Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL TAK SEMPURNA KARYA FAHD DJIBRAN TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA NOVIANTI, HASMI
Inovasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Vol 6, No.1, Maret 2019
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.035 KB) | DOI: 10.31869/ip.v6i1.1567

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kritik sosial novel Tak Sempurna Karya Fahd Djibran dengan menggunakan tinjauan sosiologi sastra. Ketertarikan penulis terhadap ilmu kritik sosial, dalam hal ini yakni sosiologi sastra yang terkait dengan kehidupan sosial dalam masalah pendidikan yang ada pada masyarakat Indonesia. Kehidupan sosial bermasyarakat yang dituliskan dalam karya sastra novel tersebut merupakan hal yang ingin penulis ungkapkan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap kritik sosial yang terdapat dalam novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dengan pendekatan sosiologi sastra khususnya sosiologi karya sastra. Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik atau penafsiran. Objek penelitian ini adalah Novel Tak sempurna karya Fahd Djibran. Terbit pada 2013, oleh penerbit Kurniaesa Publishing, Terbit di Yogyakarta. Fokus Penelitian ini adalah kritik sosial dalam novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran tinjauan Sosiologi sastra, yang melihat dari segi sikap sosial dan perilaku sosial yang ada pada novel. Maka dapat dipahami bahwa data penelitian ini dikumpulkan secara deskriptif. Teknik analisis datadalam penerapan metode interpretasi tersebut, peneliti menekankan pada hermeneutika yang dikembangkan oleh Paul Ricoeur. Hasil penelitian dipaparkan sebagai berikut: (1) sikap sosial dalam novel Tak sempurna Karya Fahd Djibran. Diantara sikap sosial yang digambarkan Fahd Djibran yaitu (a) Sikap Guru Terhadap Pelajar, (b) Sikap Senioritas yang Terjadi di Sekolah, dan (c) Sikap Orang Tua Terhadap Anaknya. (2) Perilaku Sosial dalam novel Tak Sempurna. Di antaranya adalah (a) Tawuran Antar Pelajar , (b) Perilaku Asusila di Kalangan Pelajar Sekolah, dan (c) Narkoba di Kalangan Para Pelajar. Kata kunci : kritik sosial, Tak Sempurna, sosiologi sastra
Pelatihan Teknik Sprites Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Kemampuan Membaca Warga Belajar di PKBM Gempita Novianti, Hasmi; Annisa, Witri; Syam, Alexander; Sismona, Silvia
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i1.4345

Abstract

Abstract: Reading habits in Indonesia remain low, including among learners at PKBM Gempita. Although PKBM Gempita has a Community Reading Park (TBM), reading has not yet become a routine literacy activity, resulting in limited reading proficiency among learners. This Community Service Program (PKM) aimed to improve learners’ reading ability through meaningful reading training using the Sprites Technique. The program was implemented through preparation, training, technology application, mentoring, and evaluation stages. The Sprites Technique consists of five steps: enhancing interest and motivation, improving peripheral vision, increasing eye movement speed, surveying discourse, and strengthening concentration. The results showed a significant improvement in reading ability based on pre-test and post-test scores. After the training, 19% of participants achieved a very good level, 54% a good level, and 27% a moderate level. The findings indicate that intensive and consistent practice is required to achieve optimal reading improvement. Keywords: literacy; PKBM gempita; reading skills; sprites technique Abstrak: Minat baca masyarakat yang rendah karena tingkat kebiasaan membaca membaca juga rendah, termasuk di PKBM Gempita. PKBM Gempita sudah memiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Namun, membaca belum menjadi kegiatan rutin literasi di PKBM ini sehingga kemampuan membaca warga belajar belum baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan pelaksanaan PKM ini adalah melakukan pelatihan kegiatan membaca yang bermakna dengan menerapkan Teknik Sprites untuk meningkatkan kemampuan membaca warga belajar. Metode pelaksanaan dilakukan dengan tahap persiapan, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Teknik Sprites terdiri atas lima langkah, yaitu meningkatkan minat dan motivasi, meningkatkan periferal, meningkatkan kecepatan gerakan mata, melakukan survei wacana, dan meningkatkan konsentrasi. Penerapan teknik tersebut telah dilakukan dalam pelatihan dengan hasil yang cukup baik, yaitu terjadi peningkatan kemampuan membaca peserta pelatihan berdasarkan hasil pretes dan postes. Kemampuan membaca peserta pascapelatihan adalah 19% pada kategori baik sekali, 54% pada kategori baik, dan 27% pada kategori sedang. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, satu di antaranya adalah kesadaran dalam latihan mandiri peserta di rumah belum maksimal. Proses latihan harus dilakukan intensif agar memperoleh hasil maksimal. Kata kunci: kemampuan membaca; literasi; PKBM gempita; teknik sprites