Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

An Analysis of the First Language Acquisition: A Two Years Girl Ratnaningsih, Endah
Ahmad Dahlan Journal of English Studies Vol 4, No 1 (2017): March
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.392 KB) | DOI: 10.26555/adjes.v4i1.6249

Abstract

As a natural process, human innateness understood as the ability in acquiring first language since birth. First language acquisition is related to this field of study. This study will focus on language acquisition of a two years girl who become the object of observation. However, the understanding of language acquisition and learning, then what factors are associated with language acquisition are regarded to be necessary to explain. Furthermore, on the discussion part, the analysis of the language acquisition on the object observed, both in terms of phonology, lexical, pragmatic, and the factors that influence the process of first language acquisition for the object observed are disscussed.
Education 4.0: The Students’ Perspectives toward the Use of Instagram in English for Survival Class Ratnaningsih, Endah
English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Vol 2 (2018): 2nd ELLiC Proceedings: Education 4.0: Trends and Future Perspectives in English Educa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Almost everyone today has an Instagram account which is used for posting and sharing status, news, and information. This study presents the students’ perspectives toward the use of Instagram in English for Survival Class. A case-study is conducted to obtain the data. Twenty-nine students of English for Survival Class are involved as the participants in this study. The results of the study show the advantages and the obstacles of the use of Instagram in the English for Survival Class. The findings of this study show the participants have positive perspectives about the implementation of Instagram in their class. Moreover, nothing is perfect but the main point is to provide the students with opportunities to explore their ability.
Pendidikan Karakter melalui Metode Pembelajaran Aktif pada Mata Kuliah English Voice and Accent Anggraeni, Candradewi Wahyu; Ratnaningsih, Endah
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.449 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2342

Abstract

Di era generasi milenial, pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar baik dari jenjang dasar maupun di perguruan tinggi. Salah satu penerapan pendidikan karakter pada level perguruan tinggi adalah dengan menerapkan pembelajaran aktif pada mata kuliah English Voice and Accent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa pendidikan karakter  melalui metode pembelajaran aktif yang diterapkan di mata kuliah English Voice and Accent. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Partisipan dari penelitian ini adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah English Voice and Accent di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar.  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode pembelajaran aktif pada mata kuliah English Voice and Accent dapat memberikan konstribusi positif dalam penguatan pendidikan karakter mahasiswa seperti karakter kerja sama dalam tim, karakter menghargai pendapat orang lain, dan karakter mengemukakan pendapat yang bertanggung jawab.
Pendidikan Karakter melalui Permainan Interaktif di Kelas Ratnaningsih, Endah; Sarwanti, Sri
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.09 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2346

Abstract

Permainan merupakan aktivitas yang pada umumnya dilakukan oleh anak-anak secara natural, tanpa paksaan dan biasanya tanpa didesak oleh rasa tanggung jawab. Apabila dipahami lebih lanjut, dengan bermain banyak aspek kecrdasan anak yang terasah. Berdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan di MI Ma’arif Arrosydin Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Berdasarkan hasil observasi, tidak semua aktivitas dalam kegiatan belajar mengajar yang ada di MI Ma’arif Arrosydin Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap kreativitas dan kontribusi peserta dalam kegiatan ini. Kegiatan belajar mengajar berlangsung secara konvensional, misalnya pengajar memberikan contoh membaca huruf-huruf hijaiyah kemudian peserta langsung menirukan. Belum ada aktivitas yang melibatkan permainan-permainan dalam kegiatan tersebut. Proses belajar mengajar yang biasanya berlangsung secara konvensial perlu mendapat sentuhan istimewa yang akan meningkatkan ketertarikan, keterlibatan, kreativitas, keceriaan anak-anak yang menjadi peserta didik MI Ma’arif Arrosydin Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Mempertimbangkan paparan kondisi di atas, perlu adanya suatu Pemanfaatan Permainan Interaktif bagi Siswa MI Ma’arif Arrosyidin Pucang untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa di Kelas. Program ini memberikan pendampingan bagi para bagi siswa MI Ma’arif Arrosyidin Pucang untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa di Kelas dan praktek langsung dalam kegiatan permainan interaktif yang dilakukan oleh tim pengabdian UNTIDAR bekerja sama dengan pengajar/pembina MI Ma’arif Arrosyidin Pucang.
Pembentukan Guru Berkarakter dengan Meningkatkan Kompetensi Pedagogis Mahasiswa Calon Guru Melalui Peer Mentoring Sarwanti, Sri; Ratnaningsih, Endah
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1730.651 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2347

Abstract

Guru yang berkarakter merupakan dambaan semua mahasiswa calon guru untuk mencapainya. Guru yang berkarakter memenuhi semua kriteria kecakapan atau kompetensi yang meliputi kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keterampilan mengelola pembelajaran menjadi keterampilan khas yang membedakan profesi guru dengan profesi yang lainnya. kemampuan mengelola pembelajaran ini disebut kompetensi pedagogis. seorang guru dituntut untuk memiliki kompetensi pedagogis ini. mahasiswa calon guru juga dituntut untuk memiliki kompetensi pedagogis agar mampu melaksanakan pembelajaran yang berhasil. Kompetensi pedagogis ini bisa ditingkatkan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mentoring. Penelitian ini akan meneliti peran mentoring dalam peningkatan kompetensi pedagogis yang harus dimiliki mahasiswa calon guru untuk bisa menjadi guru yang berkarakter. Mentoring bisa dilakukan oleh beberapa sumber. Menurut observasi peneliti dan hasil wawancara dengan guru-guru pamong di SMA El Shadai Magelang dan SMA Muhammadiyah Muntilan, kompetensi pedagogis mahasiswa praktikan program pengalaman lapangan yang mendukung guru berkarakter masih harus ditingkatkan. Cara paling mengena adalah dengan mentoring yang dilakukan oleh teman sejawat karena prosesnya akan lebih terbuka dan santai. Penelitian ini dilakukan dengan  observasi dan pemberian angket. Observasi digunakan untuk mengetahui kondisi karakter mahasiswa calon guru sebelum menjalani peer mentoring. Sedangkan angket digunakan untuk mengetahui persepsi mahasiswa akan penerapan mentoring dalam peningkatan karakter guru.
Evaluating a Classroom Process Endah Ratnaningsih
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.235

Abstract

Evaluasi proses belajar mengajar dalam kelas biasanya dilakukan dengan alasan internal untuk melihat apakah program tersebut berfungsi seperti yang direncanakan. Selain itu, evaluasi ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan yang dimungkinkan dilontarkan oleh pihak luar (eksternal) dan sebagai langkah untuk evaluasi aspek pendanaan. Sementara itu, evaluasi dapat dilakukan baik oleh pihak internal maupun eksternal yang berkompeten di bidangnya. Namun, evaluasi juga dapat dilakukan melalui kemitraan di antara dua pihak, internal dan eksternal. Sebagai evaluator kurikulum, guru mengumpulkan data, misalnya data tentang proses dalam kelas. Setelah itu, mereka mengenalisa data tersebut dan memberikan umpan balik. Dengan menggunakan data itu, mereka memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan dan meningkatkan kinerja proses belajar mengajar di dalam kelas.  Artikel ini membahas aspek evaluasi proses kelas, seperti langkah-langkah yang digunakan, kriteria untuk mengevaluasi proses kelas, dan instrumen yang digunakan.Kata kunci: evaluator kurikulum, aspek evaluasi, langkah langkah evaluasi, instrumen
Designing BIPA’s Teaching Material: Inserting The Local Wisdom? Candradewi Wahyu Anggraeni; Endah Ratnaningsih
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 4, No 1 (2020): METATHESIS: JOURNAL OF ENGLISH LANGUAGE, LITERATURE, AND TEACHING
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.635 KB) | DOI: 10.31002/metathesis.v4i1.1880

Abstract

This study aims to explain the teaching materials used and needed in BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) learning and to develop BIPA teaching materials based on local wisdom as pedagogical content knowledge at Tidar University. BIPA Learning at Tidar University is facilitated by the Integrated Service Unit for Language Centre. BIPA learning at University Tidar is still relatively new and still requires further research to find out the needs of foreign learners studying here. Teaching materials that have been used need to be developed by paying attention to local wisdom as pedagogical content knowledge, generally in Indonesia and specifically in Magelang, so that learners have a better understanding about the concept of Indonesian language by paying attention to the values or characters contained in the learning material. This research uses research and development methods (Research & Development). The subjects of this study were BIPA instructors and learners at Tidar University. The object of this research is the BIPA teaching materials document which will be developed using the local wisdom base as pedagogical content knowledge. Data collection techniques used in this study are questionnaire and interview techniques. The findings show that teaching material for the local wisdom as the pedagogical content knowledge is important to be inserted in BIPA teaching and learning process.  
The Students’ Perspectives toward the Activities and Materials Displayed in ELICA (English Listening Interactive Café) Web Endah Ratnaningsih; Arum Nisma Wulanjani
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 3, No 2 (2019): Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v3i2.1682

Abstract

English Education students in Universitas Tidar have attended in the Intensive Listening Subject in the Academic Year of 2018/2019. This was a case-study which focused on the perspectives of the students toward the activities and materials displayed in ELICA website. There were 4 classes of Intensive Listening which were participated in this semester with 110 as the number of the students joined. A set of questionnaires and an interview were used in this research. From the result, it was found that most of the students agreed that the activities and the materials displayed in the ELICA can be used for making their listening skill improved.
The Students’ Needs of Writing 3 Textbook Endah Ratnaningsih; Candradewi Wahyu Anggraeni
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 2 (2017): METATHESIS
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i2.466

Abstract

This research was aimed to describe students’ needs toward Writing 3 textbook. This was a case-study. The subjects of this research were the English Department students of Faculty of Education and Teachers’ Training of Tidar University. The data collection techniques used for knowing the students’ needs analysis in this research was taking questionnaires. The data analysis of this research was qualitative-descriptive. The result of this research is the description of students’ needs of Writing 3 textbook.Keywords – writing, textbook, students’ needs
Pendampingan Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Gamifikasi di Masa Pandemi COVID-19 Atsani Wulansari; Arum Nisma Wulanjani; Gilang Fadhilia Arvianti; Candradewi Wahyu Anggraini; Endah Ratnaningsih
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.318 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v4i2.10551

Abstract

Tujuan dilakukan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penggunaan media pembelajaran daring selama program belajar dari rumah, dengan metode gamifikasi bagi para guru SD Purwodadi, Kabupaten Magelang. Hal ini dilakukan karena dari hasil kuesioner awal yang kami berikan menunjukkan bahwa sebagian besar guru di SD Negeri Purwodadi masih belum menggunakan media pembelajaran berbasis gamifikasi kepada anak didiknya.Pengabdian ini dilakukan dengan model pembelajaran bauran (blended learning) dengan menggabungkan pertemuan dan daring. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah observasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil kuesioner dan koordinasi tim pengabdian, pihak mitra diberikan materi mengenai quizlet dan quizizz. Pihak mitra juga diberikan proyek mandiri sebagai indikator pemahaman dan peningkatan ketrampilan terhadap media pembelajaran daring. Pihak mitra memberikan respon postif terhadap pendampingan ini dengan mencoba menggunakannya untuk pengajaran daring.