Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Stressors and Coping Strategies for Junior College Students in Maritime Boarding College Fitri Zuhriyah; Mulya Virgonita I. Winta; Margaretha Maria Shinta Pratiwi
Dinamika Bahari Vol 4 No 1 (2023): May 2023 Edition
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/db.v4i1.365

Abstract

One of the challenges encountered by the first year students of boarding universities is having a transition period for adapting to the needs and requirements in their new environments. Inability to make a self-adaptation can lead to unbalanced situation that results in academic, environmental, and interpersonal relationship problems as well as inner-self problems of the individuals. This study is aimed at closely viewing the stressors experienced by the students in the first year of their study, particularly during the first three months of their lives in the new environments and knowing the strategies taken by the individuals to encounter the stressors in order to anticipate the possible effects in the near future. The method used in this research is qualitative with a descriptive approach for exploring or depicting the images of stressors encountered by the students in the first three months of living in a boarding house and how they determine the coping to encounter the stressors. The results show that the stressors experienced by the students consisted of intrapersonal stressors (62.59%), interpersonal stressors (17.65%), environmental stressors (14.35%), and academic stressors (5.41%). The students tend to face the stressors by focusing on the problems (53.17%) and the emotions (46.38%). Based on the findings, it can be concluded that the mist dominant stressor is the one that is related to the students' individuals.
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Etos Kerja terhadap Profesionalisme Kerja pada Anggota Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Tengah Syam Kurniawan; Hardani Widhiastuti; Mulya Virgonita I. Winta
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) pengaruh kecerdasan emosional terhadap profesionalisme Kerja pada Anggota Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Tengah, 2) pengaruh etos kerja terhadap profesionalisme Kerja pada Anggota Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Tengah, 3) pengaruh kecerdasan emosional dan etos kerja terhadap profesionalisme kerja pada Anggota Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan 46 anggota Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Data penelitian dikumpulkan dengan kuesioner. Analisis data menggunakan Analisis Regresi Berganda dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap profesionalisme Kerja pada Anggota Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Tengah, 2) terdapat pengaruh etos kerja terhadap profesionalisme Kerja pada Anggota Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Tengah, dan 3) terdapat pengaruh kecerdasan emosional dan etos kerja terhadap profesionalisme kerja pada Anggota Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Tengah.
The Application of Psychoanalytic Psychotherapy in Reducing Suicidal Ideation through Ego Functioning Enhancement: A Single-Subject Experiment Muhammad Fakhrun Siraj; Mulya Virgonita I. Winta; MM. Shinta Pratiwi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i3.19106

Abstract

Suicide is a complex mental health issue often associated with ego dysfunction, including affect regulation, impulse control, and defense mechanisms. This study aims to evaluate the application of psychoanalytic psychotherapy in enhancing ego function and reducing suicidal ideation in a final-year university student. The research employs a single-subject experimental design, measuring ego function before and after the intervention using the Ego Functioning Assessment (EFA). The subject underwent 10 sessions of psychoanalytic psychotherapy, focusing on intrapsychic conflict exploration, transference, and defense mechanisms. The results indicate a significant improvement in all aspects of ego function, particularly in impulse regulation, defense mechanisms, and cognitive processes, contributing to a reduction in the intensity of suicidal ideation. EFA scores showed substantial increases, and the subject transitioned from a neurotic personality organization to a normal personality organization. These findings suggest that psychoanalytic psychotherapy effectively strengthens ego function, which plays a crucial role in mitigating suicide risk. Future research is recommended to include a larger sample and longitudinal evaluation to validate these findings.Bunuh diri merupakan masalah kesehatan mental yang kompleks dan sering dikaitkan dengan gangguan fungsi ego seperti regulasi emosi, kontrol impuls, dan mekanisme pertahanan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan psikoterapi psikoanalisis dalam meningkatkan fungsi ego dan menurunkan ide bunuh diri pada seorang pasien berstatus mahasiswa semester akhir. Penelitian menggunakan eksperimen subjek tunggal dengan pengukuran fungsi ego dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan Ego Functioning Assessment (EFA). Subjek menjalani 10 sesi psikoterapi psikoanalisis yang berfokus pada eksplorasi konflik intrapsikis, transferensi, dan mekanisme pertahanan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dalam semua aspek fungsi ego, terutama dalam regulasi dan kontrol dorongan, mekanisme pertahanan, dan proses pemikiran yang berkontribusi pada penurunan intensitas ide bunuh diri. Skor EFA meningkat secara signifikan dan subjek mengalami transisi dari organisasi kepribadian neurosis ke normal. Temuan ini mengindikasikan bahwa psikoterapi psikoanalisis efektif dalam memperkuat fungsi ego yang berperan dalam mereduksi risiko bunuh diri. Penelitian ini merekomendasikan studi lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan evaluasi jangka panjang untuk mengonfirmasi temuan ini.
Factors of Resilience among Employees at Charlie Hospital Demak Indit Kurniasih; Mulya Virgonita I. Winta; MM. Shinta Pratiwi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i4.20719

Abstract

New hospitals such as Charlie Hospital Demak face major challenges related to high work pressure and structural uncertainty that risk reducing employee performance. This study aims to identify the dominant factors that influence employee resilience using Grotberg's theoretical framework. A descriptive qualitative approach was used through in-depth interviews, non-participant observation, and literature study of five key informants from various work units. The results show that the dominant factors influencing resilience are self-efficacy, social support from superiors, coworkers, and family, and an attitude of optimism. The three interact to form a positive loop that strengthens employees' adaptive abilities. Resilience is proven to be a strong predictor of employee performance. It is recommended that management implement a structured model of strengthening resilience through training and a multilevel support system.Rumah sakit baru seperti Charlie Hospital Demak menghadapi tantangan besar terkait tekanan kerja tinggi dan ketidakpastian struktural yang berisiko menurunkan performa pegawai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang memengaruhi resiliensi pegawai dengan menggunakan kerangka teori Grotberg. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan studi pustaka terhadap lima informan kunci dari berbagai unit kerja. Hasil menunjukkan bahwa faktor dominan yang memengaruhi resiliensi adalah self-efficacy, dukungan sosial dari atasan, rekan kerja, dan keluarga, serta sikap optimisme. Ketiganya berinteraksi membentuk loop positif yang memperkuat kemampuan adaptif pegawai. Resiliensi terbukti sebagai prediktor kuat terhadap kinerja pegawai. Disarankan manajemen menerapkan model penguatan resiliensi secara terstruktur melalui pelatihan dan sistem dukungan multilevel.
Peran Physical Health dan Work-life Balance terhadap Psychological Well-being dengan Work-stress sebagai variabel intervening pada Karyawan PT X di Bekasi Delaja Samuel Nugraha; Mulya Virgonita I. Winta
Reswara Journal of Psychology Vol. 4 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v4i1.11444

Abstract

This study aims to analyze the role of Physical Health and work-life balance on psychological well-being and work-stress at PT X employees in Bekasi. The population in this study were 126 employees of PT X in Bekasi. Sampling in this study is using saturated sampling. The research data were collected using three scales, namely the Physical Health scale, the work-life-balance scale, and the psychological wellbeing scale. Data analysis was performed using SEM PLS. The test results show that Physical Health and Work-life Balance partially have a significant effect on Work-stress with a p-value of 0.025 and a p-value of 0.000. Work-stress has a significant effect on Psychological Well-being with a p-value of 0.001. Physical Health has no significant effect on Psychological Well-being with p-values of 0.388 or more than 0.05. Work-life balance has a significant effect on Psychological Well-being with a p-value of 0.000. Physical Health has a significant effect on Psychological Well-being with Work-stress as an intervening p-value of 0.038. While Work-Life Balance has a significant effect on Psychological Well-being with Work-stress as an intervening with a p-value of 0.001. In this study, it is proven that work-stress mediates the effect of physical health and work-life balance on psychological well-being.
Konseling Kelompok Untuk Peningkatan Kepercayaan Diri Warga Binaan Perempuan Hardani Widhiastuti; Mulya Virgonita I. Winta; Arumwardhani Nusandari
TEMATIK Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v4i1.7950

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberi pemahaman melalui pelatihan dan menambah Kepercayaan diri Warga Binaan Lapas Perempuan Kota Semarang,  mengenai bagaimana cara meningkatan Kepercayaan Diri Warga Binaan Lapas Perempuan untuk  Menghadapi Stigma Masyarakat. Selain itu dalam konseling kelompok tersebut juga dilakukan kesempatan untuk sharing dan ikut serta menyelesaikan masalah yang kemungkinan sulit untuk diselesaikan, atau bahkan para warga binaan yang belum begitu memahami cara menghadapi dan menyelesaikan masalah terkait meningkatkan kepercayaan diri dan menghadapi stigma masyarakat.Subyek atau peserta konseling sejumlah 31 orang ini mencakup warga binaan Lapas Perempuan yang akan menghadapi vonis bebas  yang berada di Lapas Perempuan Kota Semarang. Hasil dari konseling yang dilakukan selama tiga jam adalah bahwa walaupun ada beberapa warga binaan yang akan menghadapi putusan bebas yang masih belum percaya diri, karena ada pengalaman yang membuat trauma dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun sebagian besar dari mereka yang sudah dapat menerima dan memiliki percaya diri untuk berbaur kembali di masyarakat dan keluarganya. 
Psikoedukasi Tentang Anak Berkebutuhan Khusus Di Tk Bunga Bangsa Universal School Semarang Mulya Virgonita I. Winta; Hardani Widhiastuti; Margaretha Maria Shinta Pratiwi
TEMATIK Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v5i1.10389

Abstract

Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru dan orang tua dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus agar dapat mendukung proses belajar pada siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah psikoedukasi dengan pemberian materi melalui ceramah, diskusi serta teknik pelepasan emosi sederhana. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2024 mulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB., yang diikuti 28 orang guru dan orang tua di TK Bunga Bangsa Universal School Semarang. Hasil pengabdian menunjukkan adanya meningkatnya pemahaman peserta, hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungannya yaitu nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya ada perbedaan rata-rata skor sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan psikoedukasi tentang ABK, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan psikoedukasi yang diberi tajuk Mengenal dan Memahami Anak Berkebutuhan Khusus cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman guru dan orang tua tentang anak berkebutuhan khusus.
Intervensi Manajemen Stres Kerja Berbasis Meditasi Pernapasan Untuk Penguatan Kesehatan Mental dan Peningkatan Kinerja Arumwardhani Nusandari; Hardani Widhiastuti; Mulya Virgonita I. Winta; Futihatul Hilmi
TEMATIK Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i2.14875

Abstract

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang memiliki peran strategis dalam pelayanan publik yang menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) di dalamnya menghadapi beban kerja multidimensi, baik administratif maupun operasional lapangan. Kondisi ini berpotensi memicu stres kerja yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan kinerjanya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis berupa intervensi manajemen stres kerja berbasis meditasi pernapasan (mindfulness breathing). Metode pelaksanaan program meliputi tiga tahapan, yaitu psikoedukasi mengenai stres kerja, pelatihan praktik meditasi pernapasan berbasis mindfulness, serta diskusi reflektif terkait penerapannya dalam konteks pekerjaan sehari-hari. Kegiatan yang dilaksanakan pada 15 April 2026 ini melibatkan 27 orang ASN di DLH Kota Semarang. Evaluasi dampak program diukur menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan adanya progres peningkatan pemahaman dan keterampilan manajemen stres sebesar 29,45%, dengan nilai rata-rata yang meningkat dari 15,59 (pre-test) menjadi 20,19 (post-test). Hasil uji Paired Samples T-Test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti intervensi mindfulness breathing secara signifikan efektif dalam meningkatkan kapasitas manajemen stres kerja ASN. Melalui penguatan kesehatan mental ini, diharapkan kinerja dan kualitas pelayanan publik ASN DLH Kota Semarang dapat terus terjaga secara optimal.