Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Wacana Pesan Komunikasi Dakwah Ali Syari’ati Dudi Rustandi
Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) Vol 17, No 2 (2017): Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/anida.v17i2.5062

Abstract

The purpose of this study is to explore the hidden message in the message of communication (da'wah) and the rhetoric conveyed by someone is a response from the social reality of the community that surrounds a Muballigh who shows his attitude and character. This gave birth to a distinctive character, different from other people's messages. It also refers to the social, political, economic, social and cultural context in which a person lives. This can be found from the preaching messages of Ali Shariati. Using the Teo A. Van Dijk model discourse analysis method, the researcher described the da'wah message based on the framework of the discourse elements; first, macro structure, Second; superstructure, third; micro structure. The use of the Discourse model is intended to interpret the latent intent of the message. The results of the study concluded that Ali Shari'ati's message of preaching emphasized a lot of aspects of aqeedah and morals, with the following characteristics; (1) The content of Shari'ati's message of preaching uses the historical sociological analysis methodology using reasoning or logic of comparison, (2) Tawhid becomes the basis of every content of Shari'ati's message, (3) The message is always progressive, this is characterized by new interpretations and meanings, (4) have a commitment to the culture and traditions of the local community, (5) Islam must be the basis of movement and side with the weak, (6) More emphasis on moral character.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pesan tersembunyi di dalam pesan komunikasi (dakwah) dan retorika yang disampaikan seseorang  merupakan respon dari realitas sosial masyarakat yang melingkupi seorang Muballigh yang menunjukan sikap dan karakternya. Hal tersebut melahirkan karakter pesan yang khas, berbeda dari pesan orang lain. Hal tersebut merujuk pula pada konteks sosial politik, ekonomi, sosial, dan budaya dimana seseorang hidup. Hal ini dapat ditemukan dari pesan-pesan dakwah Ali Syariati. Dengan menggunakan metode analisis wacana model Teo A. Van Dijk, peneliti menguraikan pesan dakwah berdasarkan kerangka elemen-elemen wacana; pertama, struktur makro, Kedua; superstruktur, ketiga ; struktur mikro. Penggunaan model Wacana dimaksudkan untuk menafsirkan maksud laten dari pesannya. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pesan dakwah Ali Syari’ati banyak menekankan aspek akidah dan akhlak, dengan ciri-ciri sebagai berikut; (1) Isi pesan dakwah Syari’ati menggunakan metodologi analisis sosiologi sejarah  dengan menggunakan penalaran atau logika komparasi, (2)Tauhid menjadi basis dalam setiap isi pesan dakwah Syari’ati, (3) Isi pesannya selalu menggungah dan progresif, hal ini dicirikan dengan penafsiran dan pemaknaan baru, (4) mempunyai komitmen terhadap budaya dan tradisi masyarakat setempat, (5) Islam harus menjadi basis pergerakan dan memihak kaum lemah, (6) Lebih menekankan aspek akidah akhlak.
Meme dan Islam: Simulakra Bahasa Agama di Media Sosial Rulli Nasrullah; Dudi Rustandi
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 10, No 1 (2016): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v10i1.1072

Abstract

Meme merupakan entitas yang dihasilkan oleh budaya baru di internet. Dua realitas yang ada di meme adalah realitas dan sindiran (satir) terhadap realitas tersebut. Meski terkesan meme muncul sebagai visual yang bergaya lucu, namun ada pesan-pesan yang disampaikan. Dalam bahasa agama, meme tidak sekadar menjadi bahasa yang literer saja, melainkan bisa tersirat. Pengguna media sosial juga menjadikan meme sebagai sarana dan bahasa untuk kritik yang dapat diarahkan dalam ruang agama.
The Identity Construction of Da'wah Leadership on Jama'ah Tabligh Movement Dudy Imanuddin Effendy; Dudi Rustandi
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 1 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i1.9210

Abstract

The presence of religious social groups is driven by the process of leadership emergence. The purpose of this study is to find (1) the concept of leadership of the Tablighi Jamaah from various perspectives; Sufism, jurisprudence, laity, and religious authority; (2) Construction of the identity of the religious leaders of the Jamaah Tabligh. The research paradigm uses virtual ethnographic methods with social identity construction theory. The results showed that (1) the concept of leadership in the Tablighi Jamaah emphasized more on religious authority and charismatic leadership (2) The construction of the religious identity of the leadership dimension of the Tablighi Jama'at was a combination of charismatic and transformational authority. This research can have an impact on the leadership model of social and religious institutions in Indonesia as a model that is quite effective in creating observance of pilgrims.Kehadiran kelompok sosial keagamaan didorong oleh proses munculnya kepemimpinan. Tujuan  penelitian ini adalah untuk menemukan (1) konsep kepemimpinan Jamaah Tabligh dari beragam perspektif; sufistik, yurisprudensi, awam, dan otoritas keagamaan; (2) Konstruksi identitas kepemimpinan agama Jamaah Tabligh. Paradigma penelitian menggunakan metode etnografi virtual dengan teori konstruksi identitas social. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konsep kepemimpinan pada Jamaah Tabligh lebih menekankan pada otoritas keagamaan dan kepemimpinan yang bersifat kharismatik (2) Konstruksi identitas keagamaan dimensi kepemimpinan Jama’ah Tabligh merupakan perpaduan antara otoritas kharisma dan transformasional. Penelitian ini dapat berdampak terhadap model kepemimpinan instusi social maupun keagamaan di Indonesia sebagai model yang cukup efektif dalam menciptakan ketaatan jamaah.
Literasi Jurnalisme Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Bandung Ujang Saepullah; Dudi Rustandi
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 4, No 1 (2020): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v4i1.8446

Abstract

The research aims to; (1) Knowing the existence of KIM Bandung Regency, (2) Understanding the literacy of KIM journalism in Bandung Regency; (2) Knowing and understanding in journalism practices of KIM members in Bandung Regency. Research using descriptive methods, case study approach. The conceptual/theoretical approach uses news elements and news values that form the basis of journalism. While the techniques of collecting data through observation, interviews, and Google form. The results showed (1) the existence of the KIM Bandung Regency was initiated in 2016, which was initiated by the Office of Communication and Information of Bandung Regency, supported in 2019 with the formation of management and facilitation of KIM media in the form of websites and social media. (2) understanding of KIM member journalists' literacy is good (3) A small number of KIM members have practiced journalism well, but most are still far from journalism criteria. Through this research, it is expected that this will affect the literacy increase of KIM members, both in Bandung Regency and KIM throughout Indonesia.Penelitian bertujuan untuk; (1) Mengetahui eksistensi KIM Kabupaten Bandung, (2) Memahami literasi jurnalisme KIM Kabupaten Bandung; (2) Mengetahui dan memahami pemahaman dalam praktik jurnalisme anggota KIM Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan metode deskriptif, pendekatan studi kasus. Pendekatan secara konsep/teori menggunakan unsur berita dan nilai berita yang menjadi dasar dari jurnalisme. Sedangkan teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan googleform. Hasil penelitian menunjukkan (1) eksistensi KIM Kabupaten Bandung diinisasi tahun 2016, yang dinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung, didukung pada tahun 2019 dengan pemebtukan pengurus serta fasilitasi media KIM berupa website dan media sosial. (2) pemahaman terhadap literasi jurnalis anggota KIM sudah baik (3) Sebagian kecil anggota KIM telah mempraktikkan jurnalisme dengan baik, namun sebagian besar masih jauh dari kriteria jurnalisme. Melalui penelitian ini diharapkan bedampak terhadap peningkatan literasi anggota KIM, baik di Kabupaten Bandung ataupun KIM seluruh Indonesia.
Postkomodifikasi Media Sosial Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo dalam Perspektif Wacana Foucaldian Dudi Rustandi; Freddy Yusanto
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v5i2.14191

Abstract

Ahead of the 2024 election, some figures are familiar with mediating themselves with social media. The purpose of this study is to understand the persona and analyze the post-commodification of social media on Ridwan Kamil and Ganjar Pranowo's uploads through Michel Foucault's critical media discourse approach. The data collection technique uses textual observation techniques through the Instagram pages of the two figures. The results show that in the post-commodification perspective of social media, Ridwan Kamil and Ganjar Pranowo's uploads have content and relations with power. The discourses of these two figures have a strong relationship with the practice of management either as themselves or as public officials. The research impacts the theoretical output of practical activities carried out by political figures so that it can be a reference in learning critical communication in social media. Another effect, this analysis can contribute ideas and knowledge in the context of new media discourse that can be used as a reference in communication and media studies.
Pencitraan Politik Daring: Strategi Memenangkan Massa Digital Menjelang Pemilu 2014 Dudi Rustandi
Observasi Vol 11, No 2 (2013): Dinamika Komunikasi Politik Menjelang Pemilu 2014
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2036.977 KB)

Abstract

Menurut Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2014, pengguna internet di Indonesia akan mencapai 107 jutaan. Jumlah ini menjadi salah satu potensi bagi peserta Pemilu baik secara lembaga ataupun individu dalam menjaring massanya melalui media baru. 100 juta massa tersebut akan diperebutkan oleh calon-calon yang akan berlaga di pentas politik nasional untuk Pemilu presiden. Oleh karena itu, para calon yang akan maju pada pencalonan presiden melakukan pencitraan politik digital. Pencitraan dilakukan melalui berbagai taktik: fanpage, twitter, blog, publikasi media online arus utama, dan media sosial lainnya. Melalui tulisan ini, penulis akan melakukan analisis dengan melakukan penelusuran informasi digital (literasi) bagaimana setiap bakal calon presiden melakukan pencitraannya melalui media daring. Dari literasi yang dilakukan, salah satu calon cenderung kuat pada satu saluran media daring tertentu tetapi lemah di media daring lain. Begitu juga sebaliknya, namun dari 14 calon yang ada, Pramono Edie dan Megawati merupakan calon yang paling lemah merek politik daringnya dibandingkan dengan calon lain karena tidak membangun saluran komunikasi melalui media-media daring yang ada seperti website, twitter, official fanpage, termasuk juga media arus utama online.
Komunikasi Interpersonal Sales dengan Konsumen di Proshop Speedo Siliwangi Ristia Wulan Nurlintang; Dudi Rustandi
KOMVERSAL Vol 2 No 1 (2020): Komversal : Jurnal Komunikasi Universal
Publisher : Program Studi Hubungan Masyarakat Politeknik LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/komversal.v2i1.505

Abstract

ABSTRACT Sales marketing has a significant role in driving product sales output. Therefore, sales marketing interpersonal communication skills are needed so that relationships with customers can be well established. This is a support in encouraging the release of products every time. This study aims to determine the implementation of interpersonal communication between sales and consumers at Proshop Speedo Siliwangi. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach, namely the author describes the results of observations and analyzes the data that has been obtained in the field descriptively. After analyzing and discussing the problem, the authors concluded that the implementation of interpersonal communication between sales and consumers at Proshop Speedo Siliwangi went quite well. The impact of this research is expected to be a source of reference for communication practices in the retail world and can also be generalized as a source of scientific reference in the field of communication. Keywords: Interpersonal, Communications, consument ABSTRAK Sales marketing memiliki peran yang signifikan dalam mendorong output penjualan produk. Oleh karena itu dibutuhkan keterampilan komunikasi interpersonal sales marketing agar relasi dengan pelanggan bisa terjalin dengan baik. Hal ini menjadi penunjang dalam mendorong keluarnya produk setiap waktunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan komunikasi interpersonal antara sales dengan konsumen di Proshop Speedo Siliwangi. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu penulis menggambarkan hasil observasi dan menganalisis data-data yang telah diperoleh di lapangan secara deskriptif. Setelah melakukan analisa dan pembahasan masalah, penulis memperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan komunikasi interpersonal antara sales dengan konsumen di Proshop Speedo Siliwangi berjalan cukup baik. Adapun dampak dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber rujukan praktik komunikasi di dunia retail juga bisa digeneralisir sebagai sumber rujukan keilmuan dalam bidang komunikasi.
Komunikasi Kehumasan Perguruan Tinggi melalui Media Sosial Dudi Rustandi; Leili Kurnia Gustini
KOMVERSAL Vol 3 No 1 (2021): Komversal : Jurnal Komunikasi Universal
Publisher : Program Studi Hubungan Masyarakat Politeknik LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/komversal.v3i1.539

Abstract

ABSTRACT Social media is a gateway for communication in the digital era. Its affordability is borderless, cross-border, anytime, anywhere, by anyone, so that social media is quickly gaining popularity, and it has become the most popular media to use today, both personal and institutional use. Social media is now being used for corporate public relations communication, becoming the front line of corporate communication tools. The purpose of this research is to find out and explore the use of social media by universities, Polytechnic LP3I Bandung in the context of public relations communication and to know how to use and implement public relations communication. Using a qualitative research method with a case study approach, the results show that public relations communication through social media has been carried out by the LP3I Bandung Polytechnic. However, its use is not optimal due to various factors such as insufficient human resource insight. The impact, through input from the results of this study, can increase and maximize the use of social media for public relations. Keywords: Communications, Public Relations, Social Media. ABSTRAK Media sosial menjadi pintu gerbang komunikasi di era digital. Keterjangkauannya bersifat borderless, lintas batas, kapanpun, dimanapun, oleh siapapun, sehingga media sosial cepat popular, dan menjadi media paling populer penggunaannya kini, baik penggunaan personal ataupun lembaga. Media sosial kini digunakan untuk kepentingan komunikasi kehumasan perusahaan, menjadi lini terdepan alat komunikasi korporat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggali penggunaan media sosial oleh perguruan tinggi, yaitu Politeknik LP3I Bandung dalam konteks komunikasi kehumasan serta mengetahui bagaimana pemanfaatan dan implementasi komunikasi kehumasan. Menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus, hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kehumasan melalui media sosial sudah dilakukan oleh Politeknik LP3I Bandung. Namun penggunaannya belum optimal karena berbagai faktor seperti wawasan SDM yang masih minim. Dampaknya, melalui masukkan dari hasil penelitian ini, dapat meningkatkan dan memaksimalkan penggunaan media sosial untuk kehumasan. Kata Kunci: Komunikasi, Humas, Media Sosial.
Preman Pensiun dan Kuasa Agama: Semiotika Visual Komunikasi Religius dalam Episode “Kembali Ke Fitri” Dudi Rustandi; Anna Noviana
Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) Vol 22, No 1 (2022): Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/anida.v22i1.18695

Abstract

The Preman Pensiun cinema in the episode Return to Fitri has vital elements of the pull of religion so that humans return to Him. The purpose of this study is to interpret cultural signs visually. Using a critical paradigm with a visual semiotic method that is both structural and poststructural, the researcher uses a post-semiotic approach rooted in postmodernism to interpret the image that the author refers to from the Sinema Preman Pensiun episode of Return to Fitri. The study's results, from the perspective of structural visual semiotics, show that the power of religion is clearly depicted in the scenes played by Muslihat and Ujang figures. However, in the post-semiotic perspective, the pull of religion is a method of capitalism to influence or grip the minds of the audience so that they are interested in being part of the film (the audience). This research is expected to impact researches on communication semiotics that continue to develop and on da'wah communication in general, which the authors define as religious communication in the context of a critical paradigm.
PEMBELAJARAN LITERASI DIGITAL PARA PEJUANG DAKWAH LPD AL BAHJAH CIREBON Clara Novita Anggraini; Mirah Pratiwi; Dudi Rustandi; Devi Tri Aprilianza; Ocha Trisepta Rachmadiani; Dewa Ayu Aksamala Gangga Paramitha
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2a (2022): Special Issue
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v5i2a.4690

Abstract

Setiap tahunnya, trend penggua internet di Indonesia terus mengalami peningkatan. Akan tetapi, kenaikan signifikan tidak dibarengi dengan penguasaan terhadap dampak yang ditimbulkannya; seperti belum mampunya membedakan antara informasi dan berita bohong (hoax). Hoax yang cukup tinggi merupakan informasi bohong yang memiliki irisan dengan agama. Oleh karena itu, para Pejuang Dakwah yang memiliki peran signifikan dalam mendorong pemberantasan hoax melalui dakwah. Karena pada dasarnya, Hoax sangat bertentangan dengan agama. Oleh karena itu, Telkom University bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Al-Bahjah (LPD) menyelenggarakan pembelajaran literasi digital dakwah untuk para pejuang dakawah. Berdasarkan hasil observasi PKM, kegiatan pembelajaran literasi digital dakwah bagi pejuang dakwah LPD Al-Bahjah dianggap bermanfaat, menambah pengetahuan, serta meningkatkan skill literasi digital dakwah para pejuang dakwah.