Siti Rahmiati
Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP DIRI NARAPIDANA Fina Afriany; Abu Bakar; Nanang Al Hidayat; Syahwami Syahwami; Siti Rahmiati; Deni Handani; Zahlimar Zahlimar
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 7, No 1 (2023): Juni
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56957/jsr.v7i1.260

Abstract

Hal yang dapat menjadi masalah bagi narapidana salah satunya adalah masalah konsep diri. Bagaimana narapidana menilai dirinya baik secara fisik, psikis, moral dan sosial memiliki peran penting untuk menjalani kehidupannya. Memiliki konsep diri yang negatif akan menciptakan hubungan interpersonal yang negatif pula. Terbentuknya konsep diri seseorang tergantung pada penilaian orang lain disekitarnya. Konsep diri dapat dikaji dalam konsep the looking-glass self adalah terdapat?????? elemen-elemen pokok yang bersifat fundamental. Bagaimana konsep diri yang dimiliki oleh para narapidana menjadi fenomena yang menarik karena bukan hanya berdampak bagi dirinya sendiri tapi juga orang lain atau masyarakat.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam menggali data mengenai konsep diri narapidana yang menjadi objek penelitian dengan menggunakan kajian dari konsep diri dari teori Cooley. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis selanjutnya dijadikan sebagai dasar hasil penelitian. Subjek penelitian terdiri dari 5 (Lima) orang narapidana.Berdasarkan hasil penelitian semua narapinda menilai diri mereka secara negatif, mereka merasa memiliki lebih banyak kekurangan dari pada kelebihan. Mereka tidak dapat menggambarkan diri mereka sendiri dengan jelas, adanya perasaan bingung dan lebih banyak mengungkapkan adalah masalah dan kondisi emosi dan karakter mereka yang temperamental. Berdasarkan kajian dari konsep the looking-glass self oleh Cooley menunjukkan sangat besar peran dan pengaruh penilaian diri seseorang dari pemikiran orang lain. Konsep diri yang dimiliki oleh narapidana berperan terhadap tindakan pelanggaran norma dan aturan yang mereka lakukan. Konsep diri pada narapidana memiliki peran penting bagi para narapidana untuk menghadapi kehidupan setelah hukuman pidana selesai dan kembali ke lingkungan masyarakat.
Integrating Digital Multilingual Literacy in the Merdeka Curriculum: A Case Study from Jambi Province Siti Rahmiati; Viona Sapulette; Merlyn Rutumalessy; Hendra Sudarso; Everhard Markiano Solissa
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 4, November (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i4.10169

Abstract

Digital transformation has significantly expanded opportunities for multilingual literacy in Indonesia, yet its integration within the Merdeka Curriculum at the junior high school level, especially in linguistically diverse regions such as Jambi Province, remains underexplored. This study aims to examine how digital-based multilingual literacy is implemented and to identify factors that facilitate or hinder its practice. A qualitative exploratory case study design was employed, involving five schools, three language teachers, one principal, and three students. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, and were thematically analyzed to capture pedagogical strategies, student experiences, and institutional support. Findings indicate that the Merdeka Curriculum enables the adaptation of national policies to local sociolinguistic contexts through translanguaging, digital storytelling, and collaborative learning strategies, enhancing student engagement, creativity, and communication skills. Challenges such as disparities in infrastructure, limited teacher training, and inconsistent policy application were observed, while active teacher agency, visionary school leadership, and community collaboration emerged as key factors sustaining innovation. Limitations include the restricted scope of research sites and the absence of quantitative evaluation of learning outcomes. Overall, the study concludes that integrating multilingual and digital literacy promotes inclusive and adaptive learning, strengthens students’ national identity, and fosters global competencies. Policy implications include the need for structured professional development, equitable allocation of digital resources, and participatory school governance to ensure the sustainability and scalability of multilingual-digital practices in Indonesian education.