Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Faktor Produksi Dominan: Pengaruh Modal, Tenaga Kerja, dan Jam Kerja terhadap Pendapatan Industri Pande Besi (Studi Kasus Desa Gubug, Tabanan) P. Wiria Nanda; I. N. Widhya Astawa; N. Wisnu Murthi; I. K. Djayastra; N. P. Sudarsani
Jurnal SUTASOMA (Science Teknologi Sosial Humaniora) Vol 4 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58878/sutasoma.v4i1.416

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara empiris pengaruh parsial dan simultan dari Modal, Tenaga Kerja, dan Jam Kerja terhadap Pendapatan Pengrajin Pande Besi di Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Bali, yang merupakan pusat industri tradisional pande besi. Data primer dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda pada tingkat signifikansi 5%.Hasil: Hasil regresi menunjukkan bahwa: (1) Secara parsial, Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan. Variabel Modal menjadi faktor paling dominan. (2) Tenaga Kerja berpengaruh positif namun tidak berpengaruh signifikan, mengindikasikan bahwa kuantitas tenaga kerja belum optimal dalam mendorong peningkatan pendapatan. (3) Jam Kerja juga tidak berpengaruh signifikan, bahkan menunjukkan arah hubungan negatif, menyiratkan fenomena diminishing return akibat kelelahan pada jam kerja yang terlalu panjang. (4) Secara simultan (Uji F), Modal, Tenaga Kerja, dan Jam Kerja berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan. Implikasi: pendapatan yang disebabkan oleh ketiga variabel tersebut sangat baik. Hasil ini menyimpulkan bahwa meskipun faktor ketiga secara kolektif esensial, Modal adalah faktor tunggal yang paling krusial dalam menentukan pendapatan pengrajin. Implikasi manajerial menyarankan perlunya peningkatan akses permodalan dan penerapan manajemen tenaga kerja dan waktu yang lebih efisien untuk meningkatkan produktivitas industri pande besi lokal.
Anomali Suku Bunga: Analisis Determinasi Jumlah Nasabah dan Faktor Makroekonomi terhadap Simpanan Masyarakat pada BPR di Kabupaten Badung (2014-2023) I Made Sumantra; I wayan Terimajaya; Ngurah Wisnu Murthi; I Komang Trisna Eka Putra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tingkat suku bunga tabungan, jumlah nasabah, dan inflasi berdampak pada jumlah simpanan masyarakat pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten Badung dari tahun 2014 hingga 2023. Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis data; program SPSS digunakan untuk melakukannya. Tingkat suku bunga dan inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah simpanan, tetapi penelitian secara parsial menunjukkan bahwa variabel jumlah konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah simpanan. Hasil menunjukkan bahwa jumlah pelanggan adalah faktor utama dalam pengambilan dana pihak ketiga pada BPR di Kabupaten Badung. Disarankan bagi pengelola BPR untuk meningkatkan kualitas layanan guna menarik lebih banyak nasabah dan bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi guna mendukung pertumbuhan simpanan masyarakat.
Indonesia's Inclusive Economic Diplomacy Based on the Pancasila Ideology Ngurah Wisnu Murthi; Ihsan Taufiq; Emily Yee; Noval; Ninda Ayuk Aktaniensia
Jurnal Pelita Raya Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Pelita Raya (JPR)
Publisher : Mahkota Science Publishers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65586/jpr.v1i3.30

Abstract

Amid the hegemony of economic globalisation, which often reduces development to growth figures, this study lays a strong foundation for the urgency and contribution of Indonesia's inclusive economic diplomacy grounded in the Pancasila ideology, as an effort to respond to global challenges while realising national ideals. This study employs a qualitative approach with a conceptual-normative design integrated with policy analysis and critical discourse analysis. The results confirm that Pancasila-based inclusive economic diplomacy will only be meaningful if Indonesia dares to treat Pancasila as a moral veto against investments, trade, and green schemes that appear profitable in paper but are detrimental in terms of distribution to workers, MSMEs, farmers, indigenous peoples, and disadvantaged regions. Pancasila, as the state ideology, can function as a productive diplomatic resource, not merely a symbolic backdrop. At the same time, the practical policy implications require institutional mechanisms that transform Pancasila into decision-making metrics through indicators of local supply chains, skills transfer, protection of labour rights, environmental restoration, SME access to project contracts, and a framework for negotiations in the G20, ASEAN, BRICS, OECD, and UNFCCC forums that place transitional justice as a global moral obligation.
The Digital Circular Economy: Technological Innovation Strategies for Production and Concumption Efficiency Gusti Lanang Putu Tantra; Ngurah Wisnu Murthi
Nomico Vol. 2 No. 12 (2026): Nomico-January
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/pf035s83

Abstract

The increasing environmental and resource pressures associated with linear economic models have intensified interest in the circular economy as a pathway toward sustainable production and consumption. At the same time, rapid advances in digital technologies have transformed how economic systems operate, creating new opportunities to enhance efficiency through data-driven coordination and optimization. This study examines the digital circular economy as an integrated framework in which technological innovation strategies support both production and consumption efficiency. Using a qualitative descriptive–analytical approach with a conceptual–strategic perspective, the study analyzes academic literature, policy documents, and strategic reports on circular economy and digital innovation. The findings indicate that digital technologies play a critical role in enabling system-level efficiency by improving process optimization, reducing waste, enhancing transparency, and reshaping consumption behavior through digital platforms and feedback mechanisms. However, the study also finds that the transformative potential of the digital circular economy depends on the strategic integration of technology with circular principles, organizational practices, and governance frameworks. The research concludes that the digital circular economy offers a viable pathway toward sustainable efficiency only when digital innovation is aligned with systemic circular objectives rather than applied as isolated technological solutions