Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Standardisasi dan Pengembangan Desain Produk UKM Bengok Craft di Kesongo, Kabupaten Semarang Muhammad Setiawan Kusmulyono; Dhientia Andani; Astaria Eka Santi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 2 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.924 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i2.2581

Abstract

Eceng gondok merupakan tumbuhan air yang menjadi gulma karena pertumbuhannya tidak dapat dikendalikan akibat limbah nutrient yang masuk ke wilayah perairan. Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang merupakan salah satu wilayah perairan yang terdampak masifnya pertumbuhan eceng gondok. Salah satu upaya nyata untuk mengatasi masalah eceng gondok adalah berdirinya usaha Bengok Craft yang mencoba untuk mengelola eceng gondok menjadi produk kreatif di bidang fesyen dan aksesoris. Bengok Craft telah berdiri sejak tahun 2019 dan menggunakan sistem kemitraan dengan warga sekitar Danau Rawa Pening yang menjadi perajin eceng gondok bagi Bengok Craft. Berdasarkan diskusi awal dengan manajemen Bengok Craft ditemukan bahwa standardisasi produk dan pengembangan desain produk belum optimal dilaksanakan di Bengok Craft. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian di Bengok Craft ini bertujuan untuk menguatkan standardisasi dan desain produk yang dimiliki oleh Bengok Craft. Pendekatan pengabdian dilakukan dengan metode penelitian tindakan yang dikolaborasikan antara tim pengabdian dan manajemen Bengok Craft. Kegiatan ini menghasilkan usulan untuk pembuatan kategorisasi produk dan standar prosedur operasi yang jelas serta audit dan replikasi atas produk populer yang dimiliki oleh Bengok Craft saat ini. Usulan pembuatan kategorisasi produk dan SOP audit atas produk populer akan membantu Bengok Craft memiliki standar desain yang baku dan menarik dimata konsumen. Untuk ke depannya, Bengok Craft direkomendasikan untuk membangun sistem kontrol kualitas yang lebih detil namun tetap mempertimbangkan nilai kekhasan dari produk buatan tangan.
Penguatan Promosi Kampung Adat Miduana melalui Pelathinan Storytelling dan Editing Video Pendek Astri Wulandari; Yoka Pradana; Adi Bayu Mahadian; Zalfa Qathrunnada; Astaria Eka Santi
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.2874

Abstract

Kampung Adat Miduana di Cianjur Selatan memiliki modal sosial-budaya yang kuat, namun promosi destinasi sering terkendala oleh kesenjangan kapasitas komunikasi warga dalam mengemas pengalaman budaya menjadi narasi yang koheren, menarik, dan etis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkuat promosi Kampung Adat Miduana melalui integrasi dua kompetensi inti: digital storytelling (penyusunan micro-story, caption, dan skrip video) serta editing video pendek menggunakan CapCut agar narasi dapat diwujudkan menjadi konten audiovisual yang siap edar di media sosial. Metode pelaksanaan menggunakan desain pelatihan–praktik–evaluasi secara partisipatif dengan 16 peserta, melalui tahap pre-test, praktik storytelling berbantuan ChatGPT (prompt template berbasis konteks–kontras–momen balik–resolusi–ajakan) sekaligus pendampingan produksi video, dan post-test. Hasil menunjukkan penguatan kompetensi pascapelatihan: pada storytelling, 93,75% peserta memahami storytelling sebagai cara bercerita untuk menyampaikan pesan, 100% memahami elemen karakter–konflik–resolusi, dan 93,75% memahami hook sebagai pembuka yang menarik perhatian. Pada materi CapCut, 100% peserta menguasai langkah dasar produksi (memulai proyek, memotong klip, menambahkan audio), 87,5% memahami rasio vertikal 9:16 untuk video pendek, dan 81,25% memahami penggunaan template untuk produksi cepat. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi penguatan naratif dan keterampilan produksi audiovisual efektif untuk meningkatkan kesiapan warga memproduksi konten promosi berbasis identitas dan etika kampung adat, serta berpotensi memperkuat citra destinasi melalui user-generated content.