Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peran Petugas Kesehatan Dalam Meningkatkan Kepatuhan Ibu Hamil Terhadap Pemeriksaan Triple Eliminasi Iskandar Muda; Erika Erika; Misrawati Misrawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44488

Abstract

Pendahuluan: Wanita hamil merupakan kelompok yang rentan terhadap infeksi menular seksual seperti HIV/AIDS, hepatitis B, dan sifilis, yang dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. Infeksi ini dapat ditularkan secara vertikal dari ibu ke bayi, sehingga berpotensi menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, cacat bawaan, atau bahkan kematian neonatal. Tujuan: untuk mengetahui peran petugas kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi. Metode: Basis data yang digunakan meliputi PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku wanita hamil dalam skrining eliminasi tiga penyakit. Sebanyak 10 artikel diperoleh dari hasil pencarian literatur. Artikel yang ditemukan disaring menggunakan kerangka PICO dan metode CRAAP. Hasil: Studi ini menemukan delapan peran tenaga kesehatan yang memengaruhi perilaku wanita hamil dalam skrining triple eliminasi, yaitu: memberikan edukasi yang jelas dan efektif, memberikan dukungan psikososial, melakukan pengingat rutin, mengintegrasikan pendekatan kultural dan interpersonal, mengoptimalkan kelas ibu hamil, meningkatkan akses layanan, melibatkan komunitas dan tokoh masyarakat dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Kesimpulan: Pemeriksaan triple eliminasi penting untuk mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke bayi. Kepatuhan ibu hamil dipengaruhi oleh peran tenaga kesehatan melalui edukasi, pengingat, dan dukungan psikososial. Program kelas ibu hamil, pengetahuan yang memadai, serta akses layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau juga terbukti meningkatkan kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan ini.
Pelaksanaan Attachment Bowlby dengan Metode Kangguru Terhadap Fisiologis Bayi Prematur: Literatur Review Eliyanti Aroza; Yufitriana Amir; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44845

Abstract

Kelahiran bayi prematur membawa risiko komplikasi jangka pendek dan panjang. Perawatan di ruang perinatologi harus seimbang antara kebutuhan medis dan dukungan emosional. Teori attachment Bowlby menekankan pentingnya ikatan antara ibu dan bayi, sementara metode Kangaroo Mother Care meningkatkan kesehatan bayi prematur dan memperkuat keterikatan. Tujuan untuk  mengkaji  pelaksanaan attachment bowlby dengan metode Kangguru terhadap kesehatan fisiologis bayi prematur.  Metode basis data yang  Google Schoolar, PubMed, Science Direct, Researchgate, Elsevier. Kata kunci yang digunakan adalah  attachment Bowlby, kangaroo mother care, preterem.  Hasil penelusuran literatur yang diperoleh sebanyak 6 artikel. Hasil pencarian melewati proses penyaringan dengan elemen PICO dan metode CRAAP.  Hasil menunjukkan bahwa  attachment Bowlby dengan metode Kangguru dapat meningkatkan suhu tubuh dan saturasi oksigen bayi, serta mengurangi tingkat stres. Selain itu, metode ini juga meningkatkan keterikatan emosional ibu dan bayi, serta memberikan manfaat psikologis bagi ibu. Dengan demikian, penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk mengadopsi  attachment Bowlby dengan metode Kangguru sebagai praktik standar dalam perawatan neonatal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang dampak  attachment Bowlby dengan metode Kangguru , serta membantu dalam pengembangan pedoman praktik klinis untuk meningkatkan kesehatan bayi prematur dan kesejahteraan ibu.
Self Hypnosis Prenatal dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil: Literatur Review Rafica; Misrawati Misrawati; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44979

Abstract

Pendahuluan: Self-hypnosis prenatal terbukti sebagai metode efektif untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil, terutama menjelang persalinan. Tujuan: untuk mengetahui self hypnosis prenatal dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil. Metode: Basis data yang digunakan meliputi PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah self hypnosis prenatal dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil. Sebanyak 6 artikel diperoleh dari hasil pencarian literatur. Artikel yang ditemukan disaring menggunakan kerangka PICO dan metode CRAAP. Hasil: Berdasarkan hasil pencarian dan analisis artikel terdahulu, ditemukan enam artikel yang bertujuan self hypnosis prenatal dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil. Intervensi-intervensi ini dapat dikategorikan self hypnosis prenatal baik untuk kesehatan ibu hamil terutama menjelang persalinan. Kesimpulan: Self-hypnosis prenatal efektif meningkatkan kesehatan ibu hamil dengan menurunkan kecemasan, mengurangi ketidaknyamanan fisik, dan menstabilkan kondisi fisiologis melalui sugesti positif dan latihan teratur menjelang persalinan
Pengaruh Pola Makan Gizi Seimbang Terhadap Kejadian Stunting pada Balita : Literatur Review Daratullaila; Agrina Agrina; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45007

Abstract

Introduction: Stunting is a growth disorder in toddlers caused by chronic malnutrition and recurrent infections. According to WHO data from 2022, Indonesia ranks fifth among countries with the highest number of stunting cases in the world. Social and economic factors, as well as feeding practices, are the main causes of stunting in toddlers. Objective: This literature review aims to examine the influence of balanced dietary patterns on the incidence of stunting in toddlers. Methods: The databases used include Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and ResearchGate. The keywords used were stunting, toddler, and dietary pattern. A total of seven relevant articles were obtained through literature searching. The selection process involved screening based on the PICO elements and the CRAAP method. Results: Inappropriate feeding practices were significantly associated with the incidence of stunting. Factors such as food type, feeding frequency, and parental involvement in feeding contributed to children's growth status. Additionally, younger maternal age, low socioeconomic status, and failure to meet recommended nutritional intake were also found to increase the risk of stunting. Conclusion: Stunting prevention should focus on healthy eating patterns, appropriate meal schedules, and adequate nutritional intake for toddlers. Parental education and collaboration between the government, community, and health sectors are essential to improve understanding of balanced nutrition and reduce stunting prevalence
Efektivitas Metode Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dalam Meningkatkan Perubahan Perilaku Ibu dalam Penanganan Stunting pada Balita: Sebuah Tinjauan Literatur Desi Siswanty; Erika Erika; Reni Zulfitri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46617

Abstract

Abstract Stunting in toddlers is a health problem with long-term effects on child growth and development. The Interpersonal Communication (IPC) approach is believed to improve mothers' understanding and behavioral change in managing stunting. This study aimed to review the effectiveness of the IPC method in influencing maternal behavior regarding stunting management. The method used was a literature review by searching scientific articles from ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar databases. A total of 11 relevant articles from countries such as Ethiopia, Tanzania, Afghanistan, and Indonesia were analyzed to evaluate the impact of IPC interventions. The findings indicate that IPC is effective in enhancing knowledge, compliance, and positive maternal behavior towards nutrition and child care practices. The success of IPC is influenced by communication quality, trust between communicator and communicant, and message relevance. In conclusion, IPC is a potentially effective strategy to support stunting intervention programs, especially by strengthening mothers’ roles in child nutrition care. Keywords: Stunting, Interpersonal Communication, Maternal Behavior, Child Nutrition, Prevention
Efektivitas Online Multimedia Edukasi Berbasis Whatsapp Terhadap Koping Pada Pasien Kanker Stadium Lanjut Riga Opri Sandrelly; Nurul Huda; Erika Erika; Sri Wahyuni; Reni Zulfitri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46690

Abstract

Advanced cancer patients have more complex problems. Education is one approach to support the care of advanced cancer patients. In the digital era, communication technology such as WhatsApp can be utilized as an effective means of education, given its ability to be accessed by various groups. The purpose of this study was to determine the effectiveness of WhatsApp-based online multimedia education on coping in advanced cancer patients. This study used a quasi-experimental design with a non-equivalent control group research design. Sampling this study using purposive sampling with a total of 66 people consisting of 33 interventions and 33 controls. The intervention group received a WhatsApp-based educational intervention in the form of a module and was equipped with a telephone call from the researchers for follow-up conducted for 10 days. The measuring instrument used in this study was the Brief Cope questionnaire to measure coping. This study used dependent t-test as data analysis. Result showed a significant difference in mean coping PFC and EFC before and after intervention (p value = <0.001) in the experimental group, while for the control group there was no significant difference in the mean coping of PFC (p value = 0.317) and EFC (p value = 0.305). This study suggests that WhatsApp-based education can enhance coping in patients with advanced cancer. The importance of developing educational materials tailored to the needs of advanced cancer patients.
Family Support Intervention (FSI) Pada Keluarga Pasien di ICU: Studi Literatur Rhomadona Adiaka Dwi Putra; Nurul Huda; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47831

Abstract

Latar belakang: Keluarga sering menghadapi masalah fisik, psikologis dan finansial akibat anggota keluarga yang dirawat di ICU (Intensive Care Unit). Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi masalah tersebut ialah Family Support Intervention (FSI). Namun literatur yang meneliti tentang FSI masih terbatas. Oleh karena itu, studi literatur ini bertujuan untuk mengeksplor tentang FSI berdasarkan sumber literatur yang relevan. Metode: Arikel-artikel yang relevan diidentifikasi dari database elektronik: Pubmed, Science Direct, Springer, Wiley, BMJ, dan Google Scholar. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu artikel dengan metode kuantitatif dan kualitatif, ditulis dalam Bahasa Inggris, dan dipublikasikan dalam rentang tahun 2010-2024. Hasil: Dari 498 artikel yang diperoleh setelah dilakukan skrining terhadap 498 artikel yang diperoleh, didapatkan 6 artikel yang relevan dengan topik penelitian yang kemudian dilakukan analisa. Hasil studi literatur yaitu FSI dapat meningkatkan kepuasan keluarga terhadap komunikasi tenaga kesehatan di ICU, meningkatkan kepuasan keluarga terhadap kualitas perawatan, meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Sakit dan meningkatkan koping keluarga. Kesimpulan: Implementasi FSI memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keluarga pasien yang dirawat di ICU, namun literatur yang mendukung tentang FSI masih terbatas sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait pengaruh FSI terhadap psychological distress keluarga selama perawatan pasien di ICU.
Pengalaman Keluarga Mengasuh Anak dengan Stunting : Literatur Review Mutiara Fannisa; Erika Erika; Agrina Agrina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48986

Abstract

Stunting merupakan kondisi kronis yang mempengaruhi tidak hanya aspek fisik anak tetapi juga dinamika keluarga secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman keluarga dalam mengasuh anak dengan stunting melalui tinjauan literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan pendekatan kualitatif terhadap publikasi ilmiah periode 2021-2024. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari berbagai basis data elektronik dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat dimensi utama pengalaman keluarga: aspek psikologis meliputi perasaan bersalah dan kecemasan berkelanjutan; tantangan sosial berupa stigmatisasi dan isolasi; beban ekonomi yang signifikan; dan faktor-faktor resiliensi keluarga. Temuan menunjukkan bahwa pengalaman keluarga bersifat multidimensional dan kompleks, memerlukan pendekatan intervensi holistik yang mengintegrasikan dukungan psikoedukatif, bantuan ekonomi berkelanjutan, dan program berbasis komunitas. Strategi koping yang dikembangkan keluarga bervariasi tergantung pada sumber daya yang tersedia dan karakteristik keluarga. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teori mengenai dinamika keluarga dalam konteks stunting dan implikasi praktis untuk desain program intervensi yang responsif terhadap kebutuhan spesifik keluarga. Kata Kunci: pengalaman keluarga, stunting, pengasuhan anak
Faktor Risiko Kejadian Tb Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Emi Yulita; Carles Carles; Awaluddin Awaluddin; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49445

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacillus Mycobacterium tuberculosis. Until now, tuberculosis remains a major health problem, both globally and in Indonesia, where it has become a global concern for the past 2 decades. The purpose of this study was to determine the risk factors for pulmonary TB in the working area of the Sidomulyo Inpatient Health Center. This study was an observational analytic with a case control study design. This study was conducted in March 2023 - March 2024 at the Sidomulyo Inpatient Health Center. The results of the bivariate study from 10 variables showed that 6 variables had no relationship with the incidence of pulmonary TB, including; nutritional status with a p value of 0.429, residential density with a p value of 0.580, temperature with a p value of 0.0783, humidity with a p value of 0.0783, ventilation with a p value of 0.582 and floor type with a p value of 0.169. Based on these results, the dominant variables were analyzed using multiple logistic regression multivariate analysis where age had an influence on the incidence of pulmonary TB of 0.005 <0.05, gender obtained a p value of 0.005 <0.005, as well as knowledge obtained a p value of 0.041 <0.005 and smoking status obtained a p value of 0.000 <0.005. Furthermore, based on the output, the R-square value is 0.474. This indicates that the determining variable simultaneously affects pulmonary TB by 47.4%. Recommendation: It is necessary to broaden your knowledge by seeking various information on tuberculosis control efforts in the residential environment and its surroundings
Pengaruh Latihan Passive Range Of Motion (Rom Pasif) dan Perubahan Posisi Terhadap Hemodinamik Pasien yang Terpasang Ventilasi Mekanik Desnen Salti; Bayhakki Bayhakki; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51127

Abstract

Abstrak Pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik berisiko mengalami ketidakstabilan hemodinamik akibat imobilisasi berkepanjangan yang dapat menurunkan perfusi jaringan dan meningkatkan komplikasi. Intervensi non-farmakologis seperti Passive Range of Motion (ROM pasif) dan perubahan posisi berperan dalam menjaga stabilitas fisiologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ROM pasif dan perubahan posisi terhadap hemodinamik pasien dengan ventilasi mekanik, meliputi tekanan darah, mean arterial pressure (MAP), frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen. Desain penelitian menggunakan pre-experimental one group pretest-posttest pada 45 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa ROM pasif ekstremitas atas dan bawah serta perubahan posisi semi fowler dan lateral dilakukan secara terjadwal. Data hemodinamik dikumpulkan menggunakan bedside monitor dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan perbedaan bermakna pada seluruh parameter (p < 0,001): tekanan darah, MAP, nadi dan frekuensi napas menurun signifikan, sedangkan saturasi oksigen meningkat dari 94,49% menjadi 98,24%. Kesimpulan: ROM pasif dan perubahan posisi efektif memperbaiki stabilitas hemodinamik pasien ventilasi mekanik serta menjadi intervensi keperawatan sederhana, aman dan non-invasif untuk mencegah komplikasi imobilisasi. Kata Kunci: ROM Pasif, perubahan posisi, hemodinamik, ventilasi mekanik