Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Faktor Produksi Dominan: Pengaruh Modal, Tenaga Kerja, dan Jam Kerja terhadap Pendapatan Industri Pande Besi (Studi Kasus Desa Gubug, Tabanan) P. Wiria Nanda; I. N. Widhya Astawa; N. Wisnu Murthi; I. K. Djayastra; N. P. Sudarsani
Jurnal SUTASOMA (Science Teknologi Sosial Humaniora) Vol 4 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58878/sutasoma.v4i1.416

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara empiris pengaruh parsial dan simultan dari Modal, Tenaga Kerja, dan Jam Kerja terhadap Pendapatan Pengrajin Pande Besi di Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Bali, yang merupakan pusat industri tradisional pande besi. Data primer dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda pada tingkat signifikansi 5%.Hasil: Hasil regresi menunjukkan bahwa: (1) Secara parsial, Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan. Variabel Modal menjadi faktor paling dominan. (2) Tenaga Kerja berpengaruh positif namun tidak berpengaruh signifikan, mengindikasikan bahwa kuantitas tenaga kerja belum optimal dalam mendorong peningkatan pendapatan. (3) Jam Kerja juga tidak berpengaruh signifikan, bahkan menunjukkan arah hubungan negatif, menyiratkan fenomena diminishing return akibat kelelahan pada jam kerja yang terlalu panjang. (4) Secara simultan (Uji F), Modal, Tenaga Kerja, dan Jam Kerja berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan. Implikasi: pendapatan yang disebabkan oleh ketiga variabel tersebut sangat baik. Hasil ini menyimpulkan bahwa meskipun faktor ketiga secara kolektif esensial, Modal adalah faktor tunggal yang paling krusial dalam menentukan pendapatan pengrajin. Implikasi manajerial menyarankan perlunya peningkatan akses permodalan dan penerapan manajemen tenaga kerja dan waktu yang lebih efisien untuk meningkatkan produktivitas industri pande besi lokal.
Anomali Suku Bunga: Analisis Determinasi Jumlah Nasabah dan Faktor Makroekonomi terhadap Simpanan Masyarakat pada BPR di Kabupaten Badung (2014-2023) I Made Sumantra; I wayan Terimajaya; Ngurah Wisnu Murthi; I Komang Trisna Eka Putra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tingkat suku bunga tabungan, jumlah nasabah, dan inflasi berdampak pada jumlah simpanan masyarakat pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten Badung dari tahun 2014 hingga 2023. Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis data; program SPSS digunakan untuk melakukannya. Tingkat suku bunga dan inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah simpanan, tetapi penelitian secara parsial menunjukkan bahwa variabel jumlah konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah simpanan. Hasil menunjukkan bahwa jumlah pelanggan adalah faktor utama dalam pengambilan dana pihak ketiga pada BPR di Kabupaten Badung. Disarankan bagi pengelola BPR untuk meningkatkan kualitas layanan guna menarik lebih banyak nasabah dan bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi guna mendukung pertumbuhan simpanan masyarakat.
Indonesia's Inclusive Economic Diplomacy Based on the Pancasila Ideology Ngurah Wisnu Murthi; Ihsan Taufiq; Emily Yee; Noval; Ninda Ayuk Aktaniensia
Jurnal Pelita Raya Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Pelita Raya (JPR)
Publisher : Mahkota Science Publishers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65586/jpr.v1i3.30

Abstract

Amid the hegemony of economic globalisation, which often reduces development to growth figures, this study lays a strong foundation for the urgency and contribution of Indonesia's inclusive economic diplomacy grounded in the Pancasila ideology, as an effort to respond to global challenges while realising national ideals. This study employs a qualitative approach with a conceptual-normative design integrated with policy analysis and critical discourse analysis. The results confirm that Pancasila-based inclusive economic diplomacy will only be meaningful if Indonesia dares to treat Pancasila as a moral veto against investments, trade, and green schemes that appear profitable in paper but are detrimental in terms of distribution to workers, MSMEs, farmers, indigenous peoples, and disadvantaged regions. Pancasila, as the state ideology, can function as a productive diplomatic resource, not merely a symbolic backdrop. At the same time, the practical policy implications require institutional mechanisms that transform Pancasila into decision-making metrics through indicators of local supply chains, skills transfer, protection of labour rights, environmental restoration, SME access to project contracts, and a framework for negotiations in the G20, ASEAN, BRICS, OECD, and UNFCCC forums that place transitional justice as a global moral obligation.
The Digital Circular Economy: Technological Innovation Strategies for Production and Concumption Efficiency Gusti Lanang Putu Tantra; Ngurah Wisnu Murthi
Nomico Vol. 2 No. 12 (2026): Nomico-January
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/pf035s83

Abstract

The increasing environmental and resource pressures associated with linear economic models have intensified interest in the circular economy as a pathway toward sustainable production and consumption. At the same time, rapid advances in digital technologies have transformed how economic systems operate, creating new opportunities to enhance efficiency through data-driven coordination and optimization. This study examines the digital circular economy as an integrated framework in which technological innovation strategies support both production and consumption efficiency. Using a qualitative descriptive–analytical approach with a conceptual–strategic perspective, the study analyzes academic literature, policy documents, and strategic reports on circular economy and digital innovation. The findings indicate that digital technologies play a critical role in enabling system-level efficiency by improving process optimization, reducing waste, enhancing transparency, and reshaping consumption behavior through digital platforms and feedback mechanisms. However, the study also finds that the transformative potential of the digital circular economy depends on the strategic integration of technology with circular principles, organizational practices, and governance frameworks. The research concludes that the digital circular economy offers a viable pathway toward sustainable efficiency only when digital innovation is aligned with systemic circular objectives rather than applied as isolated technological solutions
Dinamika Determinan Kemiskinan di Provinsi Bali 2014-2023: Replikasi Kontekstual Jangka Panjang dengan Pendekatan Random Effect Model Muliarta, A. A. Ngurah Gede Panji; Tantra, I Gusti Lanang Putu; Pardita, Dewa Putu Yudi; Murthi, Ngurah Wisnu
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 9 No 1 (2026): Artikel Riset Januari 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i1.2550

Abstract

Kemiskinan tetap menjadi tantangan struktural di Provinsi Bali meskipun indikator makroekonomi menunjukkan tren positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Pendapatan Per Kapita terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Bali periode 2014-2023. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menerapkan analisis Regresi Data Panel dengan Random Effect Model (REM) sebagai model estimasi terbaik berdasarkan uji spesifikasi model. Data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencakup sembilan kabupaten/kota di Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita mempunyai pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan, yang mengindikasikan adanya fenomena pertumbuhan yang belum inklusif. Sebaliknya, IPM terbukti memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Temuan ini menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan di Bali memerlukan kebijakan transformasi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan kuantitatif, tetapi juga memperkuat kualitas modal manusia dan mendistribusikan pendapatan yang lebih merata untuk mencapai pemulihan ekonomi yang inklusif.
Enhancing Bali MSMEs’ Competitiveness through Digital Strategies, Product Innovation, and Local Wisdom Astawa, I Putu Putra; Yasmita, I Gusti Ayu Lia; Murthi, Ngurah Wisnu
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 1 (2026): JIMKES Edisi January 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i1.4515

Abstract

This research is motivated by the challenges faced by MSMEs in Bali amid the increasingly competitive era of digitalization, as well as the need to preserve local cultural identity as a source of differentiation. The main objective of this study is to analyze the influence of digital marketing strategies, product innovation, and local wisdom values on the competitive advantage of MSMEs in Bali. This research employs an explanatory quantitative approach using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), involving MSME actors who actively utilize digital technology in their business activities. The findings reveal that local wisdom has the most significant influence on competitive advantage, followed by product innovation. Meanwhile, the digital marketing strategy shows a positive yet statistically insignificant influence at the 5% significance level. Collectively, these three variables explain 85% of the variance in competitive advantage. This study contributes to the development of a glocalization model, integrating digital technology with local wisdom as a competitive strategy. The results provide important implications for policymakers and MSME practitioners in formulating adaptive, innovative, and culturally rooted business strategies.