Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Propaganda Pemberitaan Jokowi pada Pemilu 2014 di Majalah Tempo dalam Perspektif Ideologies And Power Marini; Nurlaillah Sari Amallah; Andi M. Faisal Bakti; Makroen Sanjaya
El Madani : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 01 (2023): El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Dakwah Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/elmadani.v4i01.1177

Abstract

Tempo magazine is one of the media that is in the line of 'loving' Jokowi. Tempo Magazine doubled Jokowi in the 2014 election as a modest man and a hobby of blusukan. This is based on the total duration, frequency, and tendency of the object of the news to Jokowi. Jokowi's image, which was initially positive, especially during the 2014 presidential election campaign, immediately changed after Jokowi became president in the news of Tempo Magazine. This was proven by Tempo Magazine supporting Jokowi during the 2014 presidential election because it was based on his ideology that Prabowo Subianto was a human rights criminal. In the 5-11 August 2013 edition of Tempo Magazine, they gave the title “Suddenly Jokowi” with a picture of Jokowi singing in pause. This tendency is a form of the failure of Tempo Magazine to become a balanced media. Tempo magazine chose issues, used angles, and published 11 out of 20 total Main Reports using the glittering generalities propaganda technique. The theory used is from Branston and Stafford (2003: 117-133) namely marxist approaches, post-marxism and critical pluralism, and discourses and lived culture. The relevant concepts are mukhtalif, kabilah, dan al-hadarah. Tempo Magazine's reporting sparked polarization, as seen from the concentration in political currents and ideology. The existence of this news as a political message that is more effective in raising issues to the public.
Propaganda Pemberitaan Jokowi pada Pemilu 2014 di Majalah Tempo dalam Perspektif Ideologies And Power Marini Marini; Nurlaillah Sari Amallah; Andi M. Faisal Bakti; Makroen Sanjaya
El Madani : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 01 (2023): El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Dakwah Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/elmadani.v4i01.1192

Abstract

Tempo magazine is one of the media that is in the line of 'loving' Jokowi. Tempo Magazine doubled Jokowi in the 2014 election as a modest man and a hobby of blusukan. This is based on the total duration, frequency, and tendency of the object of the news to Jokowi. Jokowi's image, which was initially positive, especially during the 2014 presidential election campaign, immediately changed after Jokowi became president in the news of Tempo Magazine. This was proven by Tempo Magazine supporting Jokowi during the 2014 presidential election because it was based on his ideology that Prabowo Subianto was a human rights criminal. In the 5-11 August 2013 edition of Tempo Magazine, they gave the title “Suddenly Jokowi” with a picture of Jokowi singing in pause. This tendency is a form of the failure of Tempo Magazine to become a balanced media. Tempo magazine chose issues, used angles, and published 11 out of 20 total Main Reports using the glittering generalities propaganda technique. The theory used is from Branston and Stafford (2003: 117-133) namely marxist approaches, post-marxism and critical pluralism, and discourses and lived culture. The relevant concepts are mukhtalif, kabilah, dan al-hadarah. Tempo Magazine's reporting sparked polarization, as seen from the concentration in political currents and ideology. The existence of this news as a political message that is more effective in raising issues to the public.
Political Discourse and Moral Negotiations of the Tarbiyah Movement among Students: An Active Reception Analysis of LDK and KAMMI Students at UIN Jakarta Andi Fakhrullah; Andi M. Faisal Bakti
Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam Vol. 16 No. 1 (2026): Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/liwauldakwah.v16i1.7477

Abstract

This study examines how students negotiate the political discourse and moral standards promoted by the Tarbiyah Movement at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Although previous studies have primarily focused on the ideological and organizational dimensions of the movement, limited attention has been paid to how students at Islamic higher education institutions actively interpret its messages. Drawing on Stuart Hall’s encoding/decoding theory and the active reception perspective, this study employs a qualitative phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews and non-participant observation involving members of the Syahid Campus Da’wah Institute (LDK) and the Indonesian Muslim Students Association (KAMMI) during the 2020–2024 period. The findings indicate that students are an active audience, not passive recipients, of Tarbiyah discourse. Participants demonstrated dominant, negotiated, and oppositional readings of political and moral messages. Dominant readings emerged when Tarbiyah narratives aligned with participants’ religious beliefs and identity orientations, particularly regarding Islamic dress codes. Conversely, negotiated and oppositional interpretations are more evident in relation to political affiliation with PKS, the relationship between religion and the state, and smoking bans. This study concludes that the reception of Tarbiyah discourse is selective, issue-specific, and shaped by students’ religious backgrounds, organizational affiliations, and personal experiences.
Pengembangan Masyarakat Dalam Penggunaan Media Di Majelis Ta’lim At-Taqwa Desa Sukamaju Perspektif Komunikasi Pembangunan Bagya Husna Fatwa; Andi M. Faisal Bakti; Tantan Hermansah
Bayyin: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Bayyin
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/bayyin.v3i2.99

Abstract

Majelis merupakan wadah penyampaian pesan dakwah sekaligus tempat pengembangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan masyarakat Islam dengan memanfaatkan media lokal dan modern yang dilakukan oleh Majelis Ta'lim At-Taqwa Desa Sukamaju dalam perspektif komunikasi pembangunan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori komunikasi dan pembangunan dari Jan Servaes (Sujatha Sosale dalam Servaes). Sujatha Sosale menggunakan pendekatan wacana untuk mengidentifikasi dua strategi kekuasaan dalam komunikasi dan pembangunan. Dari teori Sujatha Solale ini kemudian dikaji lebih lanjut dengan menghubungkannya dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur'an. Persaudaraan Islam terdapat dalam surat Al-Hujurat (49:10). Dalam hal dakwah terdapat dalam Q.S An-Nahl, 16: 125. Dan dalam Sulthon tercantum dalam Q.S Ar-Rahman, (55: 33). Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ilmu dakwah dan ilmu komunikasi serta ilmu sosial dan ilmu ekonomi, dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Majelis Ta'lim At Taqwa Desa Sukamaju. Objek penelitian ini adalah dakwah dan pengembangan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Analisis dari penelitian ini Majelis Ta'lim At-Taqwa Desa Sukamaju masih belum mampu memadukan media tradisional dan modern untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah yang mengintegrasikan nilai-nilai pembangunan untuk membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program-program pembangunan.  
Serial Animasi Trungtung pada Kanal Youtube Little Giantz dalam Perspektif Genre dan Other Classifications Amal Jamaludin; Andi M. Faisal Bakti; Tantan Hermansah; Muhammad Fanshoby
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana perspektif genre dan other classifications serial Animasi Trungtung pada kanal Youtube Little Giantz. Sejauh mana aspek eskapisme digambarkan dalam serial tersebut? dan apa saja konteks verisimilitude dalam serial tersebut? Setiap pemilik kanal Youtube harusnya memberikan dengan jelas keterangan tentang genre, dan klasifikasi usia yang dianjurkan untuk setiap penontonnya untuk menghindari ketidak sesuaian antara program tayangan dan klasifikasi usia penonton. Teori-teori yang digunakan pada penelitian ini yakni konsep teori Eskapisme, Verisimilitude, dan Repertoar Element. Al Qur’an yang menggambarkan ketiga teori tersebut adalah QS. Al Imran : 197, QS. Al Baqoroh: 17, dan QS. Ar Rad: 28. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Objek penelitiannya adalah 16 serial animasi Trungtung pada kanal Youtube The Little Giantz. Teknik pengumpulan data terdiri dari studi pustaka, dan dokumentasi. Serial Trungtung kurang memberikan informasi mengenai genre dan rating usia yang bisa dijadikan pedoman orangtua untuk menilai layak tidaknya tontonan tersebut untuk anak. Dengan informasi genre dan rate usia yang jelas, dapat menjadi pedoman dan membantu orangtua menilai kelayakan tayangan terebut, demi mencegah dampak negatif yang terjadi.