Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Role of Digital Literacy: Information Processing Of Skincare On Twitter Beauty Bases Brillian, Yoland Apresia; Rozaq, Miftahul
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 7 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i7.50205

Abstract

Information about skincare on the beauty base account on Twitter is not necessarily accurate, there are many promotional elements carried out by buzzers and also affiliates. In accessing information about skincare, of course, it is necessary to be careful so that the chosen skincare product can work effectively and so as not to be negatively affected. So how is the information processing on beauty base users on Twitter who have experienced mistakes in purchasing skincare products due to a lack of digital literacy? This study aims to examine how to process skincare information on the Twitter beauty base on users who have experienced mistakes in purchasing skincare products. The method used is a qualitative method and the data is processed using Nvivo 12 software. The results of the study show that users are aware of promotions on beauty base accounts on Twitter, but the user's memory is limited, so users need external help to remember information about skincare that has been accessed through the beauty base on Twitter.
PELATIHAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI DIGITAL BRANDING, PEMASARAN DAN DIPLOMASI KULINER TAHU SUMEDANG Wisudawaty, Hanna; Dianita, Indra Angga; Rozaq, Miftahul
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JP2N: Mei - Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/gwe2en73

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM Tahu Sumedang dalam mengelola media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran digital dan membangun merek. Di era digital yang semakin berkembang, media sosial menjadi alat yang sangat penting untuk membangun merek, berinteraksi dengan pelanggan, dan meningkatkan penjualan. Namun, banyak pelaku UMKM masih menghadapi tantangan dalam memanfaatkan potensi media sosial secara efektif. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman dasar tentang berbagai platform media sosial, strategi konten yang efektif, teknik interaksi dengan pelanggan, dan penggunaan alat analisis media sosial. Melalui pendekatan praktis dan interaktif, peserta akan dibekali dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola media sosial secara profesional dan meningkatkan daya saing bisnis mereka. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi digital lokal.
Interactive Communication Among Mobile Legends Players in Responding to Cyberbullying: A Phenomenological Study: Komunikasi Interaktif para Player Mobile Legends dalam Merespons Tindakan Cyberbullying Alfarizi, Rachel; Rozaq, Miftahul
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v14i1.1860

Abstract

This study aims to explore the forms of interactive communication among Mobile Legends players in responding to cyberbullying acts that occur during gameplay. Using a phenomenological approach, in-depth interviews were conducted with eight informants who have been actively playing Mobile Legends over the past six months. The findings indicate that in-game communication is heavily influenced by emotional context, competitive pressure, and individual communication styles. Acts of cyberbullying such as insults, provocation, and verbal harassment are commonly found in chat rooms, both explicitly and implicitly. Players respond to these acts in various ways—some remain silent, others retaliate, and a few attempt to mediate the situation. Personal experience, emotional maturity, and digital awareness play crucial roles in shaping how individuals communicate and respond. This study also highlights the need for digital ethics education and empathetic communication within online gaming communities to help prevent the rise of cyberbullying behavior.
Identifikasi Penggunaan Kata-kata Umpatan Representasi Hewan Dikalangan Generasi Z Kota Bandung Iqbal, Ryanto Maulana; Pamungkas, Indra N. A; Rozaq, Miftahul
eProceedings of Management Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the use of swear words as a communication culture among Generation Z. Thisphenomenon is often accepted within their environment. The swear words are predominantly represented by animalrelated terms. The purpose of this study is to examine the phenomenon of using animal representative swear words,specifically the word "dog," among Generation Z in Bandung City. This study employs an interpretive paradigm anda descriptive qualitative approach to collect and analyze data. The research was conducted offline throughobservations in the Telkom University campus environment, Bandung, and online through interviews with informantsresiding in Greater Bandung using Zoom Meetings. The results show that the use of the animal-representative term"dog" is not necessarily considered a form of swearing and that the phoneme alteration by Generation Z in usinganimal-representative swear words can be seen as positive. It can be concluded that the use of the swear word "dog"among Generation Z in Bandung City has generated insights from both cultural and linguistic perspectives. Therefore,Generation Z needs to be more aware of their language use by considering the local culture to avoidmisinterpretations. Keywords-identification, swear word, z generation.
Moment of Truth melalui Ulasan Konsumen Toko Artha Savana Digital di Tokopedia Fauzi, Alif; Pamungkas, Indra N.A.; Rozaq, Miftahul
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan paradigma interpretive dan pendekatan kualitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Lokasi penelitian dilakukan secara luring dan daring, dengan melakukan kunjungan ke kantor Artha Savana Digital di daerah Cikarang Barat dan melakukan telepon via Whatsapp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moment of truth yang terjadi pada ulasan adalah proses zero moment of truth. Posisi resepsi konsumen yang terdapat pada ulasan adalah hegemoni dominan, yang terjadi karena ulasan yang diberikan oleh pelanggan sebelumnya sesuai dengan yang ada pada deskripsi dan menyertakan foto asli yang telah diterima oleh konsumen. Resepsi konsumen sangat berdampak terhadap kelanjutan proses moment of truth. Konsumen yang memliki hegemoni dominan akan lanjut ke first moment of truth, sedangkan jika konsumen memiliki resepsi negosiasi, konsumen akan melakukan tindakan untuk meyakinkan diri. Dapat disimpulkan bahwa proses zero moment truth melalui ulasan sangat menentukan dalam membangun resepsi konsumen pada toko Artha Savana Digital di Tokopedia. Oleh karena itu, toko online harus memperhatikan ulasan dan memastikan bahwa ulasan yang diberikan sesuai dengan deskripsi dan menyertakan foto asli yang telah diterima oleh konsumen. Hal ini akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen.Kata Kunci-Moment of Truth, Ulasan Konsumen, Theory Reception, Tokopedia Artha Savana Digital
Pengaruh Brand Ambassador Itzy Terhadap Brand Image Susu Ultra Milk Fadilah, Alya Septria; Putri, Berlian Primadani Satria; Rozaq, Miftahul
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brand ambassador merupakan seseorang yang percaya pada suatu produk dan menggunakan antusiasmenya untuk membujuk orang lain untuk membeli atau menggunakannya. Brand image atau citra merek merupakan interpretasi akumulasi dari beragam data dan informasi yang diterima konsumen. Adanya fenomena Korean Wave yang hadir di Indonesia, banyak brand lokal Indonesia yang menggunakan artis Korea Selatan untuk dijadikan sebagai brand ambassador produknya. Penulis akan meneliti Pengaruh Brand Ambassador ITZY terhadap Brand Image Susu Ultra Milk yang menggunakan strategi penelitian asosiatif kausal melalui pendekatan metode kuantitatif untuk pengumpulan dan analisis data. Metode yang dilakukan oleh penelitian ini adalah metode kuantitatif yang berakar pada positivisme atau fakta konkret dan bergantung pada data numerik yang dikumpulkan melalui analisis statistik untuk menjawab pertanyaan tentang populasi ataupun sampel. Berdasarkan hasil variabel brand image juga masuk kedalam kategori sangat tinggi yang memiliki arti bahwa susu Ultra Milk berhasil menciptakan sebuah citra merek yang baik dimata konsumen. Pada penelitian ini, peneliti mendapatkan hasil dari koefesiensi determinasi sebesar 23% sedangkan 77% nya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa ITZY sebagai brand ambassador telah berhasil membentuk brand image susu Ultra Milk yang baik dimata para konsumen.Kata Kunci-Brand Ambassador, Brand Image, Korean Wave.
Analisis Kegiatan Iklan Instagram Dalam Meningkatkan Customer Engagement Pada Toko Online @Mevorley.Eyewear Putri, Berlian Primadani Satria; Rozaq, Miftahul; Dhiyaurrahman, Zahraa Anaqi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial merupakan alat komunikasi digital yang banyak digunakan untuk mendapatkan atau berbagi informasikepada khalayak. Instagram merupakan salah satu media sosial yang dapat digunakan menjadi tempat promosi suatuproduk, salah satunya yaitu toko Mevorley Eyewear. Toko ini memanfaatkan media sosial Instagram untuk kegiatanonline shop dengan menggunakan fitur Instagram ads. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasipemanfaatan fitur Instagram ads atau iklan Instagram dalam kegiatan online shop. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan observasi dari akun Mevorley Eyewear, wawancara denganinforman, dokumentasi untuk mendapatkan data informasi penelitian ini. Bedasarkan hasil penelitian ini kegiatan iklanInstagram ini efektif dimanfaatkan karna dapat menjangkau calon pelanggan baru secara luas dan spesifik yangberkelanjutan tanpa perlu memakan waktu dan tenaga sehingga praktis dan efektif untuk dimanfaatkan dalam upayameningkatkan customer engagement. Kata kunci-Instagram, media sosial, fitur instagram ads, Mevorley Eyewear, customer engagement
Pola Komunikasi Pengelolaan Kecemasan Dan Ketidakpastian: Studi Fenomenologi Pada Santri Dan Santriwati Di Pesantren Sukabumi Pada Saat Awal Masuk Pesantren Alatas, Husein; Rozaq, Miftahul
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat awal memasuki pondok pesantren, santri tentu melakukan adaptasi yang membutuhkan lingkungan untukmendukung adaptasi yang dilakukan santri. Proses adaptasi ini tentu menimbulkan kecemasan terhadap lingkunganbaru tentang bagaimana mereka bisa melanjutkan proses belajar di pondok pesantren. Teori pengelolaan kecemasandan ketidakpastian (Anxiety / Uncertainty/ Management Theory) dari William Gudykunst memberikan gambaranbagaimana proses adaptasi berlangsung, terutama kepada santri dan santriwati pada saat awal masuk pesantren.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman parainforman. Hasilnya adalah bahwa pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian dilakukan dengan baik, dengan adanyadukungan dari pola komunikasi orangtua yang baik, serta pola komunikasi lingkungan pesantren seperti pembina dansantri lainnya yang saling mendukung agar santri dan santriwati betah untuk tinggal di pondok pesantren. Pengelolaankecemasan dan ketidakpastian juga dilakukan dengan sangat baik berkat adanya dukungan sosial yang baik. Kata Kunci-pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian, pola komunikasi orangtua, pola komunikasi pesantren
Dampak Ketergantungan Konten Flexing pada Fase Quarter Life Crisis Mahasiswa Tingkat Akhir Maghfira, Rifa; Rozaq, Miftahul
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i1.5416

Abstract

Final-year students aged 20 years and over often feel various pressures to achieve a certain level of success or achievement. One of them is the pressure from flexing content that is often presented on social media. Dependence on flexing content can trigger anxiety about the future, which ultimately leads to the emergence of the quarter-life crisis phase. Through its content, social media indirectly influences students, especially in forming a crisis of self-confidence. This research aims to determine the influence of dependency on flexing content on the quarter-life crisis phase of final-year students and to find out how big the influence of dependency on flexing content is on the quarter-life crisis phase of final-year students. The media dependency theory introduced by Rokeach & Defleur (1976) is utilized as the primary foundation for this research. This research uses a quantitative approach with a survey method for 214 Communication Science students class of 2020 at Telkom University, Bandung. The results of this research obtained a significance value of 0.000 <0.05. The research findings indicate that the dependency on flexing content on social media has a considerable potential to induce anxiety about life direction, leading to the formation of the quarter-life crisis phase. This shows that the dependence on flexing content which includes cognitive, affective, and behavioral aspects influences the quarter-life crisis phase which includes hopes and dreams, educational challenges, religion and spirituality, work life, home, lovers, family, and friends, and identity in final-year students. final Communication Science class of 2020, Telkom University Bandung, with an influence level of 40.7%, and the other 59.3% were influenced by other factors not included in the research. Research implications and suggestions are also discussed.ABSTRAK Mahasiswa tingkat akhir yang berusia 20 tahun keatas seringkali merasakan berbagai tekanan untuk mencapai tingkat kesuksesan atau pencapaian tertentu. Salah satunya adalah tekanan dari konten flexing yang sering dihadirkan pada media sosial. Ketergantungan pada konten flexing dapat memicu kecemasan akan masa depan, yang akhirnya berujung pada munculnya fase quarter life crisis. Melalui kontennya, media sosial secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap mahasiswa, terutama dalam pembentukan krisis kepercayaan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketergantungan konten flexing terhadap fase quarter life crisis mahasiswa tingkat akhir dan mengetahui seberapa besar pengaruh ketergantungan konten flexing terhadap fase quarter life crisis mahasiswa tingkat akhir. Teori ketergantungan media yang diperkenalkan Rokeach & Defleur (1976) digunakan sebagai landasan utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kepada 214 mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2020 Universitas Telkom Bandung. Hasil penelitian ini memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Penelitian ini memperoleh temuan ketergantungan konten flexing di media sosial memiliki potensi cukup tinggi sebagai terjadinya kecemasan tentang arah hidup yang mengarah pada pembentukan fase quarter life crisis. Ini menunjukan bahwa ketergantungan konten flexing yang meliputi aspek kognitif, afektif dan perilaku berpengaruh terhadap fase quarter life crisis yang meliputi hopes and dream, education challenges, religion and spirituality, work life, home, lovers, family, and friends, dan identity pada mahasiswa tingkat akhir Ilmu Komunikasi angkatan 2020 Universitas Telkom Bandung, dengan tingkat pengaruh sebesar 40,7% dan 59,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian. Implikasi dan saran penelitian juga dibahas.
Perancangan Konten Media Sosial Marketing Instagram @Agreeculture.Id Dalam Meningkatkan Engagement Rate Di Pt Telkom Indonesia Mutiara, Dania; Prasetio, Arie; Rozaq, Miftahul
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Telkom Indonesia melalui program Agree mendorong transformasi digital di sektor pertanian denganmemanfaatkan akun Instagram @agreeculture.id sebagai media komunikasi. Perancangan ini bertujuan meningkatkanengagement rate selama periode Oktober 2024 hingga Januari 2025. Model komunikasi The Circular Model of SoMeoleh Regina Luttrell digunakan sebagai dasar dalam segmentasi audiens dan pengembangan konten. Tema kontenyang dikembangkan meliputi Agree Farm Management, Farm Management System, dan Smart Farming yangdisesuaikan dengan karakteristik demografi pengikut akun. Sebanyak 25 konten dipublikasikan dengan pendekatanvisual dan naratif edukatif, yang menonjolkan nilai dan manfaat pertanian digital. Hasil implementasi menunjukkanpeningkatan signifikan pada metrik performa media sosial, seperti reach, engagement, likes, dan comments. Meskipunterjadi penurunan pada indikator share, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap capaian engagement secarakeseluruhan. Perancangan ini menunjukkan bahwa penerapan konten berbasis model komunikasi digital efektif dalammeningkatkan interaksi serta membangun hubungan emosional antara merek dan audiens di media sosial.Kata Kunci : Agreeculture, Engagement, Instagram, PT Telkom Indonesia, The Circular Model of SoMe.