Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Farmaka

MUTASI PADA PENYAKIT PHENYLKETONURIA (PKU) Rani Rubiyanti
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.164 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.19009

Abstract

Phenylketonuria (PKU) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan genetik karena ketidakmampuan metabolisme suatu enzim fenilalanin hidroksilase (PAH). Enzim ini tidak dapat bekerja karena adanya mutasi pada kromosom 12. Gen yang mempengaruhi penyakit fenilketonuria diketahui mencapai ratusan gen. Terdapat mutasi yang mempengaruhi dalam pengobatan menggunakan saptopterin, yaitu dua mutasi digolongkan sebagai mutasi yang memiliki respon, yaitu V245A dan E390G. Epat mutasi digolongkan sebagai mutasi potensial  yaitu F39L, D415N, R158Q, dan I65T dan tiga mutasi tidak konsisten yaitu Y414C, L48S, dan R261QKata Kunci : Phenylketonuria, Fenilalanin Hidroksilase, Mutasi Kromosom
POTENSI EKONOMI DAN MANFAAT KANDUNGAN ALFA-MANGOSTIN SERTA GARTANIN DALAM KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana Linn) Rani Rubiyanti
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jf.v15i1.11429

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana Linn.) saat ini telah dijadikan salah satu bahan alam yang sedang banyak diteliti oleh para ilmuwan terkait dengan aktivitas farmakologi. Kulit buah manggis diketahui mengandung senyawa xanthon yang potensial sebagai  kandidat obat. Dari tahun ke tahun, permintaan terhadap buah yang mendapat julukan ratu buah (Queen of Fruits) ini meningkat seiring dengan kebutuhan konsumen. Hal ini terlihat dari meningkatnya ekspor manggis dari Indonesia ke negara-negara lain  Konstituen utama dan paling banyak ditemukan pada Garcinia mangostana Linn., golongan xanthon adalah α- mangostin. Gartanin merupakan senyawa xanthon dengan kandungan terbanyak kedua setelah α-mangostin yang terdapat dalam manggis yang paling banyak berperan dalam aktivitas biologis.