Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Antrian Pelayanan Pendaftaran Pasien BPJS di Rumah Sakit Heryana, Ade; Mahadewi, Erlina Puspitaloka; Ayuba, Iyan
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 2 NOMOR 1, APRIL 2019
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.647 KB) | DOI: 10.32662/gjph.v0i0.462

Abstract

Abstract The enhancement of patient’s visit to hospital led to the increasing of length of queue particularly at registration division. This condition made the long duration of waiting time for patients. Hospital’s management should manage the patients queue especially for the period of bottle neck condition. This operation research reviewed the patients queue at existing outpatient registration service system and proposed the optimal system based on queuing theory and trade-off analysis of cost of service and cost of waiting. Cross-sectional data applied to collect the patient’s arrival rate, service time for every server, waiting cost, and queue related behavior. Result of this study suggested that existing system was non-steady state system and not optimum based on trade-off analysis. Patients who came at least 08.00 am should serve with 2 servers of queue number service, and 6 servers of outpatient registration. Whereas patients who came after 08.00 am should serve with 1 servers of queue number service, and 2 servers of outpatient registration. This study recommended the range of patient’s arrival and service rate that the describe viability of optimum system. This study suggested hospital’s management should be focus on manage the patient arrival at early morning with applied the suitable queue management technology to controlling the registration waiting line.AbstrakPeningkatan kunjungan pasien ke rumah sakit menyebabkan antrian pasien khususnya pada pelayanan rawat jalan bertambah. Kondisi ini menyebabkan waktu tunggu pelayanan menjadi lama. Manajemen rumah sakit sebaiknya mengelola antrian pasien terutama pada pelayanan yang mengalami hambatan (bottle neck). Penelitian operasional ini bertujuan mengkaji antrian pasien pada sistem pelayanan pendaftaran rawat jalan dan merekomendasikan sistem yang optimal berdasarkan analisis dengan teori antrian dan trade-off antara biaya pelayanan dengan biaya menunggu per pasien. Pengumpulan data secara potong lintang untuk mengetahui tingkat kedatangan pasien, tingkat pelayanan tiap loket pelayanan, dan perilaku pasien saat mengantri. Hasil penelitian menunjukkan sistem pelayanan yang ada saat ini dalam kondisi tidak steady state dan tidak optimum berdasarkan analisis trade-off. Direkomendasikan untuk mengoperasikan 2 loket pengambilan nomor antrian dan 6 loket pendaftaran rawat jalan bagi pasien yang datang sebelum jam 08.00, serta mengoperasikan 1 loket pengambilan nomor antrian dan 2 loket pendaftaran rawat jalan bagi pasien yang datang setelah jam 08.00. Pada studi ini peneliti juga merekomendasikan rentang tingkat kedatangan pasien dan tingkat pelayanan yang dapat diterapkan untuk sistem yang optimal. Disarankan agar manajemen rumah sakit memfokuskan pengelolaan kedatangan pasien dan antrian pasien pada pagi hari, dengan menerapkan teknologi pengelolaan atrian yang sesuai.
Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Poliklinik Paru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Mahadewi, Erlina Puspitaloka; Heryana, Ade; Kurniawati, Yatmi; Ayuba, Iyan
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 2 NOMOR 1, APRIL 2019
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.658 KB) | DOI: 10.32662/gjph.v2i1.463

Abstract

Service queue is a clasically service problem at hospital. The conotation of patient queue both positive and negative. When the patients more prefer to our services, it’s a positive matter. But when patients forced to waiting the service because the length of service time, it’s a negative matter. It’s suggested that the increasing of inpatients service affected to outpatients, because doctors who served often late to outpatient services room. This condition led to patient’s unsatisfaction due to unappropriateness of service time standards. This study aimed to analyze the determinants of length of outpatient services waiting time who served by pulmonologist at general hospital Tangerang City. Qualitative design was held to get deepest information about length of pulmologist service time. Five informants were recruited i.e outpatient service coordinator, nurse, pulmonologist, and two patients who complained to length of waiting time. Result there were conditions that affected the length of service time i.e lack of nurse skill particularly in spirometre operation, inadequately amount of chair at waiting room and trobleshooting of information system, unavailable of service procedure that led to imprecise of newly patient service, working condition wasn’t support to pulomonogist service i.e inpatient service activity. It’s suggested to complete with procedure operation standard and enhance infrastructure budget to update the information system and the addition of chairs at waiting room.pelayanan rawat jalan akibat petugas terlambat datang ke poliklinik. Hal ini berdampak pada ketidakpuasan pasien karena ketidaksesuaian dari standar yang telah ditetapkan. Atas dasar itulah maka menarik untuk diadakan penelitian tentang faktor penyebab lamanya waktu tunggu pelayanan rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab lamanya waktu tunggu pasien di Pelayanan Rawat Jalan Poliklinik Penyakit Paru RSUD Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan mendapatkan informasi yang lebih aktual dan akurat mengenai faktor penyebab lamanya waktu tunggu di Pelayanan Rawat Jalan Poliklinik Paru RSUD Kota Tangerang. Informan terdiri dari informan kunci, informan utama dan informan pendukung. Gambaran penyebab lamanya waktu tunggu pelayananan di bagian Instalasi Rawat Jalan dalam pelayanan di Poliklinik Paru RSUD Kota Tangerang, yaitu: perawat masih memerlukan pelatihan dan pengembangan dalam mengoperasikan alat spirometri, fasilitas ruang tunggu yaitu kursi yang masih belum mencukupi dan program SIMRS (system infromasi manajemen Rumah Sakit) yang harus lebih baik lagi untuk menunjang kegiatan di pelayanan poliklinik paru, prosedur pemberian pelayanan masih belum lengkap, SOP (Standar Operasional Prosedur) alur pelayanan belum ditetapkan, sehingga pada pasien baru sering terjadi salah prosedur, tingginya jumlah tindakan pasien paru rawat inap menyebabkan lamanya pelayanan. Saran sebaiknya manajemen rumah sakit melengkapi SOP pada instalasi rawat jalan, penambahan anggaran terkait pembaharuan SIMRS dan penambahan fasilitas tempat duduk pasien.
ANALISIS PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS BEKASI Mahadewi, Erlina Puspitaloka; Heryana, Ade
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 3 NOMOR 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.557 KB) | DOI: 10.32662/gjph.v3i1.850

Abstract

UNICEF and WHO data showed that exclusive breastfeeding can reduce infant morbidity and mortality by 88%. The coverage of exclusively breastfeeding infants was 61.33%, the highest percentage was in West Nusa Tenggara (87.35%) and the lowest percentage was in Papua (15.32%). Exclusive breastfeeding is given when the baby is born until the age of 6 months. In Indonesia there are 31.36% of 37.94% of children sick because they do not receive exclusive breastfeeding. Aim of this study to determine the relationship of knowledge, work, and family support with the behavior of exclusive breastfeeding health center working area Bekasi City. This study was a cross sectional approach with a sample of 130 respondents. The sampling in this study using simple random sampling technique, analyzed by the chi square test conducted in July 2019 to April 2020. Results of this study there were 96 respondents (73.8%) mothers who did not provide exclusive breastfeeding and 34 resondents (26.2%) mothers who give exclusive breastfeeding to their babies. There was a significant relationship between knowledge (p = 0,000 and PR = 1,588), employment (p = 0,000 and PR = 1,995), family support (p = 0,001 and PR = 1,514) with exclusive breastfeeding health center working area Bekasi. It was concluded that knowledge, employment, and family support were related to exclusive breastfeeding. It was recommended for health workers to create innovations and new programs to increase exclusive breastfeeding, and in the family level should provide support for exclusive breastfeeding practices.Berdasarkan data UNICEF dan juga data WHO pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi lebih dari 88%. Cakupan bayi yang mendapat ASI eksklusif sebesar 61,33%, persentase tertinggi terdapat pada Nusa Tenggara Barat (87,35%) dan persentase terendah terdapat di Papua (15,32%). ASI eksklusif diberikan saat bayi mulai dilahirkan sampai pada usia 6 bulan. Di Indonesia terdapat 31,36% dari 37,94% anak yang sakit dikarenakan tidak dapat menerima ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan, pekerjaan dan dukungan keluarga dengan perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, dengan besar sampel sebanyak 130 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, dan analisis data menggunakan uji chis-quare yang dilakukan pada bulan Juli 2019 sampai April 2020. Hasil penelitian terdapat 96 (73,8%) ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif dan 34 responden (26,2%) yang telah memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000 dan PR = 1,588), pekerjaan (p = 0,000 dan PR = 1,995) dan dukungan keluarga (p = 0,001 dan PR = 1,514) dengan perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kota Bekasi. Disimpulkan bahwa pengetahuan, pekerjaan, dan dukungan keluarga berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Disarankan untuk petugas kesehatan membuat inovasi dan program baru untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif, dan pada tingkat keluarga kiranya memberikan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif.
Framing Improvement of Emergency Services RSKJ Soeprapto Hospital with Lean and WAM Modification Erlina Puspitaloka Mahadewi; Ade Heryana; Fori Yumita; Mulyo Wiharto; Lia Amalia
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 2 No. 3 (2021): May 2021
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v2i3.220

Abstract

The present study reports the first comprehensive research on covid19 emergency services model. Healthcare services inside hospitals during pandemic can apply the Lean Hospital and Waste Assessment Model (WAM) modification, which is a new method that can be used to identify waste in the hospital service process flow and operational of emergency service. The purpose of this study is to provide recommendations for improving emergency services in the covid19 era. The method used in this research is a descriptive qualitative analysis carried out through observing the service flow of patients who will be hospitalized from the emergency, confirming the service flow by in-depth interviews and looking at secondary data and giving a questionnaire on a modification of eight waste relationship at 15 persons expert who understands the emergency service process. The results showed that the critical waste of emergency services at RSKJ Soeprapto hospital is a waste of human skills of 17.5%. The reasons for the emergence above are because the covid19 team has not yet been formed, the absence of special officers to conduct primary triage before the patient enters the emergency unit, and many officers who do not understand the flow of emergency services in the covid19 pandemic era. In order to improve hospital services in the future, it is necessary to form a covid19 team, to develop a standard emergency service guide, to conduct continuous socialization to all the hospital staff through education and training programs, which are recommendations for improving emergency services at RSKJ Soeprapto Hospital Bengkulu in the pandemic era and new normal preparation.
Challenges Healthcare Management Business: ISP Innovation SMEs with Technology Virtualization and Server Consolidation Mahadewi, Erlina Puspitaloka; Mohamad Reza Hilmy; Arnastya Iswara Sanantagraha
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 2 No. 4 (2021): July 2021
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v2i4.239

Abstract

The adaptation and innovation of the healthcare business strategy during the pandemic and new normal is needed now, for Small and Medium Enterprises (SMEs) which are engaged in Internet Service Providers (ISP) especially in running their business in pandemic also face the future challenging. This study aims to prove that virtualization technology planning, virtualization technology adaptability, and server consolidation services have a positive effect on healthcare management and business, such as operational costs with an impact on more efficient of healthcare small and medium enterprises (SMEs) Internet Service Providers (ISPs) in Indonesia. The data were taken from distributing questionnaires to 77 company representative respondents with the positions of IT Manager, IT Supervisor, and CIO. Data were analyzed by SEM using Smart PLS. The results of the research obtained prove that the operational cost effectiveness of Data Center management is influenced by planning, adaptability, and application of virtualization technology for 5.0. SMES ISPs in Indonesia healthcare sector need to pay attention to new result of planning, adaptability, and implementation of server consolidation services as a determinant of operational and cost effectiveness related to business objectives and management in managing a Data Center in the pandemic, new normal and future challenges.
PENINGKATAN KAPASITAS KOMUNIKASI PADA KADER PENJANGKAUAN HIV/AIDS (ODHA) DI JAKARTA Mahadewi, Erlina Puspitaloka; Heryana, Ade; Handayani, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i4.2787

Abstract

AbstractOne of the major tasks of healthcare community volunteers or cadres is outreaching risky health peoples that medical workforces might not reach them. Peoples diagnosed HIV-AIDS (ODHA) is the outreached community and the cadres should have extraordinary community skill. This activity aimed to provide capacity building for the cadres related to interpersonal health community. Capacity building conducted in April and Oktober 2018. Nine cadres from LSM Yayasan Putri Mandiri were participated and good cooperation made during this activity. Indoor activities include presenting and role playing related to health community was conducted for about 30 minutes for each topic and trining deliver in a full day. Pre and post testing to assess the comprehension of interpersonal health skill were arranged. Result shows that there is no significant different between the knowledge score of the cadre at pre and post test. However, there is a tendency that improvement of knowledge scores among the cadres. Further in year 2019 intensive next training is needed to enable the cadres to give good skills of upgrade interpersonal community related with drugs and communicatios skill. keywords: cadres, HIV-AIDS, healthcare communication AbstrakSalah satu tugas utama kader atau relawan kesehatan adalah menjangkau kelompok masyarakat dengan risiko kesehatan tinggi yang sulit ditemui oleh petugas kesehatan. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) merupakan salah satu komunitas yang sulit dijangkau sehingga kader kesehatan sebaiknya memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang di atas rata-rata Kegiatan yang dilaksanalan pada bulan April dan Oktober 2018 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keterampilan komunikasi kesehatan secara interpersonal pada kader kesehatan. Kegiatan ini diikuti oleh 9 kader kesehatan LSM Yayasan Puteri Mandiri. Waktu Pelatihan selama 30 menit untuk tiap topik dan dilakukan presentasi dan role plays dalam komunikasi interpersonal selama sehari penuh. Pengukuran terhadap pemahaman terhadap komunikasi interpersonal dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan, walaupun secara statistik tidak berbeda nyata antara pengetahuan peserta saat pretest dan post test, data menunjukkan adanya perbaikan pengetahuan peserta tentang komunikasi kesehatan secara interpersonal. Perlu tindak lanjut kegiatan di tahun 2019 berupa pelatihan lebih detail tentang komunikasi kesehatan dan edukasi tentang obat oleh para kader. kata kunci: HIV/AIDS, kader, komunikasi kesehatan
Sustainable Marketing of Healthcare in Indonesia with Religiosity and Health Promotion Clean Healthy Lifestyle Erlina Puspitaloka Mahadewi; Ahmad Hidayat Sutawidjaya; Daru Asih; Ngadino Surip; Arman Harahap
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.3890

Abstract

Health promotion has received a boost that includes actions at the individual and community levels, strengthening health systems and multi-sectoral partnerships that can be directed at specific health conditions in pandemic. It should also include a settings-based approach to promoting health in specific settings such as schools, hospitals, workplaces, residential areas and communities. Health promotion needs to be built into all policies and if used efficiently will result in health marketing outcomes for healthcare providers and positive behavior change in clean healthy lifestyle. The results of this study indicate that the patient's perception of a clean and healthy life based on the benefit dimension is 89.50%, based on the trust dimension 83.35%, the patient's perception is based on the risk dimension 81.55%, the patient's perception is based on the 85.22% religiosity dimension, and patient satisfaction, in generally common perception is 84.90%. Global acceptance that health promotion and clean and healthy lifestyle (CHLB) behavior in social marketing science is determined by many factors outside the health system. Healthcare issues can be effectively addressed with a holistic approach by empowering individuals and communities to take action for their health.
Kerangka Kerja Optimalitas Sistem Atrian Pelayanan Kesehatan Ade Heryana; Erlina Puspitaloka Mahadewi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 1 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i1.245

Abstract

AbstractIndonesia health system just facing the surge of health service due to Covid-19 pandemic i.e. diagnostic, cases tracing, treatment and immunization that unbalance with existing capacity. The requisition of non-physical queue health services more increasing due to and after Covid-19 pandemic. This condition opposite with inevitability queue problem in health services. The queues control related to health services quality and cost efficient. This paper aims to propose framework for queue system optimization with deliberates quality and cost controlling. Literature study and health system observation were conducted to build the optimization framework for resources allocation. It’s suggest that this framework would applied in order to queues controlling in health services.      Keyword: queuing theory, health services, system optimization, determining model  AbstrakSistem kesehatan Indonesia sedang menghadapi lonjakan permintaan layanan kesehatan terkait Covid-19 seperti diagnostik, pelacakan kasus, pengobatan dan vaksinasi pada akhir tahun 2020 yang tidak sebanding dengan kapasitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Selama dan pasca pandemik tuntutan untuk memberikan pelayanan yang tidak menimbulkan antrian fisik semakin tinggi. Kondisi ini bertolak belakang dengan keniscayaan pelayanan kesehatan yang tidak mungkin terhindar dari masalah antrian. Pengendalian antrian berkaitan dengan atribut kualitas dan efisiensi biaya pelayanan kesehatan. Paper ini bertujuan mengusulkan kerangka kerja optimalitas sistem antrian yang mempertimbangkan kendali mutu dan kendali biaya. Studi pustaka dan observasi dilakukan untuk membangun kerangka kerja dalam rangka alokasi sumber daya pelayanan yang optimal. Diharapkan kerangka kerja ini dapat digunakan industry pelayanan kesehatan dalam pengendalian antrian.  Kata Kunci: teori antrian, pelayanan kesehatan, sistem optimasi, model penentuan
Startegi Peningkatan Investasi Pada Provinsi Kalimantan Utara Setelah Pemekaran Wilayah Tahun 2012 Juniawan Mandala Putra; Erlina Puspitaloka Mahadewi
Jurnal Doktor Manajemen (JDM) Vol 4, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jdm.v4i2.9726

Abstract

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi saat ini, Kalimantan Utara sebagai provinsi baru di Indonesia yang di tetapkan pada tanggal 25 Oktober 2012 oleh DPR, yang menjadikan Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda di Indonesia dan berdiri sendiri, ketetapan ini di ambil oleh pemerintahan pusat agar provinsi yang baru ini dapat menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran yang ada di wilayah Kalimantan dan bertujuan agar angka migrasi dari desa ke kota di sekitar Kalimantan Utara menjadi menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pertumbuhan investasi di Kalimantan Utara setelah pemekaran wilayah dan dampaknya terhadap pertubuhan ekonomi masyarakat Kalimantan Utara
Gambaran Efektivitas Rekrutmen dan Seleksi dalam Memenuhi Kebutuhan Tenaga Perawat di Keperawatan Home Care PT Wishan Global Medika Musna Musna; Erlina Puspitaloka Mahadewi; Gisely Vionalita; Susi Shorayasari
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 5 NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v5i1.1782

Abstract

Keperawatan home care PT. Wishan Global Medika memiliki banyak permintaan pelayanan keperawatan home care, tetapi masih sedikit perawat yang melamar dan beberapa dari pelamar tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Sehingga menarik untuk dilakukan penelitian tentang gambaran efektivitas rekrutmen dan seleksi dalam memenuhi kebutuhan tenaga perawat di keperawatan home care PT Wishan Global Medika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran analisis efektivitas rekrutmen dan seleksi dalam memenuhi kebutuhan tenaga perawat di keperawatan home care PT. Wishan Global Medika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih menggunakan metode purposive sampling sebanyak 6 orang, diantaranya Direktur, General Manager, Penanggung Jawab Home Care, dan 3 orang perawat pelaksana. Analisis data dilakukan reduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh masih kurang efektif, karena dari telaah dokumen terhadap berkas dan data yang terkait dengan rekrutmen dan seleksi masih terkendala, belum ada data hasil rekapan oleh Human Resource Development, dan hasil observasi masih kurangnya SDM yang mendukung, serta dari wawancara ada sebagian kecil informan menyatakan pada proses rekrutmen dibagian jumlah pelamar dan kuantitas rekrutmen masih kurang efektif, sedangkan pada pelaksanaan seleksi sebagian kecil informan menyatakan  pada bagian keyakinan di tenaga penyeleksi dan jumlah pelamar yang mengikuti seleksi masih kurang efektif. Kesimpulannya gambaran efektivitas rekrutmen dan seleksi dalam memenuhi kebutuhan tenaga perawat di keperawatan home care PT Wishan Global Medika pada telaah dokumen dan observasi masih kurang efektif, sedangkan pada wawancara sudah cukup efektif. Sehingga perlunya penambahan SDM pada bagian HRD karena HRD masih bekerja secara merangkap.
Co-Authors Adhasari, Gayatri Admarianti, Ghina Agus Firmansyah Agustina, Ariska Agustini, Purwanti Al Farisi, Muhammad Salman Al-Amin, Al-Amin Amnurokhim Malahade, Mohammad Amo Sugiharto Angela, Nofia Anindhita Sekarsari, Ayu Aprianti, Desi Aprilita Rinayanti Eff Arman Harahap Arman Harahap Arnastya Iswara Arnastya Iswara Sanantagraha Arnastya Iswara Sanantagraha Arnastya Iswara Sanantagraha, Arnastya Iswara Sanantagraha Asari Asari, Asari Ashri Maunah, Nur Asri Baharsyah, Nurul Aura Prizi, Jeane Ayu Larasati Ayu, Gebyar Ayuba, Iyan Bangun, Cicilia Sriliasta Baransano, Karolina Basirah Mulya, Ainur Benny Aurixon, Tumpak Chrisafi, Astrid Christine Saragih, Runggu Christine, Grace Christover, Jean Citrawati, Citrawati Daru Asih Darwono, Darwono Destya Arini, Kartika Dickson, Dickson Dihin Septyanto Dita Rahadian, Dhimas Djati, Sunding Pantja Dormaida Silaban, Sondang Dudi Permana Dwi Muthashani, Femy Dwi Putranto, Rahmat DWI SAFITRI, IKA Edy Suntoro, Eko Eff, Aprilita Rinayanti El Hasan, Sawqi Saad Elistia, Elistia Erlangga, Heri Erwin Agustian Panigoro Esther, Sonya Evehulisa Pinem, Sri Ewi, Yulidar Fachmi Tamzil Farkhanah, Anah Fermansyah, Hari Fori Yumita G. Gunawan Green Nego, Ingrid Hafidz, Gilang Pratama Handayani, Rani Harahap, Arman Harjanto Prabowo Heriyanti Heriyanti, Heriyanti Hermawati, Siska Heryana, Ade Indra Ora Emi, Yohanes Intan Silviana Mustikawati Intan Silviana Mustikawati Ira Marti Ayu Irawan, Budy Irfandi, Ahmad Iswara Sanantagraha, Arnastya Jumarno, Jumarno Juniawan Mandala Putra Juniawan Mandala Putra Khalid, Nour Kurniawati, Yatmi Kusumastuti Setianingrum, Evi Leslie Hendric Spits Warnars, Harco lia amalia LIA AMALIA Liska Suspenny , Nurmiati Mandala Putra, Juniawan Maratis, Jerry Mauludi, Andri Maylia Ardini, Vita Meilindawaty Situmorang, Clara Mira Asmirajanti Mohamad Reza Hilmy Muchtadin, Muchtadin Mugi Wahidin Muhamad Ikhsan Mulyo Wiharto Muniroh, Muniroh Musna Musna Mustajab, Fuad Mustikawati, Intan Silviana Ngadino Surip Ngguna, Rifaidwianto Nisa, Puspita Chairun Nismawati, Iis Novia Laras, Dewi Novita Savitri, Elfrida Nur Anggraeni, Citra Nurhasanah, Imas Nurlestari, Astri Nurlianti, Ice Nurlinda Nurlinda, Nurlinda Nurmalasari, Mieke Nurmawaty, Dwi Nurmiati Nurmiati Oktaviani Yustedjo, Dika Ozays , Mehmet Pamungkas, Ario Panigoro, Erwin Paramita Putri, Prima Parlindungan, Hotmada Prawira Kautsar, Marza Prayitno, Lukman Probo Astuti, Dewi Putranto, Rahmat Dwi Putri Agustin, Sartika Putri Handayani Putri Iskandar, Olivia Putri Kencana, Yunita Putri, Suci Sri Endah Lestari Mulyanto Ratnawati, Aryanti Rifqi Fadhlurrahman, Muhammad Rindy Al Fitry, Zulfa Rini Handayani Rini Hastuti Rizki Agustin, Karina Rizky Perdana, Naufal Rizqi Yanuar Setyowati, Monica Rosnani, Neni Salomon, Sam Sanantagraha, Arnastya Iswara Sangadji, Namira Wadjir Sarlina Sari Selvi Selvi Setiati, Ritta Setiawan, Ichwan Seto, Samudro Sfenrianto, Sfenrianto Shameela , Alika Shameela, Alika Shorayasari, Susi Silviana Mustikawati, Intan SITI MARIAM Sopian, Arip Sri Rosmalina Soejono Sriwahyuni Batubara, Wiwik Sudarmika, Dina Sujatmiko, Putih Sukardi Sukardi Sulatriningsih, Sri Sunardi, Didin Sunargo, Bambang Sundring Pantja Djati Suryari Purnama Susanti Susanti Susi Shorayasari Susi Shorayasari Susi Shorayasari Sutawidjaya, Ahmad Hidayat Sutinah, Nina Trinarsih, Trinarsih Tunom, Sajun Umaruzzaman, Umaruzzaman Veranica, Romauli Veza Azteria Viatiningsih, Wiwik Vionalita, Gisely Wahid, Hariyaty Ab Waslam Waslam, Waslam Wayamah , Cucu Widia Hadi, Ilma Widyadhari, Elysia Winarti, Syari Wulandari, Rikha Yulita, Hanna Yunita, Fina Zairil, Zairil ‘Aini, Qurotul