Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Membangun Kemandirian Perempuan Pedesaan Melalui Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Talang Berangin. Kec. Kinal Kab. Bengkulu Selatan Linda Safitra; Eceh Trisna Ayu; Mely Eka Karina; Hafri Yuliani
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v3i2.5291

Abstract

Kegiatan membentuk kemandirian perempuan pedesaan melalui pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga memiliki tujuan sebagai berikut : (1) Memberikan memotivasi kepada ibu-ibu rumah tangga untuk memanfaatkan potensi dan kreatifitas yang dimiliki untuk mengelola barang yang tidak berguna menjadi kreatifitas yang memiliki nilai, meminimalkan pengeluaran bahkan bisa menambah penghasilan dengan mengelola sampah rumah tangga (botol plastik bekas ) menjadi barang yang bisa digunakan dan bernilai ekonomis dalam hal ini pot bunga (2) Melatih perempuan khususnya ibu rumah tangga tentang cara pengelolaan sampah rumah tangga menjadi hal yang bisa dimanfaatkan dalam hal ini pot bunga unik yang bernilai ekonomis, dan. Khalayak sasaran kegiatan PPM adalah ibu-ibu rumah tangga di Desa Talang Berangin. Kec. Kinal Kab. Bengkulu Selatan sebanyak 20 orang. Metode kegiatan PPM menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Langkah-langkah kegiatan PPM adalah ceramah untuk menjelaskan kajian sampah, jenis sampah, dan sumber sampah, pengelolaan sampah dan 3R (reduce, reuse, recycle), serta pengelolaan sampah ruamh tangga (botol plastik bekas) menjadi pot bunga, dilanjutkan tanya jawab, demonstrasi pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pot bunga. Faktor pendukung kegiatan pengabdian adalah adanya dukungan dari Kepala Desa, Ibu Ketua PKK, dan antusiasme peserta pengabdian, sedangkan faktor penghambat kegiatan adalah keterbatasan waktu pelaksanaan pengabdian. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, dilihat dari keberhasilan target jumlah peserta pelatihan (100%), ketercapaian tujuan pelatihan (80%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (80%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (80%). Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu rumah tangga tentang pengelolaan sampah menjadi barang yang bisa digunakan yaitu pot bunga serta memberdayakan mereka dalam pengelolaan sampah rumah tangga (botol plastik bekas) menjadi pot bunga
Penguatan Modal Sosial Keluarga dalam Kegiatan Mitigasi Bencana di Kelurahan Malabro Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu Linda Safitra; Susiyanto; Rifa’i; Hafri Yuliani; Eceh Trisna Ayu
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v3i3.5897

Abstract

Kegiatan PPM dengan judul penguatan modal sosial keluarga dalam kegiatan mitigasi bencana di Kelurahan Malabro Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu dengan tujuan menguatkan modal sosial keluarga dalam tiga hal yaitu pertama, persiapan menghadapi bencana, kedua penguatan modal sosial ketika menghadapi bencana, ketiga penguatan modal sosial sesaat setelah terjadinya bencana. Metode ceramah dan praktik merupakan strategi yang dugunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran kegiatan PPM. Kegiatan ceramah dilakukan untuk memberikan penjelasan tentang makna modal sosial keluarga, modal sosial yang sudah dimiliki keluarga, modal sosial yang harus dikuatkan, modal sosial yang harus dimoiliki untuk mitigasi bencana serta manfaat modal sosial keluarga dalam mitigasi bencana. Sasaran PPM ini terdiri dari tiga hal yaitu “persiapan dengan modal sosial, mengahadapi dengan modal sosial, serta menangani dengan modal sosial”. Adapun yang menjadi faktor pendukung kegiatan ini adalah adanya penerimaan dan dukungan dari pemerintah Kelurahan Malabro dan keinginan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan PPM. Sementara faktor penghabat bisa dikatakan tidak ada karena hanya berkaitan dengan keterbatasan waktu. Secara keseseluruhan kegiatan PPM ini telah terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan tujuan yang sudah direncanakan dari awal kegiatan PPM.
Interaksi Simbolik Dalam Upacara Sengkure Di Kabupaten Kaur Wike Selvia Pauzi; Hafri Yuliani; Bintara Santika Putra
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i2.1215

Abstract

This study aims to analyze the meaning of the Sengkure Ceremony, an annual tradition of the Nasal tribe in Kaur Regency, Bengkulu, which is rich in symbolic meaning and social value. This study uses Herbert Blumer's symbolic interaction theory. The method used is qualitative with a case study design, through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that Blumer's three premises of action are based on meaning. The first premise is that meaning arises from social interaction, with symbols such as ijuk costumes, pandan masks, the Eid al-Fitr holiday, and the journey to the Nasal River representing spiritual transformation and self-purification. The second premise is that a process of interaction occurs in which symbols and beliefs come together in an event. The third premise is that these meanings are passed down through folklore and cross-generational social practices, and adapted in a modern context through cultural festivals and digital media.
PUBLIC RELATIONS (PR) FOR THE POLITICAL TICKET OF TEDDY RAHMAN-GUSTIANTO (TEGUH) AS CANDIDATES FOR REGENT AND DEPUTY REGENT OF SELUMA, "SELUMA EMAS," AS CHALLENGERS TO THE INCUMBENT CANDIDATES IN THE 2024 SELUMA REGENCY ELECTIONS Delfan Eko; Hafri Yuliani; Eceh Trisna Ayuh
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 15 No 2 (2025): JIPSi : Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v15i2.18578

Abstract

Political Public Relations is an important instrument in building and maintaining a positive image and relationships between political actors and the public and stakeholders. In the context of the 2024 regional elections in Seluma Regency, PR was used to inform, influence, and mobilize public opinion and gain support for certain policies or issues. Strategies for building political image and branding through political PR involved various communication tactics, such as media relations, social media campaigns, press releases, press conferences, and lobbying policymakers. This study highlights the effectiveness of political PR in directing public attention and mobilizing support, as well as the challenges faced in maintaining credibility and trust in the digital information era. This study shows that the success of a winning regional election contest strategy is greatly influenced by the ability of political PR to construct a convincing narrative, build coalitions, and be responsive to evolving issues. Political PR Approaches and Strategies Communication strategies in political public relations (PR) are crucial because they help shape public perception, build reputation, and influence public opinion. Keywords: Must reflect the important concepts in the article.