Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGEMBANGAN USAHA MIKRO MELALUI PRODUK BUMBU NASI GORENG MANDALA: STUDI KASUS DI DESA JADDUNG KECAMATAN PRAGAAN KABUPATEN SUMENEP Ramdani, Ahmad; Aristin, Rini; Hasbullah, Hasbullah; Anam, Syaiful; Umbara, Sukma; Kasanova, Ria
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7040

Abstract

ABSTRACT Microenterprises play a strategic role in improving rural community welfare, particularly through the utilization of local resources. Jaddung Village, Pragaan Subdistrict, Sumenep Regency, has abundant spice potential, yet it has not been fully utilized as a source of economic income. This community engagement program aimed to develop microenterprises through culinary innovation with the “Mandala” instant fried rice seasoning product while empowering local communities, especially housewives and youth. The method used was Participatory Action Research consisting of several stages: identifying local potential, conducting training on instant seasoning production, providing entrepreneurship mentoring, implementing digital marketing strategies, and evaluating program sustainability. The results showed that community partners successfully produced hygienic instant seasoning products with a unique blend of Madurese and Thai flavors, packaged in simple but marketable designs. SWOT analysis revealed that the strengths of the product lie in its natural ingredients and distinctive taste, weaknesses in limited capital and production scale, opportunities in the growing trend of healthy instant food, and threats from established commercial competitors. The program had a positive impact on improving production skills, entrepreneurial knowledge, and household income. In conclusion, the Mandala seasoning innovation proved effective as a microenterprise model based on local culinary resources and has the potential to be replicated in other villages with continued support from government and higher education institutions. ABSTRAK Usaha mikro memainkan peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, terutama melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, memiliki potensi rempah-rempah yang melimpah, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan ekonomi. Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan usaha mikro melalui inovasi kuliner dengan produk bumbu nasi goreng instan "Mandala" sambil memberdayakan masyarakat lokal, terutama ibu rumah tangga dan pemuda. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Partisipatif yang terdiri dari beberapa tahap: mengidentifikasi potensi lokal, mengadakan pelatihan produksi bumbu instan, memberikan bimbingan kewirausahaan, menerapkan strategi pemasaran digital, dan mengevaluasi keberlanjutan program. Hasil menunjukkan bahwa mitra komunitas berhasil memproduksi produk bumbu instan higienis dengan perpaduan rasa Madura dan Thailand yang unik, dikemas dalam desain sederhana namun menarik. Analisis SWOT mengungkapkan bahwa kekuatan produk terletak pada bahan alami dan rasa yang khas, kelemahan pada modal dan skala produksi yang terbatas, peluang pada tren makanan instan sehat yang berkembang, dan ancaman dari pesaing komersial yang sudah mapan. Program ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan keterampilan produksi, pengetahuan kewirausahaan, dan pendapatan rumah tangga. Kesimpulannya, inovasi bumbu Mandala terbukti efektif sebagai model usaha mikro berbasis sumber daya kuliner lokal dan memiliki potensi untuk direplikasi di desa-desa lain dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi.
AKTUALISASI SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA DI ERA REFORMASI Aristin, Rini
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajemukan penduduk, budaya, bahasa, dan agama yang beragam. Akan tetapi keberagaman ini terintegrasi dalam satu pemikiran, satu jiwa yang melandasi setiap nilai kehidupan penduduk Indonesia yaitu Pancasila. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila khususnya sila KetuhanannYang Maha Esa (YME) di era sekarang ini menurut penulis pada kenyataannya memang belum sesuai dengan yang diharapkan oleh the founding fathers pada saat merumuskannya. Hal ini dikarenakan dampak negatif dari arus globalisasi yang tak terbendung untuk menguasai Indonesia, akibatnya yang kemudian timbul adalah degradasi moral. Sebagian penduduk Indonesia kehilangan jati diri bahkan tidak mengenal identitas nasional bangsanya (lost generation). kemajemukan penduduk, budaya, bahasa, dan tentunya juga agama yang beragam. Akan tetapi keberagaman ini terintegrasi dalam satu pemikiran, satu jiwa yang melandasi setiap nilai kehidupan penduduk Indonesia yaitu Pancasila. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di indonesia yang telah dipaparkan tersebut penulis tertarik untuk mengkaji tentang Aktualisasi Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Di Era Reformasi.