Eric Kurnia Abdillah
STIKes Buleleng

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG PENYALAGUNAAN OBAT (NARKOBA) DI BANJAR TEGAL DESA KUBUTAMBAHAN Eric Kurnia Abdillah; Reza Ismail Abdul Rahman; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.2

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai tujuan yaitu untuk meningkatkan sikap peduli, empati mahasiswa dan kondisi keberadaan masyarakat terhadap penyalagunaan obat. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan perpaduan antara metode pemberdayaan masyarakat, diklat dan pendampingan dengan melibatkan Mahasiswa dan Warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pemberdayaan dan Pendampingan kepada warga kampus. Target akhir dari kegiatan ini adalah melakukan pemberdaayan warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan dengan menyadari penyalagunaan obat dapat membahayakan kesehatan jiwa dan rohani, serta memberikan langkah-langkah dalam pencegahan terjadinya penyalagunaan obat (narkoba) dikalangan masyarakat, sehingga dapat peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.
PENYALAHGUNAAN OBAT NAPZA UNTUK ANTIINFLAMASI DI MASYARAKAT Lestari Nugrahini; Eric Kurnia Abdillah; Reza Ismail Abdul Rahman; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.25

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, sehingga hal tersebut dijadikan masalah nasional. Korban penyalahgunaan narkotika tidak saja merambah daerah perkotaan, wilayah pedesaan juga tidak luput menjadi sasaran. Peredaran narkotika juga tidak memandang usia, strata sosial bahkan jenis kelamin. Tidak jarang sasaran utama peredaran narkotika adalah para generasi muda, hal ini jelas menjadi persoalan bagi seluruh elemen yang ada di Indonesia, mengingat generasi muda adalah tonggak harapan suatu negara. Menanganai masalah penyalahgunaan narkotika diperlukan kerjasama dari pihak pemerintah dan masyarakat. Permasalahan penyalahgunaan narkotika saat ini menjadi momok yang menakutkan. Secara universal penyalahgunaan narkotika dapat mengancam dan merusak masa depan penggunanya, bahkan dapat menimbulkan kejahatankejahatan lainnya sebagai akibat sindroma ketergantungan terhadap zat kimia narkotika atau obat-obatan terlarang. Sebab secara sosiologis mereka dapat mengganggu masyarakat dengan melakukan perbuatan-perbuatan abnormal atau kriminalitas di luar kesadaran mereka. Dengan adanya penyalahgunaan ini akan berakibat memicu terjadinya tindak kejahatan baik itu pencurian, pemerasan, penipuan, penggelapan peredaran obatobat terlarang, penganiayaan dan lain sebagainya. Dengan kata lain, akan tergangggunya kelangsungan kehidupan bangsa
Sosialisasi Penggunaan Antibiotik Reza Ismail Abdul Rahman; Lestari Nugrahini; Eric Kurnia Abdillah; Putu Cicilia Septipani; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Luh Ade Dian Martines
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.55

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, sehingga hal tersebut dijadikan masalah nasional. Menanganai masalah penyalahgunaan narkotika diperlukan kerjasama dari pihak pemerintah dan masyarakat. Ada lima bentuk cara untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba, yaitu promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan represif. Di Wilayah Pondok Pesantren Syamsul Huda Banjar Dinas Mundukkunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Berdasarkan hasil observasi masih minim pengetahuan tentang bahaya narkotika dan obat-obat terlarang sehingga sangat membutuhkan sosialisasi tentang penyalahgunaan narkotika bagi masyarakat pada umumnya dan generasi muda pada khususnya. Oleh karena itu, kami bekerjasama dengan mitra dan kelian adat banjar pumahan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang “Penyalahgunaan Obat NAPZA untuk antiinflamasi di masyarakat” dengan harapan masyarakat dapat memahami bahaya narkotika dan pengaruhnya secara psikologis, sehingga dapat mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkotika.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIKA DI RT 09 KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG Reza Ismail Abdul Rahman; Eric Kurnia Abdillah; Lestari Nugrahini; Apriana Apriana; Rizka Aisyah; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 1 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/fe9ygm77

Abstract

Ketidakpatuhan penggunaan antibiotik rasional masih tinggi, penyebabnya tingkat pengetahuan masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh profil tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik rasional berdasarkan jenis kelamin, rentang umur, jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan. Pengukuran tingkat pengetahuan pada Maret-Juli 2023 di RT 09 Kelurahan Oesapa Kota Kupang metode observasional menggunakan kuesioner. Diklasifikasikan menjadi 4 kategori sangat baik (86-100%), baik (70-84%), cukup (55-69%) dan kurang (0-54%). Data dianalisis deskriptif kuantitatif. Tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik rasional rerata nilai 71,62% kategori “Baik”. Berdasarkan jenis kelamin diperoleh rerata nilai pria lebih baik dari perempuan 71,85% dan wanita 71,44%. Berdasarkan jenis pekerjaan rerata nilai karyawan/ wiraswasta (73,67%) lebih baik dari ibu rumah tangga (70,86%), mahasiswa (72%), lain-lain (69,78%), tidak bekerja (71,27%). Berdasarkan tingkat pendidikan rerata nilai pendidikan D3/S1 76,62% lebih baik dari SMA (72,11%), SMP (71,20%), SD (38%), tidak bersekolah (68%). Berdasarkan rentang umur rerata nilai umur 26-35 tahun 73,67% lebih baik dari umur 17-25 (72,13%), umur 46-55 tahun (70,46%) dan umur 36-45 tahun (68,50%). Profil tingkat pengetahuan dari segi tingkat pendidikan, pekerjaan dan rentang umur di RT 09 Kelurahan Oesapa Kota Kupang sebagai data awal pemerintah, organisasi profesi melakukan intervensi mencegah dan menurunkan kasus resistensi antibiotik.
HUBUNGAN KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT ANGINA PEKTORIS TIDAK STABIL TERHADAP LAMA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN BULELENG Ni Luh Yuni Naintina; Eric Kurnia Abdillah; Iyan Hardiana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/6tpb4r71

Abstract

Latar Belakang Angina Pektoris Tidak Stabil (APTS) merupakan istilah yang disebabkan oleh penyakit arteri koroner yang di gambarkan dengan nyeri dada atau tidak nyaman dan sering di jelaskan sebagai perasaan sesak di dada, tertekan, penuh, nyeri atau berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan kerasionalan penggunaan obat Angina Pektoris Tidak Stabil (APTS) terhadap lama rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan ICD I20.0 rawat inap periode Januari-Juni 2023. Untuk analisis hubungan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kerasionalan obat APTS terhadap lama rawat inap pada poin tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis menunjukkan nilai negatif (-) yaitu -0,222 yang bermakna hubungan signifikan dengan korelasi lemah terhadap lama rawat inap, pada poin tepat lama pemberian menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,505 (>0,05) yang bermakna tepat lama pemberian tidak berkorelasi terhadap lama rawat inap, nilai korelasi koefisen pada poin tepat lama pemberian menunjukkan hasil positif (+) yaitu 0,061 yang bermakna hubungan tidak searah dengan korelasi sangat lemah terhadap lama rawat inap.
FORMULASI SALEP EKSTRAK DAUN INTARAN (Azadirachta Indica A. Juss). SEBAGAI ALTERNATIF PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR wistar Ketut Sukiarsa; Ari Permana Putra; Eric Kurnia Abdillah; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Ni Komang Virginia Pradini; Yohana Laura Silfia Pora
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/b8fgz791

Abstract

Salep merupakan sediaan setengah padat yang biasanya dijadikan obat luka bakar yang biasanya berasal dari ekstrak dan bahan kimia lainnya. Beberapa kandungan didalam ekstrak dapat dijadikan obat salah satunya yaitu flavanoid bisa dijadikan sebagai antibakteri untuk membantu penyembuhan luka bakar salah satunya ekstrak daun intaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh pemberian salep ekstrak etanol daun intaran (Azadirachta Indica A.Juss) sebagai penyembuhan luka bakar pada tikus jantan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang dilakukan dilaboratorium dengan uji one-way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Pada penelitian ini dibagi menjadi 4 kelompok besar dimana masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus jantan, kelompok konntrol ada kontrol positif dan keontrol negatif kelompok perlakuan yang terdiri dari salep dengan konsentrasi 12,5% dan salep dengan konsentrasi 25%. Hasil peneltian menunjukkan perbedaan antara kelompok kontrol dan perlakuan (p<0,05). Sediaan salep dengan konsentrasi 25% menunjukan hasil paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar dengan nilai signifikannya yaitu (p<0,001) dengan rata-rata 2,0mm