konservasi pangan. Dengan demikian, Jampe Nyimpen Beas terbukti bukan hanya artefak sastra lisan, melainkan dokumen sosiokultural yang merekam strategi masyarakat Sunda dalam menjaga keseimbangan antara spiritualitas tradisi agraris dan dogma keagamaan. KATA KUNCI: Semiotik; Mantra; Jampe Nyimpen Beas; Nyi Pohaci;, Sinkretisme; Sastra Lisan Sunda. >  THE MANTRA JAMPE KEEPS RICE AS A SYMBOLIC REPRESENTATION OF NYI POHACI IN SUNDANESE ORAL LITERATURE   ABSTRACT: This research aims to analyze the symbolic construction and theological syncretism embedded within the Jampe Nyimpen Beas (Rice Storage Mantra) in the agrarian community of Sukaraja Village, Sumedang Regency, through the Roland Barthes semiotic approach. Using a qualitative descriptive analytic method with in depth interviews and observation of key informants, the study deconstructs the ritual text into three analytical levels Denotation, Connotation, and Myth/Ideology. The main findings indicate that the mantra operates as a system of signification that fundamentally affirms the Symbolic Representation of Nyi Pohaci Sanghyang Sri as an honored living entity through diction like "gedong manik ratna inten" (connoting the sacredness of the container) and "abdi ngiringan" (connoting subservience). Furthermore, the mantra exhibits an adaptive theological syncretism, where elements of local beliefs (Pohaci reverence) are integrated and culturally validated through the insertion of the syahadat (Islamic creed) and esoteric Islamic phrases, functionally providing inner peace (salamet ing dunya ing akherat) while simultaneously fostering a rice conservation ethos. Consequently, Jampe Nyimpen Beas proves to be not merely an artifact of oral literature but a sociocultural document that records the Sundanese community's strategy for maintaining the balance between the spirituality of agrarian tradition and religious dogma. KEYWORDS: Semiotics; Mantra; Jampe Nyimpen Beas; Nyi Pohaci; Syncretism; Sundanese Oral Literature.
Problems of Students' Verbal Speaking Ability in Indonesian Language Learning Sopi Ali Mubarok; Aditya Ansor Alsunah; Deasy Aditya Damayanti; Ardi Mulyana Haryadi
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Speaking ability is a crucial language skill in learning Indonesian because it plays an important role in the development of students' thinking, communication, and confidence skills. However, the reality of learning shows that students' verbal speaking skills are still relatively low. This study aims to identify the challenges of verbal speaking skills of students of SMP Satu Atap 4 Culamega in learning Indonesian, the factors that cause them, and alternative learning solutions that can be applied. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques include learning observations, interviews with teachers and students, and documentation studies on Indonesian teaching materials. Data is analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and thematic conclusion drawn. The results of the study showed that students experienced difficulties in mastering active vocabulary, fluency in speaking, and the ability to express ideas orally in the form of monologues and academic dialogues. The findings of the study revealed that low verbal speaking skills are influenced by the limitations of the family language environment, learning methods that are still theory-oriented, and the strong influence of mother tongue. This research provides theoretical benefits for the development of Indonesian language learning studies and practical benefits for teachers in designing more communicative and contextual speaking learning.    
Penerapan PjBL dalam meningkatkan proses kreatif menulis puisi Aditya Ansor Alsunah; Didin Sahidin; Agus Hamdani; Ardi Mulyana Haryadi; Ninah Hasanah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 5 No. 1 (2026): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v5i1.92442

Abstract

Some students have poor abilities to express ideas and to develop creative imagination in poetry writing activities in Indonesian Language and Literature learning. Therefore, this study aims to analyze the effect of implementing the Project-Based Learning (PjBL) model on students' creative process in poetry writing. The PjBL model was chosen because it emphasizes active, collaborative, and project-based learning, providing opportunities for students to explore ideas through authentic experiences and to be responsible for the final products of their learning, in the form of literary works. This study used a quasi-experimental one-group pretest–posttest design. The research subjects were 30 grade XII students at MA Fauzaniyyah. The research instruments included a creative process assessment sheet and a poetry assessment rubric that covered aspects of imagination, expression, and poetic diction. The results showed a significant increase in students' creative processes following the implementation of the PjBL model. This increase was seen in the ability to develop ideas, enrich imagination, and express ideas poetically. In addition, students showed higher involvement and enthusiasm during the learning process. The PjBL model can support more meaningful, context-based poetry-writing learning.