Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analysis of The Addition of Bendrat Steel Fiber with Partial Substitution of Pumice as a Substitute for Coarse Aggregate on the Compressive Strength of Concrete Uzda, Rabiyatul; Latuconsina, Syafrudin Ishak; Setiady, Morgan; Polpoke, Hamza Serangan
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil MACCA
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/sckd8f79

Abstract

Batu Apung (pumice) adalah material alam yang pembentukan materialnya berasal dari aktivitas gunung api berupa material endapan piroklastik. Batu pumice terbentuk akibat dari proses pendinginan gas dan material vulkanik secara cepat. Batu apung digunakan sebagai alternatif pembuatan beton ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar nilai kuat tekan beton yang dihasilkan dari penambahan serat kawat bendrat dengan substitusi parsial batu apung (pumice) sebagai pengganti agregat kasar. Dalam penelitian ini batu apung digunakan sebagai substitusi parsial terhadap agregat kasar dengan variasi yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, dan 15%. Sedangkan untuk serat kawat bendrat digunakan dengan kadar yang sama untuk setiap variasi sebesar 2% dari berat semen. Jumlah benda uji yang dibuat adalah 12 buah dan hanya untuk diuji kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan mutu beton rencana f’c sebesar 20,57 MPa. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan beton yang telah dilakukan, diperoleh nilai kuat tekan pada beton normal BN = 21,04 MPa (naik 1,39% dari mutu beton rencana), untuk beton BKBA 5% = 15,10 MPa (turun 28,25% terhadap beton BN), untuk beton BKBA 10% = 13,02 MPa (turun 38,12% terhadap beton BN), sedangkan untuk beton BKBA 15% = 11,23 MPa (turun 46,64% terhadap beton BN). Rata-rata penurunan kuat tekan yang terjadi adalah sebesar 28,25%.
ANALISIS PERBANDINGAN PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI ANGKUTAN KOTA DAN ANGKUTAN PRIBADI DI PELABUHAN TULEHU MENGGUNAKAN METODE LOGIET BINER Amaheka, Sammy G.M.; Ohorella, Fuad Hasan; Latuconsina, Syafruddin I.; Lestaluhu, Rosdiani; Malik, Yusril F. I.
JURNAL SIMETRIK Vol 15 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v15i1.2654

Abstract

Tulehu Port, located on Ambon Island, is the main route of the maritime transportation system for entering and exiting Ambon Island and its surrounding islands. This port plays an important role in the transportation of passengers and goods. High activity levels and long journeys to the port make many passengers choose private transportation over public transport, which is lacking in both quality and quantity. The purpose of this research is to identify the factors, percentage values of the criteria, and to determine the probability values of the selection of public transportation and private transportation modes at Tulehu Port. The choice of transportation mode plays a crucial role in transportation planning at Tulehu Port to understand the community's preferences for the chosen transportation modes. For this, a binary logit model method based on multiple linear regression analysis was used. The analysis results show that the factors of time, cost, comfort, and safety have a significant impact, with a significance value of <0.05. The mode selection variables for urban transport and private transport indicate that the time variable to Tulehu Port is 0.322, while for the mode selection from Tulehu Port, the comfort variable is 0.280. Meanwhile, the reasons respondents use urban transport to and from Tulehu Port are cost at 56% and 61%, while for private transport respondents to and from Tulehu Port, the reasons are comfort at 44% and speed at 58%. In terms of the probability of mode selection at Tulehu Port based on movement, for the route to Tulehu Port (Ambon – Tulehu), the chance of choosing urban transport is 42%, and for private transport, it is 58%. For the movement from Tulehu Port (Tulehu – Ambon), the chance of choosing urban transport is 39%, and for private transport, it is 61%. Keyword: Binary Logiet Model; Transportation Mode Selection; Multiple Linear Regression
Analisis Produktivitas Alat Berat Excavator Dan Dump Truck Dengan Metode Cycle Time (Studi Kasus: Pembangunan Gudang Dan Ruko 2 Lantai di Hunuth, Ambon) Samalehu, Nurul Khainam; Sangadji, Fauzan A.; Oppier, Imran; Latuconsina, Syafruddin Ishak
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2025): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v4i1.1433

Abstract

Setiap proyek konstruksi memerlukan alat berat untuk beberapa jenis pekerjaan, namun tidak mencakup semua jenis alat berat yang ada. Proyek pembangunan gudang dan ruko dua lantai di Hunut, Kota Ambon, terutama pada tahap pekerjaan tanah, melibatkan penggalian dan pemuatan melibatkan alat berat dengan satu excavator dan satu dump truck untuk mendukung proses gali-muat di lokasi pekerjaan tanah. Namun, jika terjadi kerusakan pada salah satu alat berat, hal ini dapat menghambat proses penggalian dan berpotensi mengurangi produktivitas, serta memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan galian.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui nilai produktivitas yang dihasilkan excavator dan dump truck pada pekerjaan galian Proyek Pembangunan Gudang dan Ruko 2 Lantai di Hunut, Kota Ambon. Metode yang digunakan metode cycle time berupa data waktu siklus. Hasil analisis menunjukkan selama 14 hari tiap hari 9 siklus bahwa nilai rata-rata produktivitas alat berat excavator per jam adalah 132,09 m3/jam dan prouktivitas per hari dengan durasi waktu 8 jam/hari adalah 975,48 m3/hari. Produktivitas alat berat dump truck per jam adalah 8,21 m3/jam dan produktivitas per hari adalah 68,9 m3/hari. Jumlah alat berat di lapangan adalah 1 excavator dan 1 dump truck, namun dari data perhitungan memerlukan 2 unit dump truck untuk memenuhi produktivitas excavator, maka produktivitas alat berat tersebut tidak optimal.
ANALISA PENGARUH KOMPOSISI PASIR SUNGAI NEGERI MAMALA TERHADAP KUAT TEKAN BATAKO latukau, Chairia; uzda, Rabiyatul; latuconsina, Ishak
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.54-64

Abstract

Batako adalah salah satu unsur bangunan berbentuk bata yang komposisi campuran utamanya berupa semen portland, air, dan agregat yang umumnya digunakan sebagai bahan dinding non-struktural. Selain komposisi campuran, yang mempengaruhi kualitas batako adalah jenis pasir yang digunakan, ada banyak jenis pasir yang ada di Kota Ambon salah satunya adalah pasir gunung negeri mamala. Berdasarkan hasil survei pada beberapa tempat produksi batako di Kota Ambon, Produsen batako cenderung kurang cermat dalam memperhatikan komposisi campuran yang digunakan, sehingga hal ini dapat mempengaruhi kualitas dari batako yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan kelas batako berdasarkan nilai kuat tekan. Penelitian ini dilakukan dengan menguji kuat tekan dan penyerapan air batako dengan menggunakan lima buah sampel dari empat varian komposisi, dengan rasio perbandingan semen dan pasir 1: 6 antara pasir di cuci, 1:6 pasir tidak dicuci. 1 : 8 pasir dicuci 1 : 8 pasir tidak dicuci.
Pemanfaatan Agregat Kasar dan Halus Desa Wassu sebagai Campuran Pada Perkerasan Jalan (AC-WC) Fuad Hasan Ohorella; Syafruddin I. Latuconsina
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil MACCA (FEBRUARI 2025)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/5qy3nm33

Abstract

Pemerintah Provinsi Maluku terus membangun jalan. Data 2021 menunjukkan 199,29 km jalan rusak dan 314,69 km rusak parah. Saat ini, pemerintah fokus membangun jalan di daerah kepulauan. Namun, keterbatasan material berkualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis sifat material agregat kasar, halus Desa Wassu. Metodologi penelitian ini meliputi evaluasi sifat aspal, agregat kasar, halus, bahan pengisi, dan Marshall. Hasil penelitian menunjukkan sifat material agregat kasar dan halus telah memenuhi parameter Bina Marga tahun 2018. Hasil uji karakteristik Marshall campuran AC-WC tidak memenuhi spesifikasi kandungan aspal optimum (KAO). Dimana VIM parameter minimum 2% dan maksimum 4%. Hasil uji Marshall pada kadar aspal 4,5 senilai 18,27%. 5,5 senilai 17,45%. 6,0 senilai 17,18%. 6,5 senilai 15,53%. 7,0 senilai 13,72% dan Range nilai FVB spesifikasi yaitu minimal 65%. pada kadar aspal 4,5 senilai 26,93%. 5,0 senilai 30,58%. 5,5 senilai 33,34%. 6,0 senilai 38,37%. 6,5 senilai  43,95%. Sehingga perlu adanya penelitian lanjutan subtitusi agregat halus memakai pasir laut.
Analisis Kuat Tekan Beton Geopolimer dengan Pemanfaatan Fly Ash dan Batuan Tuf Wabula, Syahfril; Uzda, Rabiyatul; Latuconsina, Syafruddin Ishak
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil MACCA (OKTOBER 2025)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/kv83r278

Abstract

Beton geopolimer adalah jenis beton yang tidak memakai semen sebagai pengikat, melainkan memanfaatkan bahan alami yang kaya akan silika dan alumina yang kemudian diaktifkan menggunakan alkali aktifator. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui berapa nilai kuat tekan beton geopolimer yang menggunakan fly ash dan batuan tuf serta untuk mengetahui karakteristik beton geopolimer yang menggunakan fly ash dan batuan tuf. Benda uji dalam penelitian ini adalah 12 benda uji beton geopolimer dengan menggunakan metode curring direndam (CR) dan 12 benda uji beton geopolimer menggunakan metode curring dibungkus/wrapping (CW). Uji kuat tekan beton dilakukan pada umur beton 28 hari. Hasil penelitian mendapatkan nilai kuat tekan rata-rata beton normal BN adalah 30,92 Mpa. Nilai kuat tekan beton beton geopolimer yang menggunakan curring direndam BG 100 BT – CR adalah 2,79 Mpa, BG 75 BT – CR 6,72 Mpa, BG 50 BT – CR adalah 4,80 Mpa, BG 25 BT – CR adalah 3,68 Mpa. Untuk beton geopolimer dengan metode curring dibungkus (wrapping) BG 100 BT – CW adalah 10,89 Mpa, BG 75 BT – CW adalah 30,05 Mpa, BG 50 BT – CW adalah 26,13 Mpa, BG 25 BT – CW adalah 21,78 Mpa. Kuat tekan tertinggi didapatkan oleh beton geopolimer dengan metode curring dibungkus (wrapping) yakni BG 75 BT – CW atau sebesar 30,05 Mpa.
Optimalisasi Pelaksanaan Pekerjaan Dengan Menggunakan Metode Crashing pada Proyek Peningkatan Struktur Jalan Laha-Negeri Lima. Tuhuteru, Ilham; Sangadji, Fauzan A.; Oppier, Imran; Latuconsina, Syafruddin Ishak
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v3i1.839

Abstract

The problem that often occurs in construction projects is delay. The Laha Negri Lima Road Structural Improvement Development Project was chosen for the case study because it experienced a progress delay in its implementation of 12.16% at 17.31% progress. which causes the total project completion time to be longer, with a planned project completion time of 210 days. The aim of this research is to determine the minimum cost and optimum duration of acceleration using the crashing method. Also assisted by using Microsoft Project 2010 software to determine the project's critical path and create a simulation model in the form of a new schedule after acceleration analysis. The alternative project acceleration used is an additional 2 hours (overtime). The results of the analysis for the alternative of adding 2 working hours (overtime) obtained a time of 129 days with a cost efficiency of Rp. 214,719,386.87 The results of the analysis show that accelerating the project with the alternative of adding 2 hours of overtime work results in less total time and costs compared to the normal duration.
PERFORMANCE ANALYSIS OF WIRELES ON THE GROWTH OF USERS OF SEA TRANSPORTATION SERVICES IN HUNIMUA PORT - CENTRAL MALUKU Ohorella, Fuad Hasan; Latuconsina, Syarifudin Ishak; Palaklely, Rayleky
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v23i2.64036

Abstract

Hunimua Harbor is the link between Ambon Island and Seram Island. The flow of growth in sea transportation users at Hunimua Port in the last five years has increased. The preliminary analysis of Hunimua Port shows that in 2021 passenger growth is 21%, 2-wheeled vehicle growth is 17%, 4/6-wheeled growth is 24%, and ship visit growth is 5%, respectively, and Berth Occupancy Ratio (BOR) is 72%. The results showed that the average annual load growth over the next ten years was 1.7% for passengers, 1.2% for R-2 vehicles, and 4.5% for R-4/6 vehicles. The Load Factor in 2026 has reached 68%, and in 2031 it has born 67%, which means that the level of demand for ferry transportation has exceeded the available capacity, based on the Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number PM 104 of 2017 concerning the Implementation of Ferry Transportation. The Berth Occupancy Ratio (BOR) value for 2026 = 82%, and in 2031 = 92%. From the percentage of BOR values in table 2.1 based on UNCTAD standards, Hunimua Port should have more than six piers ready to operate in 2026.